Thursday, August 08, 2013

Kamu, Sunnah Wal Jama’ah Atau Syiah? Lihat Ini!

CATATAN SANTAI IBNU HASYIM   


RAMAI anti Syiah di Malaysia sekarang. Ramai mula mengaku ahli Sunnsh Wal Jamaah. Mereka tidak berani mengaku atau kempen Syiah lagi, takut ditangkap?  Sekarang, kegiatan mereka sudah menyalahi perundangan negara ini.

Siapa Ahli Sunnah Wal Jama’ah  

Di antara tinjauan yang memungkinkan kita kenal ahlu sunnah wal jama’ah itu ialah: 

Satu:
Mereka adalah para sahabat Rasulullah SAW (shallallahu alaihi wa sallam). Merekalah ahli sunnah, yakni orang-orang yang mengajar, menjaga, mengamal, mengutip, dan membawa dalam bentuk riwayat atau dirayat dan manhaj. Jadi merekalah yang paling dahulu mengenal sekaligus mengamalkan as-sunnah.

Dua:  
Selanjutnya ialah para pengikut sahabat Rasaulullah SAW. Merekalah yang menerima tongkat estafet agama dari para sahabat. Merekalah yang mengutip, mengetahui, dan mengamalnya. Mereka adalah para tabi’in dan generasi hidup sesudah mereka, kemudian orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat kelak. 

Mereka itulah yang asli dan sejatinya ahli sunnah Rasulullah SAW. Mereka berpegang teguh padanya, tidak buat bid’ah macam-macam, dan tidak ikuti jalan yang bukan jalan orang-orang beriman.

Tiga
Ahli sunnah wal jama’ah, mereka adalah para salafus saleh, yakni orang-orang yang setia pada Al Qur’an dan as sunnah, konsisten mengamal petunjuk Allah dan Rasulullah SAW. Mereka yang mengikuti jejak langkah peninggalan para sahabat, para tabi’in, dan pemimpin-pemimpin pembawa petunjuk umat... Yang jadi tokoh panutan dalam urusan agama, tidak berbuat segala macam bid’ah, tidak menggantinya, dan tidak mengada-adakan sesuatu yang tidak ada dalam agama Allah.

Empat
Ahli sunnah wal jama’ah ialah satu-satunya golongan yang berjaya dan mendapat pertolongan Allah sampai hari kiamat nanti. Merekalah yang memang sesuai dengan sabda Nabi SAW. 
  • Ada segolongan dari umatku yang selalu membela kebenaran. Mereka tidak merasa terkena mudharat orang-orang yang tidak menyokong mereka, sampai datang urusan Allah dan mereka tetap dalam keadaan seperti itu.. 
Dalam satu lafazh disebutkan: 
  • Ada segolongan umatku yang senantiasa menegakkan perintah Allah….
Lima:
Mereka adalah orang-orang yang menjadi asing atau aneh ketika di mana-mana ramai orang suka mengumbar hawa nafsu, berbagai kesesatan berleluasa, bermacam-macam perbuatan bid’ah sangat marak, dan di zaman sudah rosak. 

Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah SAW.. 
  • Semula Islam itu asing dan akan kembali asing. Sungguh beruntung orang-orang yang asing. 
Rasulullah SAW juga bersabda..
  • Sungguh beruntung orang-orang yang asing.. yakni beberapa orang saleh yang hidup di tengah-tengah ramai manusia jahat. Lebih ramai orang memusuhi mereka dari yang taat kepada mereka.  
Sifat tersebut cucuk sekali dengan ahli sunnah wal jama’ah.

Enam
Mereka adalah para ahli hadist, baik riwayat mahupun dirayat. Sebab itulah kita lihat para tokoh kaum salaf menafsir al tha’ifat al manshurat dan al firqat al najiyat, yakni orang-orang ahli sunnah wal jama’ah.. bahawa mereka adalah para ahli hadist. Hal itu berdasarkan riwayat dari Ibnu Al Mubarak, Ahmad bin Hambal, Al Bukhari, Ibnu Al Madini, dan Ahmad bin Sinan. 

Ini benar, kerana para ahli hadistlah yang layak menyandang sifat tersebut, mereka adalah para pemimpin ahli sunnah. Mengkomen kalimat al tha’ifat al manshurat, Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan: 
  • “Kalau yang dimaksud dengan mereka bukan ahli hadist, saya tidak tahu seterusnya siapa lagi?!”
Al Qadhi Iyadh mengatakan: 
  • “Sesungguhnya yang dimaksud dengan mereka oleh Imam Ahmad ialah ahli sunnah wal jama’ah, dan orang yang percaya pada madzhab ahli hadist.”
Kesimpulannya, seluruh kaum Muslimin yang tetap berpegang pada fitrah aslinya dan tidak suka menuruti keinginan-keinginan nafsu serta tidak suka membuat berbagai macam bid’ah, mereka adalah ahli sunnah. Mereka mengikuti jejak langkah ulama-ulama mereka berdasarkan petunjuk yang benar.

Jadi, Kenapa Dinamai Ahli Sunnah Wal Jama’ah? 

Dinamakan ahli sunnah, kerana mereka adalah orang-orang yang berpegang pada sunnah Rasulullah SAW
  • Kamu mesti berpegang teguh pada sunnahku." 
Sementara nama al jama’ah, adalah kerana mereka berpegang pada pesan Rasulullah SAW untuk setia pada jama’ah atau kebersamaan. Mereka bersama-sama sepakat atas kebenaran, dan berpegang teguh padanya. Mereka mengikuti jejak langkah jama’ah kaum muslimin yang berpegang teguh pada as sunnah dari generasi sahabat, tabi’in, dan para pengikut mereka. 

Mengingat mereka bersama-sama bersatu dalam kebenaran, ikut jama’ah, taat pada pemimpin, melakukan jihad, tunduk kepada penguasa kaum Muslimin, mengerjakan makruf dan mencegah mungkar.. mengikuti as sunnah, dan meninggalkan berbagai perbuatan bid’ah, perbuatan terdorong oleh keinginan-keinginan nafsu, serta perbuatan yang mengundang perpecahan. 
Maka merekalah jama’ah sejati yang mendapat perhatian Rasulullah SAW 

Terakhir kita sampai pada sebuah kesimpulan yang konkrit bahawa nama dan sifat ahli sunnah wal jama’ah adalah istilah yang bersumber:

Satu:
Dari sunnah Rasulullah SAW, ketika beliau menyuruh dan berpesan kepada kaum muslimin untuk berpegang teguh padanya, sebagaiman sabda beliau.. 
  • Berpegang teguhlah kamu pada sunnahku”, 
...ketika beliau menyuruh dan berpesan kepada mereka untuk setia pada jama’ah, dan melarang menentang serta memisahkan diri darinya. 

Jadi nama ahli sunnah wal jama’ah adalah nama pemberian Rasulullah SAW. Beliaulah yang menyebut mereka seperti itu.

Dua:
Dari peninggalan sahabat dan para salafus saleh yang hidup pada kurun berikutnya, peninggalan tersebut menyangkut ucapan, sifat, dan tingkah laku mereka. Nama itu sudah mereka sepakati bersama dan menjadi sifat para pengikutnya. Peninggalan-peninggalan mereka itu ada pada karya-karya mereka yang tertulis dalam kitab-kitab hadist dan atsar.

Tiga:
Istilah ahli sunnah wal jama’ah adalah keterangan syari’at yang disokong dengan kenyataan yang benar-benar ada. Istilah itu membedakan antara orang-orang setia pada kebenaran dari orang-orang yang suka membuat bid’ah dan menuruti keinginan-keinginan hawa nafsu. 

Ini berbeda dengan anggapan sesetengah orang yang mengatakan, bahawa ahli sunnah wal jama’ah adalah sebuah nama muncul di tengah perjalanan zaman. Nama ini baru ada di trngah-tengah perpecahan kaum Muslimin. Padahal sebenarnya tidak begitu. Itu anggapan yang keliru. Ahli sunnah wal jama’ah adalah istilah atau nama ala syari’at yang berasal dari kaum salaf umat Islam. 

Ertinya, ia sudah ada semenjak zaman sahabat dan para tabi’in yang hidup pada periode-periode awal Islam.

Mengenai anggapan sementara orang yang sudah menjadi hamba nafsu bahawa ahli sunnah itu hanya terbatas pada orang-orang salaf mereka saja, dan bahawa yang dimaksud dengan salafus saleh adalah orang-orang yang mengikuti madzhab mereka, itu memang benar. Anggapan tersebut tidak keliru, kerana  salafus saleh memang ahli sunnah. 

Begitu pula sebaliknya, baik ditinjau dari pengertian syari’at mahupun kenyataannya, sebagaimana di atas. Jadi siapa yang tidak mengikuti madzhab salaf dan tidak menempuh manhaj serta jalan mereka, bererti ia telah memisahkan dari as sunnah dan jama’ah. Perlu kita katakan kepada orang-orang sesat mengingkari as sunnah dan para pengikutnya, bahawa itulah yang dimaksud as sunnah, dan mereka itulah para pengikut ahli sunnah wal jama’ah. 

Jika kita berpaling dan menolak ucapan benar ini, maka kita hanya dapat mengingatkan mereka apa yang pernah dikatakan oleh Nabi Nuh AS kepada orang-orang yang berpaling dari seruan dakwahnya. Seperti yang tertuang dalam firman Allah Ta’ala ini:  
  • Berkata Nuh, ‘Hai kaumku, bagaimana fikiranmu, jika aku ada mempunyai bukti nyata dari Tuhanku, dan diberi-Nya aku rahmat dari sisi-Nya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apakah akan kamu paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tidak suka?
Dibatasi Ruang Dan Waktu? 

Ahli sunnah wal jama’ah itu tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Ramai terdapat di sebuah negara, namun sedikit di negara lainnya. Terdapat ramai pada suatu kurun zaman, tetapi hanya sedikit pada kurun zaman yang lain. Tetapi yang jelas mereka selalu ada di mana dan bila-bila saja.

Di tengah-tengah mereka terdapat tokoh-tokoh terkemuka yang menjadi pelita kegelapan dan hujjah Allah terhadap makhluk-Nya hingga hari kiamat nanti. Kerana jasa merekalah, wujud janji Allah yang akan menjaga agama ini. Dengan demikian jelaslah siapa sebenarnya ahli sunnah wal jama’ah? Siapa itu salafus saleh? 

Pernyataan golongan-golongan tertentu yang mengaku sebagai ahli sunnah wal jama’ah tetapi nyatanya mereka memisahkan diri dari as sunnah dan jama’ah, serta menyerang para salafus saleh  atau sebahagian dari mereka, adalah pernyataan yang ditolak berdasarkan ketentuan-ketentuan syari’at, dasar-dasar ilmiah, dan fakta-fakta sejarah.

Demikian pula perlu ditolak pengakuan-pengakuan bahawa seluruh kaum Muslimin itu setia pada sunnah. Pengakuan seperti itu selain mendustakan berita dari Allah dan Rasul utusan-Nya SAW yang menyatakan bahawa ada perpecahan, juga berlawanan dengan kenyataan yang ada. Demikian pula dengan pernyataan dan pengakuan-pengakuan lainnya.

Berdasarkan hal itu, maka sesungguhnya as sunnah bukanlah partai atau semboyan atau aliran yang dianut secara fanatik. Tetapi ia merupakan warisan peninggalan Nabi, kebenaran method, jalan lurus, tali kuatteguh, dan jalan orang-orang beriman yang terang seterang di siang hari. Siapa yang berpaling darinya pasti akan celaka.

Berbagai kesalahan, kekeliruan, dan bid’ah dilakukan oleh orang-orang ahli bid’ah atau oleh orang mengaku sebagai ahli sunnah, itu sama sekali bukan dari ajaran as sunnah dan bukan mengikuti manhaj yang benar.   

Begitulah kira-kira, pengertian Ahli Sunnah Wal Jama’ah dari Segi Syari’at dan Istilah, belum memaparkan aqidah as-sunnah wal jamaah lagi. Insya Allah bersambung.

Sekian, wallahul'aklam.
Catatan Santai Ibnu Hasyim  
Alamat: ibnuhasyim@gmail.com     
 
6 Ogos 2013. KL
 
Sila lihat..
E-Buku IH-59: C/Santai (Minda) IH Mulai Jun 2012

E-Buku IH-59: C/Santai (Minda) IH Mulai Jun 2012

2 comments:

Anonymous said...

Memang tepat huraian di atas.
.
Lepas ni jelaskan pula tauhid aswj.Bukan tauhid yang bersandarkan sifat 20.

Dan amalan bidaah dholalah yg disangka baik!Anggapan dan sangkaan bukan hujah agama sebaliknya ia hujah hawa nafsu
Jelaskan juga pengamal bidaah sukar bertaubat kerana apa yang diamalkan diangkakan agama dan mendapat ganjaran pahala sebaliknya pembuat maksiat akan bertaubat akhirnya kerana apa yg dilakukan mereka tahu itu keingkaran dan dosa.
Antara pengamal maksiat dan pengamal bidaah sama-sama pendosa tetapi siapakah yg lebih berdosa berdusta terhadap sunnah@syariat@Ad Din¿¡!?

zamri said...

Terima kasih Ustaz Ibnu. Jelas dan terang.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails