Tuesday, January 25, 2011

Presiden Rusia Batal Terbang, Kerana Bom Syahid?


Korban ledakan bom di Bandara Moskow dilarikan ke hospital (AP Photo/Alexander Zemlianichenko)
Moskow 25 Jan 11: Ibukota Rusia, Moskow, kembali digoncang serangan teroris. Insiden lagi-lagi terjadi di Bandar Udara Internasional Domodedovo Isnin petang waktu setempat. Aksi bom syahid atau bom bunuh diri itu mengiorbankan sedikitnya 35 orang, termasuk dua warga Inggeris, dan 180 lainnya yang luka.

Presiden Dmitry Medvedev, seperti dilaporkan berita Associated Press, menyebut insiden itu sebagai serangan teroris atau pengganas. Dia lalu membatalkan kunjungan ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, kerana ingin terfokus pada penyelidikan serangan teroisr ini sekaligus memastikan bahawa keamanan di Rusia harus diperbaiki.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas serangan itu, yang boleh ditentukan sebagai bom syahid. Berita Interfax mengungkapkan bahawa petugas menemukan kepala seorang yang diduga pengebom itu. Pihak berkuasa menganggap insiden itu dilakukan oleh satu orang. "Pelaku kemungkinan memasang bom di sabuknya," kata Vladimir Markin, jurucakap team penyelidik.

Insiden itu berlangsung di terminal kedatangan internasional. Menurut kalangan pakar, tempat rawan itu menjadi lokasi serangan kerana terbuka bagi siapa saja. Tidak seperti di terminal keberangkatan, pengunjung di balai kedatangan lapangan terbang tidak perlu melalui pemeriksaan ketat.

"Bandar udara merupakan tempat yang sangat ramai, dikunjungi oleh para penumpang, penjemput atau pengantar, dan juga jadi lokasi bisnis," kata Philip Baum, editor majalah Aviation Security International.

Presiden AS, Barack Obama, mengatakan pengeboman itu merupakan "aksi terorisme yang sangat hina." Komentar serupa juga dilontarkan Perdana Menteri Inggeris, David Cameron. Ini merupakan kali kedua Lapangan terbang Domodedovo menjadi target serangan teroris.

Pada 2004, dua perempuan yang membawa bom di tubuh masing-masing berjayal menembus pemeriksaan di Domodedovo setelah membeli tiket secara ilegal dari petugas. Mereka selanjutnya masuk ke dalam suatu pesawat, yang meledak di tengah penerbangan, dengan menewaskan 90 orang.

Tahun lalu, Moskow pun menjadi target para teroris. Dua pengebom berani mati saat itu beraksi di suatu stasyen kereta bawah tanah pada Mac 2010 sehingga menewaskan 40 orang. Sebab-sebab berlakunya perlu diambilkira, bukan hanya melebelkan sebagai pengganas atau teroris. (IH)

1 comment:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails