Saturday, January 09, 2010

Pluralisme, Agama Baru, Meresapi Pakatan Rakyat?


Era Muslim: Sabtu, 09/01/2010 Indonesia.
Wajibkah MUI Mencabut Fatwa Haramnya Pluralisme?

PLURALISME kembali menjadi perbincangan. Semua media cetak menjadikan pluralisme sebagai berita utama. Pluralisme kembali mencuat terutama setelah Presiden SBY memberikan gelar Gus Dur sebagai “Bapak Pluralisme” yang patut menjadi teladan seluruh bangsa.

Kalangan liberal, salah seorang tokoh aktivisnya, Zuhairi Misrawi, menulis bahwa dalam rangka memberikan penghormatan terhadap Gus Dur sebagaimana dilakukan oleh Presiden SBY akan sangat baik jika MUI mencabut kembali fatwa pengharaman terhadap pluralisme.

Pertanyaannya, bagaimana dengan MUI sendiri yang dalam fatwanya No.7/MUNAS VII/MUI/11/2005 telah dengan jelas-jelas menyebutkan bahwa sekulerisme, pluralisme, dan liberalisme (sipilis) adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, dan umat Islam haram mengikuti paham tersebut? Lebih penting lagi, bagaimana sesungguhnya pluralisme menurut pandangan Islam?

Hakikat Pluralisme

Pluralisme sering diartikan sebagai paham yang mentoleransi adanya ragam pemikiran, agama, kebudayaan, peradaban dan lain-lain. Kemunculan ide pluralisme didasarkan pada sebuah keinginan untuk melenyapkan ‘klaim keberanan’ (truth claim) yang dianggap menjadi pemicu munculnya sikap ekstrem, radikal, perang atas nama agama, konflik horisontal, serta penindasan atas nama agama. Menurut kaum pluralis, konflik dan
kekerasan dengan mengatasnamakan agama baru sirna jika masing-masing agama tidak lagi menganggap agamanya yang paling benar.

Hakikat ide pluralisme agama yang saat ini dipropagandakan di Dunia Islam melalui berbagai cara dan media. Dari ide ini kemudian muncul gagasan lain yang menjadi ikutannya seperti dialog lintas agama, doa bersama dan lain sebagainya. Pada ranah politik, ide pluralisme didukung oleh kebijakan Pemerintah yang harus mengacu pada HAM dan asas demokrasi. Negara memberikan jaminan sepenuhnya kepada setiap warga negara untuk beragama, pindah agama (murtad), bahkan mendirikan agama baru.

Gagasan mengenai pluralisme (agama) sesungguhnya didasarkan pada sejumlah faktor. Dua di antaranya adalah:

Pertama, adanya keyakinan masing-masing pemeluk agama bahwa konsep ketuhanannyalah yang paling benar dan agamanyalah yang menjadi jalan keselamatan. Masing-masing pemeluk agama juga meyakini bahwa merekalah umat pilihan. Menurut kaum pluralis, keyakinan-keyakinah inilah yang sering memicu terjadinya kerenggangan, perpecahan bahkan konflik antarpemeluk agama.

Karena itu, menurut mereka, diperlukan gagasan pluralisme sehingga agama tidak lagi berwajah eksklusif dan berpotensi memicu konflik.

Kedua, faktor kepentingan ideologis dari Kapitalisme untuk melanggengkan dominasinya di dunia. Selain isu-isu demokrasi, hak asasi manusia dan kebebasan serta perdamaian dunia, pluralisme agama adalah sebuah gagasan yang terus disuarakan Kapitalisme global yang digalang Amerika Serikat untuk menghalang kebangkitan Islam.

Karena itu, jika ditinjau dari aspek sejarah, faktor pertama bolehlah diakui sebagai alasan awal munculnya gagasan pluralisme agama. Namun selanjutnya, faktor dominan yang memicu maraknya isu pluralisme agama adalah niat Barat untuk makin mengokohkan dominasi Kapitalismenya, khususnya atas Dunia Islam.

Konflik Sebagai Alasan?

Memang benar, dunia saat ini sarat dengan konflik. Namun, tidak benar jika seluruh konflik yang terjadi saat ini dipicu oleh faktor agama. Bahkan banyak konflik terjadi lebih sering berlatar belakang ideologi dan politik. Dalam skala internasional, konflik Palestina-Israel lebih dari setengah abad, misalnya, jelas bukan konflik antaragama (Islam, Yahudi dan Kristen).

Sebab, toh dalam rentang sejarah yang sangat panjang selama berabad-abad ketiga pemeluk agama ini pernah hidup berdampingan secara damai dalam naungan Khilafah Islam. Konflik Palestina-Israel ini lebih bernuansa politik yang melibatkan penjajah Barat. Sejarah membuktikan, konflik Palestina-Israel bermula ketika bangsa Yahudi (Israel) sengaja “ditanam” oleh penjajah Inggris di jantung Palestina dalam rangka melemahkan umat Islam.

Konflik ini kemudian dipelihara oleh Amerika Serikat yang menggantikan peran Inggris, untuk semakin melemahkan kekuatan umat Islam, khususnya di Timur Tengah. Pasalnya, dengan begitu Barat dapat terus-menerus menyibukkan umat Islam dengan konflik tersebut
sehingga umat Islam melupakan bahaya dominasi Barat—khususnya AS dan Inggris—sebagai penjajah mereka.

Dalam sekala lokal, konflik yang pernah terjadi di Maluku atau Poso beberapa tahun lalu, misalnya, juga lebih bernuansa politik, yakni adanya campur tangan asing (yang tidak lain kaum penjajah Barat) untuk melemahkan Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim, ketimbang berlatar belakang agama.

Sementara itu, dalam skala yang lebih luas dan global, konflik Barat-Timur (yang sering dianggap mencerminkan konflik Kristen-Islam), khususnya setelah Peristiwa 11 September 2001, juga jelas lebih berlatarbelakang ideologi dan politik ketimbang agama. Memang, sesaat setelah terjadinya Peristiwa 11 September, Presiden AS George W Bush pernah “keseleo” dengan menyebut secara jelas bahwa WoT (War on Terrorism) sebagai Crussade (Perang Salib) baru.

Lalu setelah itu AS menyerang Afganistan, dan kemudian dilanjutkan dengan menyerang Irak. Namun, banyak pakar Barat dan AS sendiri yang menjelaskan bahwa serangan militer AS ke Afganistan maupun Irak bahkan lebih bermotifkan ekonomi (yakni demi minyak)—di samping politik (demi dominasi ideologi Kapitalisme), dan bukan bermotifkan agama.

Karena itu, sangat tidak ‘nyambung’ jika untuk menghentikan konflik-konflik tersebut kemudian dipasarkan terus gagasan pluralisme dan ikutannya seperti dialog antaragama dll. Pasalnya, akar konflik-konflik tersebut, sekali lagi, lebih bermotifkan ideologi dan politik—yakni dominasi Kapitalisme yang diusung Barat, khususnya AS, atas Dunia Islam—ketimbang berlatar-belakang agama.

Pluralisme Menurut Islam

Allah SWT berfirman

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan dan Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang paling bertakwa di sisi Allah (QS al-Hujurat [49]: 13).

Ayat ini menerangkan bahwa Islam mengakui keberadaan dan keragaman suku dan bangsa serta identitas-identitas agama selain Islam (pluralitas), namun sama sekali tidak mengakui kebenaran agama-agama tersebut (pluralisme). Allah SWT juga berfirman:

"Mereka menyembahselain Allah tanpa keterangan yang diturunkan Allah. Mereka tidak memiliki ilmu dan tidaklah orang-orang zalim itu mempunyai pembela". (QS al-Hajj:67-71).

Ayat ini menegaskan bahwa agama-agama selain Islam itu sesungguhnya menyembah kepada selain Allah SWT. Lalu bagaimana bisa dinyatakan, bahwa Islam mengakui ide pluralisme yang menyatakan bahwa semua agama adalah sama-sama benarnya dan menyembah kepada Tuhan yang sama?

Dalam ayat yang lain, Allah SWT menegaskan:

"Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam". (QS Ali Imran[3]: 19).

Allah SWT pun menolak siapa saja yang memeluk agama selain Islam (QS Ali Imran [3]: 85); menolak klaim kebenaran semua agama selain Islam, baik Yahudi dan Nasrani, ataupun agama-agama lainnya (QS at-Taubah [9]: 30, 31); serta memandang mereka sebagai orang-orang kafir (QS al-Maidah [5]: 72).

Karena itu, yang perlu dilakukan umat Islam sesungguhnya bukan menyerukan pluralisme agama apalagi dialog antaragama untuk mencari titik temu dan kesamaan. Masalahnya, mana mungkin Islam yang mengajarkan tauhid (QS 5: 73-77; QS 19: 88-92; QS 112: 1-4) disamakan dengan Kristen yang mengakui Yesus sebagai anak Tuhan ataupun disamakan dengan agama Yahudi yang mengklaim Uzair juga sebagai anak Tuhan?!

Apalagi Islam disamaratakan dengan agama-agama lain? Benar, bahwa eksistensi agama-agama tersebut diakui, tetapi tidak berarti dianggap benar. Artinya, mereka dibiarkan hidup dan pemeluknya bebas beribadah, makan, berpakaian, dan menikah dengan tatacara agama mereka. Tetapi, tidak berarti diakui benar.

Karena itu, yang wajib dilakukan umat Islam tidak lain adalah terus-menerus menyeru para pemeluk agama lain untuk memeluk Islam dan hidup di bawah naungan Islam. Meski dengan catatan tetap tidak boleh ada pemaksaan.

Bahaya di Balik Gagasan Pluralisme

Bahaya pertama,adalah penghapusan identitas-identitas agama. Dalam kasus Islam, misalnya, Barat berupaya mempreteli identitas Islam. Ambil contoh, jihad yang secara syar’i bermakna perang melawan orang-orang kafir yang menjadi penghalang dakwah dikebiri sebatas upaya bersungguh-sungguh.

Pemakaian hijab (jilbab) oleh Muslimah dalam kehidupan umum dihalangi demi “menjaga wilayah publik yang sekular dari campur tangan agama.” Lebih jauh, penegakan syariah Islam dalam negara pun pada akhirnya terus dicegah karena dianggap bisa mengancam pluralisme. Ringkasnya, pluralisme agama menegaskan adanya sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan).

Bahaya lain, pluralisme agama adalah munculnya agama-agama baru yang diramu dari berbagai agama yang ada. Munculnya sejumlah aliran sesat di Tanah Air seperti Ahmadiyah pimpinan Mirza Ghulam Ahmad, Jamaah Salamullah pimpinan Lia Eden, al-Qiyadah al-Islamiyah pimpinan Ahmad Mosadeq, dll adalah beberapa contohnya. Lalu dengan alasan pluralisme pula, pendukung pluralisme agama menolak
pelarangan terhadap berbagai aliran tersebut, meski itu berarti penodaan terhadap Islam.

Karena itu, wajar jika KH Kholil Ahmad, Pengasuh Pondok Pesantren Gunung Jati Pamekasan Jawa Timur, menilai pluralisme agama yang diusung Gus Dur berbahaya bagi umat Islam. Bahaya lainnya, pluralisme agama tidak bisa dilepaskan dari agenda penjajahan Barat melalui isu globalisasi. Globalisasi merupakan upaya penjajah Barat untuk mengglobalkan nilai-nilai Kapitalismenya, termasuk di dalamnya gagasan “agama baru” yang bernama pluralisme agama.

Komen Blog Ibnu Hasyim: Pluralisme sebenarnya adalah agama baru yang muncul serpihan pecahan dari penganut-penganut agama Islam yang sudah dipengaruhi oleh pemikiran songsang saduran penjajah barat. Pemikiran mereka amat merbahaya dan mula berkembang biak di Indonesia. Bahkan sudah masuk ke Malaysia.

Apa yang menyedihkan. dikatakan pengaruh ini sudah mula masuk ke dalam Pakatan Rakyat? Benarkah? Kalau benar apakah bahaya ini boleh dibendung atau menjadi duri dalam daging.. Musuh dalam selimut?

Friday, January 08, 2010

Kami Kutuk Serangan 3 Gereja. Kerajaan Perlu Profesional!


oleh:
ANWAR IBRAHIM,
LIM GUAN ENG
ABDUL HADI AWANG

KENYATAAN AKHBAR PIMPINAN TERTINGGI PAKATAN RAKYAT 8 JAN 2010:

Kami mengutuk tindakan pihak tertentu yang menyerang 3 gereja di sekitar Lembah Klang awal pagi tadi. Serangan tersebut adalah satu perbuatan yang dikecam semua agama dan peradaban.

Perbuatan seperti itu tiada tempat dalam mana-mana negara pun di atas dunia ini. Kami percaya ianya berpunca dari politik amarah yang sempit, ditambah dengan unsur provokasi jahat yang semakin menular dan runtuhnya rasa saling hormat menghormati dalam negara kita yang tercinta ini.

Setiap rakyat dalam negara ini, tanpa mengira agama, kaum, keturunan dan etnik seharusnya dapat menikmati keamanan spiritual dan fizikal mereka. Seharusnya sebarang perbezaan pendapat dan pandangan tidak terus dilebarkan.

Kami yakin sebarang perselisihan dapat diselesaikan dengan menumpukan usaha untuk membawa semua pihak ke meja rundingan.

Oleh yang demikian, seluruh kepimpinan Pakatan Rakyat dengan tegas meminta supaya individu atau mana-mana kumpulan yang menyebarkan api kebencian dan kekerasan sebegini agar dihukum dengan setimpalnya.

Tandatangan:

YB DATO SERI ANWAR IBRAHIM
Ketua Pembangkang Parlimen Malaysia
Ketua Umum PKR

YAB LIM GUAN ENG
Setiausaha Agung DAP

YB DATO' SERI TUAN GURU HAJI ABDUL HADI AWANG
Presiden PAS

Komen Blog Ibnu Hasyim: Pakatan Rakyat mengutuk keras tindakan pihak-pihak tertentu yang menyerang tiga gereja di sekitar Lembah Klang awal pagi tadi. Kenyataan itu ditandatangani oleh Datuk Seri Anwar Ibrahim, Lim Guan Eng dan Datuk Seri Tuan Guru Abdul Hadi Awang, pemimpin Pakatan Rakyat.

Persoalan mengenai serangan tersebut..

1. Adakah berkemungkinan campur tangan kuasa luar negara untuk menghuru-harakan kestabilan negara ini, melalui sentimen agama?

2. Atau ada kemungkinan seperti dalang kes perarakan kepala lembu berdarah di Shah Alam tempuh hari, juga berkaitan dengan isu guna nama Allah di kalangan bukan Islam yang sedang panas sekarang? Yakni ada golongan yang cuba menjadi hero pejuang agama, setelah dikatakan golongan yang biasanya mempertahankan agama sudah terperangkap dengan pakatan pembangkang tidak mampu pertahankan agama lagi?

3. Atau merupakan isyarat awal pada berlakunya ‘Operasi Lalang’ yang kedua. Di mana dikatakan Operasi Lalang suatu ketika dulu menyaksikan sentimen Melayu begitu kuat sehingga ada pihak menyeru supaya orang-orang Melayu bersenjata ke Kuala Lumpur untuk membunuh orang-orang Cina?

4. Saranan.. Pihak yang bertanggung jawab perlu membuat siasatan bersungguh-sungguh, membongkar siapa dalang di sebalik peristiwa serangan tersebut dengan segera. Tunjukkan ke'profesianal' an pihak keselamatan negara.

5. Blog Ibnu Hasyim menyokong penuh kenyataan di atas.

Wassalam..

Demo Ringkas Bantah Guna 'Allah' di 3 Masjid

Demontrasi di Masjid Negara

MASJID Negara KL Jumaat Jan 08, 10: Beberapa ratus menyertai demonstrasi di Masjid Negara selepas solat Jumaat sebentar tadi bagi membantah penggunaan perkataan Allah di penerbitan Katholik yang kini menjadi kontroversi.

Perhimpunan dianjurkan dua pertubuhan Melayu, Pertubuhan Pribumi Perkasa Malaysia (Perkasa) dan Pertubuhan Kebajikan dan Dakwah Islamiah (Pekida). Demonstrasi membantah isu yang sama turut diadakan di Masjid Kampung Baru, Kuala Lumpur dan masjid negeri di Shah Alam.

Perhimpunan anjuran Angkatan Belia Islam Malaysia (Abim) dan Pertubuhan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia (PKPIM) di tengah ibu kota itu dihadiri kira-kira 50 orang. Ia berlangsung hampir 20 minit. Mereka menaikkan sepanduk bertulisan, antaranya, 'Jangan cabar toleransi Islam' dan 'Kalimah Allah hanya untuk kami', selain membacakan perisytiharan yang mengandungi tujuh tuntutan.

Di Shah Alam, beberapa orang kelihatan melepaskan kemarahannya terhadap ahli parlimen PAS bagi Shah Alam, Khalid Samad, yang bersetuju istilah Allah digunakan oleh penganut Kristian. Orang ramai turut menurunkan tandatangan pada petisyen bantahan di Masjid Negara dan Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah.

Pada 31 Disember lalu, Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur membenarkan majalah Herald The Catholic Weekly menggunakan nama Allah dalam penerbitannya. Keputusan itu mengundang reaksi negatif banyak kelompok dalam masyarakat Islam dalam tempoh seminggu ini. Mahkamah yang sama bagaimanapun menangguhkan keputusan tersebut sementara menunggu rayuan daripada Kementerian Dalam Negeri. (Malaysiakini/AK)

Serangan Gereja Melawati, Ada Saham UMNO?

Gambar ini diambil dari blog Pemuda Umno cawangan Jln Enggang, June 9, 2008...Gambar Bendera PAS Dgn Kalimah Allah Dlm Gereja di Shah Alam. Inilah kerja UMNO mengapi-apikan sentimen agama. Apakah serangan ke atas gereja hari ini hasil dari tanaman saham pengapian tersebut?

The Metro Tabernacle church in Desa Melawati, Kuala Lumpur, has been fire-bombed in an attack that gutted its ground floor early this morning. At least two other churches in Petaling Jaya have also been attacked in the past 12 hours.

KUALA LUMPUR, 8 Jan:
PAS mengutuk sekeras-kerasnya tindakan tidak bertanggungjawab pihak tertentu menyerang gereja Metro Tabernacle, Desa Melawati, di sini awal pagi ini.

Naib Presidennya, Salahuddin Ayub berkata, tindakan sedemikian tidak mencerminkan sikap Islam yang sebenar terhadap penganut agama lain yang dijamin hak dan kebebasan mereka.

Bahkan, katanya, Allah dengan tegas melarang umat Islam bertindak terhadap mana-mana rumah ibadat penganut agama lain sebagaimana yang dinyatakan di dalam al-Quran.

Tambahnya, Rasulullah s.a.w. juga mengingatkan para sahabat yang menyertai peperangan supaya tidak membunuh mereka yang berlindung di rumah-rumah ibadat agama lain, sama sekali tidak bertindak membakarnya.

Begitu juga, katanya sewaktu pembukaan Mekah oleh tentera Islam yang dipimpin Rasulullah s.a.w. di mana penduduk yang berada di dalam rumah-rumah ibadat dijamin keselamatan mereka selain berlindung di rumah sendiri.

“PAS mengutuk sekeras-kerasnya perbuatan menyerang gereja berkenaan,” tegasnya kepada Harakahdaily pagi ini.

Harakahdaily difahamkan, tingkat bawah gereja berkenaan musnah akibat serangan itu. (AK)

Komen Blog Ibnu Hasyim: Gambar di atas diambil dari blog Pemuda Umno cawangan Jln Enggang, June 9, 2008...Gambar Bendera PAS Dgn Kalimah Allah Dlm Gereja di Shah Alam. Inilah kerja UMNO mengapi-apikan sentimen agama. Apakah serangan ke atas gereja hari ini hasil dari tanaman saham pengapian tersebut?

Siapa Pengebom Pesawat Penumpang AS?

Umar Farouk Abdulmutallab, diradikalkan di London?

Anwar Al-Awlaki dituduh radikal

LONDON: Jan 07, 10 - Wakil Perdana Menteri Yaman mendedahkan di mana pengebom pesawat penumpang Amerika Syarikat telah bertemu ulama radikal Yaman Anwar Al-Awlaki, setelah direkrut oleh Al-Qaida di London.

Beliau adalah Umar Farouk Abdulmutallab berkuliah di University College London (UCL) mulai September 2005 hingga Juni 2008 dan menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Mahasiswa Islam pada tahun 2006-2007. Namun UCL mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan Abdulmutallab mengalami radikalisasi di London.

Pemerintah UK mengatakan yang tertuduh berkemungkinan besar direkrut oleh Al-Qaida di Yemen beberapa bulan sebelum serangan terjadi. Kepada wartawan Wakil PM Yaman Rashad al-Alimi mengatakan pertemuan tertuduh dengan Awlaki terjadi di rumah Awlaki di Provinsi Shabwa.

Sebelumnya penasihat keamanan pemerintah AS John Brennan mengatakan ada indikasi hububgan terus antara tertuduh dan Awlaki. "Jelas, Awlaki adalah sumber masalah. Dia memiliki kaitan dengan Al-Qaida di Semenanjung Arab," kata Brennan kepada CNN. "Dia tidak sekedar ulama. Dia adalah penggerak terorisme."

Beberapa laporan menyebutkan Awlaki terkorban dalam serangan udara terhadap Al-Qaida di Yaman sebelum Natal. Namun anggota keluarga Awlaki menegaskan, ulama tersebut selamat. Awlaki seolah-olah tidak asing (tiada apa=apa bahaya) pada pejabat keamanan di sana. Namanya kini telah dikaitkan dengan kejadian penembakan yang dilakukan seorang major Angkatan Darat AS di pangkalan Fort Hood yang mengorbankan 13 orang.

Wakil PM Yaman juga mengatakan tertuduh adalah pengebom yang menggunakan bahan peledak dari Nigeria. Pada hari Rabu Abdulmutallab dikenakan enam dakwaan di AS. Antaranya didakwa atas cubaan membunuh 290 penumpang menggunakan senjata pemusnah massal, cuba meletupkan pesawat Northwest rute Amsterdam-Detroit, tetapi berjaya digagalkan oleh para penumpang lain. (BBC/AK)

Hibur Hibur Sikit.. 28 - Nasyid Sotul Harakah Dll











SILA ziarahi.. Hibur Hibur Sikit..

Album I

Album IIAlbum III

9 Peninju Afrika Peluk Islam Di Pakistan

SUKAN

PARA peninju dari Afrika bersama mengaminkan doa selepas majlis pengislaman mereka di Karachi, Pakistan, semalam. – AP

KARACHI 6 Jan. - Sembilan peninju Afrika memeluk Islam ketika satu kejohanan tinju antarabangsa diadakan di Pakistan semalam dengan berkata, mereka tertarik dengan ajaran kemanusiaan dan kesucian agama itu.

Peninju-peninju tersebut terbang ke Karachi bagi menyertai kejohanan itu yang dinamakan sempena bekas Perdana Menteri Pakistan yang mati dibunuh, Benazir Bhutto dan pertandingan itu berjaya menarik peserta dari 20 negara di seluruh dunia.

Ia merupakan satu kejohanan yang penting bagi Pakistan, yang dianjurkan 10 bulan selepas satu serangan terhadap pasukan kriket Sri Lanka di timur bandar Lahore, yang mengorbankan lapan orang, sekali gus menamatkan harapan negara itu untuk menganjurkan sukan antarabangsa.

Enam peninju daripada Republik Tengah Afrika (CAR) - Yagor Gbodo, Selebange Welcome, Niamogui Songnekani, NGoko Bongui, Ndarash dan Bongola - semuanya memilih untuk memeluk Islam sempena kejohanan itu berlangsung sehingga Jumaat ini.

Mereka disertai Mendoua Blase, Ketchemi Joseph Justin dan Tchwem Justin yang turut sama menganut Islam daripada agama Kristian.

Jurulatih CAR, Mohammad Kalambaye berkata, peninju-peninjunya tertarik dengan ajaran Islam dan layanan baik yang diberi Pakistan.

"Semua peninju kami memeluk Islam dengan hati yang ikhlas tanpa sebarang paksaan. Saya adalah seorang Islam sejak lahir dan saya tahu tiada masalah untuk peninju-peninju apabila pulang ke rumah nanti,'' katanya.

Kesemua peninju itu memeluk Islam dalam satu majlis yang disaksikan Mufti Naeem dari Institut Jamia Binnoria di sebuah hotel tempatan.

Naeem menyifatkan majlis itu sebagai satu 'peristiwa bersejarah'.

"Ini adalah peristiwa bersejarah. Saya telah pergi ke merata dunia namun tidak pernah melihat begitu ramai orang memeluk Islam pada satu-satu masa. Ini membuktikan Islam adalah satu agama contoh dan menekankan ajaran kemanusiaan,'' katanya. - AFP

Nik Aziz: Istana Sendiri Perlu Selesaikan Kemelut Dalaman


KOTA BARU, Jan 7 — Menteri Besar, Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat berharap pergolakan dalaman Istana Kelantan dapat diselesaikan segera agar tidak menjejaskan integriti institusi itu.

Beliau berkata kerajaan negeri tidak akan campurtangan dalam kemelut dalaman itu kerana ia perlu diselesaikan oleh pihak istana sendiri.

Justeru pada pandangannya, kemelut istana itu dapat diselesaikan jika tiada pihak yang cuba mendahului pemerintah yang telah dilantik.

Beliau diminta mengulas kenyataan Pejabat Sultan Kelantan semalam bahawa Tengku Temenggong, Tengku Muhammad Fakhry tidak berhak mengikut Undang-undang Tubuh Negeri Kelantan untuk bertindak bagi pihak Sultan Kelantan yang kini menjalani rawatan di Singapura.

Pengelola Istana, Datuk Abdul Halim Hamad dilaporkan sebagai berkata, hanya Pemangku Raja, Tengku Muhammad Faris Petra berhak sepenuhnya menyampaikan titah sepanjang ketiadaan baginda di negeri ini.

Sehubungan itu, katanya, surat bertajuk 'Penyampaian Titah KDYMM Al-Sultan Kelantan yang ditandatangani oleh Tengku Muhammad Fakhry adalah tidak sah mengikut peruntukan di dalam Undang-Undang Perlembagaan Tubuh Kerajaan Kelantan.

Masalah itu bermula apabila Sultan Kelantan berangkat menerima rawatan susulan di Singapura Mei tahun lalu dan putera sulung baginda, Tengku Muhammad Faris Petra dilantik sebagai pemangku raja.

Tengku Muhammad Faris kemudiannya mengambil beberapa tindakan termasuk melakukan rombakan dan menggugurkan keahlian anggota Majlis Perajaan Negeri yang turut melibatkan kedudukan adinda baginda, Tengku Temenggong Kelantan,

Tengku Muhammad Fakhry. Nik Abdul Aziz berkata beliau bersetuju dengan tindakan Abdul Halim yang dilihat menjelaskan keadaan berhubung kemelut dalaman Istana serta menegaskan semua pihak harus menghormati pemerintah.

Beliau berkata semua pihak harus bersyukur kerana Malaysia sahaja masih mempunyai sistem beraja manakala sistem beraja di negara-negara lain seperti Indonesia, Filipina dan Singapura telah dihapuskan.

Katanya jika sistem beraja tidak dijaga dan dihormati oleh semua pihak termasuk kerabat sendiri ia akan menjejaskan kredibiliti dan nama baik institusi itu yang telah sekian lama diamalkan negara serta termaktub di dalam perlembagaan. — Bernama

Thursday, January 07, 2010

IH Blog Ke 18 Kekal Dalam 100 Blog Pepular Di Negara Ini.



CATATAN SANTAI

"BERDASARKAN senarai terbaru yang dikeluarkan oleh Perakex Blogs bertarikh 6 Jan 2010 blog Ibnu Hasyim .com berada pada kedudukan tempat ke-18 pada 30.12.2009 hingga 6 Jan ini. Ini bermakna masih kekal dalam 100 blog popular di negara ini." Kata seseorang melalui telefon kepada saya sebentar tadi.

"Eh.. aku pun tak tahu." Saya jawab. Dia memberitahu lanjut, bagaimana mendapatkannya. Saya cari, begini catatannya..




"Saya lihat blog Ibnu Hasyim berada di no 18, sejak 31 Disember lalu hingga sekarang!" Jelasnya.

"Eh, pada pandangan kamu apa yang menarik dalam blog Ibnu Hasyim ni?' Saya nak tahu pandangannya.

"Tak tahu nak jawab. Tetapi aku baca, fasal ada sejarah PAS, catatan perjalanan, ada 'Hibur, Hibur Sikit' agak santai dan kritik-kritik semasa menjirus ke arah Islam, termasuk politik.." Jelasnya.

"Ooh.. Ada cadangan?"

Sambungnya lagi, "Cadangan aku, adalah lebih baik lagi cuba tarik pembaca bukan Islam atau bukan Melayu! Aku yakin sekarang blog ini mungkin jadi tumpuan orang Islam dan Melayu sahaja.. dan tidak global.."

Jadi kepada anda yang menelefon saya tadi dan pembaca-pembaca budiman, saya ucapkan terima kasih. Kalau ada apa-apa kritik dan pandangan, pihak kami sangat mengalu-alukan.

Allahu 'aklam. Dan t.kasih lagi.

Sekian dari
Ibnu Hasyim
e-mail: ibnuhasyim@gmail.com.
Ulu Klang, Sel.
Jan 07, 10.

Pemimpin DAP Pulau Pinang Sertai PCM .


Khamis Januari 7, 2010, PULAU PINANG: Ketua Pasukan Tindakan Khas DAP Pulau Pinang, Tham Weng Fatt, 54, hari ini mengumumkan meletakkan jawatan dan keluar daripada parti itu untuk menyertai Parti Cinta Malaysia (PCM).

Katanya, keputusan itu berkuat kuasa serta merta bagi membolehkannya menyampaikan pandangan kepada kerajaan negeri dengan lebih berkesan demi kepentingan rakyat.

"Sekarang ini DAP memimpin kerajaan negeri. Susah bagi saya untuk menyuarakan kepentingan rakyat kerana bila saya mengkritik kerajaan negeri bermakna saya mengkritik parti saya," katanya ketika dihubungi di sini.

Beliau, yang telah menyertai DAP selama 22 tahun itu berkata, surat peletakan jawatannya akan diserahkan kepada Pengerusi DAP negeri Chow Kon Yeow, Sabtu ini.

"Tiada masalah peribadi atau perselisihan antara saya dan rakan dalam DAP, cuma terdapat beberapa dasar dalam parti yang saya tidak setuju," katanya.- BERNAMA

Blog 'Barua Be End' Serang Nizar Dengan Isu Ini, Mampu ke?

NIZAR MAKAN MELEBIHI HAD. MAKAN MELAMPAU MACAM SY...........N

MAK AIIII MAKAN PUNYALAH BANYAK. TAK CUKUP TEMPAT ATAS MEJA. MAKAN TU PULAK 2 ORANG SAHAJA. KUAT BETUL MELANTAK.MACAM TAMAKKAN KUASA MASA JADI MB ITU HARI.

Firman Allah bermaksud: "Makanlah dan minumlah tetapi jangan berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (Surah Al-A'raf: 31) dan "Sesungguhnya orang yang membazir itu saudara syaitan dan syaitan itu kufur dengan Tuhannya." (Surah Al-Israk: 27)
TAPI LA NI PAS BUKAN PERCAYA FIRMAN ALLAH PUN.

Dipetik dari Blog BUKAN pro PR.. (AK)

Lanjutan Kes: AJK Umno TG Tiduri Lebih 10 Wanita..

Mastura Bakar bersama peguamnya

KUALA LUMPUR: Seorang ahli perniagaan, Datuk Muhamad Mustafa Idrus, 54, mengemukakan tuntutan balas tebus talak berjumlah RM1 juta dan hak penjagaan anak-anak sebagai syarat melepaskan isteri keduanya, Mastura Bakar, 24.

Tuntutan balas dibuat di Mahkamah Rendah Syariah Wilayah Persekutuan di sini berikutan tuntutan cerai fasakh yang difailkan oleh isterinya itu yang juga bekas madu penyanyi Noraniza Idris.

Bagaimanapun, Mastura sebagai plaintif memberitahu di hadapan Hakim Syarie Mohd Yunus Mohamad Zin bahawa dia tidak setuju dengan tuntutan balas tersebut kerana sepanjang perkahwinan mereka, dia tidak memperoleh apa-apa pun sebagai nafkah.

Defendan bagaimanapun tidak hadir pada hari kedua prosiding.

"Saya tidak setuju sama sekali dengan tuntutan balas yang dibuat oleh dia.

"Tidak ada apa yang diberi kepada saya, semua perkara buruk yang berlaku adalah berpunca daripada dia, kenapa saya perlu beri RM1 juta.

"Dia tidak pernah bertanggungjawab terhadap keluarga dan anak saya juga tidak kenal itu ayah dia," katanya ketika membantah tuntutan balas yang dikemukakan peguam syarie Zaidi Ibrahim yang mewakili suaminya.

Mastura memberi keterangan pada hari kedua perbicaraan tuntutan fasakh yang dikemukakannya di bawah Seksyen 52 Akta Undang-Undang Keluarga Islam (Wilayah Persekutuan). Tuntutannya itu difailkan pada April tahun lalu .

Dalam pada itu, ibu kepada tiga cahaya mata terbabit, turut mengemukakan lima laporan polis yang dibuat sepanjang perkahwinannya melibatkan dakwaan penderaan fizikal yang dilakukan oleh Muhamad Mustafa. Lima laporan polis yang dibuat setiap tahun bermula tahun 2006 termasuk laporan melarikan anak dan pembantu rumah pada 20 Julai 2006, laporan lafaz cerai pada 10 Ogos 2008 dan penderaan pada 25 Januari 2008.

Mastura turut menyerahkan laporan perubatan dari Hospital Universiti Kebangsaan Malaysia (HUKM) selepas membuat laporan polis yang menyatakan bahawa dia mengalami lebam di siku dan lengan serta luka di lengan kiri akibat bergelut dengan suaminya.

Pada prosiding itu juga, Mastura menyerahkan surat tulisan tangan suaminya pada tahun 2008 sebelum menghilangkan diri. Antara kandungan surat itu, Muhamad Mustafa mengakui kesalahan tidak menjalankan tanggungjawab sebagai suami, pernah menyakiti dan membuat penderaan fizikal kepada Mastura serta telah berlaku curang.

Dokumen lain yang dikemukakan oleh plaintif juga ialah resit pembayaran rumah sewa dan perbelanjaan harian anak-anak yang menggunakan duitnya sendiri, dokumen surat nikah suaminya bersama isteri, Milia Fitri; surat penceraian bersama bekas isteri ketiga, Norazni Arifin dan beberapa keping gambar suami bersama isteri dan teman wanitanya.

Ketika disoal oleh peguam syarie mewakilinya, Roslizam Rahim mengenai perasaan Mastura ketika mendapat tahu tentang perkahwinan dan hubungan suaminya bersama wanita lain, dia mengakui berperasaan marah, cemburu dan sakit hati.

Mastura dan Muhamad Mustaffa bernikah pada 3 Jun 2005 di Masjid Pengkalan Hulu, Perak dan dikurniakan tiga anak berusia dua hingga lima tahun. Kes itu ditangguh pada 12 dan 13 Januari di mahkamah yang sama.

Sebelum itu, dilaporkan bekas madu kepada penyanyi etnik kreatif Noraniza Idris semalam mendakwa suaminya, Datuk Muhamad Mustafa Idrus, 54, pernah meniduri lebih 10 wanita sepanjang perkahwinan mereka. Mastura Bakar, 24, ketika memberitahu Mahkamah Rendah Syariah Wilayah Persekutuan, di sini berkata, suaminya itu tidak adil dalam berpoligami selain banyak berfoya-foya.

"Dalam berpoligami memang dia tidak adil dan banyak berfoya-foya dengan lebih 10 wanita di hotel kerana saya mengenali dan menghubungi setiap wanita yang pernah tidur dengannya,” katanya semalam ketika menjawab soalan peguam syarie Roslizam Rahim yang mewakilinya dalam semasa prosiding tuntutan cerai fasakh.

Dalam pada itu, Mastura mendakwa Muhamad Mustafa yang juga ahli jawatan kuasa Umno Tasek Gelugor itu pernah melakukan hubungan seks luar tabii setelah dia enggan tidur bersama.

“Dia (suami) suka paksa saya untuk tidur dengannya dan apabila saya enggan berbuat demikian.

“Jadi, sebab itu saya tertekan dan ingin memohon cerai fasakh dengannya. Bukan itu sahaja, dia juga pernah memukul, menampar dan menendang saya sebanyak tujuh hingga lapan kali apabila mempunyai masalah dan apabila saya bertanya tentang hubungannya dengan wanita lain.

“Apabila saya melarikan diri dari rumah, dia akan pecahkan barang-barang dan pernah melanggar saya dengan kereta sekali,” katanya pada perbicaraan kes tuntutan cerai fasakh terhadap suaminya itu.

Mastura juga memberitahu Hakim Syarie Mohd Yunus Mohamad Zin bahawa dia merupakan isteri keempat ketika mereka bernikah pada 3 Jun 2006. Namun, dia hanya mengetahui tentang statusnya itu semasa mahu melahirkan anak sulung mereka.

“Ketika bernikah dengannya, saya langsung tidak mengetahui yang saya merupakan isterinya yang keempat. Saya hanya mengetahui yang dia pernah berkahwin dan mempunyai anak-anak.

“Apabila saya nak bersalin anak pertama, baru saya tahu yang saya merupakan isteri keempat," ujarnya.

Beliau berkata, selepas itu suaminya berkahwin dengan tiga wanita termasuk Noraniza.

“Dia sendiri mengaku telah berkahwin dengan ketiga-tiga wanita itu kepada saya setelah saya mengemukakan bukti-buktinya.

Selepas dua tahun berkahwin, tambahnya, Muhamad Mustafa mula jarang pulang ke rumah apabila selepas dia mengetahui suaminya mempunyai isteri lain.

“Kadangkala, seminggu dia tidak pulang ke rumah. Sekitar Mei 2008, dia hanya pulang sekejap dan tidak bermalam di rumah. Saya rasa seperti tempat persinggahannya.

Menurut Mastura, dia bukan sahaja tertekan sehingga trauma untuk tinggal bersama malah lelaki itu juga didakwa tidak memberikan nafkah kepadanya dan anak-anak sejak Disember 2008.

“Sejak Disember 2008, semuanya (pakaian, makanan dan rumah sewa) saya tanggung sendiri dan mendapat bantuan keluarga,” ujarnya lagi yang kini menganggur.

Sebelum ini, Mastura menanggung keperluannya dan anak-anak menerusi pendapatannya bekerja sebagai pembantu jualan di kedai barang kemas My Diamond di The Curve, Damansara termasuk berkerja di pusat rawatan spa Mustika Ratu.

Mastura dan Muhamad Mustaffa bernikah pada 3 Jun 2005 di Masjid Pengkalan Hulu, Perak dan dikurniakan tiga anak berusia dua hingga lima tahun. Muhamad Mustafa tidak hadir ke mahkamah dan diwakili oleh peguam syarie Zaidi Ibrahim.

Kes itu ditangguh pada hari ini, 12, dan 13 Januari di mahkamah yang sama. (Sumber: mStar Online)

Kalimah Allah: Mahkamah Tinggi Tangguh, Najib Jumpa Agung

KUALA LUMPUR: Yang di-Pertuan Agong Tuanku Mizan Zainal Abidin berkenan dengan langkah yang diambil oleh kerajaan untuk mencari penyelesaian terhadap isu penggunaan perkataan Allah, kata Pejabat Perdana Menteri, hari ini.

Dalam satu kenyataan, Pejabat Perdana Menteri berkata, Datuk Seri Najib Razak hari ini menghadap Seri Paduka Baginda untuk memaklumkan isu itu serta langkah-langkah yang diambil untuk mencari penyelesaian.

Menurut kenyataan itu, Perdana Menteri kemudian memaklumkan perkara itu kepada Jemaah Menteri dalam mesyuarat mingguannya hari ini. Kenyataan itu menyebut bahawa memandangkan perkara berkenaan telah diserahkan kepada mahkamah, adalah wajar bagi semua pihak menghormati proses undang-undang negara.

"Sementara proses rayuan berjalan, adalah menjadi tanggungjawab kita semua untuk tidak membuat sesuatu yang boleh menjejaskan kepentingan dan kesejahteraan awam," kata kenyataan itu.

Sementara itu, Mahkamah Tinggi (Bahagian Rayuan dan Kuasa-kuasa Khas) menangguhkan pelaksanaan perintah membenarkan akhbar mingguan Katolik, Herald menggunakan perkataan “Allah” berikutan persetujuan kesemua pihak terlibat - gereja dan Kementerian Dalam Negeri dalam kes ini demi kepentingan negara.

Hakim Datuk Lau Bee Lan membuat keputusan itu kamarnya petang semalam. Peguam Negara Tan Sri Abdul Gani Patail yang mengetuai permohonan itu berkata beliau secara peribadi telah meminta peguam-peguam yang mewakili gereja agar tidak menghalang permintaan itu “demi kepentingan negara.”

“Kami telah memohon dan mereka telah bersetuju untuk penangguhan pelaksanaan demi kepentingan nasional.

“Penangguhan ini dibenarkan sementara menanti rayuan dipertimbangkan di Mahkamah Rayuan,” kata beliau kepada pemberita di pekarangan mahkamah.

“Ini berlandasakan hakikat bahawa rayuan mesti didengar secepat yang mungkin,” tambah beliau.

Peguam gereja, Benjamin Dawson menyokong kenyataan Gani.

“Atas permintaan Peguam Negara, pemohon iaitu ketua biskop, telah menyatakan persetujuan untuk penangguhan pelaksanaan perintah mahkamah yang diputuskan 31 Dis demi kepentingan negara,” kata Dawson.

Kata beliau tiada perhujahan panjang lebar dengan sesi berhujah berakhir dalam tempoh 15 minit. Mahkamah juga menolak usaha awal peguam-peguam kumpulan Muslim yang terdiri daripada enam Majlis Agama negeri dan Persatuan Muslim-Cina Malaysia yang menyokong usaha Kementerian Dalam Negeri.

Peguam Zainul Rijal Abu Bakar memberitahu percubaan mereka untuk berhujah di mahkamah ditolak kerana hakim juga telah menolak usaha mereka mencelah dalam kes utama pada 31 Dis lalu. Mahkamah Tinggi (Bahagian Rayuan dan Kuasa-kuasa Khas) mendengar permohonan Kementerian Dalam Negeri bagi penangguhan perintah mahkamah yang membenarkan Herald menggunakaan perkataan Allah.

Kelmarin, kementerian itu mengemukakan rayuan di Mahkamah Rayuan terhadap keputusan itu. Pada 31 Dis lepas, Hakim Lau memutuskan berdasarkan Perkara 11 dan 12 Perlembagaan Persekutuan, Herald berhak menggunakan perkataan itu untuk tujuan tunjuk ajar dan pendidikan bagi penganut agama Kristian.

Beliau juga berkata mengikut Perkara 11(4) Perlembagaan Persekutuan, adalah menjadi satu kesalahan bagi bukan Islam menggunakan perkataan “Allah” untuk menyebarkan agama itu kepada orang Islam tetapi bukan satu kesalahan bagi bukan Islam menggunakan perkataan itu kepada bukan Islam bagi tujuan keagamaan.

Herald, yang diterbitkan dalam empat bahasa, telah menggunakan perkataan ‘Allah’ sebagai terjemahan bagi ‘God’ dalam bahagian Bahasa Malaysia. Perkataan ‘Allah’ digunakan secara meluas di kalangan pelbagai etnik beragama kristian di Sabah dan Sarawak, kebanyakan mereka bertutur dalam Bahasa Malaysia.

Kementerian Dalam Negeri memberikan justifikasi bagi larangan penggunaan perkataan itu oleh akhbar itu atas alasan demi keselamatan negara dan mengelakkan salah faham dan kekeliruan di kalangan orang Islam. (Sumbar: Bernama & The Malaysian Insider).

Wednesday, January 06, 2010

Awas Blog Ini Mengapikan Permusuhan Agama. Sila Komen..

DISALIN dari sebuah blog yang BUKAN pro dan penyokong Pakatan Rakyat.

PAS DAN GERAKAN HALUS MEMURTADKAN UMAT ISLAM

Mengapa Kristian diMalaysia bersungguh2 mahukan nama Allah disebut sebagai tuhan mereka. Dan mengapa mereka beriya-ia sebelum ini mencetak dan mengedar Injil didalam bahasa Melayu. Tidak lain dan tidak bukan untuk menyesatkan Bangsa Melayu Islam. Berapa ramaikah dikalangan bangsa asing diMalaysia (Cina, India, Kadazan, Sikh dll) yg benar2 faham sepenuhnya Injil berbahasa Melayu sedangkan matematik dan sains mereka terang-terangan menentang penggunaannya dalam bahasa Melayu.

Kenapa khalid bangsat wal laknatullah memperjuangan hal ini. Pertama kerana nak undi bagi dirinya dan kedua khalid dikenalpasti sebagai agen misionaris kristian di dalam memurtadkan umat Islam. Percaya atau tidak terpulang kepada anda semua.Khalid bukan budak sekolah agama. khalid adalah bapa sekular moden yang berpaksikan bible.
Calvary Convention Centre (CCC) itulah namanya Gereja yang sedang dibina di Bukit Jalil sekarang ini. Kompleks gereja setinggi 6 tingkat ini dibina di kawasan seluas 600,000 kaki persegi. Dibina oleh Nam Fatt Construction Sdn. Bhd, lengkap dengan pelbagai fasiliti dan dewan auditorium yang boleh memuatkan 5,000 orang. Jika ada sesiapa yang perasan pada papan tanda pembinaan gereja ini ditulis "Adanya Harapan", "There Is Hope".

Harapan baru untuk menjadikan Malaysia ini lebih baik? Jika siap nanti, CCC bakal menjadi gereja yang terbesar di Asia. Patutlah ada usaha dari pihak-pihak tertentu untuk menggunakan nama Allah SWT dalam Herald Catholic. Rupa-rupanya ianya adalah sebahagian daripada persediaan umat missionary tersirat CCC ini.

Sila beri komen.. (AK)

Klip Video Kalimah Allah, Pandangan Dr Asri.




SHAH ALAM Jan 06, 10: Mahkamah Tinggi Syariah di sini pagi ini menetapkan 25 Januari ini untuk keputusan bantahan awal kes bekas Mufti Perlis, Dr Mohd Asri Zainul Abidin sama ada Mahkamah Syariah Selangor mempunyai bidang kuasa untuk membicarakannnya atas tuduhgan mengajar tanpa tauliah.

Hakim Syarie, Mohamad Adib Husain menetapkan tarikh itu selepas mendengar hujahan pendakwa syarie dan peguam Dr Mohd Asri pagi ini. (AK)

Polemik Kalimat Allah Ada Muslihat. -Nik Aziz

KOTA BARU, Jan 6 — Mursyidul Am PAS, Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat menyifatkan polemik membabitkan penyokong parti politik dan pertubuhan bukan kerajaan sejak Khamis lalu berhubung isu penggunaan kalimah "Allah" bagaikan adanya muslihat di sebalik tindakan mereka. The Malaysian Insider melaporkan.

Sehubungan itu kata beliau, kekeliruan yang wujud berhubung isu tersebut sebenarnya berpunca daripada fahaman "politik suku agama suku."

“Sehari dua ini timbul pasal kalimah ‘Allah’, Kristian boleh guna atau tidak. Dalam surat khabar bermacam-macam melaporkan mengenainya. Apa benda ni?

“Ambo (saya) rasa isu ini bukan sahaja setakat ada udang di sebalik batu, bahkan bekali (mungkin) ada buaya,” kata beliau sewaktu menyampaikan ceramah umumnya di Medan Ilmu malam tadi.

Kini tercetus kontroversi penggunaan kalimah "Allah" ekoran keputusan Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur membenarkan penggunaannya dalam penerbitan akhbar mingguan Herald.

Menteri Besar Kelantan ini berkata beliau hairan kumpulan yang mengkritik penggunaan kalimah “Allah” daripada digunakan oleh agama lain adalah dari kumpulan yang selama ini membezakan politik suku agama suku.

“Yang beriya-iya sangat panaskan perkara ini... faham ke kamu apa itu Allah?

"Bukankah Allah itu adalah tukang yang buat segala-gala. Buat manusia, berbagai kaum berbagai bangsa, berbagai agama. Buat oksigen, hidrogen dan lain-lain.

“Orang yang perbesar-besarkan isu ini adalah orang yang duk katakan agama suku politik suku lah.

"Siapa ajar ilmu semacam ini? Dia ajar orang lain tak boleh guna kalimah ‘Allah’ tapi dalam masa sama dia sebut agama suku politik suku. Tak faham pengertian kalimah Allah agaknya,” ujarnya.

Ahad lalu Nik Aziz membuat kenyataan penggunaan kalimah "Allah" oleh Herald mengikut pengamal agama samawi tidak menjadi kesalahan.

Namun apa yang membimbangkan masyarakat ialah jika kalimah ini disalahgunakan.

Kelmarin PAS mengeluarkan pendirian rasminya dengan menegaskan perkataan "Allah" dibenarkan untuk digunakan oleh agama samawi seperti Kristian dan Yahudi.

Bagaimanapun PAS menegaskan penggunaan kalimah "Allah" secara salah dan tidak bertanggungjawab wajar dielakkan supaya ia tidak menjadi isu yang boleh menjejaskan keharmonian kaum dan agama dalam negara ini.

Sementara itu, PKR dan PAS telah menyatakan pendiriannya semalam. Blog Ibnu Hasyim pula mencadangkan supaya diwujudkan sebuah Akademi 'Penjelasan Konsep Allah Menurut Islam' untuk menjelaskan lebih lanjut kepada masyarakat, sebagai resolusi hasil dari mesyuarat dan perbincangan antara AJK Kerja Grup Universiti Ulu Klang di Bukit Antarabangsa di sini semalam.

Mengenai perlaksanaan akademi tersebut, bolehlah diperpanjang dan diperbincang selanjutnya serta penerangan habis-habisan perlu digempurkan. (AK)

Sila lihat..

B/Islam Guna Nama Allah, Pandangan PKR -MN Manuty


PETALING JAYA, Jan 5 - Parti Keadilan Rakyat (PKR), satu lagi komponen Pakatan Rakyat (PR), dalam kenyataan terbuka berhubung polemik penggunaan “Allah” berpendirian bahawa keinginan masyarakat bukan Islam untuk menggunakan kalimah “Allah” sebagai Tuhan perlu diterima secara terbuka.

“Kami berpendirian bahawa keinginan masyarakat bukan Islam menggunakan kalimah “Allah” sebagai Tuhan adalah suatu perkembangan yang positif.

“Dan, perlu diterima secara terbuka dan tidak perlu pihak-pihak tertentu mengambil kesempatan untuk menjadikan isu ini sebagai agenda politik untuk menampakkan bahawa merekalah jaguh dalam mempertahankan Islam di negara ini,” kata Pengerusi Biro Pemahaman dan Pemantapan Agama PKR, Dr Muhd Nur Manuty.

Kenyataan berhubung pandangan itu dimuatkan di blog Penasihat PKR Datuk Seri Anwar Ibrahim hari ini.

Pandangan ini dikemukakan selepas rakan komponen mereka dalam PR, PAS tengah malam tadi mengeluarkan pendirian rasminya.

PAS mengambil pendirian ‘terbuka’ tetapi bersyarat dalam isu kontroversi terbaru dengan menegaskan penggunaan perkataan “Allah” dibenarkan untuk digunakan oleh agama samawi seperti Kristian dan Yahudi.

Bagaimanapun PAS menegaskan penggunaan kalimah “Allah” secara salah dan tidak bertanggungjawab wajar dielakkan supaya ia tidak menjadi isu yang boleh menjejaskan keharmonian kaum dan agama dalam negara ini.

Muhd Nur menambah, pihaknya melihat fenomena ini adalah manifestasi dari fitrah insani bahawa manusia memperakui penciptaan dunia oleh Allah SWT sebagaimana firmannya yang bermaksud “Dan jika kamu tanya mereka (orang kafir) siapakah yang mencipta langit dan bumi? Mereka akan berkata Allah…”.

Malah kata beliau adalah jelas penggunaan kalimah “Allah” untuk mengiktiraf dan membesarkan “Allah sebagai Tuhan adalah hak asasi setiap insan.”

“Ini adalah serasi dengan peruntukan dalam Perlembagaan Persekutuan Perkara 3 (1) yang menjamin kedudukan Islam sebagai agama rasmi Persekutuan dan agama-agama lain boleh diamalkan dengan aman dan damai di negara ini.

“Sesungguhnya, ini juga bersesuaian dengan muafakat Pakatan Rakyat yang diputuskan baru-baru ini,” katanya.

Kata Muhd Nur, PKR juga berpandangan perjuangan untuk menegakkan makruf dan mencegah mungkar akan menjadi lebih mudah dan selesa berasaskan firman Allah.

Sehubungan itu beliau menjelaskan, demi menjaga keharmonian dan kesejahteraan negara semua pihak perlulah menyelesaikan konflik ini dengan menyuburkan budaya dialog antara agama secara matang dan bijaksana.

Esok, Mahkamah Tinggi (Bahagian Rayuan dan Kuasa-kuasa Khas) menetapkan untuk mendengar permohonan Kementerian Dalam Negeri bagi penangguhan perintah mahkamah yang membenarkan akhbar mingguan Katolik, Herald menggunakaan perkataan Allah.

Hakim Datuk Lau Bee Lan akan mendengar permohonan itu pada kira-kira 2.30 petang.

Kementerian itu mengemukakan rayuan di Mahkamah Rayuan terhadap keputusan itu semalam.

Pada Dis 31 lepas, Hakim Lau memutuskan berdasarkan Perkara 11 dan 12 Perlembagaan Persekutuan, majalah Herald berhak menggunakan perkataan itu untuk tujuan tunjuk ajar dan pendidikan bagi penganut agama Kristian.

Beliau juga berkata mengikut Perkara 11(4) Perlembagaan Persekutuan, adalah menjadi satu kesalahan bagi bukan Islam menggunakan perkataan “Allah” untuk menyebarkan agama itu kepada orang Islam tetapi bukan satu kesalahan bagi bukan Islam menggunakan perkataan itu kepada bukan Islam bagi tujuan keagamaan.

Herald, yang diterbitkan dalam empat bahasa, telah menggunakan perkataan ‘Allah’ sebagai terjemahan bagi ‘God’ dalam bahagian bahasa Malaysia. (AK)

Sila lihat..

Tuesday, January 05, 2010

B/Islam Guna Nama Allah, Perlu Tubuh Akademi Penjelasan

CATATAN SANTAI IBNU HASYIM

SEBENTAR tadi baru selesai mesyuarat dan perbincangan antara AJK Kerja Grup Universiti Ulu Klang di Bukit Antarabangsa di sini bersama beberapa blogger dari lepas Asar hingga Maghrib. Berdiskusi tentang isu 'bukan Islam guna nama Allah di Malaysia'.

Kami sepakat merumuskan:

1. Kami tidak bersetuju dan tidak membantah, ada beberapa kalangan (terutamanya Presiden UMNO) ingin menjadi jaguh memperjuangkan isu ini hingga ke peringkat atasan, kerana isu ini tidak bertentangan dengan agama Islam yang universal, dan tidak tertakluk untuk bumi Malaysia sahaja. Kami bersetuju serahkan kepada kebijaksanaan KDN dan keputusan Mahkamah Tinggi bagi negara Malaysia.

2. Pada kami adalah tidak wajar, untuk menutupi kegagalan sistem pendidikan umat Islam di Malaysia dengan memindahkan kesalahan itu kepada orang lain, mengharamkan orang lain menggunakan 'nama Allah' tersebut.

3. Apakah dengan kegagalan itu, kita mula 'memungkin' dengan mengharamkan orang lain 'guna nama Allah'? ..dan kita bimbang ianya akan berterusan dengan mengharamkan 'konsep Allah menurut agama lain' hanya kerana kita gagal dalam memahamkannya kepada generasi kita sendiri?

4. Oleh itu, bagi mengatasi masalah kemungkinan kekeliruan timbul, penyalah gunaan nama Allah di kalangan masyarakat yang kurang faham, maka kami mencadangkan supaya diwujudkan sebuah Akademi 'Penjelasan Konsep Allah Menurut Islam' untuk menjelaskan lebih lanjut kepada masyarakat.

5. Mengenai perlaksanaan akademi tersebut, bolehlah diperpanjang dan diperbincang selanjutnya serta penerangan habis-habisan perlu digempurkan.

Sekian dari
Ibnu Hasyim
e-mail: ibnuhasyim@gmail.com.
Ulu Klang, Sel.
Jan 05, 10.


Hidangan lanjut...

Al-Qaradawi: Tembok Besi Mesir Terlarang Dalam Islam -Al-Qardhawi

Dr. Yusuf al-Qaradawi berada di antara para muridnya, menyampaikan pesan-pesan Islam. (SuaraMedia News)
Dr. Yusuf al-Qaradawi berada di antara para muridnya, menyampaikan pesan-pesan Islam. (SuaraMedia News)

DOHA (SuaraMedia News) – Presiden Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional, Dr. Yusuf al-Qaradawi, mengatakan bahwa tembok perbatasan yang dibangun oleh Mesir di perbatasan Gaza dan Israel merupakan sebuah tindakan yang terlarang dalam Islam. Ia juga menyerukan kepada segenap rekan Mesir untuk menekan negeri piramida tersebut untuk menghentikan kejahatan yang dilakukannya. Ia menyerukan kepada Mesir untuk tidak melakukan hal-hal yang menentang bangsa Palestina.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Sheikh Qaradawi pada hari Minggu (27/12) lalu. Menjadi puncak dari sejumlah fatwa yang dikeluarkan oleh sejumlah sarjana Al-Azhar beberapa hari yang lalu yang intinya menolak pembangunan tembok tersebut.

“Pembangunan tembok besi oleh Mesir di perbatasan Gaza dan Isral beberapa hari ini merupakan sebuah tindakan yang terlarang dalam Islam, hal itu bertujuan untuk menyumbat seluruh jalan yang ada di Gaza, meningkatkan blokade dan membuat rakyat Palestina kelaparan dan menekan mereka agar berlutut dan menyerah kepada keinginan Israel.

Al-Qaradawi, membela keberadaan terowongan Gaza, ia mengatakan bahwa terowongan-terowongan tersebut merupakan sebuah jalur alternatif untuk melintasi perbatasan Rafah yang ditutup oleh Mesir.

“Rakyat Gaza memanfaatkan terowongan-terowongan itu untuk mencari alternatif lain melintasi perbatasan Rafah yang ditutup oleh Mesir.

Dalam konteks yang sama, Qaradawi menekankan ketidakpuasan terhadap pembangunan tembok tersebut, yang disamakan dengan pembangunan tembok pemisah Israel di Tepi Barat.

“Saya bertemu dengan orang Mesir, orang Arab, atau Muslim, atau orang jujur di Timur atau Barat, mereka tidak senang dengan pembangunan tembok besi tersebut,” kata Qaradawi. Ia menolak keras keberadaan tembok tersebut yang memiliki tujuan serupa dengan tembok pemisah Israel.

“Israel membangun tembok penghalang untuk mencekik Palestina, dan Mesir membangun tembok lain, sejalan dengan kepentingan Israel.”

Qaradawi mengatakan bahwa dirinya terkejut dengan pembangunan tembok tersebut, sehingga ia tidak mempercayai kabar yang beredar.

“Ketika berita itu awalnya ditayangkan, kebenarannya disangkal. Saya awalnya berpikir bahwa berita itu disebarkan untuk mengadu Mesir dan rakyat Palestina, Mesir awalnya juga menyangkal pemberitaan itu.”

Menanggapi mengenai perkataan pejabat Mesir yang menyebutkan bahwa pembangunan tembok tersebut merupakan urusan kedaulatan negara, Qaradawi mengatakan, “Mesir memang memiliki kedaulatan negarta, namun hal itu bukan berarti mereka dapat membantu pembantaian rakyat Palestina, tetangga mereka sendiri.”

Dia mengatakan, “Atas nama nasionalisme Arab, Mesir tidak dapat melakukannya, demikian halnya dengan persaudaraan dalam Islam, atau persaudaraan antar sesama umat manusia.”

“(Nabi) tidak pernah mengatakan: ‘Kurunglah saudaramu, saudaramu tengah kelaparan, tekan dia demi musuhmu.”

Mesir harus membuka perbatasan Rafah demi warga Gaza. (Perbatasan itu) adalah kehidupan mereka, tidak mencekik rakyat Gaza merupakan hal yang dianjurkan dalam agama, dan merupakan kewajiban di mata hukum. Mesir tidak boleh ambil bagian dalam pembunuhan.”

Al-Qaradawi menyerukan kepada seluruh negara rekan Mesir untuk menekan Mesir agar menghentikan tindakannya. Ia juga menyerukan kepada Liga Arab dan Organisasi Konferensi Islam untuk turun tangan dan menghentikan tragedi tersebut. (AK) www.suaramedia.com

Polemik Haram Bina Tembuk Mesir/ Gaza

Haram Bina Tembuk Mesir/Gaza Fatwa Al-Qardhawi.

FREKUENSI pemberitaan tentang Mesir dalam persoalan pembangunan tembok besi di sepanjang perbatasan antara Mesir dan jalur Gaza yang bertujuan untuk mencegah penyeludupam senjata dan barang-barang keperluan pokok bagi warga Gaza melalui terowong-terowong bawah tanah telah menimbulkan komentar dari seorang ulama Saudi dalam sebuah fatwanya.

Berbeza dengan fatwa dari Majma'al-Buhuts al-Islamiyyah, salah satu lembaga kajian Islam di bawah naungan Al-Azhar Mesir yang kerap dijadikan rujukan, yang secara penuh menyatakan dukungannya terhadap usaha pemerintahan Mesir membangun dan menanam tembok logam bawah tanah di sepanjang perbatasan Mesir-Gaza.

Syeikh Dr.Yusuf Al-Ahmad, seorang profesor syariah di Universiti Imam Muhammad bin Saud Arab Saudi, mengeluarkan fatwa pada Sabtu lalu (2/1) bahawa HARAM membangun tembok besi tersebut kerana akan menyebabkan ketidakadilan terhadap umat Islam di Gaza.

Fatwa Syaikh Dr. Yusuf Ahmad diterbitkan pada laman"Noor al-Islam", yang berjudul "Pembangunan dinding baja Mesir untuk pembongkaran terowongan Gaza ": "Pembangunan dinding besi adalah haram kerana merupakan ketidakadilan yang sangat besar bagi kaum muslimin di Jalur Gaza sehingga dapat mengisolasi dan menyesengsarakan mereka, sesuai dengan hadits Nabi saw dalam kitab Shahih Al-Bukhari Ibnu Umar berkata: "Seorang wanita masuk Neraka hanya kerana mengurung seekor kucing dan tidak memberi kucing tersebut makan hingga mati kelaparan" Jika mengurung kucing saja boleh memasukkan seseorang ke neraka, maka bagaimana dengan mengurung sekumpulan manusia?

Dia menekankan dalam pendapatnya, bahawa fatwanya tersebut merupakan tanggapan pertama dari Arab Saudi atas pembangunan tembok besi yang menyelimuti umat Islam di Gaza, umat Islam diharuskan untuk bekerja sama dengan umat Islam di Gaza dan mendukungnya, bukan malah bekerja sama dengan musuh-musuh Islam.

Mendukung pendapat dan fatwa Syaikh Dr.Yusuf Ahmad - Dr Ali Al-Ahmad Al Badahdah, presiden Koalisi untuk Palestin, menyatakan: "menanam dinding besi sudah cukup menjadi bencana bagi pengepungan seluruh Jalur Gaza."

Badahdah mengatakan dalam sebuah wawancara dengan "Islam Online.Net": "Kami berharap negara-negara Islam membantu saudara-saudara mereka di Gaza Palestin dan tidak membiarkan mereka kelaparan dan menyerukan negara-negara Islam untuk campur tangan menghentikan pembangun dinding tersebut, membuka penyeberangan Rafah "perbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza yang dikepung sejak pengambilalihan oleh Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) sejak bulan Juni 2007. (Sumber: Satu Umat)

Awas Hati-hati Skim Dagang Mata Wang Asing -BNM

PENGGUNA



BERNAMA, Isnin Januari 4, 2010. Waspada Skim Dagangan Mata Wang Asing Haram: BNM

KUALA LUMPUR: Bank Negara Malaysia (BNM) menasihati orang ramai supaya tidak menyertai mana-mana pelaburan haram atau program latihan dagangan mata wang asing yang ditawarkan oleh individu atau syarikat.

Di dalam satu kenyataan di sini hari ini, BNM berkata, orang ramai biasanya tertarik untuk menghadiri program pelaburan atau latihan yang menjanjikan pulangan yang segera dan besar.

Katanya, modus operandi program sedemikian telah menawarkan latihan, seminar, bengkel percuma untuk menarik para pelabur, sebelum menjemput mereka mewujudkan satu akaun dagangan mata wang asing dengan sebuah syarikat utama.

Syarikat itu dikatakan mempunyai lesen sah untuk berdagang mata wang asing di seberang laut.

Ia juga termasuk menyediakan akses mudah ke laman web syarikat utama dan memudahkan dagangan mata wang asing secara online oleh para pelabur serta bagi mengambil siswazah baharu sebagai eksekutif pamasaran.

Para siswazah juga digalakkan untuk menarik ahli keluarga dan rakan-rakan untuk berdagang mata wang asing.

Program sedemikian turut menghendaki para pelabur mendeposit sejumlah wang ke dalam akaun bank untuk memulakan dagangan mata wang asing dan seterusnya meminta ditambah bagi mencukupkan jumlah yang berkurangan berikutan pelaburan awal masing-masing (penggilan margin) bagi mengelakkan kehilangan modal.

Di bawah Akta Kawalan Pertukaran Asing 1953 (ECA), adalah menjadi satu kesalahan bagi seseorang untuk membeli atau menjual mata wang asing atau terlibat di dalam sebarang perbuatan atau mempunyai kaitan atau membuatpersediaan di dalam membeli atau menjual mata wang asing dengan sebarang orang atau selain daripada peniaga yang dibenarkan.

Adalah juga menjadi kesalahan bagi seseorang untuk membantu atau bersubahat dengan seseorang yang lain untuk membeli atau menjual mata wang asing dengan seseorang, kecuali individu itu adalah seorang peniaga yang dibenarkan.

Senarai peniaga dan institusi kewangan yang dibenarkan oleh Pengawal Pertukaran Asing untuk membeli atau menjual mata wang asing boleh diperolehi dari laman web BNM (http://www.bnm.gov.my/fxadmin).

Bagi mendapatkan maklumat lanjut, orang ramai boleh menghubungi BNM di talian 1-300-88-5465 atau e-mel (bnmtelelink@bnm.gov.my). - BERNAMA

'Avatar' Filem Ke 5, Lepasi Jualan Tiket AS$1 Bilion

HALAMAN HIBURAN

LOS ANGELES: Filem epik sains fiksyen terhangat musim ini - Avatar - kini menjadi filem kelima dalam sejarah perfileman melepasi jualan tiket AS$1 bilion di seluruh dunia.

Avatar masih mempertahankan kedudukan sebagai filem nombor satu di box office Amerika Syarikat selama tiga minggu berturut-turut.

Malah Avatar juga telah menjadikan James Cameron sebagai satu-satunya pengarah yang menghasilkan dua buah filem yang berjaya mengutip jualan tiket melebihi AS$1 bilion.

Satu lagi filemnya yang mencapai tahap tersebut ialah Titanic. Avatar juga merupakan satu-satunya filem yang diarahkan oleh James Cameron selepas filem Titanic yang dihasilkan pada tahun 1997.

Selain Avatar dan Titanic, filem yang berjaya mencapai jualan tiket melebihi AS$1 bilion di seluruh dunia ialah Lord of The Rings: The Return of The King, Pirates of The Caribbean: Dead Man's Chest dan Batman: The Dark Knight. (AK)

Komen blog Ibnu Hasyim: Bolehkah menyampaikan Islam melalui cerita -cerita filem begini?

Peguam Negara: Petra Didakwa Guna Pasport Palsu?

Petra didakwa jika guna pasport palsu.

EDITOR laman web Malaysia Today Raja Petra Raja Kamaruddin mungkin didakwa menggunakan sebuah pasport asing untuk meninggalkan negara ini sekiranya ada laporan terhadapnya, kata Peguam Negara Tan Sri Abdul Gani Patail.

Bagaimanapun, beliau tidak mengesahkan jika ada laporan seperti itu.

Beliau diminta mengulas kemungkinan penulis blog itu didakwa jika didapati menggunakan pasport asing untuk melarikan diri tahun lepas selepas dua waran tangkap dikeluarkan terhadapnya.

"Kami perlu menimbang (mendakwa Raja Petra) jika ada laporan terhadapnya dan siasatan dijalankan berdasarkan laporan yang dibuat," katanya kepada pemberita di Putrajaya semalam.

Abdul Gani berkata perkara penting kini ialah untuk mendapatkan Raja Petra terlebih dahulu sebelum mendakwanya semula.

"Anda tidak semudah mendakwa seseorang apabila anda tidak mendapatkannya. Apabila hanya sudah pasti mendapatkan orang itu, maka anda boleh teruskan.

"Oleh kerana mahkamah membebaskan tanpa melepaskan Raja Petra, dia boleh didakwa semula atas tuduhan sama apabila dia kembali ke negara ini," katanya.

Katanya, kerajaan masih dalam proses mengenal pasti lokasi Raja Petra dan sebaik sahaja dikesan permohonan sewajar perlu dibuat mengikut undang-undang negara berkenaan untuk membawa semula dia ke Malaysia bagi menghadapi tuduhan.

Raja Petra didakwa menggunakan pasport sebuah negara jiran untuk melarikan diri ke Britain dan pihak berkuasa imigresen Malaysia telah mengesahkan tiada rekod menunjukkan dia telah melalui pemeriksaan di pintu keluar negara.

Raja Petra menghilangkan diri selepas dua waran tangkap dikeluarkan terhadapnya kerana gagal hadir ke mahkamah pada 23 April dan 23 Mei lalu bagi perbicaraan menerbitkan artikel berbaur hasutan dan memfitnah isteri perdana menteri Rosmah Mansor.

Dia didakwa menerbitkan artikel bertajuk 'Let's Send the Altantuya Murderers to Hell' dalam blog Malaysia Today bertarikh 25 April, 2008.

Selain itu, dia dituduh memfitnah Rosmah serta dua yang lain dalam satu akuan bersumpah di Kompleks Mahkamah Jalan Duta, Kuala Lumpur, pada 18 Jun tahun lepas.

Bagaimanapun, Mahkamah Sesyen Petaling Jaya pada 11 dan 13 Nov lepas membebaskan tanpa melepaskan Raja Petra kerana pihak polis gagal menyampaikan waran tangkap kepadanya.

- Bernama

Pendirian Rasmi PAS, Bukan Islam Guna Nama 'Allah'

Oleh Hj Abdul Hadi Awang. Presiden PAS


"PAS sebagai parti Islam, amat menghormati prinsip kebebasan beragama seperti mana yang ditekankan oleh Islam kerana manusia tidak boleh dipaksa untuk menerima mana-mana agama melainkan ia merupakan pilihan sendiri.

Prinsip kebebasan beragama ini juga telah termaktub di dalam Perkara 11 Perlembagaan Persekutaan.

Walaupun demikian dalam konteks masyarakat di Malaysia, suasana dan keadaan setempat perlu diambil kira di atas kepentingan awam bagi memelihara keharmonian berbagai kaum dan agama.

Setiap warganegara Malaysia wajib memelihara suasana dan keadaan ini. PAS ingin menjelaskan bahawa berdasarkan kepada kaedah Islam, penggunaan nama Allah pada asasnya adalah dibenar untuk digunakan oleh agama samawi seperti Kristian dan Yahudi.

Walau bagaimanapun, penggunaan kalimah Allah secara salah dan tidak bertanggungjawab mestilah dielakkan supaya ianya tidak menjadi isu yang boleh menjejaskan keharmonian kaum dan agama dalam negara ini.

PAS memberikan peringatan kepada semua pihak supaya tidak menyalahgunakan perkataan Allah bagi mengelirukan atau menjadikan politik murahan untuk mendapatkan sokongan rakyat.

Al-Quran telah menyarankan cara yang betul menggunakan perkataan Allah, sebagaimana yang dinyatakan dalam Surah Al Imran ayat 64 yang bermaksud.

‘‘Katakanlah: Hai Ahli Kitab,marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahawa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebahagian kita menjadikan sesama manusia seperti pemimpin dan sebagainya sebagai tuhan selain Allah’’.

PAS dengan tegasnya ingin menolak sebarang bentuk tindakan agresif dan provokatif jahat yang boleh mengugat keharmonian dan mencetuskan ketegangan masyarakat.

PAS dengan segala rasa penuh tanggungjawab bersedia untuk menjelaskan isu ini kepada semua pihak bagi mewujudkan suasana yang harmoni berdasarkan kepada prinsip keadilan sebagaimana yang termaktub dalam perlembagaan dan dijamin oleh Islam."

Kenyataan Rasmi
Presiden PAS, Hj Abdul Hadi Awang
Jan 04, 10.

Pendirian PAS ini dibuat Presidennya, Datuk Seri Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang melalui satu kenyataan yang dibaca Ketua Penerangan, Idris Ahmad selepas mesyuarat khas Lajnah Politik bersama Ahli Jawatan Kuasa PAS Pusat di Pejabat Agung PAS, Jalan Raja Laut malam tadi, Jan 04 2010.

Turut hadir dalam mesyuarat sebelum itu Presiden PAS, Datuk Seri Tuan Guru Hj Abd Hadi Awang, Timbalan Presiden, Nasharudin Mat Isa, Naib Presiden, Salahudin Ayub dan Datuk Tuan Ibrahim Tuan Man, Setiausaha, Datuk Mustafa Ali dan Ketua Dewan Muslimat, Ustazah Nuridah Salleh.

Pendirian tersebut juga dibuat selepas mengambil kira semua faktor termasuk melihat kepada pandangan semua pihak sebelum ini. Khamis lalu, Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur memutuskan membenarkan akhbar mingguan terbitan gereja Katholik, Herald, menggunakan perkataan Allah sebagai ganti 'God' dalam bahasa Inggeris.

Hakim Datuk Lau Bee Lan dalam keputusannya memberitahu Herald mempunyai hak pada sisi perlembagaan untuk menggunakan perkataan tersebut. Keputusan ini menimbulkan reaksi negatif daripada pelbagai pihak termasuk 13 Badan Bukan Kerajaan (NGO) yang bertindak membuat laporan polis sebagai membantah tindakan majalah milik aktivis Kristian itu.

Antara NGO terbabit ialah Persatuan Pengguna Islam Malaysia (PPIM), Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia (PKPIM), Ikatan Rakyat India Muslim Malaysia (IRIM), Gabungan Pelajar Melayu Semenanjung (GPMS) dan Belia 4B.

Mursyidul Am, Tuan Guru Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat sendiri melahirkan kebimbangan penggunaan perkataan Allah disalahgunakan biarpun tidak salah untuk diguna kesemua agama samawi. Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri (KDN) semalam memfailkan rayuan terhadap keputusan Mahkamah Tinggi itu.

(AK)

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails