Friday, September 03, 2010

Astaghfirullah, Kelab Disco Bernama Makkah..

Tempat disko di Sepanyol diberi nama La Meca

DUBAI 3 SEPT 10: Kalangan non-Muslim seakan tidak pernah henti-hentinya mengganggu ketenangan umat Islam. Mereka seakan terus memprovokasi kaum Muslim, seperti yang terjadi di Sepanyol baru-baru ini.

Tanpa alasan yang jelas, sebuah kelab disko yang terdapat di Kota Aguilas, Murcia, Sepanyol diberi nama Makkah (La Meca). Awalnya, diskotik itu tidak bernama seperti itu. Namun setelah 10 tahun direnovasi, diskotik tua itu tiba-tiba diberi nama Makkah. Peresmian diskotik itu sebenarnya sudah dilakukan pada 18 Jun 2010, namun baru beberapa hari terakhir, umat Islam di Sepanyol serentak memprotesnya. Pemilik diskotik itu seakan ingin mengejek umat Islam dengan memberi nama seperti itu.

''Umat Islam sholat menghadap ke Ka'bah di Makkah dan di sanalah Nabi Muhammad SAW menerima Alquran yang suci. Sementara diskotik itu tempat untuk minum-minum dan menari. Nama diskotik itu seakan ingin mengabaikan perasaan umat Islam,'' kecam Ketua Federasi Kelompok Muslim di Sepanyol, Mohamed Ali, seperti ditulis Andalus Press.

Mohamed Ali mengingatkan Makkah adalah tempat yang paling disucikan umat Islam di seluruh dunia. Penggunaan nama Makkah juga ditentang oleh pekerja diskotik yang beragama Islam di situ. Seorang lelaki keturunan Maroko yang bekerja di sana langsung menolak tawaran sambung kerja lagi ketika mengetahui namanya sudah diganti menjadi Makkah.

''Diskotik adalah tempat untuk mencari kesenangan duniawi dan apa yang terjadi di dalamnya, seperti minum alkohol, tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam,'' tegas pendiri Komite Arbitrase Muslim dan Perbuatan Baik, Antonio GarcĂ­a Petite.

Petite mengatakan, nama Makkah biasanya digunakan secara komersial untuk merujuk ke pusat atau tujuan dari suatu aktivitas tertentu. ''Ungkapan-ungkapan seperti 'Makkah Cinema', 'Makkah Jazz' ... dan lain lain yang umumnya digunakan tanpa pelanggaran apa-apa.'' katanya sebagai contoh.

Namun, Petite menambahkan, nama Makkah tidak patut digunakan untuk diskotek. Kerana itu pula, dia menyokong sikap pekerja Muslim di diskotik itu yang menolak melanjutkan bekerja. Menurutnya, sikap itu sudah sesuai dengan keyakinan agamanya. ''Kami menyokong pekerja itu,'' ujarnya. (AK)

No comments:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails