Tuesday, February 28, 2012

Stok Perawan (Masih Dara), Di Kota Pontianak

Wanita malam disalahsatu kaffe Kota Pontianak -Radar Online

CATATAN PERJALANAN: Kalimantan siri 3

PAGI itu saya disebuah cybercafe atau warnet (warung internet) di Kota Pontianak. Saya ingin memasukkkan gambar-gambar yang saya ambil di komplek keraton Kesultanan Pontianak, tetapi sudah hilang. Entah di mana salahnya. Penjaga internet kafe itu juga tak tahu atasinya.

Sedang sibuk-sibuk begitu tiba-tiba suatu suara mengejutkan saya, "Apa masalahnya Pak, kalau boleh, saya bisa tolong?"

Bila saya perhatikan ke wajahnya.. "Eh, macam kita pernah kenal!" Katanya.

Saya perkenalkan diri saya, rupanya beliau lebih mengenali saya lewat Blog Ibnu Hasyim. Belaiu adalah Ardiansyah (..panggil saja Ade! katanya) adalah penulis media LINTASNEWS.com. Bermulalah hubungan kami terjalin.

Banyak maklmat-maklmat yang saya perolehi darinya. Terutama megenai berita 'pramunikmat' di kota itu. Atau kisah-kisah pelacuran..

Menurutnya,

"Nyatanya prostitusi tetap diatas relnya dan melaju dengan pesat mengikuti pembangunan tanpa mampu diikuti atau dihadang hukum dengan penegak hukum sebagai pelaksananya. Saat ini kita tidak bisa menutup mata, tingginya angka prostitusi tanpa lokalisasi, di Kota Pontianak.

"Membuat para wanita penghibur berkeliaran dan bertaburan hampir merata ditempat-tenpat hiburan di Kota Pontianak, baik diskotik, hotel kelas menengah dan mewah sampai mall-mall pun dapat dengan mudah kita temui mucikari yang mangkal-mangkal di coffe house tertentu.

"Yang lebih ironisnya lagi, tempat hiburan masyarakat, disekitar lapangan Makorem atau Taman Alun Kapuas atau kantor Pos lama, dengan mudah ditemui PSK dengan tarif yang terbilang murah yaitu berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. (Rp 10 ribu,kira-kira RM2.80)

"Namun untuk mendapatkan PSK yang berkelas pilihan PSK dibeberapa hotel bahkan tempat prostitusi terselubung disekitar kawasan Mall Gajah Mada juga menjadi pilihan para hidung belang berduit, yaitu dengan tarif antara Rp 150 ribu hinga Rp 12 Juta untuk kategori (maaf, Perawan)." Katanya.

Ertinya nilai tingginya harga penzina atau pelacur tersebut ialah terletak kepada 'keperawanan', 'kegadisan' atau 'dara' wanita itu. Gadis kecil (baru buka 'selaput dara') ertinya baru pertamakali jadi pelacur, memang tinggi nilai harganya.

Malah pernah dibongkarkan, melalui diwawancara wartawan LintasNews yang melakukan investigasi, terungkap nama pejabat daerah menjadi langganannya. Langganan yang dimaksud bukan langganan menggunakan PSK biasa melainkan 'Beli perawan'.

“Wah kita juga menyediakan stok perawan, malah langganan kita bukan orang biasa, mantan pejabat seperti…. beberapa kali menjadi pelanggan kami dan membayar dengan harga sekitar Rp 15 Juta,” cerita dari wawancara wartawan LintasNews tersebut.

Lain lagi ketika wartawan melakukan investigasi di sekitar kantor Pos lama Pontianak, ketika berada di daerah tersebut, wartawan ketika itu didekati seorang wanita yang layak disebut 'ibu-ibu' dengan badan yang gendut sekali langsung menawarkan tarif untuk kencan..

“Mau mas, 40 ribu aza,” jualnya. Namun wartawan mengelak dengan alasan tidak ada wang.

“Ya udah 20 ribu aza, kalau tidak pun Rp 10 ribu, mas ada berapa lah..” hadapnya berani.

"Ha.ha. ha… mendengar banting harga tersebut, kamipun tersenyum dan langsung buru-buru lari, “Takut euy, ungkap wartawan yang ikut serta dalam investigasi.” Demikian wartawan LINTASNEWS.com

Bersambung, insya Allah.

Ibnu Hasyim
alamat: ibnuhasyim@gmail.com

23 Feb 2012
Pontianak, Ind.

1 comment:

Anonymous said...

gadis perawan pasti lubangnya enak dan sempit banget pengen coba..

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails