Saturday, August 14, 2010

M'sia Tidak Merdeka Hingga Tahun 2962.

Catatan Santai

SAYA terfikir-fikir untuk menulis mengenai sambut merdeka 31 Og0s ini. Terjumpa artikel 26 Julai lalu bertajuk 'Malaysia, “Dijajah” Inggris Sampai Tahun 2962' dalam 'vivaforum'. Begini tulisannya...

[ SUASANA konfrontatif antara Indonesia dan Malaysia kembali membara. Pemicunya adalah provokasi kapal Kepolisian Diraja Malaysia ke wilayah perairan Indonesia di blok Ambalat. Media cetak, elektronik, online, memberitakan ulah negeri jiran yang “keterlaluan”. Tak ayal, tidak hanya blogger... tidak sedikit masyarakat yang terbakar amarah, dan siap “ganyang Malaysia”.

Sontak seorang sahabat memintaku mengilas balik sejarah “Ganyang Malaysia”, sejarah Bung Karno mengobarkan perang terhadap “boneka British”. Bahkan bila perlu, dikilas balik ke saat di mana Perdana Menteri Inggris Harold McMilan dan Perdana Menteri Malaysia Tungku Abdul Rahman merancang “Proyek Malaysia” dalam perundingan di London Oktober 1961 dan dilanjutkan Juli 1962.
Bung Karno meradang. Sebab, proyek nekolim itu memang sengaja dibentuk untuk “mengerangkeng”, “memojokkan” dan melumpuhkan kekuatan Indonesia (baca: Bung Karno).

Fakta di lapangan, bahkan Rakyat Malaysia sendiri menolak negeri boneka Malaysia bentukan Inggris. Sebab, itu berarti memperpanjang cengkeraman Inggris di negeri semenanjung itu. Mereka bahkan lebih memilih bergabung dengan Indonesia daripada Malaysia tetap dicengkeram Inggris.
Itu hanya sekilas latar belakang konfrontasi Indonesia – Malaysia yang dikobarkan Bung Karno dengan jargon “Ganyang Malaysia”, “Ini Dadaku, Mana Dadamu”…. Saya sendiri merasa tidak terlalu tertarik menguak kembali kisah itu.

Sebab, literatur “Konfrontasi Indonesia – Malaysia” terlalu banyak bisa kita jumpai secara online. Artinya, kalau saya ungkap kembali sejarah tadi di blog ini, maka hanya sedikit manfaat yang bisa dipetik dari tulisan itu. Sebab, yang terjadi kemudian hanyalah copy-paste, pengulangan…. Lantas, kalau itu yang saya lakukan, untuk apa pula Anda mengunjungi blog ini?
Sampailah saya pada upaya telaah pustaka, mencari sesuatu yang –setidaknya bagi saya– adalah hal baru.

Tertumbuklah mata saya pada buku yang belum lama saya jadikan rujukan tulisan terdaulu, yakni buku Memoar Oei Tjoe Tat, Pembantu Presiden Soekarno. Ada beberapa hal yang saya rasa menarik perlu kita ketahui, agar kita bisa melihat Malaysia secara lebih lengkap.
Tahukah Anda, sebagai sebuah negara, sejatinya Malaysia tidaklah memiliki kedaulatan penuh. Benar kata Bung Karno, ia tak lebih dari B-O-N-E-K-A…. boneka Inggris.

Dalam kalimat yang saya rasa sepadan, bahwa sejatinya, Malaysia bukanlah negara merdeka. Malaysia –seperti halnya negara commonwealth/persemakmuran lain– tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari cengkeraman Inggris.
Negara Malaysia dibentuk di atas sebuah perjanjian antara Inggris dan Malaysia. Pasal VI perjanjian yang ditandatangani di London pada 9 Juli 1963 tertera: Pemerintah Malaysia harus mengizinkan pemerintah Inggris menggunakan haknya dalam meneruskan pemeliharaan pangkalan-pangkalan militer dan fasilitas-fasilitas yang kini dipegang oleh penguasa militer Inggris di Singapura dan pemerintah Malaysia harus mengizinkan pemerintah Inggris mempergunakan pangkalan-pangkalan tersebut jika sewaktu-waktu Inggris perlu.

Selain itu, Malaysia mengizinkan Inggris menyewa tanah selama 999 tahun untuk dijadikan pangkalan militer. Sebagai contoh, Naval Base Sembawang 999 tahun. Kanji juga 999 tahun. Di samping itu, masih banyak tempat lain: Loyang Yurongbukittombok, Mount Faber, dll. Saya menghitung, jika perjanjian itu ditandatangani tahun 1963, dan berlaku untuk 999 tahun ke depan, itu artinya, Malaysia masih menjadi negara “jajahan” Inggris sampai tahun 2962 Masehi…..


Lantas, apa yang mereka banggakan dengan status Malaysia sebagai sebuah negara? Mestinya tidak terlalu bangga. Atau bahkan malu menjadi boneka imperialis. Akan tetapi, jangan-jangan karena status itulah mereka menjadi ekspansionis. Setelah mencaplok Sipadan – Ligitan melalui kemenangan mereka bersengketa dengan Indonesia di Mahkamah Internasional, kini mereka terus menyoal Blok Ambalat.


Mereka, dapat saya pastikan, akan terus dan terus memprovokasi Indonesia. Yang paling mudah adalah dengan manuver-manuver armada kapal mereka, baik milik institusi militer ataupun kepolisian. Dan, manakala kita terprovokasi dan menyulut konflik sehingga menjadi sengketa antarnegara, maka persoalan itu tentu akan dibawa ke Mahkamah Internasional di Denhaag, Belanda. Mari kita camkan, siapakah Belanda itu? Belanda adalah sekutu Inggris. Siapakah Inggris? Inggris adalah sang “Pemilik” Malaysia.]

Anda lihat sendiri, kalau perlu komen, komenlah. Fikir sendiri, buktikan supaya pemikiran anda tidak terjajah!

Sekian. As-salamu 'alaikum.

Ibnu Hasyim Catatan Santai
alamat e-mail:
ibnuhasyim@gmail.com
KL Ogos14, 10

Antara Artikel Merdeka dalam blog ini..
Dan banyak lagi..

7 comments:

Anonymous said...

bleh x nk post dlm fb

Ibnu Hasyim said...

Boleh . Al=hamdulillah.

Anonymous said...

lagi teruk lagi bila ada blogger Malaysia yang mengagung2kan artikel dari chauvinist Jawa ni yang masih lagi terkesan dengan ideologi era-konfrontasi Indonesia-Malaysia.

saya amat kesal apabila Tuan Haji mengulang semula artikel ini. Sila faham situasi di waktu tersebut. Pangkalan tentera Inggeris di Malaysia dah lama ditutup pada tahun 1960-an dulu. Semua pangkalan yang dinyatakan oleh Indon dalam artikel ni terletak di Singapura, bukannya di Malaysia. Macam Sembawang, Mont Faber dll..

Apa boleh buat, orang kita ni memang lemah jati diri. Negara sendiri dikatakan boneka, angguk.. digula2kan oleh ultra-kiasu kononnya terima Islam, angguk.. Kebangsaan Melayu dikatakan chauvinist, angguk..

angguk jelah ye tuan2 & puan2 semua..

Ibnu Hasyim said...

Al-hamdulillah komen tuan. T.kasih.

Boleh tolong beri info lanjut, mengenai di mana tanah tersebut, apakah masih dalam cengkaman Inggeris.

Saya boleh tarik balik tulisan tersebut.

Anonymous said...

bro boleh tgk kat wikipedia kat mana sembawang tu... kalau bro masih setuju sembawang milik malaysia seperti yang artikel yang bro posting ni bermakna singapura tidak ada hak ke atas tanah sembawang

jadi bro fikirkan lah sembawang tu sekarang siapa punya malaysia atau singapura?

Anonymous said...

Salam En. Hashim...
Elok tarik balik artikel ni. Sembawang tu memang Singapore. Jangan biarkan orang yang kurang rajin cari info baca artikel ni. Tak pasal2 percaya ngan artikel lama macam ni. Elok la di hapuskan je.

Anonymous said...

ucapan Dato' Onn dlm UMNO {http://aku-macjay.blogspot.com/2010/12/dato-onn-jaafar-keluar-umno-kerana.html}

Bolehkah IbnuHasyim melakukan kajian mengenai kaitan pengaruh Tunku Abd Rahman dgn Inggeris.

Setuju @ x UMNO mmg mmpyi kaitan dgn Freemason/Inggeris

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails