Friday, June 03, 2016

Pinda Akta 355: Runding, Kenapa DAP Kacau? -Presiden PAS

Post Pic
PENGKALAN CHEPA: PAS tidak pernah bersengkongkol dengan kerajaan Umno-Barisan Nasional (BN) bagi membolehkan usul Rang Undang-undang Persendirian (RUU) dibentangkan di Parlimen, 26 Mei lalu.

Lantaran itu, Presidennya Datuk Seri Abdul Hadi Awang mengingatkan supaya DAP tidak perlu sibuk dengan agenda parti itu yang mahu meminda Akta Mahkamah Syariah (Bidang Kuasa Jenayah) 1965, memandangkan ia hanya melibatkan orang Islam sahaja.

"Usul ini berkait orang Islam sahaja tanpa mengira bukan Islam. Kenapa DAP kacau sedangkan ia berkait dengan org Islam? Kita runding dan terpulang masing-masing. Kita bukan sahaja parti, tapi dalam pembangkang, ada pendekatan masing-masing

"(RUU itu) belum lagi dibahaskan. Usul (itu) berkaitan dengan prasarana melaksanakan undang-undang, bukan hendak menjatuhkan hukuman. Kita hendak menaikkan taraf mahkamah syariah yang (peranan) lebih rendah dari mahkamah majistret," katanya kepada pemberita di sidang media sempena Muktamar Tahunan PAS Kali ke-62 Di Pusat Tarbiyah Islam Kelantan (PUTIK), tengah hari tadi.

Hadi berkata demikian menjawab tuduhan DAP bahawa partinya bersekongkol dengan kerajaan Umno-BN bagi membolehkan RUU berkenaan dibentangkan di parlimen, bulan lalu.

Hadi membawa usul RUU persendirian itu selepas dicadangkan Menteri di Jabatan Perdana Menteri. Datuk Seri Azalina Othman Said dan disokong oleh Timbalan Menteri Kerja Raya, Datuk Rosnah Rashid Shirlin.

RUU tersebut difahamkan dibenar sebagai usul pertama dibentangkan meskipun terletak di senarai nombor 15.

Hadi bagaimanapun memohon menangguhkan usul meminda Akta 355 berkaitan hudud dan akan dibawa pada sidang akan datang, Oktober depan bagi memberi peluang ‘masa’ kepada ahli Parlimen. (IH)

12 comments:

Anonymous said...

SABAN HARI DIAWAL PAGI RIBUAN ORANG MELAYU MENGEMIS MINTA KERJA DI SINGAPURA DENGAN BERJALAN KAKI....KITA DI MALAYSIA ASIK BERGADUH DAN MENYALAHKAN ORANG LAIN SAJA.....

Anonymous said...

PAS kata DAP kafir tentulah dia kacau,tetapi yg paling berapi datangnya dari MCA sehingga letak jawatan,MIC tak dihebuhkan pulaq..hahahha..politik cara pas..musuh berpilih-pilih..ajaran islam pun berpilih-pilih.idup islam.idup melayu.jahanam kafir.

Anonymous said...

‘Mungkin Mahfodz berhubung secara terus dengan Allah’ – Wan Junaidi
Aedi Asri and Sean Augustin | June 1, 2016

Ahli Parlimen Santubong membidas kenyataan Ketua Dewan Ulama' PAS Datuk Dr Mahfodz Omar yang mendakwa masyarakat Islam Sarawak jahil dan tidak mengamalkan Islam secara sebenar


PETALING JAYA: Menteri Sumber Asli dan Alam Sekitar Wan Junaidi Tuanku Jaafar membidas Ketua Dewan Ulama’ PAS, Mahfodz Omar yang mendakwa masyarakat Islam di Sarawak jahil dan tidak mengamalkan Islam secara sebenar.

Ahli Parlimen Santubong itu berkata, Mahfodz barangkali ‘berhubung sendiri dengan Tuhan’ sehingga boleh membuat tohmahan sedemikian.

“Nampaknya dia menghubungi Allah secara terus, barangkali sebab itu dia lebih tahu. Kami tidak berhubung dengan Allah, panduan kami hanya Al-Quran dan hadith Rasulullah,” katanya sinis ketika dihubungi FMT.

Mahfodz dalam ucapan perasmian Muktamar Dewan Ulama’ PAS di Tok Bali, Kelantan semalam berkata parti pemerintah di Sarawak, Parti Pesaka Bumiputera Bersatu (PBB) meneruskan ‘pemahaman penjajah’ terhadap Islam.

KAH KAH KAH

woit
kah kah kah
bila gua bilang
lu jadi marah
kah kah kah
sekarang menteri bilang
lu nak cakap apa?
kah kah kah
gua sudah lama suspek
orang PAS ada direkline
kah kah kah
boleh jatuh hukum
boleh potong tangan
boleh tuduh murtad
ini mesti ada direkline
kah kah kah
kalau tak ada direkline
ini semua KELENTONG besar
jual agama jual air liur

KELENTONG

Anonymous said...

ULAMA SU' AKHIR ZAMAN RAMAI DLM PAS, PARTI PERJUDI AGAMA UTK HABUAN DUNIA.

Pada ulama sû’ atau fâjir, ilmu yang dimiliki tidak dijadikan penuntun. Ia tidak beramal sesuai dengan ilmu yang ia ketahui. Asy-Syathibi mengatakan, “Ulama sû’ adalah ulama yang tidak beramal sesuai dengan apa yang ia ketahui.”.

Anas bin Malik ra. menuturkan sebuah hadis:
وَيْلٌ ِلأُمَّتِيْ مِنْ عُلَمَاءِ السُّوْءِ يَِتَّخِذُوْنَ هَذَا الْعِلْمَ تِجَارَةً يَبِيْعُوْنَهَا مِنْ أُمَرَاءِ زَمَانِهِمْ رِبْحاً ِللأَنْفُسِهِمْ لاَ أَرْبَحَ اللهُ تِجَارَتَهُمْ
Kebinasaan bagi umatku (datang) dari ulama sû’; mereka menjadikan ilmu sebagai barang dagangan yang mereka jual kepada para penguasa masa mereka untuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri. Allah tidak akan memberikan keuntungan dalam perniagaan mereka itu. (HR al-Hakim).

Anonymous said...

Menurut adz-Dzhabi, ulama sû’ adalah ulama yang mempercantik kezaliman dan ketidakadilan yang dilakukan oleh penguasa; ulama yang memutarbalikan kebatilan menjadi kebenaran untuk penguasa; atau ulama yang diam saja (di hadapan penguasa) padahal ia mampu menjelaskan kebenaran. [3]
Anas meriwayatkan:
الْعُلَمَاءُ أَمَنَاءُ الرُّسُلِ مَا لَمْ يُخَالِطُوْا السُّلْطَانَ وَ يُدَاخِلُوْا الدُّنْيَا فَاِذَا خَالَطُوْا السُّلْطَانَ وَ دَاخَلُوْا الدُّنْيَا فَقَدْ خَانُوْا الرُّسُلَ فَاحْذَرُوْهُمْ وَفِيْ رِوَايَةٍ لِلْحَاكِمِ فَاعْتَزِلُوْهُمْ

Ulama adalah kepercayaan para rasul selama mereka tidak bergaul dengan penguasa dan tidak asyik dengan dunia. Jika mereka bergaul dengan penguasa dan asyik dengan dunia maka mereka telah mengkhianati para rasul. Karena itu, jauhilah mereka. (HR al-Hakim).

Hal itu karena, jika ulama bergaul dengan penguasa dan sering mendatanginya, yang diharapkan adalah dunia. Tentu yang dimaksud bukan ulama yang datang untuk beramar makruf nahi mungkar dan mengoreksi penguasa.

Rusaknya ulama di antaranya karena sifat tamak terhadap dunia. Ad-Darimi menuturkan, Umar bertanya kepada Kaab, “Apa yang mengeluarkan ilmu dari hati ulama?” Kaab menjawab, “Ketamakan.”

Keluarnya ilmu dari hati maksudnya bukan dilupakan, tetapi ilmu itu ditinggalkan, pengaruhnya hilang dan tidak lagi dijadikan tuntunan. Hal itu sama saja dengan menukar ilmu atau agama dengan dunia. Inilah satu di antara karakter ulama sû’. Ulama demikian lebih layak di neraka.

Anonymous said...

Abu Hurairah ra. menuturkan hadis:
مَنْ أَكَلَ بِالْعِلْمِ طَمَسَ اللهُ عَيْنَيْهِ (أَوْ وَجْهَهُ فيِْ رِوَايَةِ الدَّيْلَمِيْ) وَكَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

Siapa yang makan dengan (memperalat) ilmu, Allah membutakan kedua matanya (atau wajahnya di dalam riwayat ad-Dailami), dan neraka lebih layak untuknya. (HR Abu Nu‘aim dan ad-Dailami).
Maksudnya adalah ulama yang menjadikan ilmunya sebagai alat untuk memperoleh kekayaan. As-Sayrazi mengatakan,

“Setan mendandani keburukan di hadapan ulama hingga berhasil menjerumuskan mereka dalam kemurkaan Allah. Mereka lalu memakan dunia dengan memanfaatkan agama, memperalat ilmu untuk mendapatkan kekayaan dari para penguasa, serta memakan harta wakaf, anak yatim dan orang miskin. Setan telah berhasil memalingkan perhatian ulama itu untuk mencari gengsi dan kedudukan di hati makhluk. Itulah yang menyeret mereka ke dalam perdebatan, persaingan dan kebanggaan.” [4]

Anonymous said...

Al-Minawi, dalam Faydh al-Qadîr, mengatakan, “Bencana bagi umatku (datang) dari ulama sû’, yaitu ulama yang dengan ilmunya bertujuan mencari kenikmatan dunia, meraih gengsi dan kedudukan. Setiap orang dari mereka adalah tawanan setan. Ia telah dibinasakan oleh hawa nafsunya dan dikuasai oleh kesengsaraannya. Siapa saja yang kondisinya demikian, maka bahayanya terhadap umat datang dari beberapa sisi. Dari sisi umat; mereka mengikuti ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatannya. Ia memperindah penguasa yang menzalimi manusia dan gampang mengeluarkan fatwa untuk penguasa. Pena dan lisannya mengeluarkan kebohongan dan kedustaan. Karena sombong, ia mengatakan sesuatu yang tidak ia ketahui.” [5]

Kata tidak tahu tidak ada dalam kosakata ulama sû’. Ia merasa gengsi mengatakan tidak tahu. Padahal orang sekaliber Ibn Umar saja tidak merasa malu untuk mengatakan tidak tahu. Ibn al-Mubarak meriwayatkan dari Ibn Umar, bahwa ia pernah ditanya tentang sesuatu, lalu ia menjawab, “Aku tidak tahu.” Kemudian ia menimpalinya dengan mengatakan, “Apakah engkau ingin menjadikan punggung-punggung kami sebagai jembatan bagi kalian ke neraka Jahanam?” [6]

Anonymous said...

BERHATI2 DGN ULAMA2 SU DAN WALAUN2 DLM PAS, PARTI PERJUDI ISLAM YG SESAT LAGI MENYESATKAN UMAT MELAYU MALAYSIA.

Karena semua itu, al-Ghazali mengingatkan, “Hati-hatilah terhadap tipu daya ulama sû’. Sungguh, keburukan mereka bagi agama lebih buruk daripada setan. Sebab, melalui merekalah setan mampu menanggalkan agama dari hati kaum Mukmin. Atas dasar itu, ketika Rasul saw ditanya tentang sejahat-jahat makhluk, Beliau menjawab, “Ya Allah berilah ampunan.” Beliau mengatakannya sebanyak tiga kali, lalu bersabda, “Mereka adalah ulama sû’.”

Muadz bin Jabal membagi ulama sû’ di dalam tujuh tingkatan neraka. Tingkat pertama: ulama yang jika mengingatkan manusia, ia bersikap kasar; jika diingatkan manusia, ia menolak dengan tinggi hati.

Tingkat kedua: ulama yang menjadikan ilmunya alat untuk mendapatkan pemberian penguasa.

Tingkat ketiga: ulama yang menahan ilmunya (tidak menyampaikannya).

Tingkat keempat: ulama yang memilih-milih pembicaraan dan ilmu guna menarik wajah orang-orang dan ia tidak memandang orang-orang yang memiliki kedudukan rendah.

Tingkat kelima: ulama yang mempelajari berbagai perkataan dan pembicaraan orang Nasrani dan Yahudi guna memperbanyak pembicaraannya.

Tingkat keenam: ulama yang mengangkat dirinya sendiri seorang mufti dan ia berkata kepada orang-orang, “Bertanyalah kepadaku.” Orang itu ditulis di sisi Allah sebagai orang yang berpura-pura atau memaksakan diri dan Allah tidak menyukai orang demikian.

Tingkat ketujuh: ulama yang menjadikan ilmunya sebagai kebanggaan dan kepuasan intelektual saja. [7]

Hadi Al-Tahi said...

pas sebuah parti paling bodoh dalam dunia berpresidenkan hadi ulamak poyo kepala taik serta disokong oleh walaunta2 yang tolol tak ubah seperti lembu dicucuk hidung. pas bertanding bukan untuk menang. hanya orang dungu yang masuk pertandingan tak mahukan kemenangan. tuiiiiiiiii

An Anonymous said...
This comment has been removed by the author.
An Anonymous said...

Menang yg tidak dapat keredhaan Allah yg ditolak oleh PAS! Kena faham maksud TGHA tuh.. Tak perlu melenting tak tentu pasal.. bawak beristighfar byk2 terutama hari Jumaat ni..

Anonymous said...

HAJI HADI DAN PEMIMPIN PAS LAINNYA ADALAH SUCI,AL AMIN,SETARAF WALI TOK KENALI......PAS +IKATAN = PASIK ...PASIK FOR ALL......

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails