Monday, February 22, 2016

Kalijodo: Dibogelkan, Dibuang Ke Sungai, Kalau Tak Mahu Bayar..


Pelacuran Di Negara Umat Islam Terbesar Di Dunia.


Kisah lucu pelanggan nakal Kalijodo, dibuang ke sungai dan dibogelkan.

JAKARTABanyak cerita tersisa dari penertiban kawasan Kalijodo, Jakarta Utara yang menjadi penempatan kelas pinggiran sejak tahun 1960-an. 

Kali ini soal penajis zina lacur para lelaki hidung belang yang tak bermodal. Sudah dating, mereka tak mau bayar. 

Pada 29 Februari nanti, kawasan Kalijodo yang sebahagian memiliki 60 kedai kopi atau kafe dan 445 pekerja seks komersial (PSK) akan rata dengan tanah. Pemprov DKI sudah menjadualkan pembongkaran bangunan yang berada di tanah negara itu untuk dijadikan taman dan ruang terbuka hijau.


Sebanyak 80 kepala keluarga sudah dipindahkan ke Rusun Marunda, Jakarta Utara pada Minggu (21/2) kelmarin. Mereka diangkut dengan menggunakan 4 bas dan dua lori milik Satpol PP.


Cerita soal kehidupan malam di Kalijodo banyak meninggalkan kenangan. Salah satunya mengenai para lelaki hidung belang yang tak punya wang tapi ingin menyalurkan syahwat mereka.


Salah satu kering service yang bekerja di salah satu kafe di Kalijodo mengatakan bahawa beberapa tahun lalu, pelanggan yang tidak membayar PSK di Kalijodo dimalukan di muka umum dengan pulang tanpa busana.


"Dulu banget pernah ada yang ditelanjangin sama preman sini. Gara-gara enggak mau bayar," ujar salah seorang kering service yang enggan menyebutkan namanya kepada merdeka.com, Minggu (21/2).


Preman-preman anak buah Abdul Azis atau yang dikenal dengan Daeng Azis menggiring pelanggan tersebut keluar kafe dengan tanpa busana melewati Jalan Kepanduan II Kalijodo.


"Di sini dijaga keselamatannya. Ada premannya. Yang macem-macem kalo yang enggak mau bayar dikasih pelajaran, biar enggak ada lagi yang kayak gitu. Makanya di sini aman sekarang," tambahnya.


Tak hanya ditelanjangi, di kesempatan berbeza, kejadian lebih tragis dialami pelanggan nakal lain. Salah satu warga Kalijodo, Jamal (bukan nama sebenar) mendedahkan, ketika itu para warga menebar ancaman terhadap lelaki hidung belang yang tak mau membayar PSK dengan melempar mereka Kali Muara Angke.


Jamal berkata, setiap berhubungan intim lelaki hidung belang membayar sekitar Rp 100-200 ribu. "Kalau yang pada nggak bayar, diceburin ke Kali Angke," ujar Jamal semasa ditemui di Kawasan Kalijodo, Jakarta, Sabtu (20/2).


Menurut dia, ketika itu di pinggir Kali Muara Angke belum dibina tembok. Tinggi tembok bercat hijau tersebut kira-kira satu meter dengan panjang kira-kira 2 kilometer.


"Itu dulu masa masih belum dibentengin kalinya, mudah diceburin dulu," kata dia. Di lokasi, luas bilik untuk berhubungan intim berukuran 1.5 x 2.5 meter. Menuju bilik tersebut harus berjalan di lorong sempit hanya cukup untuk satu orang.


"Setiap malam selalu ramai, terutama weekend ramai sekali," katanya.


Meski masih ada perlawanan dari peguam Daeng Aziz, rencana pembongkaran bangunan di Kalijodo dipastikan akan terus berjalan. Warga diberi masa untuk membongkar sendiri dan pindah ke rusun sebelum alat berat milik Pemprov DKI akan menghancurkan seluruh bangunan yang ada. (IH)

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ditemui pemberita.
Pasar ikan Muara Angke sepi pembeli..


Lihat sebelum ini..

No comments:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails