Friday, February 19, 2016

Hari Ini, Kalijodo Mulai Ditinggalkan.. Mengapa?

 Aktivitas warga di Kawasan Kali Jodoh, Jakarta, Selasa (16/2). Pemerintah DKI Jakarta rencananya akan merelokasi kawasan kalijodo. (Liputan6.com/Gempur M Surya)
Jakarta, Selasa (16/2). Pemerintah DKI Jakarta rencananya akan merelokasi kawasan kalijodo. (Liputan6.com/Gempur M Surya)


Pelacuran Di Negara Umat Islam Terbesar Di Dunia.

Jakarta - Warga Kalijodo hilir mudik ke Posko Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka menyerah dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang ingin menggusur pemukiman kumuh itu. Sementara ini, sudah 24 dari 1,847 kepala keluarga di 9 RW yang mendaftarkan diri untuk pindah ke rumah susun yang ditawarkan Pemerintah Provinsi.

"Belum tahu dipindahkan ke mana, itu urusan Dinas Perumahan, kita cuma mendata aja," ujar staf Posko Kecamatan Penjaringan Wagiman, Rabu 17 Februari 2016.


Wagiman menjelaskan, posko itu hanya menawarkan 3 pilihan bagi warga Kalijodo yang akan digusur. "Yang pertama untuk alih profesi, kemudian pulang kampung, dan rusun," kata dia.


Dia menuturkan, sampai pagi tadi, warga Kalijodo yang datang ke posko hanya memilih opsi ketiga. Mereka memilih dipindahkan ke rusun, meski tak ada kepastian rusun mana yang akan mereka tempati.

Data penduduk Kalijodo

Sementara ini semua yang sudah mendaftar memilih opsi rusun, tapi belum tahu rusun mana nanti yang dibagikan, itu nanti urusan Dinas Perumahan," Wagiman menegaskan.

Dia menuturkan, belum ada Pekerja Seks Komersil (PSK) yang mendatangi posko untuk alih profesi dan pulang kampung. "Belum ada (PSK) yang ke sini, semuanya yang ke sini pada minta ke rusun, kalau PSK kan pasti alih profesi," jelas Wagiman.
"
Bagi warga Kalijodo yang ingin mengikuti bujukan pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk pindah ke Rusun, mereka harus membawa beberapa syarat yaitu KTP DKI Jakarta dan Kartu Keluarga. Selain 2 syarat itu, bagi yang memiliki tempat tinggal sendiri di Kalijodo, juga wajib membawa bukti kepemilikan rumah.


"Karena yang punya rumah dulu yang diutamakan, kalau yang punya rumah udah dapet rusun semua, baru nanti misalnya ada yang ngontrak-ngotrak kita kasih setelah yang punya rumah dapat," ucap Wagiman.

Ahok menegaskan tidak ada lagi alasan tidak menutup area permukiman dan lokalisasi Kalijodo. Menurut dia, lokasi hiburan malam tersebut merupakan area hijau yang harusnya menjadi ruang terbuka publik.

"Jadi, kasus Kalijodo itu sebenarnya dalam Undang-Undang Pokok Agraria, sudah melanggar," ujar Ahok.

Kriteria Khusus Rumah untuk Warga Kalijodo

Namun, mantan Bupati Belitung Timur itu tak bisa sembarangan memberikan rumah bagi warga Kalijodo. Ada standar rumah tertentu yang harus dipenuhi Ahok.

"Relokasi itu adalah untuk perlindungan anak perempuan dan rumah tangga. Kita bicara rumah tangga ya. Itu minimal ada 2 kamar," kata Pengurus Pusat Wanita Islam (PWI) Atifah Thaha.

Atifah menuturkan kelayakan tempat tinggal diperlukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pelecehan seksual. Seringkali pelecehan seksual terjadi karena tempat tinggal yang kurang layak.

"Kan, layak itu ada ukuran. Ukurannya adalah bahwa itu harus terpisah. Itu dalam rangka sebagai melindungi anak dari kelainan-kelainan seks. Dan yang banyak terjadi seperti itu kan, karena rumahnya kecil, kamarnya kecil, sudahlah segala macam," ujar Atifah.

Tawaran Khusus untuk PSK

Tak hanya memberikan rumah susun bagi warga Kalijodo, Ahok juga berencana memulangkan para pekerja seks komersial (PSK) yang rata-rata bukan warga asli Jakarta.

Namun, rencana pria yang karib disapa Ahok itu tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Para PSK di Kalijodo kabarnya mengajukan sejumlah syarat jika Ahok ingin menggusur tempat kerja mereka. Salah satunya, mereka minta solusi lapangan pekerjaan.

Sang gubernur pun menanggapinya dengan santai. Dia bahkan menawarkan para PSK bekerja sebagai petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk Pemprov DKI Jakarta. Namun, Ahok tak yakin mereka bersedia.

"Sekarang mau kerja apa? Kerja PPSU mau nggak? Mana mau kerja yang capek lu," ucap Ahok.

Tawaran itu tak hanya datang dari Ahok. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa pun memberikan 2 pilihan untuk PKS di kawasan lokalisasi itu.

"Kita sudah komunikasikan pada PSK, mereka bisa memilih pelatihan keterampilan profesional atau menjadi karyawan di sebuah perusahaan garmen di Boyolali," ujar Menteri Sosial Khofifah.


1 comment:

Anonymous said...

Mcmni baru blogger islamik bapak ibnuhashim. Ni asyid nk kenakan pan je.dh ramai org tk suka pas la. Terimalah hakikat.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails