Thursday, June 04, 2009

Manohara:: Malaysia, demokrasi cukup lemah?


Manohara Odelia Pinot Pulang Ke Jakarta - Indonesia

[by Abu Amin] [on Jun.01, 2009] [filed in : Kasus Manohara | News]

Kasus Manohara Odelia Pinot yang sebelum ini terlihat buntu dan tidak menunjukkan jalan lurus akhirnya sedikit menemui titik terang, ditandai si manis nan cakep lagi seksi tapi bukan artis foto bugil lho , Manohara Odelia Pinot pulang ke Jakarta, setelah dijemput ibunda Manohara sendiri Daisy Fajarina dan sang kakak Dewi Sri Asih di Singapura kemarin. Tiba di Jakarta pukul 07.30 WIB pagi (Ahad), Manohara dikabarkan sangat gembira dapat berkumpul dengan keluarganya dan dikabarkan pula kepulangan Manohara Odelia Pinot ke Indonesia bukan karena paksaan pihak keluarganya melainkan atas kemauan pribadinya sendiri.

Bagaimana tidak, setelah sekian lama berada di Malaysia tentu saja beliau kangen dengan keluarga dan tanah airnya sendiri diluar dari kasus penganiayaan dan penyiksaan yang dialami Manohara oleh suaminya Tengku Muhammad Fahry, putra Raja Kelantan, Saya rasa kasus Manohara sudah mulai akan mencapai klimaks, mengapa bisa begitu? Hal itu tercermin dari pengakuan Manohara sendiri yang katanya membenarkan berita dan tuduhan-tuduhan Daisy Fajarina atas perlakuan dan tidakan kasar menjurus tidak manusiawi oleh sang suami, Muhammad Fahry–banyak yang mengatakan beliau Tengku Fahry (maaf) psiko–.

Nah, apakah yang Manohara lakukan setelah pulang ke tanah air?

Manohara Mengunjungi Laskar Merah Putih

Menurut media massa Indonesia, setelah menginjakkan kaki di Jakarta, Manohara kemudian mengunjungi Laskar Merah Putih yang kebetulan bermarkas tidak jauh dari tempat makan siang beliau dan keluarga di daerah Petojo, Jakarta. Sebagaimana diketahui bersama Laskar Merah Putih juga turut memperjuangkan nasib Manohara dengan suara lantang atas dasar solidaritas dan kemanusiaan.

Namun begitu kebanyakan warga Malaysia turut mempersoalkan hadirnya LMP diantara kasus ini. Mereka mungkin mengatakan apa sih pengaruh atau untungnya dengan keterlibatan LMP? Atau juga mengapa warga Indonesia banyak melakukan demo atas kasus ini? Jika Anda adalah warga Malaysia pasti Anda tidak heran mengapa kami begini, toh kami bukan kali ini saja kami melakukan hal yang sama, benar bukan? Contohlah kami, tindakan kami tersebut relevan dengan nama negara kami, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami bersatu mengarungi masalah, karena masalah satu warga Indonesia adalah masalah kami semua, kami bersatu, apalagi jika menyangkut masalah dengan negara lain.

Disamping itu pula hal ini menunjukkan rasa solidaritas atas dasar sesama warga negara, we love unity men…kami juga mempunyai rasa solidaritas paling tinggi di dunia. Demo juga relevan dengan prinsip demokrasi, Indonesia adalah negara demokrasi. Malaysia punya itu semua? Jika tidak belajarlah dengan kami, kami dengan senang hati akan mengajari Anda bersolidaritas dan berdemokrasi jika Anda belum tahu cara-caranya.

Sebagai tambahan pula, menurut pengalaman saya yang sudah tidak asing lagi dengan keadaan Malaysia karena 5 tahun terakhir 80% hidup saya adalah di Malaysia, saya berani mengatakan Malaysia mempunyai solidaritas dan demokrasi yang cukup lemah, jauh di bawah Indonesia. Kenapa? Bandingkan saja dengan Indonesia dan mulailah belajar.

Manohara Akan Melaporkan Fahry ke Polisi

Ini yang akan menjadikan suasana semakin tegang. Jika benar Fahry akan dilaporkan ke polisi, bukan tidak mungkin beliau akan bermukim di hotel prodeo atas tindakan yang dilakukannya kepada sang istri, Manohara.

Menyangkut dimana akan dilaporkanya kasus tersebut, karena kejadian penyiksaan dilakukan di Malaysia, tentu saja kasus ini akan ditangani pihak kepolisian Malaysia. Nah, bagaimana nantinya kerjasama polisi Malaysia juga menjadi tanda tanya besar bagi saya. Diluar dari kredibilitas Fahry yang notabene putra raja dan warga Malaysia, sudah diketahui umum bahwa uang bisa saja menjadi raja. Dengan harta kekayaan yang dimiliki kerajaan Kelantan, bukan tidak mungkin polisi Malaysia akan tergiur, disamping itu kerajaan Kelantan sendiri seolah-olah berpihak ke Fahry yang sudah ditunjukkan dengan tertutupnya kerajaan atas kasus ini dan tidak diperkenankanya ibunda Manohara bertemu dengan anaknya sendiri.

Bukti-bukti Penganiayaan dan Siksaan Terhadap Manohara

Bukti-bukti saya rasa sudah cukup jelas. Pernyataan dan pengakuan Manohara sendiri beserta foto bugil foto-foto bekas penganiayaan yang dilakukan akan menjadi senjata utama dalam berkas laporan. Apakah diperlukan juga hasil visum? Atau malah membutuhkan seorang Roy Suryo untuk membuktikan originalitas foto-foto tersebut seperti yang biasa ia lakukan atas foto-foto bugil, video porno dan gambar-gambar mesum yang banyak tersebar di internet?

Dan ada sedikit info tambahan. Tadi sempat saya baca status Facebook dari mas Andri Hardiansyah yang mengatakan adanya wartawan Malaysia yang datang ke Indonesia untuk mengetahui perkembangan kasus Manohara secara langsung, karena disebutkan bahwa media massa Malaysia amat tertutup terhadap kasus ini. Saya juga merasakan tertutupnya kasus ini dengan minimnya pemberitaan di media, jika ada hanya berita yang baik-baik saja.

Nah, bagaimana pendapat Anda? (AK)

2 comments:

Abu Amin aka Benlahmen said...

Beribu-ribu terimakasih sebelumnya atas pemberitaan ulang di atas. Akan tetapi perlu diketahui bahwa pernyataan saya tersebut adalah sebatas pandangan pribadi di dalam blog pribadi dan sekali lagi atas dasar pengalaman saya. Bukan bermaksud untuk berpihak kepada Manohara karena beberapa kali saya tegaskan saya neutral. Dan di dalam blog saya tersebut juga saya enggan untuk menyelar Malaysia atau Tengku Fahry bahkan dalam postingan sebelumnya saya mengajak rakan-rakan saya untuk berfikir positif. Bisa Anda nilai sendiri bagaimana saya menulis dan membalas komentar.

Terima kasih sekali lagi meskipun Anda tidak meminta izin memuat ulang artikel saya karena saya membenarkan copy paste.

Ibnu Hasyim said...

Terima kasih.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails