Saturday, September 20, 2014

Berhijab: Atlet Bola Keranjang Profesional AS, Diizinkan Akhirnya.

Atlet Basket Profesional Akhirnya Diizinkan Berhijab 
Atlet Basket Profesional Akhirnya Diizinkan Berhijab

SUKAN

PEMAIN bola keranjang kini boleh mengenakan penutup kepala yang menjadi simbol agama, seperti hijab dan turban. Persekutuan Bola Keranjang Antarabangsa (FIBA) mengumumkan peraturan itu pada Selasa kelmarin.

Laman Al Arabiya, Khamis 18 September 2014, memberitakan, aturan itu akan diujicubakan selama dua tahun dalam kompetisi bola basket. Selama uji cuba, para pemain diizinkan mengenakan hijab mahupun turban.

Sebelumnya, FIBA hanya membolehkan pemain mengenakan ikat kepala selebar lima sentimeter untuk mengikat rambut dan menyerap keringat. Aturan tersebut dinilai diskriminatif bagi pemain Muslim mahupun pengikut Sikh, yang mengenakan hijab mahupun turban sebagai kewajiban agama.

“Kami menyambut baik perubahan kebijasanaan yang diambil oleh FIBA sebab mereka membolehkan Muslim, Sikh, dan lainnya mengenakan penutup kepala sesuai ajaran agama masinf-masing untuk bersukan dan tetap memelihara keyakinan mereka,” kata Ibrahim Hooper, Direktur Komunikasi Nasional Badan Hubungan Islam-Amerika.

“FIBA perlu diberi ucapan selamat kerana telah merespons positif semua ini, yang mencari alasan rasional untuk mengakomodasi atlet dari semua keyakinan,” tambah Ibrahim.

Indira Kaljo, Muslim keturunan Amerika-Bosnia yang bermain di Tulane, mengaku gembira saat mendengar berita ini. Dia mengatakan kebijaksanaan itu merupakan, “langkah pertama yang menakjubkan.”

Kaljo mengaku selama ini terpaksa tidak mengenakan hijab di sekolah atau saat bermain basket secara profesonal di Ireland. Tapi dia kemudian memutuskan untuk taat pada agama dengan memilih tetap mengenakan hijab daripda bersukan bola keranjang. Konsekuensinya menyebabkan, dia tidak dapat tampil di peringkat internasonal.

Dia bermain dengan hijab di kepala pada liga musim panas Amerika dan menyatakan tidak ingin kembali ke Eropah jika tidak diperkenankan memakainya.

“Saya akan sangat senang kembali bermain di Bosnia sekarang atau di beberapa negara lainnya,” kata dia.

Selama dua tahun ujian, persekutuan basket nasional itupun mengajukan pemberitahuan kepada FIBA mengizinkan pemain mengenakan penutup kepala. Ketika di setujui, persekutuan tersebut dikenakan memberikan laporan dua kali dalam setahun. FIBA juga menyatakan akan mengizinkan pemain untuk mengenakan penutup kepala dalam kompetisi 3 on 3.

FIBA akan melakukan evaluasi kebijaksanaan ini pada 2015 dan menentukan apakah uji cuba di tingkat paling rendah akan dimulai pada musim panas mendatang. Kajian menyeluruh akan dilakukan pada 2016 untuk menentukan apakah perubahan kebijaksanaan ini akan dilaksanakan secara permanen setelah Olimpiade 2016 atau tidak.. (IH/SU)

No comments:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails