Tuesday, April 19, 2016

T/Pembela Muslim Bantah A/Bakar Baasyir Dipindahkan Bergari Ke Penjara G/Sindur


ABU BAKAR BAASYIR dipindah dari Nusakambangan ke Lapas Gunung Sindur Bogor karena pertimbangan kesehatan, Sabtu 16 April 2016. 

CILACAP, Indonesia:Tim Pembela Muslim (TPM) membantah pegawai keamanan yang diduga menggari tangan Ustaz Abu Bakar Baasyir (77) ketika dipindahkan dari Lapas Pasir Putih Nusakambangan ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/4).

"TPM mempersoalkan masalah pemborgolan terhadap Ustaz Abu Bakar Baasyir yang sudah berumur. Selama ini aparat selalu berdalih ada kemungkinan ancaman dari luar dan sebagainya. Kami protes keras atas perlakuan seperti itu dan akan mempersoalkannya secara undang-undang," kata Ketua Dewan Pembina TPM, Mahendradatta.

Dari foto-foto yang beredar di internet kelihatan gambar ketika Baasyir turun dari kereta kenderaan taktikal aparat. Kedua-dua tangan Baasyir menangkup satu dengan yang lain. Kelihatan kain putih menutupi ujung tangan hingga pergelangannya. 

Gambar ini mengesankan bahawa kedua-dua tangan Baasyir digari dan selanjutnya ditutup dengan kain agar tidak mengunjungi kawasan.
Foto lain juga memperlihatkan kedua-dua tangan Baasyir yang selalu menangkup ketika berjalan menuju pesawat dengan pengawalan ketat dan ketika menaiki pesawat di Lapangan Terbang Kertech, Cilacap, ketika pengasas Pondok Pesantren Ngruki, Sukoharjo tersebut hendak dibawa ke Jakarta.

Kapolres Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya menyatakan Baasyir dalam keadaan sihat ketika dipindahkan dari Nusakambangan ke Gunung Sindur. 

"Sebelum diberangkatkan dari Lapas Pasir Putih, sudah diperiksa kesihatannya, dalam keadaan sihat, tidak kurang suatu apapun atau sakit. Setibanya di lapangan terbang, langsung diserah kepada pasukan dari Mabes Polri dan selanjutnya diterbangkan menggunakan pesawat Polisi Terbang," kata Ulung.

Menurut dia, Baasyir juga didampingi salah satu terpidana kes terorisme, Muhammad Natsiruddin alias Cecep alias Tegar yang selama ini membantu mengurus keperluan sehari-hari pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu di Lapas Pasir Putih.

Selain Baasyir, kata dia, pada Sabtu juga dilakukan pemindahan terpidana mati kes narkoba (dadah) Freddy Budiman dari Gunung Sindur ke Pulau Nusakambangan dengan menggunakan pesawat yang sama. Setelah pesawat Cassa P4101 yang membawa Freddy Budiman mendarat di Lapangan Terbang Kertech langsung kembali ke Jakarta dengan membawa Baasyir. "Freddy Budiman dibawa ke Nusakambangan dengan Barracuda juga kerana selari, satu pakej," katanya.
Menurut Ulung, pesawat yang membawa Ba'asyir terbang ke Jakarta pada pukul 10.15 WIB dan situasi semasa proses pemindahan aman serta kondusif. 

"Adapun keselamatan tersebut melibatkan 50 anggota Brimob, 150 personel Polres Cilacap, serta dibantu Kodim maupun Lanal," katanya.

Ruang pengasingan

Baasyir menghuni Lapas Batu, Nusakambangan sejak 6 Oktober 2012, setelah dipindah dari Rumah Tahanan Bareskrim Mabes Polri. Namun, sejak 15 Januari 2013, ia dipindah ke Blok D Lapas Pasir Putih, Nusakambangan.

Kerana di Lapas Pasir Putih sedang ada pengubahsuaian berupa perbaikan atap di Blok D, Baasyir dan dua terpidana kasus terorisme dititipkan di Lapas Batu, Pulau Nusakambangan mulai 5 September 2015.

Usai menghadiri sidang peninjauan kembali di Mahkamah Negeri Cilacap pada 9 Februari 2016 dengan agenda kesimpulan dan menandatangani berita acara pemeriksaan, Baasyir tidak dikembalikan ke Lapas Batu melainkan diletakkan di ruang pengasingan Lapas Pasir Putih.

Sementara itu, terpidana mati kes narkoba Freddy Budiman menjadi penghuni Lapas Batu, sejak 30 Julai 2013, setelah dipindahkan dari Lapas Narkotika, Cipinang, Jakarta. Pada 8 April 2015, Freddy Budiman dibon pinjam oleh Mabes Polri untuk pembangunan kes dadah di Jakarta dan selanjutnya terpidana mati tersebut ditempatkan di Lapas Gunung Sindur hingga akhirnya dikembalikan ke Nusakambangan.

Faktor kesihatan

Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah, Bambang Sumardiyono berkata pemindahan Baasyir ke Gunung Sindur kerana faktor kesihatan. Menurutnya Baasyir sempat jatuh sakit ketika berada di Lapas Pasir Putih dan mendapatkan rawatan. 

"Ustaz (Abu Bakar Baasyir) dipindahkan ke Gunung Sindur kerana faktor kesihatannya. Itu untuk mendekatkan dia dengan doktor. Untuk memudahkan rawatan kalau sakit," jelasnya.

Namun, Bambang memastikan Baasyir dalam keadaan sihat ketika dibawa dari Nusakambangan. Menurutnya Baasyir kelihatan bugar dan berjalan kaki sendiri ke arah kereta dan keluar dari kereta yang membawanya.

Berkaitan terpidana mati Freddy Budiman, Bambang menjelaskan ia langsung dimasukan ke sel pengasingan begitu sampai di Lapas Pasir Putih. Bambang sendiri mengaku tidak tahu sama ada penarikan balik Freddy ke Nusakambangan berkaitan rancangan pelaksanaan hukuman mati. 

"Kami malah belum mendengar soal pelaksanaan eksekusi. Itu kuasa pusat. Tapi yang jelas, dia (Freddy) terus masuk pengasingan," jawabnya. (IH/Tribunjateng)

Video: Abu Bakar Ba’asyir Dipindah ke Lapas Gunung Sindur


3 comments:

KLG said...

Thank you for sharing in this article
I can learn a lot and could also be a reference
I hope to read the next your article updates

[-] KLG

Ibnu Hasyim said...

Tq

Anonymous said...

Orang-orang kafir seperti tentera Amerika, NATO dan Israel bebas menyerang dan memusnahkan negara umat Islam seperti Afghanistan, Iraq, Libya, Yaman, Somalia dll dan menyiksa dan membunuh berjuta-juta umat Islam. Dan umat Islam yang berjuang untuk melindungi umat Islam dan membebaskan negara umat Islam dari penjajah kafir telah dilabel sebagai pengganas dan dipenjarakan dan disiksa kerana mereka tidak mahu menjadi hamba abdi musuh Islam.

Dan umat Islam juga ditindas, dipenjarakan dan disiksa oleh boneka-boneka Barat di negara umat Islam kerana mereka mahu melaksanakan ajaran Islam dan hukum Allah. Sebahagian umat Islam dihantar ke penjara rahsia CIA (CIA Black Site) di seluruh dunia untuk disiksa secara fizikal dan psikologi dan dibunuh!

Negara China juga menafikan hak rakyat Islam dan menindas, memenjarakan atau membunuh umat Islam. Rakyat Islam yang berjaya melarikan diri ke luar negara akan ditangkap oleh kerajaan asing termasuk kerajaan umat Islam dan diserahkan kepada kerajaan China untuk dipenjarakan dan disiksa atau dibunuh dengan kejam.

Sekarang kita telah tahu siapa pengganas sebenar.....Rejim Amerika Syarikat, NATO, Israel, China, dll.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails