Sunday, January 01, 2017

Jom, Jengok Sebuah Kampung Global Sequl, Korea Selatan..



CATATAN SANTAI IBNU  HASYIM
ITAEWON merupakan sebuah kawasan permukiman dan perbelanjaan di tengah kota Seoul yang dihuni oleh aneka macam bangsa, sehingga dikenal sebagai Kampung Global.

Kawasan ini menawarkan sensasi keanekaragaman budaya hampir dari seluruh dunia. Kalau kamu berasal dari Indonesia, tentu kamu dapat merasakan budaya Indonesia di tempat ini. Untuk menuju kawasan ini, kamu boleh menumpang subway, kereta cepat, jalur 6 melalui Seoul Subway dan turun di stasyen Itaweon pintu keluar nomor 3.

Turun dari stasyen, kita akan jumpa fire station Itaewon, belok ke kanan. Sampai di persimpangan, belok kiri dan berjalanlah sekitar 200 meter. Di sini, terdapat banyak restoran dari berbagai negara, hotel, toko-toko yang menjual bermacam barang, tak ketinggalan para pedagang kaki lima.

Sebagai gambaran, mungkin Itaewon mirip dengan kawasan Malioboro di Jogja. Kalau di Malaysia macam bandar Melaka le. Tetapi yang di Korea ini lebih luas dan panjang lagi jalannya. Kawasan ini sangat bersahabat dengan pelancong. Kerana bahasa yang digunakan baik pemilik toko, layanan jasa, tulisan menu, keterangan, nama toko, tidak hanya berbahasa Korea atau bertulis dengan huruf Hangul saja.




Tetapi juga memakai tulisan dan bahasa Jepun, Mandarin, serta Inggeris. Belum nampak lagi bahasa Melayu. Di sebuah trotoar, ada berbagai bahasa ucapan selamat datang dari segala penjuru dunia, termasuk Melayu/ Indonesia.

Pihak kerajaan ada menyediakan pemandu pelancong pecuma. Pemandu ini biasanya berjalan keliling berdua dengan rakan kerjanya dengan mengenakan pakaian seragam merah dan bertopi, serta di lehernya tergantung tanda pengenal yang tertulis “Pemandu Pelancong Percuma” dalam bahasa Inggeris, China, Jepun dan lainnya. 

 







Di sepanjang jalan di Itaewon, kita akan melihat toko-toko aneka suvenir. Namun, kerana ia merupakan kampung toris harga barang di situ lebih mahal dari pasar lain di Seoul dan Korea.  Di sini juga disediakan Itaewon Night Market yang terletak di dekat kawasan Seoul Central Mosque atau Masid Sentral

Pasar yang dibuka pada malam hari itu menyediakan berbagai barang, seperti baju dan aksesoris seperti kaus kaki, anting-anting, gelang, kalung dan beberapa fashion item lainnya. Jika encik ingin menikmati aneka kuliner halal, di sinilah tempatnya.  Encik boleh makan di Ashoka yang merupakan restoran India pertama di Korea. Ada juga  restoran Moghul yang mengimport langsung bahan-bahan makanannya dari Pakistan.  


Dan, tepat di dekat Seoul Central Mosque ada restoran Wazwan yang memiliki menu andalan tandoori chicken. Sementara itu, Evergreen Halal Food Restaurant boleh menjadi alternatif. Keunikan kedai ini adalah kerana mereka menyajikan makanan dengan cara prasmanan.  Restoran halal lain yang banyak direkomendasikan adalah Murree Korea Muslim Food. 


Di sini, ada aneka menu khas Korea yang dapat dipilih dan terjamin halal. Di antaranya adalah kimchi bokumbab, bukgogi dukbaegi, bibimbap, dan juga dak do ri tang.

Hasil carian imej untuk masjid di korea selatan Terpesona Dengan Masjid Sentral.

Ini yang jadi penarik dari kampung global Itaewon, satu-satunya masjid yang berada di situ. Masjid ini diberi nama dalam bahasa Arab, Si’ul Al Markaz. Namun, petunjuk jalan yang dibuat oleh pemerintah setempat menuliskannya dengan bahasa Inggeris yakni Seoul Central Mosque. Arsitekturnya yang khas membuat pelancong mudah mengenali masjid ini.

Bagi masyarakat setempat dan pemeluk non Muslim, masjid ini merupakan titik akhir destinasi lawatan, kerana keindahan arsitekturnya. Apalagi Seoul Central Mosque ini terletak di ketinggian, antara Gunung Nam dan  Sungai Han. Bangunan masjid terdiri dari 3 lantai. 
Tidak hanya menyediakan tempat untuk solat berjamaah namun juga terdapat beberapa ruangan lain seperti pejabat, ruang kelas, ruang mesyuarat dan ruang konferensi. 

Bahkan ada penginapan yang sering dipakai para pekerja asing untuk menginap. Perluasan bangunan ini dilakukan pada tahun 1991 setelah pengelola setempat mendapat sumbangan dari pemerintah Arab Saudi. Di kompleks masjid juga terdapat sebuah organisasi yang mengurusi segala kepentingan politik dan diplomasi umat muslim di Korea Selatan, iaitu Korea Muslim Foundation atau  disingkatkan menjadi KMF.

Seperti biasa masjid yang berdiri di negara berpenduduk non-muslim, kita lihat tempat ini didatangi oleh orang-orang beragam kebangsaan, seperti Mesir, Libya, Syria, Sudan, Pakistan, Bangladesh, Turki, begitu juga Malaysia dan Indonesia. Umumnya, mereka adalah para pekerja asing yang mengadu nasib di negara tersebut. 

Ada juga penduduk tempatan yang masuk Islam semasa perang Korea dulu. Masjid ini juga menjadi tujuan pelawat yang ingin menunaikan solat Jumat. Setiap hari Jumat paling tidak ada 800 jamaah yang melaksanakan salat. Menyedari bahwa jamaah salat Jumat di masjid ini berasal dari berbagai negara, maka kutbah Jumat diberikan dalam 2 bahasa sekaligus yakni bahasa Arab dan Inggeris.

Pada bulan Ramadan, masjid ini akan semakin ramai oleh kegiatan keagamaan dan acara berbuka serta sahur bersama. Sama seperti di Malaysia, pengelola masjid juga menyediakan hidangan untuk para jamaah. Jadi kita tak perlu takut lapar jika mengunjungi Seoul Central Mosque pada bulan puasa. 

Uniknya lagi, lokasi Seoul Central Mosque ini berada di dekat penempatan tentera AS di Korea Selatan. Jadi jangan heran jika anda akan lihat kumpulan tentara Amerika hilir mudik di kawasan ini. Bahkan bagi yang menggunakan pakaian tradisional pun tak ada orang yang akan memandang curiga dan janggal, berbeda halnya jika berada di kawasan lain di Seoul. 

Hal ini yang membuat Itaewon dikenal dengan sebutan 'Itaewon Freedom'.

Sekian, akan bersambung lagi.


Sila hubungi..

  
Ibnu Hasyim
Alamat: ibnuhasyim@gmail.com 
Tel 014 222 5865 (KL)       
31 Dis 2016

Lihat keseluruhan..
E-Buku IH-106: Kerja Ladang, Australia & Islam.

No comments:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails