Wednesday, March 07, 2012

Sampit Berdarah: Pertempuran Dayak & Madura.

sampit‑2.jpg aba118.wordpress.com

CATATAN PERJALANAN: Kalimantan siri 10

SAMPIT Berdarah, beginilah ceritanya..

Awal kerusuhan:

Kerusuhan bernuansa etnis di Sampit meletus semenjak peristiwa pembunuhan terhadap beberapa warga Madura di komplek perumahan yang terletak di sebelah utara pinggiran kota Sampit yang dilakukan oleh sekelompok orang yang dibayar oleh dua provokator masing-masing pegawai PEMDA dan Dinas Kehutanan Sampit. Peristiwa itu terjadi tengah malam minggu (Sabtu malam 17/2/2001) sekitar pukul 23.00 WIB disaat korban sedang tidur lelap.

Warga Madura yang berada di sekitar kejadian terkejut dan emosi mereka terpancing karena merasa dalam keadaan bahaya dan sedang diaserang oleh sekelompok suku Dayak, dan merekapun melakukan pembalasan hingga trerjadilah bentrokan yang menelan belasan korban jiwa. Dengan peristiwa ini warga dayak tidak tinggal diam mereka langsung menghadakan pembunuhan dan pembakaran terhadap rumah-rumah warga Madura.

Pada hari minggu pagi saya kontak melalui telpon kepada bibi dan paman yang bertempat tinggal di jalan S. Parman Sampit menanyakan tentang peristiwa tersebut dan pengaruhnya terhadap masyarakat kota Sampit pada umumnya. Bibi malah biasa-biasa saja dan tidak mempunyai perkiraan bahwa bentrok akan meluas, bahkan ia mengatakan “tidak apa-apa dan aman-aman saja, karena peristiwanya ada di pinggiran” tegasnya.

Pada hari yang sama yang menghubungi teman dekat yang ada di jalan Sampit Samuda menanyakan tentang peristiwa tersebut. Ia pun menjawab senada dengan jawaban bibi. Keesukan harinya saya lakukan kontak lagi kepada paman dan jawbannya tidak jauh berbeda dengan jawaban kemarin. Berbeda dengan jwaban teman yang saya kontak pada hari itu, ia mengatakan keadaan gawat dan kerusuhan meluas dan terjadi penambahan korban dari dua belah pihak. Pada hari Selasa, saya lakukan kontak kembali, akan tetapi telpon sudah tidak ada yang mengangkat.

Lalu saya menghubingi teman di rumah mertuanya dan kebetulan ia telah sembunyi di sana dan ia mengatakatan bahwa keadaan sangat mencekam karena orang-orang Dayak dengan seketika berdatangan dari berbagai penjuru dan pedalaman Kalimantan Tengah dan aparat kewalahan tidak dapat membendung arus kedangan mereka. Orang-orang Madura yang memang tidak sadar dan tidak menduga bahwa mereka akan dibersihkan dari Sampit akhirnya kalang kabut dan panik, karena diserang oleh Dayak yang lengkap dengan berbagai senjata tajamnya.

Maka korbanpun berjatuhan tergeletak tanpa kepala di rumah-rumah dan di jalan-jalan setiap sudut kota Sampit. Orang-orang Dayak melakukan swepping besar-besaran ke seluruh rumah-rumah penduduk tanpa terkecuali dan membunuh setiap orang yang dicurigai dari suku Madura tanpa memandang jenis kelamin atau usia. Maka warga dari suku Madura yang terjebak kepungan orang-orang Dayak dan tidak sempat mengungsikan diri menjadi sasaran empuk terjangan tobak dan mandau.

Sebelum etnis Dayak melakukan serangan mereka berkumpul bersama untuk membulatkan tekad dan bersumpah untuk mengikis habis etnis Madura dari Kal-Teng yang dimulai dari Sampit. Untuk mengobar semangat juang Dayak, Para provokator Dayak menebarkan kebencian dikalangan mereka terhadap warga Madura. Kata mereka :

”Warga Madura harus dikikis habis dari Kal-Teng, supaya etnis Madura tidak berkuasa di Kal-Teng”.

Informasi terakhir (dini hari Senin 25/2) yang saya terima dari Kec. Samuda (40 km dari Sampit) mengatakan bahwa pengikisan warga Madura sekarang juga sedang terjadi di ibu kota Palangkaraya dan sekitarnya. Orang-orang Dayak dalam melakukan kebiadabannya tidak cukup dengan menghabiskan nyawa suku Madura yang tidak berdosa, tetapi membakar rumah-rumah, tempat-tempat usaha, masid-masjid, lembaga-lembaga pendidikan, pesanteren-pesantren dan lain-lainnya yang dibangun oleh suku Madura.

Postingan ini merupakan lanjutan dari sampit berdarah ( bag 1 ).
aba118.wordpress.com
Rujuk Dari Sanggau Ledo hingga Sampit. HAJI Abdullah (53), tokoh masyarakat Madura ...
zkarnain.tripod.com
kerusuhan_sampit.gif
shilahudinpunya.blogspot.com

Tragedi Sampit berdarah adalah buntut dari Tragedi Sambas dengan perencanaan yang matang.

Semenjak Sambas meletus masyarakat Dayak pedalaman telah mengadakan pembicaraan untuk melakukan serangan terhadap etnis Madura. Hal itu terungkap dari keterangan adik ipar saya yang - kebetulan berdarah Dayak tetapi leluhurnya telah memeluk Islam – bekerja sebagai pedagang sembako yang setiap hari hilir-mudik ke pedalaman Kalimantan Tengah (Rantau Pulut dan sekitarnya). Adik ipar tersebut sering mengemukakan alasan-alasan bahwa rencana tersebut sebaiknya diurungkan, karena menurutnya, orang-orang Madura adalah orang yang baik-baik dan sedikit diantara mereka yang berbuat jahat seperti suku-suku lainnya, ujarnya.

Bahkan, ia sendiri mengakui bahwa istrinya berasal dari keluarga yang baik dari suku Madura. Akan tetapi orang-orang Dayak tersebut tetap pada pendiriannya dan mengatakan bahwa mereka tidak akan mengganggu istrinya. Tentang rencana jahat Dayak tersebut sering diutarakan oleh adik ipar saya kepada keluarga kami. Beberapa hari sebelum Kerusuhan Sampit meletus adik ipar saya segera pulang dari pedalaman Kal-Teng dengan menyarter speedboard dan meninggalkan klotoknya di pedalaman untuk memberitakan akan rencana jahat Suku Dayak dan ipar saya menyerankan kepada seluruh keluarga segera menjual harta yang dapat dijual sebelum peristiwa terjadi, akan tetapi keluarga tidak mengindahkan saran tersebut.

Sebelum peristiwa Kerengpangi meletus (bebera[pa minggu sebelum peristiwa Sampit) sudah santar isu bahwa orang-orang Dayak akan menyerang suku Madura, dan kerana santarnya isu tersebut teman akrab ayah saya yang juga mantan anggota DPRD Tingkat I Palangkaraya sering berpesan dan menyarankan apabila nanti ada serangan Dayak maka sebaiknya keluarga saya berlindung di rumahnya di Palangkaraya. Ini juga memperkuat adanya perencenaan sebelum tragedi Sampit meletus.

Dua hari setalah Tragedi Sampit meletus orang-orang Dayak dari berbagai penjuru dan pelosok pedalaman Kalimantan –Tengah secara bergelombang dan berbondong-bondong membanjiri kota Sampit untuk melakukan memusnahan terhadap etnis Madura. Ini adalah suatu indikasi nyata dari perencaan jahat tersebut. Dan ketika berita Tragedi Sampit menyebar ke berbagai pelosok, penyerangan terhadap etnis Madura di pelosok-pelosok pun mereka lancarkan, hingga ratusan korban berjatuhan.

Maka dari itu sangat tidak salah kalau berbagai madia masa menyebutkan korban tewas lebih dari 200 orang. Adapun sebenarnya korban tewas jauh lebih besar dari yang diperkirakan, sebab suku Madura tersebar banyak di berbagai kecamatan dan pelosok yang terpencil di Kab. Kotawaringin Timur sebagai petani dan bercocok tanam, dan mereka tidak luput dari sasaran amukan orang-orang Dayak. Satu hari setelah meletusnya Sampit Berdarah masyarakat Dayak di Palangkaraya berdemontrasi menuntut kepada Pemerintah setempat agar mengusir seluruh etnis Madura dari propinsi Kal-Teng.

Aparat tidak bertindak tegas terhadap perusuh.

Pasukan Kepolisian dan Tentara yang disiagakan di Sampit bersikap pengecut bahkan tidak memberikan perlindungan kepada suku Madura. Hal itu terlihat dari ketidak mampuan mereka dalam membendung arus perusuh Dayak yang datang membanjiri kota Sampit dan membiarkan mereka melakukan swepping kerumah-rumah dan menghabisi jiwa setiap orang yang diduga dari etnis Madura, dengan tidak memandang apakah itu bayi, orang jumpo, laki-laki atau perempuan.

Bahkan serangan serangan yang merembak ke berbagai kecamatan dan pelosok dengan sangat mudah dilakukan oleh para perusuh Dayak tanpa ada usaha pencegahan atau sikap tegas dari aparat. Seharusnya aparat beritindak tegas terhadap setiap perusuh yang memasuki wilayah tugasnya tanpa pandang bulu. Bahkan ketidak tegasan aparat itupun tampak dengan dilepasnya puluhan tahanan etnis Dayak perusuh dan membiarkan mereka bergabung dengan para perusuh lainnya untuk melakukan pembunuhan.

Dan Penyerangan dan pembunuhan tidak hanya dikosentrasikan di kota Sampit saja, bahkan semenjak kerusuhan di kota Sampit meletus secara serempak di Kecamatan-kecamatan lain dilakukan penyerangan yang sama, dan dengan leluasa tanpa pencegahan dan tidakan tegas dari aparat mereka membunuh dan mengahncurkan segala harta dan rumah penduduk etnis Madura. Kemarin (Minggu 25/2/2001) saya kontak telpon dengan salah satu penduduk dari etnis Banjar di Sampit untuk mendapat imformasi terakhir tentang kota Sampit, orang itu mengimformasikan bahwa sampit makin mencekam para pengungsi yang berlindung di sekitar kantor PEMDA sedah kekurangan bahan pangan dan sudah banyak korban yang jatuh tewas kelaparan.

Sementara arus perusuh terus membanjiri Sampit dan mereka mengadakan serangan ke Kec. Samuda 40 km. Dari Sampit yang disana terdapat penduduk etnis Madura yang terpencar-pencar dalam jumlah yang sangat banyak diperkirakan lebih dari 1000 KK. Sedangkan tempat pengfungsian atrau persembunyian di sana tidak ada. Dan perusuh telah melakukan pemusnahan di sana tanpa ada aparat yang menghalangi atau bertindak tegas terhadap mereka. Bahkan pesanteren terbesar di Kec. Ini –yang juga tempat saya nyantri dahulu- telah luluh lantak. Tidak ada satupun rumapenduduk etnis Madura melainkan digempur habis-habisan.

Dan dari imformasi yang saya terima dari etnis Banjar di Kecamatan ini (dini hari ini –Senin 26/2) para perusuh dayak sudah sampai desa Parebok (Kec. Samuda) dan di situ mereka mendapat perlawanan dan terjadi korban dari dua belah pihak. Karena pihak perusuh tidak mampu, maka Dayak mengirimkan lagi 2 truk ke desa ini, dan akhirnya mereka dapat menghancurkan perlawanan etnis Madura. Para perusuh dari etnis Dayak tersebut menggunakan tanda pengenal merah di kepala, tangan dan tombak yang mereka bawa.

Evakuasi atau pengusiran?

Desakan etnis Dayak agar Pemerintah setempat mengusir etnis Madura dari Kal-Teng terus mereka lakukan sambil menyuarakan tuntutan agar Kapolda Kal-Teng mundur dan diganti dengan yang lain, akhirnya Kapolda menginstruksikan kepada segenap jajarannya di Sampit dan Kecamatan agar mendesak etnis Madura segera mengungsi ke Madura dengan alasan keselamatan. Bahkan Kapolsek di Kuala Pembuang sangat ketakuatan ketika mendengar perintah dari atasannya sehingga membuatnya segera melakukan evakuasi dan mengungsikan etnis Madura dari Kuala Pembuang (ibu kota kec. Seruyan Hilir 150 km dari Sampit) ke jawa. Bahkan di Palangkaraya sendiri dilakukan pengungsian etnis Madura ke Banjarmasin setelah menakut-nakuti mereka.

Kerusuhan Sampit bernuansa sentimen agama dan Masyarakat Dayak sebagai alat untuk mencapai tujuan.

Suku Madura tinggal di Kal-Teng semenjak lima puluh tahun yang lalu dan hidup berdampingan secara damai dengan etnis-etnis setempat (Banjar dan Dayak), tidak ada perselisahan diantara sesama mereka sehingga mereka hidup sebagaimana layaknya warga setempat. Keharmunisan hubungan dua belah pihak itu tampak dan makin jelas dengan makin banyaknya nikah silang (Dayak-Madura, Madura-Banjar) diantara mereka. Maka tidak heran jika lelaki muslim dari etnis Dayak nikah dengan perempuan asal etnis Madura atau sebaliknya.

Kriminalitas berupa pembunuhan, perjudian dan pencurian dilakukan oleh berbagai etnis bukan hanya dari etnis Madura, bahkan yang sering terjadi adalah pembunuhan antara etnis Madura itu sendiri bukan antar etnis Madura dengan etnis lainnya. Lalu kenapa Kerusuhan itu terjadi dan bahkan kerusuhan di Sampit diprovokasi oleh dua orang pegawai negeri sipil yang beragama non Islam? Lalu kenapa pembakaran dan pembunuhan dilakukan kepada semua warga etnis Madura tanpa pandang bulu?

Kenapa masjid-masjid, pesantren-pesantren, rumah-rumah warga madura yang tidak berdosa bahkan Kia asal Madura dihabisin? Tidakkah kita ketahui bahwa sebagian besar pesantren di Kal-Teng itu didirikan oleh suku Madura, bahkan pesantren terbesarpun adalah milik warga Madura? Kenapa etnis Madura jadi sasaran? Seorang Doter –sekarang bertugas di salah satu Rumah Sakit terkenal di Jakarta- yang juga berperan sebagai da`I selama masa tugasnya di Kalimantan Tengah (Kuala Pembuang dan Pangkalanbun) dalam beberapa tahun yang lalu, mengatakan bahwa suku Madura adalah merupakan suku yang paling lemah di Kal-Teng.

Secara organisatoris mereka tidak mempunyai ikatan atau wadah persekutuan etnis Madura, karena mereka sudah merasa menjadi bagian dari penduduk asli Kalimantan sehingga mereka melebur dengan meluruh komponen masyarakan di sana. Di sisi lain mereka merupakan komonitas yang memperbengkak jumlah komonitas umat Islam Kal-Teng, sehingga jumlah umat Islam Kal-Teng mencapai lebih 80 % . Namun imej yang dilontarkan kepermukaan adalah bahwa orang Islam di Kal-Teng merupakan penduduk menoritas, karena instansi-instansi penting di Pemerintahan setempat banyak dikuasai non muslim (Kristen Dayak).

Usaha kristenisasi di Kalimantan sangat berjalan lamban dan boleh dikatakan gagal. Para mesionaris akhirnya memilih Dayak sebagai sasaran dan alat untuk mencapai tujuan. Orang Dayak yang berhasil dikristenkan dikader untuk memainkan peran dalam proses kristenisasi dan menyingkirkan orang-orang Islam atau paling tidak, menjauhkan generasi Islam dari nilai-nilai ajaran islam. Sebagai contoh, Kec. Seruyan Hilir (Kuala Pembuang) mayoritas 96 % penduduknya adalah Muslim, yang terdiri dari berbagai etnis Banjar, Madura, Dayak dan Bugis.

Letaknya sangat stategis, karena merupakan kota transit bagi wilayah-wilayah pedalaman. Di Kec. Ini dahulunya tidak ada tempat lokalisasi pelacuran, tidak ada tempat perjudian, tidak ada tempat penjualan minuman keras dan tidak ada gereja. Akan tetapi, setelah jabatan pembantu Bupati dipegang oleh seorang dari etnis Dayak Kristen yang istrinya adalah seorang misionaris, maka gereja didirkan, tempat pelacuran dan perjudian diadakan, izin penjualan minuman keras diberikan (kepada orang keturunan cina ) yang mengakibatkan hancurnya akhlak generasi setempat sekalipun telah banyak mengundang berbagai protes dari tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Bahkan, setelah masa tugasnya berakhir ia memilih menjadi stap dari pada dipindah dari Kuala Pembuang dan menjadi pelindung tempat-tempat kemaksiatan tersebut. Yang lebih parah lagi, ketika jalan Sampit-Kuala Pembuang dapat dioprasikan, orang tersebut berusaha untuk membuka lokalisasi pelacuran baru di km. 7 dekat perkampungan etnis Madura sekalipun protes keras dilancarkan oleh kepala desa dan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Bahkan ia menawarkan sebuah mobil Kijang kepada kepala Desa asal dizinkan rencananya.

Dengan sinis ia mengatakan “Orang Madura orang suci tidak menyukai keramaian!!”

Ketika SMU N I Kuala Pembuang dikepalai oleh orang Kristen Dayak, banyak anak SMU yang masuk sekolah dalam keadaan teler (mabuk). Mereka pun akhirnya diusir oleh guru-guru Muslim. Namun Kep. Sek. Melarang tindakan guru-guru tersebut dan ia mengatakan kepada mereka “biarkan mereka mabuk asal sekolah!”.

Etnis Madura yang tinggal di Kalimantan-Tengah (begitu juga di wilayah lainnya) tidak satupun dari mereka yang tidak muslim dan mereka mempunyai peran penting dalam memperkuat posisi Islam di Kalimantan. Hal itu terbukti dengan masjid-masjid dan pesantren serta Madrasah-madrasah yang mereka dirikan. Bahkan, untuk wilayah Kal-Teng mayoritas pesantren didirkan oleh etnis Madura, bahkan yang terbesar di Sampit dan di Palangkaraya pun pesantren yang dipimpin oleh etnis Madura, yang sekarang ludes diamuk etnis Dayak.

Bagi Masyarakat Dayak yang masih menganut kepercayaan Kaharingan (19 %) (Animesme) perbedaan agama sebenarnya tidak menjadi masalah dan mereka tidak pernah diresahkan dengan berkembangnya agama Islam di Kalimantan, karena memang etnis Madura dan etnis lainnya tidak pernah mengusik mereka, dan bila mereka memeluk Islam itupun karena kerelaan mereka. Tetapi berbeda dengan etnis Dayak yang sudah dikader menjadi misionaris oleh para Zending Batak di pedalaman.

Dayak Kristen inilah yang dijadikan alat oleh mereka untuk mencapai sasaran mereka. Untuk mencapai tujuan, maka Ikatan Mastyarakat Dayak pun dibentuk sebagai wadah kekuatan masyarakat Dayak. Sehingga apabila timeng waktu untuk merencanakan makar, masyarakat dayak Animesme dan Dayak Kristen menghimpun menjadi suatu kekuatan.

Otonomi Daerah Menimbukan kekhatiran Kristen Dayak.

Baru saja saya dihubungi teman dari Samuda (dini hari Senin 25/2) bahwa isu yang mereka sebar luaskan dikalangan etnis Dayak dan untuk memperteguh jiw a juang dan menanamkan kebencian mendalam terhadap etnis Madura adalah “kekhawatiran mereka kalau otonomi daerah sudah berjalan, maka yang berkuasa adalah etnis Madura”. “Kalau kita tidak menghabisi etnis Madura maka kita akan dilkuasi mereka”.

Maka di Palangkaraya sekarang sudah terjadi apa yang terjadi di Sampit dan sekarang mereka mulai bergerak ke Kab. Kotawaringin Barat (Pangkalanbun dan sekitarnya). Dan mereka menginstruksikan kepada perusuh Dayak agar membakar setiap rumah dan bangunan-bangunan lainnya yang diduga milik etnis Madura yang telah ditinggalkan penduduknya mengungsi. Padahal etnis Madura di sana mayoritasnya adalah petani dan tukang kebun, dan amat sedikit dari mereka yang di Pemerintahan dan yang menjadi pengusaha.

SERUAN DAN AJAKAN :

Melalu tulisan ini kami masyarakat Kalimantan Tengah menyerukan :

  1. Pemerintah harus segera menghentikan pembunuhan dan pembasmian terhadap muslim Madura di Kal-Teng.
  2. Menyerukan agar aparat bertindak tegas jangan berat sebelah atau menjadi pengecut.
  3. Menyerukan kepada Pemerintah untuk memberikan bantuan makanan dan kesehatan kepada para pengungsi yang hampir puluhan ribu jiwa.
  4. Menyerukan kepada LSM HAM untuk segera mengadakan infestigasi terhadap pelanggaran HAM di Sampit.
  5. Mendesak Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum untuk segera mengadili Provokator yang mendalangi kerusuhan Sampit.
  6. Menyerukan kepada tokoh-tokoh partai politik dan pimpinan-pimpinan organisasi Islam untuk mendesakPemerintah agar menghentikan kerusuhan di Kal-Teng dan bertindak tegas.
  7. Mengajak kaum Muslimin di mana saja agar segera melakukan pembelaan kepada saudara-saudara yang beriman yang sekarang sedang dibasmi oleh Dayak Kristen dan para pendukungnya.
  8. Menyerukan agar diadakan Tabligh Akbar untuk memberitakan apa yang sebenarnya sedang terjadi terhadap muslimin Madura di Kal-Teng.
Tulisan ini di tulis dengan sejujur-jujurnya oleh:

H. Musthofa Aini. Lc. Mahasiswa Pascasarjana di salah satu Unv. Islam di Jakarta.
Warga asli Sampit dari suku Madura.
Penulis terus mengadakan kontak langsung setiap hari kepada berbagai etis (Banjar dan Jawa) di Sampit untuk menanyakan informasi terbaru tentang kerusuhan.
Penulis juga kembali dari Sampit beberapa minggu yang lalu sebelum tragedi Sampit meletus.

Pusat Informasi & Komunikasi Islam Indonesia Al-Islam
Jl. Pahlawan Revolusi, No 100, Jakarta 13430
Telpon: 62-21-86600703, 86600704, Fax: 62-21-86600712
E-Mail: info@alislam.or.id

2001

Aku cuma sampaikan berita, walaupun satu ayat (bukti) yang aku tahu...

Bersambung, Insya Allah!

Ibnu Hasyim
alamat: ibnuhasyim@gmail.com

26 Feb 2012
Pontianak, Ind.

Lihat catatan perjalanan...

E-Buku IH-51: Perjalanan Ke Kalimantan
E-Buku IH-51: Perjalanan Ke Kalimantan

58 comments:

Anonymous said...

tulisan ini gak berbobot... kalo mau share ngapain musti bawa2 agama? konflik sampit bukan dilatar belakangi agama bung. jangan coba memancing di air keruh, aparat takut menghadapi pasukan dayak karena mereka dibekali ilmu magis? emang ada gunanya tuh senjata ? harusnya penulis berfikir cerdas, polisi itu bukan robot yg tidak tau apa itu kematian, aparat itu sama seperti kelompok yang bertikai sama2 manusia. Silahkan di cross check data nya berapa aparat yang mengalami depresi setelah peristiwa itu , memojokkan salah satu seperti ini bukan hal yg bijak. Kalau mau fakta kedua suku sama2 salah. yang 1 mengusik yg satu melanggar HAM. makanya jangan lupakan pepatah bijak 'DIMANA BUMI DIPIJAK DISITU LANGIT DIJUNJUNG'
Buat penulis anda lah provokator nya!

Anonymous said...

Tulisan bangke, memutar balikkan fakta. SESAT
Asal kamu tahu saja memang madura selalu mencari masalah di tanah Dayak.
Kalo gak ada bukti otentik jangan asal ngarang dongeng, kamu selidiki semua artikel di internet dan dokumen2 asli diperpustakaan daerah, semua sepakat kalau memang org2 madura yang memulai akar permasalahan. Dan tolong;angan bawa2 agama, gak mutu.

Anonymous said...

Benar Blog ini seharusnya disingkirkan dari peredaran.... kelihatan klo kamu dr Etnis Madura.... Faktanya Suku madura dimana2 selalu Bikin onar, bikin kacau, bikin sampah....... beraninya main keroyok ama main belakang.... pengecut.....

Anonymous said...

Mmang bnar bro,lo itu jngan bwa kn agama,rang madura itu yg ingin mnduduki kalteng dsar biadap otak udang,bung ibnu jngan ska mmutar blik kan pakta lo ga tau awal crita nya,dsar anjing

KERAK ATI said...

sabar kang kebenaran itu pahit rasa'y. kekerasan, kekejaman, kedzoliman manusia itu dikeranakan akhlak yang kurang baik n akhlak n agama itu sangat erat hbungan'y. coba faseback dari sejarah para utusan.kekerasan itu dikerenakan akhlak yg krang baik n krang'y pndidikan agama. jadi aku setuju kalau kekerasan itu dikaitkan dengan agama.

KERAK ATI said...

sabar kang kebenaran itu pahit rasa'y. kekerasan, kekejaman, kedzoliman manusia itu dikeranakan akhlak yang kurang baik n akhlak n agama itu sangat erat hbungan'y. coba faseback dari sejarah para utusan.kekerasan itu dikerenakan akhlak yg krang baik n krang'y pndidikan agama. jadi aku setuju kalau kekerasan itu dikaitkan dengan agama.

Anonymous said...

tak ada asap bila tak ada api.

Reza Viqi alfido said...

sudah lah, semuanya sudah berlalu.

Sunaryo Yamin said...

Kalau benar kerusuhan itu di latar belakangi agama, kenapa suku madura aja yang d bantai?
emang rata2 orang madura di mana2 membuat masalah, kolot, tidak menghargai penduduk asli.. termasuk madura yang ada di surabaya, aku setuju orang madura yang di surabaya di suruh balik k madura agar ndak membuat kotor surabaya.

wahyu said...

we jngan sok suku madura mkanya org klian yg cri msalah calurit aj kmi ptahkan pkai gigi apa lgi kpala skali tebas j pkai mandau ancur > by wahyu dayak tidung kaltim

wahyu said...

hidup suku kalimantan dayak kutai paser banjar hidupppppppppppp kita 1 kluwarga klimantan

Bunjiro akimoto said...

madura emank bangsat biang rusuh dmn2..

wahyu said...

ya btul itu hidup dayak
mati madura

Anonymous said...

di bogor jawa barat pun sama org madura bnyk tingkah baru aja pnya crulit dah ngerasa hebat..oknum laki2 nya nc yg mesti di ancurin lo liat ahirnya wanita,anak2 lo ikut jd tmbal gara2 tingkah madura yg so'

kppnjambi said...
This comment has been removed by the author.
irfan ramadhan said...

aparat takut karna ilmu magis suku dayak ???
takut dari hongkong, ilmu kaya gituan ga ada apa apanya bung di hadapkan dengan senjata modern,
aparat bukannya tidak berani, tapi ada ketimpangan akibat kolusi dan nepotisme pada saat itu dn kinerja mereka bobrok setelah negri ini mengalami krisis moneter

Anonymous said...

ilmu magis ilmu magis apaan, omong kosong
sejak kapan dari dulu sampai skrg di sluruh dunia bahwa aparat takut dgn rakyat yg cuma bersenjatakan parang/sajam?? sejak kapan??
bagaimana dan apa dampaknya kalo aparat melakukan tindakan represif??
pasti penembakan dimana mana dan korban tewas para perusuh akan bergelimpangan
sudah pasti mereka khawatir di tuduh melanggar HAM mengingat 2 tahun sebelumnya aparat negri ini di sorot dunia karena pelanggaran HAM kasus semanggi dn lain lain. tentu aparat pun ragu ragu utk melakukan tindakan.

riko said...

Berdasarkan Agama apaan, ini ga ada sangkut pautnya dengan agama, sudah jelas hanya orang madura saja yang di perangi ga ada dari suku lain yang punya agama sama, kalian madura bali itu memang selalu sama, sama kerasnya, sama seperti kejadian di lampung yang pendatangnya bikin rusuh.

mohd nasir said...

Orang madura mmg suka bikin kacau...di malaysia pendatang yang paling ramai bikin kacau adalah etnik madura...selalu sahaja gaduh dengan etnik jawa indonesia..apa punya bangsa ini??di tempat orang lagi mahu bikin ribut...berani nya gaduh ramai ramai..main pukul belakang..mmg etnik madura nie satu etnik yang jahat..jika jawa,banjar,bugis,dayak boleh dikata kan bergaul bebas...tapi madura hanya bergaul dgn madura..di mlysia juga rmai etnik dayak (sarawak@sabah)tapi rakyat nya bebas bercampur dgn etnik yang lain tanpa rasa prasangka...tdk sperti etnik madura yang lagak nya seperti satria..ibarat berkokok ditepi gelanggang...

Anonymous said...

Madura memang begitu. Tetangga saya orang madura juga.
Pada suatu hari, si madura mencurigai tetangga saya (depan rumah pas) kalau tetangga depan rumah tersebut mengganggu istrinya si madura. Si Madura marah dan menantang duel tetangga saya. Lucunya, nantang kuq bawa teman. Huhu... Saya yg lihat cuma bisa bilang dalam hati "ni orang banci x ya, kuq bawa teman?"
Eh, usut punya usut, si istri madura yg bikin sensasi. Wkkkkkkkkkkkk..
Dagelan versi Madura.
Bujel..bujel.

Anonymous said...

Jgn Bwa agama Bang.Emng bener di kalteng jawa banjar islam tapi yg di bantai madura islam.karna madura Emng jahat.Abang Juga harus tw diri lha suku abang kayak apa?Kalteng benar hati2 dgn bnyaknya populasi madura di sana.Jawa timur Yg dlu mayaoritas Jawa,skr Madura mulai mau menguasai.Lihat aja madura 17 th udah nikah anaknya bnyak pula.jadi warga kalteng dan indonesia.Hati2 dgn Madura Kolot,Pencuri,Preman.dll

wahyu said...

kami suku kalimantan {banjar dayak paser kutai} mana mau bkin rusuh kami jg mau damai tpi pendatang ini yang slalu bikin onar anjing memang by wahyu dayak tidung kaltim

wahyu said...

eee irfan jngan sembarangan kamu bicara ya asal kamu tau pasukan dayak sampit waktu prang tu polisi udah nembak banyak kali tapi hah tetap mentul itu peluru bagi kami itu gk ada rasa nya

amy said...

siapa bilang yg dibantai cuma madura ,12 tetanggaku yg orang solo pun habis dibantai ,ga tau deh sapa yg biadab.

ali said...

orang dayak tu bz ap. cma bacot saja.orang kampung beraninya cuma dikandangx saja.segelintir orang madura dikejar2. anehnya yang tewas wanita,anak2 & org tua tok. beranix sma yg lemah saja.dayak itu suku yg tdk dikenal. di sumatera,jawa,sulawesi,papua. apalagi di ibu kota jakarta, gak da bunyinya sama sekali.silat madura jauh lebih trkenal.pernah ada tman coba ilmu dukun2 dayak. walau dikeroyok gak ada yg masuk ilmux.ilmu dayak hanya bz msuk sma org yg tak berilmu saja.

Anonymous said...

blog ini memang gak ada artinya, gak ada beda ama sampah. beberapa orang yang mengomentari juga gak berbobot, terlebih yang membuat blog ini, ngakunya berpendidikan tapi berpikiran sempit. wong sudah tahu masalahnya begini, masih di panas-panasi. gak ada kedamaian di hati. dari masalah yang seperti ini harusnya membuat kita sadar akan hal-hal yang terjadi di dalam negara kita, perselisihan, pertikaian, perang suku, agama, itu semua tidak ada faedahnya. mari kita kembali ke semboyan negara. saya dari suku Dayak, saya membenci perbuatan antar kedua suku ini, tapi bukan orang2nya, mereka hanya belum mengenal tentang kebenaran dan Kasih-mengasihi. karena kita adalah sesama manusia. sy merasa kasihan dengan perselisihan ini.. dan satu lagi, mengapa harus membawa agama.. anda malah membuat suatu masalah baru.

Anonymous said...

saya setuju dengan Ali, dayak cuma berani di kandang doang...
PENGECUT. DASAR KRISTEN TOLOL, SEMBAH AJA TUH YESUS MU YANG UDAH MATI, HAHAHAAAA TUHAN MATI KOK DISEMBAH, HUEEKKKKKKKKKKK

marco balian said...

bantai semua madura di seluruh pertiwi,,jangan lupa..sampai indung telornya....basmi basmi basmi

Anonymous said...

ni penulisnya kalo jadi editor di koran ane pasti dah ane kasih peringatan keras,
pertama,tulisan yang baik, harus mengutamakan sopan dalam penyajian.
titik berat masalah harus berimbang, ga boleh membuat pembaca menjadi terprovokasi
masalah lama, digali berdasarkan fakta, penelitian lebih jelas, disertai bukti dan tetap memnjunjung non " pengkotakan " (misal, langsung menohok bahwa si a dan etnisnya adalah orang bersalah tanpa melihat apa, bagaimana, alur itu terjadi )
dll
( ribet baca tulisan ini terlalu banyak yang di koment )
-----
lagian, (sepengetahuan gw, orang dayak kebanyakan lebih suka mengalah, saling menghormati, ga gampang kepancing ) kecuali ini peristiwa yang terjadi karena " bom waktu " kemarahan yang terkumpul sekian lama
--------------------------------
belajar lagi ya tong, kalo udah pinter, baru nulis lagi
-- lagian, udah adem-ayem kok mau bikin ulah provokasi lagi --
SADAR NAPA!

Anonymous said...

Orang mdura tuh Ga smw.a bkin onar....org madura tuh org yg nekat n mmpunyai kberanian yg tggi....mereka merantau jauh2 cman pngen mngubah nasibb....org dyak tuh mnyerang org madura karena takut suku asli dyak terusik...soalnya org madura tuh cpet mnguasai berbgai daerah diindonesia maupun diinternasional...sdangkn org dyak org yg pwnakut berani dikandang doank...mna Ada org dyak merantau ke jawa...coba merantau ke jawa....dibkin sate daging org dayak....

Anonymous said...

Gag ada guna'a menyalahkan pihak manapun, toh dua2'a sama2 salah. aq org dayak, dulu sebelum kerusuhan jg aq pnya bnyak tmn org madura, meskipun rata2 mereka emang berwatak keras, tpi gag sedikit jg kok yg baik. pecah'a bentrok antar etnis dikampung halaman aq itu adalah buah dri tinggi'a solidaritas antar sesama suku. madura pengen suku dayak tau kalo mreka suku yg kompak, dilain sisi dayak jg pngen menyatakan itu. jdi udh gag ada guna'a dibahas lgi, yg pnting skrg suku madura & dayak disampit udh bs damai

tennou michiuikh said...

madura yahudi ind0nesia

donal ahmad said...

ini gak mutu,, PERLU DIKETAHUI BAHWA DAYAK ITU SUKU, BUKAN AGAMA.. SAYA ORANG DAYAK SAMPIT ASLI YG MAYORITASNYA SUKU DAYAK DI SAMPIT SENDIRI BER AGAMA ISLAM,, JADI MASYARAKAT SUKU DAYAK MENGANUT BERBAGAI AGAMA,..
GAK ADA ITU NAMANYA DAYAK ISLAM,DAYAK KRISTEN DAN SEBAGAINYA,..
ADANYA DAYAK NGAJU, DAYAK MAANYAN, DAYAK SAMPIT, BAKUMPAI DLL..
PAHAMM

Anonymous said...

Madura d Azab karena selalu sok berani sok harga diri, islamnya juga gak bisa mencegah dirinya dari perbuatan jahat dan curang. Bukan kah islam mengajarkan sifat yg baik.

Anonymous said...

Dasar anjink.........manusia laknat,,sunggup pintar kw putar balik kan fakta.

Anonymous said...

Yg nulis artikel sok tau !!!
Sayang sekali ya? Knp etnis madura banyak yg lolos dri sampit.

Anonymous said...

aku orang Dayak dari Malaysia. di Malaysia juga ada madura, kelakuan mereka bole dikatakan keras n cepat marah. org dayak punya prinsip hidup dan adat. klo orang datang akan dilayan sebaiknya, itu boleh dibuktikan sendiri jikalau kamu datang ke perkampungan dayak. tapi jikalau kamu pijak n tindas kami, tidak menghormati adat dan budaya kami, dan merampas hak kami. kami akan perangi kamu sampai ke titsan darah teakhir. klo mandau-gayang sudah diangkat, tidak akan berhenti sampai ada yang maut.

ahmad said...

seumur hidup saya belum pernah melihat daerah seindah pulau madura. orangnya baik,tingkah lakunya baik, pakaian sopan & islami,suka menolong.baik kepada tetengga.sangat memulyakan tamu,orang yang lebih tua.toko toko ditutup menjelang manghrib & sholat jumat

Guruku pernah berkata di madura itu seperti berada di surga, setelah dipikir pikir guruku benar juga. bertahun tahun saya di tanah rantau, masyarakatnya jauh dari agama,maksiat dimana mana,kaum hawanya sudah tidak malu memperlihatkan auratnya siang & malam. jilbab hanya dijadikan seragam kantor atau sekolah. setelah pulang cuma pake celana/rok mini dan baju seadanya. astaghfirullah,naudzubillah mindzalik.minuman keras, judi,riba dll jadi santapan sehari hari.anak baru sd sudah pake narkoba & berhubungan sex.pelajaran agama minim sekali, cuma belajar ngaji quran habis asyar.gurunya (Cewek)saja gak berahklak, ngajar ngaji pake baju dan celana ketat,alquran taruh dilantai atau terinjak gak ada yang melarang. bagaimana ilmu bisa barokah kalau kita tidak bisa memulyakan ilmu & ahlinya.saya pernah dengar di khotbah jumat.khotib berkata serambi makkah sudah hancur terkena tsunami . sekarang cuma tinggal serambi madinah katanya.saya cuma bisa ketawa mendengarnya.
Beda sekali sama pendidikan agama di madura.dari bangun tidur anak sudah dibiasakan sholat jamaah di masjid.pendidikan agama di madrasah dari siang sampai sore. belajar ngaji dr manghrib sampai isya.


yang bilang orang madura kejam, bikin onar,bikin rusuh dll. itu cuma orang orang berhati busuk. semua orang tahu, madura itu gudangnya ulama, gudangnya santri. gudangnya pondok pesantren. pendiri ormas islam terbesar didunia Nahdhatul Ulama, KH Hasyim Asyaari murid dari syaikh muhammad cholil al bangkalani ulama dari madura. di dunia sudah mengakui.bahkan percetakan quran terbesar didunia, dikota madinah, mencetak terjemahan al quran ke bahasa madura. bukan bahasa sunda,bugis,ataupun jawa

kalau belum mengenal orang madura secara kaffah, gak usahlah mencela,memfitnah, mensifati orang madura dengan keburukan.

janganlah berprasangka buruk kepada orang/ suku lain karena prasangka itu cermin diri kita.

Jack sparrow said...
This comment has been removed by the author.
Jack sparrow said...

siapa yg pengecut hah??
Klo brani 1 by 1 sama org madura Berani kaga loe ?? Jgn cuma BACOT.... !! DOANK LOE GEDE di dunia MAYA
Dsr Dayak Anjing
loe Yg Sampah Anjing... !!

Jack sparrow said...
This comment has been removed by the author.
Jack sparrow said...

Bukti Yg Otentik ? Gua rasa g perlu tuh smua org Juga Tau kok Dlm Konflik sampit brbau kecemburuan sosial dayak(asu) kpd pendtang Madura.. sirik tanda tak mampu....!! Dayak anjing

Jack sparrow said...

Klo gk Tau apa2 mnding Diem Tutup Bacot Loe Yg busuk Itu loe Bilang Kami suka Keroyokan ?? Prnah denger gk Yg nama'x CAROK duel Maut lelaki Madura ? 1 by 1 bro
cari Digoogle klo loe blum Tau Dsr gaptek
gk ada sejarah'x org Madura Keroyokan Itu Cuma Karangan Loe Yg gk suka ama Org Madura Dsr Dayak asu Kalian Memang Bangsat,Munafik

Jack sparrow said...

Gini nih Tipikal Dayak SOMBONG.. !! sesumbar dgn ilmu Yg mrka Miliki cuih
Kalo Allah s.w.t Menghendaki loe Mampus dimanapun,kpnpun Loe Bakal mampus Dayak anjing.... !! Jgn sok hebat deh Jd Org Ingat Diatas Langit masih ada langit

Jack sparrow said...

Dayak emank Bangsat Beraninya Cuma Dikandang...!!

Jack sparrow said...

Mati Dayak Madura Berjaya

Jack sparrow said...

Alah Malingsial gimana udh puas Copast punya org Indo ?? Urusin negara n Diri loe sendiri gk ush Ikut Campur mslah Org Lain ok

Jack sparrow said...

Org dayak menang dgn cara LICIK aja Bangga melawan org Madura
Siang udh damai sama org Madura dan senjata sluruh warga madura disita aparat dgn alasan sdh aman dn pada malam hari tanpa diduga oleh wrga MADURA
Dayak(monyet pedalaman) kembali menyerang KEpemukiman warga madura yg SENJATANYA TELAH LUDES DISITA APARAT(POLISI) mrka membantai tnp pandang Bulu entah itu org tua renta,ibu2,anak2 mrka IBLIS yg brwujud manusia , didunia ini siapa yg tau dgn sifat asli dayak mereka suku,Barbar,kanibal,animisne(manusia tk bertuhan) pantaskah mereka Menyebut Kami org Madura Kejam sdngkan Mereka tdk Menyadari Leluhur Mereka Yg sejak dulu sdh trkenal barbar ??

Dgn Membantai anak2 yg tak berdosa dn membunuh Ibu2 yg Tak berdaya
itukah kemenangan Yg kalian Banggakan slama ini ??
Kalau saja org Dayak Mempunyai sdikit Otak tntu meraka akan sangat Malu Dgn Perbuatan Biadap Mrka .. Bkn Malah berbangga Ats Kemengan Yg mrka Peroleh

Jack sparrow said...

Inilah gambaran org dayak pantang bagi mereka kalau Mandau sudah terlepas dari sarungnya utk tk membunuh lawannya ..
sy hanya trsenyum ktika org Menyebut kalau org madura itu sadis padahal ungkapan trsebut JAUH lebih pantas Ditujukan kpd Org DAYAK ..

''DAYAK - IBLIS BERWUJUD MANUSIA''

Mala Malayu Iva Malayam Raja said...

Asalamualaikum

Mala Malayu Iva Malayam Raja.

Melayu Raja seluruh Asia Tenggara.

Jack sparrow said...

Suku Yg Jorok,Kaniball,frimitip Manusia Hinaa.. !!
Tidak lain dan Tidak bukan adalh
''suku DAYAK''

Jack sparrow said...

Alah dayak anjing Pke nyamar segala orang bogor apalaah.. Yg komen disini tdk lain dn Tdk bukan adalah suku dayak semuaaaa..
Emg siapa coba Yg paling gk suka sama org madura selain dayak bangsat

Anonymous said...

Guy's.... Kalian sma Ɣªήğ coment di atas,masing2 ambil kaca..!! Dan berkacalah..!!! Apa diri kalian sdri udh pada benar !!!??? Ampun dech... !!!

ahmad zainul said...

yang lalu biarlah berlalu..
klo ingin masyrkat indonesia ini selalu damai
Pemerintah stempat harus kasih mereka uang yang banyak
InsyALLAH

Anonymous said...

Liat video nya itu tragis bgt T_T
Kenapa sampai anak balita jd korban :(
Gak berperikemanusiaan sekali :(
Jadikan lah pembelajaran bahwa kejadian seperti ini tidak akan terjadi lg dan jg jgn saling menyalahkan:)
Intropeksi diri :)

Anonymous said...

Orng madura memang Kepala Batu. Bgi klian orng madura Introspeksi Diri kalian Tu Numpang ditanah Orang, Jdi jangan ska menyalahkan Orng dayak. Semua Kejadian Yg Terjadi Tu Karna Orng madura Yg Sok jdi tuan Rmh Dan Orang Dayak Diusir Smpai Kepedalaman. Tpi Kita Orng Dayak Pnya Kesabaran Yg tinggi, Dan Gj Slmax Orng Bisa sabar. Ngerti

Anonymous said...

Kalimantan harus bebas dari Indonesia dan bersama dengan Sabah dan Sarawak. Hidup Dayak!

Anonymous said...

penulis tdk menelusuri kronologi masalah yg sdh berlangsung jauh sebelum kerusuhan sampit terjadi...kerusuhan yg terjadi jauh dari unsur agama yg memang kebetulan etnis madura mayoritas beragama islam..tetapi jangan memunculkan isu seolah-olah ini adalah kerusuhan berlatar belakang agama....penulis hendak nya lebih mendalam mengenai masalah ini...anda menjadi propokator kalau anda picik dalam menilai kerusuhan ini...apakah anda tahu bagaimana etnis madura bila di tempat orang lain...arogan anda berpikir seperti itu....

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails