Friday, November 07, 2008

Penemuan Baru AS: Berubat Diabetes Dengan Madu?


Ibnu Hasyim
CATATAN SANTAI

PADA tahun 2002, Catherina Hulbert, seorang warga Amerika telah mengalami kemalangan di jalanraya. Kakinya luka parah... Waktu itu dia sedang menderita penyakit kencing manis atau diabetes. Lukanya tidak mahu sembuh, walaupun berbagai ubat dan antibiotic telah dicuba. Dialaminya terus sehingga 8 bulan.

Melihat keadaan demikian maka Dr Jennifer Eddy dari Fakulti Perubatan Universiti Wisconsin telah mencadangkan supaya gunakan madu lebah sebagai ubat yang disapu pada tempat luka itu. Setelah beberapa bulan cubaan, luka kaki Catherina Hulbert pun sembuh total. Kes tersebut rupanya menyebabkan Dr Jennifer Eddy terus mendapat sokongan dari Akedemi Amerika Bagi Doktor Keluarga di wilayah Wisconsin, untuk meneruskan kajiannya, khusus mengenai pengubatan melalui madu lebah.

Menurut Dr Jennifer juga, sebelum ini beliau juga pernah mengubati salah seorang pasakit diabetes yang sedang menghadapi fonis amputasi setelah berbagai usaha pengubatan cara lain dibuat tetapi mengalami kegagalan. Maka terbuktilah sudah di kalangan ahli medik bahawa mengubati luka akibat diabetes dengan madu lebah memiliki banyak manfaat, khususnya bagi pengidap diabetes di dunia kini yang jumlahnya mencapai sekitar 200 juta orang.

Di mana 15 % dari mereka mengalami sampai ke tingkat ‘tukak’ atau membusuk akibat dari hilangnya deria rasa di kaki mereka. Sedangkan persentase operasi amputasi bagi penderita diabetes secara internasional menurut Dr Jennifer lagi, dianggarkan terjadi setiap setengah minit sekali. Belanja operasinya di Amerika sahaja mencapai USD 11 juta pertahun. ...dan kes Catherina Hulbert ini merupakan contoh jelas, di mana pesakit diabetes dapat diselamatkan dari kehilangan anggota tubuh mereka dengan hanya biaya yang kecil.

Demikian berita yang saya dapat, bersumberkan ‘Majalah Al-I’jaz Al-Ilmi’ No 30 Jumadil Akhir 1429. Sebelum ini saya telah menulis,‘Darah Tinggi & Diabetes: Bagaimana Jadi Doktor Sendiri Berubat Tanpa Kos? ’ dalam blog saya pada Januari29, 2008. Reaksinya, seseorang yang menyebut dirinya sebagai ‘Man Doktor Sendiri Kulim Kedah’ memberi komen…

‘Sudah setahun (sebenarnya ½ tahun seperti yang dibetulkan semula kemudianya) saya amalkan seperti yang tertulis di artikal ini, nampaknya diabetes yang saya alami semakin baik, boleh di amal dan menjimatkan. Al-hamdulillah panduan ini satu sadakah jariah dari tuan Ibnu Hasyim.. Ramai jiran-jiran saya pun datang mengambil ubat tersebut dari saya, sehingga depa panggil saya Man Doktor Sendiri. Dah jadi macam doktor pula. T.kasih tuan..’

Kali ini saya ingin menyambungkan keterangan mengenai diabetes dan madu lebah… Seperti yang ramai sudah tahu, penderita diabetes mengalami penurunan kelancaran darah dalam pembuluh darah mereka dan lemahnya tingkat imuniti terhadap berbagai penyakit. Ditambah lagi antibiotic yang diberi untuk mengubati luka itu tidak bermanfaat disebabkan bakteri Staphylococcus Aurous akan membentuk perlawanannya sendiri. Sedangkan madu lebah pula mampu menciptakan perlawanan terhadap bacteria dengan berbagai cara.

Sebab itu ianya dianggap sebagai pengubatan paling efektif bagi menyembuh luka diabetes. Dalam madu lebah juga terdapat zat asam yang mudah berinteraksi dan tingkat kelembapan yang rendah. Hal ini menyebabkan madu lebah tersebut mudah membunuh bacteria. Di tambah lagi adanya enzim yang mengeluarkan acid hydrogen berfungsi membersihkan luka, sehingga mudah membunuh semua bacteria yang ada.

Mengenai perbedaan madu, antara lain Dr Agus Rahmadi dari Konsultasi Klinik Sehat ‘Eramuslim.com’ berkata...

“Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran, madu adalah ‘obat bagi manusia’… Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Konferensi tersebut membahas pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu. Madu juga merupakan food supplement karena kandungan gizi yang tinggi dan komplit.

Setiap 100 gram madu mengandung 280-330 kalori; lebih dari 765 gula (fruktosa, glukosa dan sukrosa); mineral terdiri dari 5 mg kalsium, 15-17 mg posfar, 0,4-1,0 mg zat besi, mangan, kalium, belerang, aluminium, dan silikat; vitamin meliputi 1-6 mg vitamin C, vit B1, B2, B6, asam panthotenat, asam nikotinat; enzim-enzim invertase, katalase, inulase, peroksidase; asam organik, termasuk berbagai asam amino esensial, zat warna karoten; zat aromatis seperti terpen, aldehida, ester, manitol, dulcitol, dan sebagainya.

Selain itu juga mengandung biogenetik stimulants, yaitu zat yang dapat merangsang aktivitas pertumbuhan sel tubuh manusia. Madu dapat dikonsumsi dari mulai anak balita sampai orang tua renta. Hanya saja pada anak kurang dari satu tahun sebaiknya diberikan madu murni dan kualitas bagus. Dikhawatirkan jika kualitas madu kurang bagus, akan ada efek ke anak. Dan untuk membedakan apakah madu tersebut bagus atau tidak, dapat diketahui dari :

1…Sumber madu : Madu yang berasal dari daerah yang banyak polusi dan cemaran pestisida kurang bagus dibandingkan dari daerah yang bebas polusi.

2…Melakukan tes dengan meneteskan madu ke dalam air jernih. Jika madu langsung larut dan warna air langsung berubah, maka dapat dipastikan kualitas kurang bagus. Tetapi jika madu mengendap dan baru larut jika diaduk maka kualitas bagus.

3…Jika banyak terdapat buih di dalam botol dan saat dibuka terdengar letupan maka madu tersebut kualitasnya kurang bagus, karena sudah terjadi fermentasi.

4…Belilah madu dari sumber yang terpercaya, yang sudah mempunyai sertifikat SNI, depkes dan LP-POM MUI (bagi negara Indonesia).

Dosis (dos) madu yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 200 – 300 mg / hari dan untuk anak atau balita 30 mg/hari.”

Dr Agus menasihatkan supaya mengawasi madu campuran, “…karena begitu banyak madu yang telah dicampur dengan larutan gula sebagai penambah manis dan untuk menambah banyak secara kwantitas. Madu juga salah satu obat yang dianjurkan Nabi, selain sifat alaminya yang pasti tanpa campur tangan manusia. Dan juga madu dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti panas badan yang tinggi, gangguan lambung, infeksi lambung dan usus, sembelit dan sebagai pengganti gula pada penderita kencing manis.”

Kini, di Saudi Arabia sudah diwujudkan ‘Commission on Scientific Signs of Qur’an & Sunnah’. Iaitu lembaga pengkajian aspek Sains & teknologi dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Didirikan pada tahun 1987 di bawah Rabithah Alam Islami di Makkah Al-Mukarromah. Pengasasnya adalah seorang ulama asal Yaman, Syekh Abdul Majid Zendani. Beliau adalah seorang ahli farmasi yang sangat menguasasi sains moden, tafsir dan hadits. Sekarang dipimpin oleh Syekh Dr. Abdullah Al-Mushlih, seorang ulama Saudi Arabia.

Maka benar sungguhllah firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat An-Nahl atau Surah Lebah , ayat 68 – 69 :

“Dan Tuhan Penciptamu
mewahyukan kepada lebah…
‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit,
di pohon-pohon kayu,
dan di tempat-tempat buatan manusia'.

Kemudian makanlah
dari tiap-tiap (macam) buah-buahan
dan tempuhlah jalan Tuhanmu
yang telah dimudahkan (bagimu).
Dari perut lebah itu keluar minuman (madu)
yang bermacam-macam warnanya,
di dalamnya terdapat ubat
yang menyembuhkan manusia.
Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan)
bagi orang-orang yang memikirkan.”

Begitu pentingnya makhluk bernama ‘lebah’ sehingga menjadi nama surah dalam Al-Quran. Ya. Selamat mencoba dan kajilah Al-Quran…

Catatan santai: ibnuhasyim.com
(e-mail: ibnuhasyim @gmail.com

Wednesday, November 05, 2008

Kalau Lim Guan Eng Baca Ayat Ini…




Ibnu Hasyim
CATATAN SANTAI:

SEORANG bloger menghantar e-mail kepada saya, melampirkan tulisan berjudul ‘Bapa meninggal, saya masuk Islam – Lim Guan Eng’ dari blog http://suaramerdeka.wordpress.com (April29, 2008). Dia meminta komen saya mengenai kenyataan Ketua Menteri Pulalu Pinang, Lim Guan Eng yang menggemparkan hadirin dengan ucapan beliau ketika turun berceramah, bahawa beliau ingin mengikut jejak langkah Umar Abdul Aziz, Khalifah Islam pada zaman pemerintahan Bani Umaiyah.

Kebetulan pada masa ini saya sedang membaca Al-Qur’an Surah Thaha, Surah ke 20 yang diturunkan di Makkah terdapat 135 ayat dalam juzuk ke 16. Surah yang telah memanggil seorang penting dan berjasa besar kepada Islam dan kemanusiaan, kerana tertarik atau terpesona hanya dengan membaca beberapa ayat di permulaan surah. Beliau adalah Khalifah Islam Ke 2 Umar Al-Khattab, bukan Khalifah Umar Abdul Aziz seperti yang disebutkan idola Guan Eng. Waktu itu Umar Al-Khattab masih belum Islam lagi dan amat memusuhi Nabi.

Menurut riwayat Ibnu Ishaq…

‘Sesungguhnya keluarlah Umar dari rumahnya dengan pedang tersentak. Tujuannya ialah hendak mencari Rasulullah dan terus membunuhnya. Di tengah jalan beliau bertemu Na’im bin Abdullah, “Nak ke mana kau, Umar?” Tanya Na’im.

“Aku nak cari Muhammad, orang yang telah belot dari agama nenek-moyang itu. Dia yang memecah-belah Quraisy. Dia yang mencaci berhala, hina agama, memaki tuhan-tuhan mereka, aku cari untuk membunuhnya!” Jawab Umar.

Kata Na’im pula, “Sebenarnya, engkau telah ditipu oleh dirimu sendiri, Umar. Engkau ingat keturunan Abdi Manaf akan biarkan engkau berjalan-jalan rileks di atas muka bumi ini setelah engkau bunuh Muhammad? Lebih baik engkau pulang kepada keluargamu sendiri, urus mereka yang telah lakukan apa yang engkau tidak senangi itu!”

“Keluarga yang mana?” Tanya Umar.

“Suami adik perempuanmu, anak pamanmu sendiri, iaitu Sa’id bin Zaid, dan saudara perempuanmu Fatimah binti Al-Khattab. Keduanya telah masuk Islam, keduanya telah jadi pengikut Muhammad. Pergi urus mereka berdua itu!”

Mendengar itu, Umar kembali ke rumah ipar dan adiknya itu. Sesampai di sana, dijumpai pula seorang lain, iaitu Khabbab bin Al-Aratti. Di tangannya terdapat sehelai kertas catatan surah Thaha yang sedang dibaca kepada kedua suami isteri itu. Selesai mereka mendengar, Umar melihat Khabbab lari bersembunyi ke sebuah bilik atau bahagian lain di rumah itu. Fatimah mengambil kertas catatan itu dan menghimpit di bawah pahanya (cuba sembunyikan). Pada hal sewaktu nak masuk ke perkarangan tadi sudah didengarnya suara Khabbab membaca kepada mereka berdua.

Umar terus masuk, bertanya, “Bacaan apa yang perlahan-lahan aku dengar dari luar tadi?”

“Takde apa-apa.” Jawab dua suami isteri itu.

Umar membantah, “Tentu ada yang kamu baca tadi. Demi Allah, aku dah tahu, kamu berdua telah ikut agama Muhammad.” Dipukul iparnya itu hingga rubuh. Fatimah bangun nak tahan tangan Umar dari pukulan berterusan, tetapi dia pula dipukul hingga tersungkur jatuh.

Melihat sikap Umar itu, akhirnya serentak keduanya berkata, “Memang, kami telah Islam. Kami telah beriman kepada Allah dan Rasulnya. Kau buatlah apa yang kau mahu!”

Melihat darah telah mengalir pada wajah saudara perempuannya, timbullah sesal. Dipegangnya muka adik perempuannya dan berkata, “Berilah padaku kertas catatan yang aku dengar kamu baca tadi. Aku nak tahu apa yang dibawa dan diajarkan Muhammad?” Memang Umar seorang yang pandai menulis membaca.

“Kami bimbang engkau apa-apakan catatan itu!” Jawab saudara perempuannya itu.

“Jangan kau bimbang!” Lalu Umar bersumpah demi dewa-dewa dan berhala seperti yang dia percaya, di mana catatan itu akan diberi balik segera sesudah dibaca. Jawapan yang menimbulkan harapan Fatimah, bahawa abang kandungnya akan masuk Islam.

“Oh saudara kandungku, kau ni masih najis kerana masih musyrik. Sedangkan catatan ini tidak boleh disentuh, kecuali oleh orang-orang yang bersih.” Kata Fatimah.

Umar terus pergi mandi, lepas itu barulah catatan itu diserahkan adiknya. Dibacanya, Thaha! Setelah beberapa ayat, terloncatlah ucapan dari mulutnya, “Alangkah bagusnya perkataan ini dan alangkah mulianya!”

Khabbab yang sedang bersembunyi, bila dengar kata-kata itu terus keluar dan berkata kepada Umar, “Ya Umar. Demi Allah, sesungguhnya besar harapanku Allah telah khaskan engkau akan masuk Islam dengan seruan NabiNya. Semalam ku dengar sendiri Rasulullah berkata. ‘Ya Allah, kukuhkan Islam ini dengan Abi’l Hakam bin Hisyam (gelaran Abu Jahl) atau dengan Umar bin Al-Khattab. Allah. Allah, ya Umar!”

“Khabbab. Tunjuklah kepadaku mana rumah Muhammad sekarang, aku nak temuinya dan menyatakan memeluk Islam.”

Selanjutnya Umar menemui Nabi dan mengucap kalimah syahadah di hadapan beliau.’

Berbalik kepada Guan Eng dalam kenyataannya itu tadi berkata, ketika beliau dipenjarakan dulu, Dato’ Fadhil Noor (Al Marhum Presiden PAS) adalah antara orang yang kerap mengunjungi beliau. Bahkan Dato’ Fadhil Noor kerap membekalkan buku-buku berkaitan dengan Islam, termasuklah buku mengenai kisah Umar Abdul Aziz. Dari buku-buku tersebutlah Guan Eng mengenali tokoh Islam itu.

Pernah pula Tuan Guru Nik Abdul Aziz Mursyidul Am PAS dengan ikhlas berdoa supaya orang Cina jadi pemimpin penting PAS (Jun3, 2007). Antaranya…

“Mudah-mudahan suatu hari nanti orang Cina menjadi pemimpin penting PAS. Orang Cina masuk Islam kerana mereka belajar. Sebaliknya pula orang Melayu masuk Islam kerana tok nenek mereka Islam. Masuk otomatik hanyut begitu sahaja menyebabkan banyak masalah-masalah yang timbul hasil daripada mereka Islam dengan tidak belajar. Orang Cina sekarang semakin ramai. Yang belajar Islam, mereka lebih baik daripada orang Melayu tradisi.

Boleh jadi satu hikmat Allah Taala letak pejabat PAS di tengah-tengah masyarakat yang tidak banyak orang Islam. Dalam sejarah Islam, semua kitab-kitab hadith (Sunan Sitar) ada enam buah hadith semuanya dikarang oleh bukan Arab. Begitulah juga pimpinan

Islam di seluruh dunia yang jarang sangat orang Arab memimpin. Yang memimpin adalah orang Parsi, Sepanyol. Turki, India dan lain-lain. Oleh yang demikian apa peliknya kalau pejabat PAS, gerakan Islam ada ditengah-tengah masyarakat yang tidak banyak orang Melayu.”

Begitu juga dengan kenyataan beberapa pemuda Islam Cina seperti Kamal Koh dan rakan-rakannya yang menyertai PAS suatu ketika dulu, mereka memohon pandangan beberapa bekas-bekas tokoh lama DAP mengenai kemasukan mereka… Kata tokoh itu, kalau beliau muda sebaya mereka, beliau juga akan memeluk Islam, kerana untuk menjadi pemimpin tertinggi yang diterima rakyat negara ini mestilah orang Islam, walaupun bukan Melayu.

Mengenai ayat-ayat yang menjadi penyebab Umar Al-Khattab pilih Islam, menurut suatu riwayat Al-Allamah Ali bin Burhanuddin Al-Halabi dalam Siratul Halabiyah, kandungan isinya ialah...

Pertama:

‘Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang’, bila membaca nama Allah ini, timbul gementar Umar, lalu dilepaskan kertas kulit itu dari tangannya. Kemudian diambil lagi dan dibacanya. ‘Segala apa yang ada di langit dan bumi semuanya membaca tasbih mensucikan Allah, Ialah Maha Gagah Lagi Maha Bijaksana.’

Menurut kata Umar sendiri, setiap ia bertemu dengan nama Allah, timbul gentar dalam dirinya, dan ia lemparkan lembaran itu. Kemudian ia insaf kembali dan membaca lambaran itu seterusnya. Kemudian ia baca lagi lagi dan bertemu dengan ayat-ayat yang mengatakan, ‘Percayalah kamu dengan Allah dan RasulNya...’ seterusnya sampai kepada ayat, ‘Jika adalah kamu orang yang percaya adanya...’ ketika itu Umar pun mengatakan...

“Saya mengaku tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad Rasul Allah.” Melihat keadaan demikian takbirlah orang-orang berada dalam rumah itu, membesarkan Allah atas nikmatnya yang amat besar, dan menjadi pukulan besar kepada kaum musyrikin.

Kedua:

Ada riwayat lain mengatakan, lembaran yang dibaca Umar dan menginsafkannya itu adalah awal surah Thaha . Dimulai dengan Bismillah, dari ayat 1 hingga ayat 16.

Maka marilah kita sama-sama membaca dan menyelidiki, merenung dan berfikir mengenainya. Bagaimana kalau Lim Guan Eng membaca ayat ini? Beliau pun boleh rujuk tafsir Al-Qur’an. Saya harap dia baca tulisan ini…

Begitulah catatan santai berupa ingatan dan panduan dalam dalam hidup kita, bukan menyindir mana-mana pihak. Wabilahi taufik wal hidayah. Amin!

Catatan santai: ibnuhasyim.com
(e-mail: ibnuhasyim @gmail.com

Antara tulisan yang ada kaitan dengan Lim Guan Eng ialah:

1...Thursday, May 15, 2008 Guan Eng: PP Hilang Pelabur RM1 Billion Kerana BN...
2... Sunday, August 24, 2008 DAP Perlukan Orang Melayu, Kita kena Sokong?
3… August07, 2008 Guan Eng Tuduh Pembangkang UMNO Kafir?
4… Wednesday, August 13, 2008 Mengapa Guan Eng Pilih Umar, Tidak Muawiyah?
5… Sunday, August 10, 2008 Siapa Guan Eng, Berbanding Umar Abdul Aziz?

Wednesday, October 29, 2008

Tertipu Dengan Skim Cepat Kaya… Apa Patut Buat?

Ibnu Hasyim
CATATAN SANTAI:

"APA dah jadi dengan 'Buluhmas Enterprise Sdn Bhd’ yang pernah mempelawa anda sama-sama bergabung berurus niaga dengannya?” Tanya seorang kawan kepada saya.

Mungkin dia tanya kerana kira-kira setahun lepas, seorang kawan saya dari Tanjung Karang berkunjung ke tempat saya membawa seorang temannya, bekas seorang guru yang pernah jatuh dalam perniagaan. Dia ingin naik semula dengan menubuh sebuah syarikat seperti nama di atas.

“Saya pilih tuan untuk sama-sama bergabung membangunkan syarikat ini… Sekaligus dapat membantu sahabat-sahabat kita yang kurang pendapatan atau dhaif di bidang ekonomi. Tuan adalah orang pertama di Wilayah Persekutuan. Syarikat ini adalah syarikat pengiklanan. Tuan cuma cari ahli yang ingin sumbangkan iklan ‘Buluhmas’, iaitu hanya dengan tampal pelekat iklan Buluhmas dikeretanya saja.

Tiap satu ahli masuk melalui tuan, tuan akan dapat komisyen RM1 seorang. (Bayaran masuk kalau tak silap saya ialah RM15 seorang). Contohnya kalau masuk melalui tuan 10 orang, tuan dapat RM10. Orang itu pula mencari 10 orang melaluinya, bererti 10x10, tuan dapat RM100. Kalau 100 orang itu mencari 10 orang melaluinya, bererti 100x10, tuan dapat RM1,000. Begitulah sehingga pendapatan tuan boleh dapat jutaan RM tiap bulan. (Saya tak ingat boleh dapat komisyen sehingga berapa tingkat atau level..)” Begitu taklimatnya pada saya.

Soalnya, apakah perniagaan khidmat ‘iklan’nya yang menguntungkan atau ‘system berangkai’nya? Perniagaan berangkai dan bertingkat-tingkat inilah yang membuat saya ragu, terutama ‘sah’nya dari sudut agama dan terdapat unsur-unsur penindasan di dalamnya. Saya pernah menulis mengenai skim begini dalam blog ini di bawah judul ‘Bantu Anda Bebas Dari Hutang...’ pada Januari4, 2008 lepas.

Rumusan saya dalam tulisan itu ialah…

Pertama: Dalam suasana sekarang (sebelum harga minyak turun) di mana pemimpim kerajaan yang buminya ada minyak, tidak mampu atau tak larat fikir lagi untuk tahan kenaikan harga tersebut, telah menyebabkan semua barang dan khidmat lain naik. Rakyat miskin dan papa kedana semakin gelisah. Yang cukup-cukup makan pun bajetnya lari, terpaksa menyahut model-model cari wang begini. Apalagi yang sudah karam dan lemas dalam laut hutang, kalau bangkai khinsir busuk hanyut terapung dekat mereka sempat dicapai, mereka mungkin terpaksa berpaut juga!

Kedua: Mengapa masih biarkan (seruan ini kepada pihak berkuasa kerajaan BN) api model niaga begini membesar, sehingga berbilion-bilion diangkut keluar negara baru nak bertindak? Mengapa tidak padamkan api itu waktu kecil, tapi nak tunggu padam bila sudah besar membakar bangunan? Atau sengaja nak membuncitkan perut beberapa kerat korperat keparat, di atas belakang ramai orang awam yang tertipu menderita. Mengapa perlu dipagut ular berpuluh-puluh kali dari lubang yang sama? Terlalu bodoh sangat kalau ada yang berfikir pihak kerajaan tidak tahu betapa pesatnya perkembangan perniagaan begini.

Ketiga: Kalau Allahyarham Pak Man Telo boleh ditangkap dan dibuang daerah, mengapa syarikat sebangsa Swiss Cash tidak boleh diambil tindakan ke akar umbi dan masih ada yang terlepas? Masih belum ada pembentangan maklumat terperinci mengenainya… Jangan sampai rakyat ragu mengenai ketelusan pemimpin-pemimpinnya!

Keempat: Golongan-golongan agama dalam kerajaan perlu jelas dan tegaskan tentang hukum perniagaan berantai yang menguntungkan golongan paling kecil di atas kebinasaan golongan paling besar dan ramai. Keluarkan fatwa untuk membela keadilan dan menolak kemungkaran supaya kerajaan (BN) boleh bertindak tegas.

Tiba-tiba pada Oktober13 baru lalu keluar berita ‘BNM serbu 4 syarikat’. Bank Negara Malaysia (BNM) menyerbu empat buah syarikat skim cepat kaya melalui internet yang mempunyai rangkaian beratus-ratus ribu pelabur dengan nilai pelaburan dipercayai mencecah ratusan juta ringgit. Serbuan dilakukan di beberapa lokasi di Lembah Klang, setelah disyaki menjalankan kegiatan mengambil deposit tanpa lesen dan membuat pelaburan haram di Kuala Lumpur, Selangor dan Negeri Sembilan.

Syarikat terlibat ialah Buluhmas Enterprise Sdn. Bhd., Jazmeen (M) Sdn. Bhd., Noradz Travel & Services Sdn. Bhd. dan Eastana Farm Industries Sdn. Bhd. Buluhmas yang beribu pejabat di Tanjung Karang, Selangor dalam laman webnya mendakwa ia memiliki 700,000 ahli sebagai pembayar deposit di seluruh negara. Kaedah perniagaannya menggunakan promoter untuk mengiklankan aktiviti syarikat dengan menampal pelekat yang tertera logo syarikat atau perkhidmatan yang ditawarkan kepada pendeposit.

Aktiviti syarikat-syarikat itu disiasat mengikut Seksyen 25 (1) Akta Bank dan Institusi-Institusi Kewangan 1989 yang melarang mana-mana individu yang tidak mempunyai lesen daripada menerima dan mengambil deposit. Syarikat-syarikat itu juga disiasat di bawah Akta Pencegahan Penggubahan Wang Haram dan Pencegahan Pembiayaan Keganasan 2001 (AMLATFA 2001) yang melarang mana-mana individu daripada terlibat atau cuba untuk membabitkan diri atau bersubahat melakukan kegiatan penggubahan wang haram. Orang ramai boleh mengetahui senarai syarikat dan institusi berlesen yang menerima deposit dengan melawat laman web BNM di http://www.bnm.gov.my/.

Oleh itu saya jawab pertanyaan kawan saya itu, “Maaf! Saya tak terlibat. Saya pun tak tahu apa dah jadi kepada mereka sekarang..”

“Bagaimana dengan mangsa-mangsanya?” Dia tanya lagi.

“Pada saya 3 perkara perlu mereka yang tertipu itu amalkan…

Pertama;

a… Mereka kena kembali kepada Islam. Amalkan Islam secara keseluruhan, termasuk ekonomi Islam. Mengamalkan ekonomi Islam ada peraturan-paraturannya, ada halal-haramnya. Ikut peraturan Islam insya Allah selamat. Apa-apa masalah mengenai ekonomi, sila lawati http://www.zaharuddin.net/

b… Mereka kena amalkan doa murah rezeki dan senbahyang sunat dhuha sekurang-kurangnya.

Kedua: Setelah berdoa, hendaklah berusaha bersungguh-sungguh dan bertawakallah kepada Allah. Berusahalah menurut bidang dan kepakaran masing-masing, bahkan perlu gandakan mengikut kemampuan.

Ketika: Dalam pilihan raya akan datang, perlu tolak BN, kerana mereka masih belum peka terhadap kesusahan dan penderitaan rakyat, terutamanya dalam kes penipuan melalui skim cepat kaya. Pemimpin-pemimpin negara ini tidak bersungguh-sungguh menghapus atau mengatasinya, kerana mereka masih tidak mahu peka tetapi sentiasa pekak!

“Mengapa anda sebut sholat sunat dhuha dan tidak sholat-sholat lain dan bagaimana panduannya?” Tanya kawan itu lagi.

Begini…

Fadzilatnya…

Kelebihan sembahyang Dhuha seperti yang termaktub di dalam kitab ‘An-Nurain’, sabda Rasullullah SAW bermaksud ‘Dua rakaat Dhuha menarik rezeki dan menolak kepapaan.’ ‘Menarik’ rezeki itulah murah rezeki. Kalau berusaha mudah dapat ganjaran, dan menghilangkan kemiskinan.

Banyak lagi hadis-hadis yang mengalakkannya dan menyatakan keutamaannya, Antaranya, Rasul SAW bersabda, ‘Pada tiap-tiap pagi lazimkanlah atas tiap-tiap ruas anggota seseorang kamu bersedekah; tiap-tiap tahlil satu sedekah, tiap-tiap takbir satu sedekah, menyuruh berbuat baik satu sedekah, dan cukuplah (sebagai ganti) hal itu, dengan mengerjakan dua rakaat sembahyang Dhuha.” (Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim) Jadi, boleh bersedekah walaupun tak ada wang!

Dalam satu riwayat yang lain Rasulul SAW bersabda, ‘Barangsiapa yang menjaga sembahyang Dhuhanya nescaya diampuni Allah baginya aku segala dosanya walaupun seperti buih dilautan.’ (Riwayat Ibnu Majah dan At-Tirmidzi). Kesalahan kita akan diampunkan Tuhan melalui sembahyang Dhuha.

Dari Anas bin Malik RA berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah SAW berkata : "Barangsiapa yang mengerjakan sembahyang sunat Dhuha dua belas rakaat dibina akan Allah baginya sebuah mahligai daripada emas’ (Riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi). Itulah kekayaan yang kekal abadi, sebenarnya.

Dari Abu Hurairah katanya, ‘Kekasihku Rasullullah SAW telah berwasiat kepadaku 3 perkara aku tidak meninggalnya, iaitu ; supaya aku tidak tidur melainkan setelah mengerjakan witir, dan supaya aku tidak meninggalkan 2 rakaat sembahyang Dhuha kerana ia adalah sunat awwabin, dan berpuasa 3 hari dari tiap-tiap bulan’ (Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim). Itulah 3 wasiat Nabi SAW.

Waktu Sholat Dhuha…

Ialah dari mulai naik matahari sampai sepenggalah dan berakhir di waktu matahari tergelincir, tetapi disunatkan dita'khirkan sehingga matahari naik tinggi dan panas terik.

Cara Menunaikannya…

Adalah sama seperti sembahyang-sembahyang sunat yang lain iaitu 2 rakaat 1 salam. Boleh juga dikerjakan 4 rakaat, 6 rakaat dan 8 rakaat. Menurut sebahagian ulama jumlah rakaatnya tidak terbatas dan tidak ada dalil yang membatasi jumlah rakaat secara tertentu, sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh 'Aisyah bermaksud, ‘Adalah Nabi SAW bersembahyang Dhuha 4 rakaat dan menambahnya seberapa yang dikehendakinya’. (Hadis riwayat Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah)

Dalam sebuah hadis yang lain Nabi SAW bersabda, ‘Barangsiapa yang menunaikan sembahyang sunat Dhuha sebanyak 2 rakaat, ditulis dia dari orang-orang yang tidak lalai mengingat Allah.. dan barangsiapa yang menunaikannya sebanyak 4 rakaat, ditulis dia dari orang-orang yang suka beribadat.. dan barangsiapa yang menunaikannya sebanyak 6 rakaat dicukupkan baginya pada hari tersebut.. dan barangsiapa menunaikanya sebanyak 8 rakaat, Allah menulis baginya dari orang-orang yang selalu berbuat taat.. dan barang siapa yang menunaikannya sebanyak 12 rakaat, Allah akan membina baginya mahligai didalam syurga.. dan tidak ada 1 hari dan malam melainkan Allah mempunyai pemberian dan sedekah kepada hamba-hambaNya.. dan Allah tidak mengurniakan kepada seseorang dari hamba-hambaNya yang lebih baik daripada petunjuk supaya sentiasa mengingatiNya.’ (Riwayat At-Thabarani)

Manakala surah yang sunat dibaca selepas membaca Faatihah pada rakaat pertama ialah surah As-Syams dan rakaat kedua selepas membaca al-Faatihah disunatkan membaca surah Adh-Dhuha.

Niat solat Dhuha ialah...

Ertinya,
‘Sahaja aku sembahyang sunat Dhuha 2 rakaat kerana
Allah Taala’

Doa solat Dhuha ertinya.

Ya Allah,
bahawasanya

waktu Dhuha itu waktu DhuhaMu,
kecantikan itu ialah kecantikanMu,
keindahan itu keindahanMu,
kekuatan itu kekuatanMu,
kekuasaan itu kekuasaanMu
dan perlindungan itu perlindunganMu.
Ya Allah,
jika rezekiku masih diatas langit,
turunkanlah
dan jika ada di dalam bumi,
keluarkanlah,

jika sukar mudahkanlah,
jika ia (dari yang) haram maka sucikanlah,
jika masih jauh dekatkanlah,
berkat waktu Dhuha,
Keagungan,
Keindahan,
Kekuatan dan Kekuasaan Mu,
limpahkanlah
kepada hamba-hamba Mu yang saleh.

Begitulah catatan santai berupa ingatan dan panduan ibadah kita sebagai Muslim untuk kali ini. Semoga perkongsian ini akan membawa 1,000 rahmat kepada kita. Amin!

Catatan santai: ibnuhasyim.com
(e-mail: ibnuhasyim@gmail.com)
Oktober 28, 08. KL.

Monday, October 27, 2008

Hadiahku Untuk Deepavali..


Ibnu Hasyim
CATATAN SANTAI:

PERTARUNGAN dan pertembungan antara Dewa Rama yang baik dengan Ravana yang jahat, berakhir dengan Dewa Rama berjaya merampas Sita dari Ravana yang jahat itu.. Ada juga cerita seperti pergaduhan antara Dewa Krishna yang baik dengan Syaitan Asura (Nagasura), yang dimenangi oleh pihak baik.. Lantas dirayakan dengan pelita dan lampu-lampu oleh penganut agama Hindu… dinamakan Pesta Cahaya. Itulah asal-usul sambutan perayaan Hari Deepavali yang jatuh pada bulan ketujuh dalam kelender Hindu, biasanya pada bulan Oktober atau November.

Ertinya pertarungan antara cahaya kebenaran mengalahkan kegelapan. Dalam Al-Quran terdapat Surah An-Nur, atau cahaya, yang menyinari dan menerangkan atau memandu manusia kepada kebenaran. Bila kebenaran datang, kebatilan akan hilang sirna. Maka dalam catatan santai kali saya nukilkan sebuah kisah mereka yang menemui kebenaran, dan istiqamah dengan kebenaran itu, sehingga beroleh kemenangan dan kejayaan.

Saya panjangkan dari www. NiNafKoe BlogSite di bawah judul ‘Kisah Pilot F16, Muslimat Pertama di USA’. Ceritanya, begini..

SETELAH Papa lulus dari sekolah penerbangan Perancis, beliau menikah dengan mamaku. Papa seorang kulit hitam, namanya Charles Jacquet, mamaku seorang kulit putih, namanya Isabell

Louvrett. Keluargaku cukup demokratis, oleh karena itu, bagi Papa, pernikahan tidak memandang perbedaan kulit. Cara berpikir itu pula yang mendorong Papa untuk pindah ke Amerika. Baginya dunia itu luas, di manapun kita berada, asal mau berusaha, pasti kita menjadi seseorang. Oleh karena itu kami pindah ke Portland. Papa ditawari menjadi penerbang di suatu perusahaan.

Di sana beliau menjadi Pilot pesawat Air Bus dan menerbangkan pesawat ke banyak wilayah di Amerika. Papa mempunyai sebuah cita-cita. Ada sebuah pesawat yang sangat dicintainya. Kecepatannnya luar biasa, mach2, selain itu bodinya sempurna. Pesawat kebanggaan Amerika ini menjadi cita-cita papaku. Namanya F-16. "Voir ma dear, lihat sayang," Ujar Papa suatu kali di pangkalan pesawat terbang, tempatnya bekerja.

Beliau menunjuk ke sebuah pesawat indah. Itulah F-16. "Suatu hari, Papa akan menaikinya, begitu pula dengan Mama dan kamu ma pouppette."

Saat itulah aku tahu, betapa tingginya cita-cita Papa. Beliau bukan berasal sekolah militer, dan bukan warga negara asli Amerika. Hampir tidak mungkin baginya untuk menjadi anggota AU (Angkatan Udara) Amerika. Tapi cita-cita itu tetap dipegangnya dengan teguh dalam hati. Ya, cita-cita indah tentang menaiki burung besi yang bagaikan seekor rajawali.

***

Tujuh tahun telah berlalu sejak kepindahan kami. Usiaku sudah 12 tahun. Papa kini menjadi salah satu pegawai yang disegani di perusahaannya. Mama juga meneruskan kuliahnya, dia mengambil jurusan sastra Perancis. Jelas terlihat pada dirinya, betapa ia masih mencintai Perancis. Di rumah pun, bahasa Inggris masih terbatas pemakaiannya. Hampir sepanjang hari mama berbicara dengan bahasa Perancis. Terkadang kalau kami bepergian dengan taksi, mama suka tiba-tiba berkata, "Conduisez-moi a...ups, I mean, take me to..."

Kalau sudah begitu, papa dan aku hanya bisa tertawa kecil. Teman-temanku di sekolah pun cukup heran dengan keberagaman keluargaku Apalagi kalau ada pertemuan orangtua murid di
sekolah. Guru-guruku selalu memanggil nama mamaku bekali-kali, padahal
beliau sudah ada di hadapan mereka. Maklum, kulitku hitam seperti Papa, walaupun mataku biru seperti mama. Tapi ini semua membuatku bangga. Tidak semua anak beruntung sepertiku. Ya, kan? Segala sesuatunya berjalan normal, Papa bekerja, Mama kuliah, dan aku sekolah.

Tapi suatu hari, sesuatu yang benar-benar merubah kami sekeluarga. "Jai faim, Mama. Saya lapar, Mama," ujarku kepada Mama ketika tiba-tiba Papa masuk tanpa mengetuk pintu dahulu. Karena Papa baru pulang setelah seminggu penuh bekerja, aku segera berlari menujunya, biasanya, Papa akan langsung menggendongku sambil mengajakku bercanda. Tapi hari itu, dia hanya mengelus kepalaku, sambil tersenyum, dalam sekali. Lalu, tanpa basa-basi, Papa memeluk Mama, dan mulai menangis, pelan. Saat itu, pertama kalinya aku melihat laki-laki yang paling kubanggakan menangis seperti itu.

Saat itu, aku hanya memandangi, dan tidak tahu apa yang terjadi. Ketika melihatku, Mama segera berkata, "Aller pour tranguille, dear, I'll bring your dinner, in a few minutes, okay?" ujar Mama lembut.

Aku lalu naik ke atas dengan perasaan bingung. Selama 3 jam Mama dan Papa ngobrol di bawah,
sepertinya menggunakan bahasa Perancis yang "complicated" sekali. Perutku yang lapar tidak terasa lagi, aku hanya ingin tahu, ada apa di bawah sana.

***

Esok paginya aku terbangun. Rupanya semalam aku ketiduran. Cepat-cepat aku turun ke bawah. Hari ini hari Sabtu, sekolah libur. Begitu sampai dibawah, sudah ada Papa dan Mama menunggu di meja makan. Wajah mereka cerah sekali, bahkan jauh lebih tenang dari biasanya. Seperti ada jiwa baru di mata mereka yang membuat segala sesuatunya lebih baik. "Bonjour, ma pouppete," Ujar Papa sambil menenggak kopi hangatnya. "How's your sleep dear? Waktu mama ke kamarku semalam, kamu sudah tertidur. Jadi, pagi ini ada masakan istimewa, omelet kesukaanmu." Keduanya tampak berseri.

Tapi kebingunganku, belum juga reda. Papa melihat itu, lalu menyuruhku duduk di dekatnya.

"Siapa Tuhanmu, Anna?" Pertanyaan Papa yang aneh dan tidak biasa itu mengejutkanku.

Papa belum pernah bertanya seperti itu, bahkan menyinggung-nyinggung hal itu pun jarang. Iya, kami merayakan natal setiap tahun, seperti orang lain. Setiap Paskah selalu ada ayam kalkun di meja makan. Terkadang kami ke gereja, di rumahku juga ada Bible. Tapi mempelajarinya? Membukanya pun, hanya pada saat-saat khusus itu. Papa, atau Mama, yang memang sangat demokratis, benar-benar tidak peduli tentang itu. Aku pun tidak, selama kami bahagia, itu sudah cukup. Tapi kujawab juga pertanyaan papa, sepanjang pengetahuanku. "Yesus, Papa," Jawabku.

"Lalu bagaimana dengan Tuhan Bapa?" Pertanyaan Papa benar-benar membingungkanku.

"D..Dia juga, Papa," jawabku ragu.

"Lalu, Roh Kudus?"

Hatiku gelisah, apa maksudmu Papa? "Iya! Dia juga Tuhan!"

"Lalu, ada berapa Tuhan kalau begitu?"

Aku teringat kata pastur yang masih membingungkanku sampai sekarang. "Semuanya satu Papa, hanya satu!"

"Kamu yakin Anna? Apa tiga sama dengan satu?"

Aku terdiam. Aku gelisah dan heran, apa maksud papa bertanya seperti ini.

Lalu Papa merubah pertanyaannya. "Menurutmu, kalau ada, misalnya, dua yang sempurna, diberi kesempatan untuk menguasai dunia, apa yang mereka lakukan?" Tanya Papa.

"Bi..bisa saja mereka berebut atau bekerja sama, Papa," jawabku.

"Misalnya mereka bekerja sama, dan yang satu tidak setuju dengan yang lainnya apa yang bakal terjadi?"

"Me..mereka akan bertengkar Papa."

"Tepat, my little, pouppete, satu lagi kalaupun mereka bekerja sama bukanlah pola pikir mereka sama, sehingga dalam menciptakan sesuatupun sama. Apakah perlu dua orang kalau begitu?" tanya Papa.

"Tidak Papa, satupun cukup."

Papa lalu tersenyum mendengar ucapanku. "Kalau begitu, apa perlu Tuhan yang banyak?"

Aku terdiam. Jauh di dalam hatiku seperti ada sinar terang. Ya, aku memang baru berumur dua belas tahun, tapi perasaan itu benar-benar terasa di dalam hatiku. "Tidak Papa, cukup satu!" jawabku mantap.

Tiba-tiba air mata Papa tumpah, Mama juga. Dengan suara bergetar, Papa bertanya. "Terakhir dear, apa kamu percaya Tuhan?"

Saat itu,bagaikan sekelilingku benar-benar sunyi senyap. Aku teringat betapa indah semua pertanyaan yang pernah kualami. Melihat bintang-bintang di planetarium, alam Perancis yang luar biasa, bukan hanya itu, segala sesuatu yang pernah kulihat selama ini Pasti ada yang membuat. Di pelajaran Biologi di sekolah, benda hidup tidak mungkin berasal dari benda mati. Kalau begitu, pasti segala sesuatu ini ada yang meciptakan, dan itu adalah... "Ya, Papa. I believe in God."

Kedua orang tuaku tesenyum. Damai sekali. Tanpa sadar aku menitikan air mata, seperti aku baru terbangun dari mimpi panjang, dan pertama kali melihat cahaya. Rupanya ini yang membuat Papa menangis. Kembalinya keyakinan dalam dirinya. Ya, Papa telah menemukan Tuhannya. Dan kini aku ingin mengetahuinya.

"Allah, Tuhan kita, Anna." Perlahan Papa mulai bercerita," Papa menemukan Dia saat mendengar seorang teman Papa, Muslim yang membaca kitabnya dengan bahasa yang asing sekali bagi Papa. Tapi hati Papa bergetar, walau tidak tahu artinya, hati Papa benar-benar tergetar. Saat Papa menanyakan artinya, teman Papa menjawab, 'Sesungguhnya bumi Allah itu luas, dan rezeki Allah berlimpah di mana-mana'. Papa kaget. Itu prinsip hidup Papa selama ini!

Papa tidak menyangka, prinsip hidup Papa yang selama ini banyak ditentang, ada di suatu kitab. Apa itu kebenaran? Lalu papa meminta teman Papa membacakannya ayat-ayat lain, dan hati Papa seperti disiram air sejuk."

"Anna, Mama pun merasakan itu. Tadi malam Papamu menceritakan semuanya. Inilah yang Mama belum dapatkan selama ini. Islam! Menyembah Tuhan yang satu! Inilah jalan hidup yang Mama dan Papa cari. Bertahun-tahun, ya kau tahu sendiri Anna, hidup bahagia, tapi hati penuh kegelisahan. Dan kini, hanya dengan sepotong ayat saja, Papa dan Mama merasakan hidup yang sebenarnya. Anna, kau masih kecil, kami tidak memaksamu, tapi apa kau merasakan sesuatu? Coba rasakan di dasar hatimu, my little pouppete."

Aku tidak bisa berkata, tapi kepalaku kuanggukan. Dengan penuh keyakinan. Ya, aku masih kecil, tapi aku sudah merasakannya, getaran itu benar-benar menggema ke seluruh tubuhku. Pagi itu, sarapan kami terasa penuh makna. Seperti ruang-ruang kosong di relung hati, terisi sedikit demi sedikit. Bahkan sinar matahari pun terasa lebih jauh-lebih rendah.

***

Hari itu juga, kami ke rumah teman Papa, Mr.Ahmad Brown, dia sudah masuk Islam selama lima tahun. Dia AU Amerika Serikat yang sedang cuti. Papa bilang, di AU, perkembangan Islam sangat pesat. Terutama dari golongan orang kulit hitam. Papa memiliki banyak kenalan dari AU, karena seperti yang kalian tahu kecintaannya pada pesawat F-16. Rupanya Papa mencuri-curi tahu ke mana saja pesawat itu berdinas, bagaimana onderdilnya, dan banyak lagi. Kami bertiga diajak oleh teman Papa ke sebuah masjid sederhana diPortland.

Tempat ini merupakan salah satu tempat syiar Islam yang masih jarang ditemukan di Portland. Kami bertiga masuk ke dalam dan melihat beberapa orang sedang sujud, membaca kitab, atau bergumam-gumam. Wajah mereka tenang sekali. Beberapa adalah orang Amerika asli, atau juga berkulit hitam seperti Papa. Tapi yang paling banyak adalah orang Asia. Teman Papa lalu mengajak kami bertemu pemimpin agama, pastur kalau di Kristen.

Lalu secara sederhana, saat Papa minta diIslamkan, dengan mata yang berkaca-kaca, dia menyuruh kami mengikuti perkataannya, "Asyhadu anla ilaha illAllah, wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah, I witness that there is no God except Allah, and I witness that Muhammad is his messenger."

Singkat, tanpa perlu ritual berlebihan. Beliau lalu memberikan kami masing-masing sebuah kitab.

"This is Qur'an. Bacalah, pelajari. Tidak usah terlalu di buru. Ini juga sebuah kitab fiqih untuk mempelajari Islam, banyak buku yang bisa kalian pinjam dan pelajari, dan kami semua siap membantu. Apa saja. Bersabarlah, remember, Actually God is with whom is patient."

***

Kami sekeluarga perlahan-lahan mulai mempelajari Islam. Setiap habis Maghrib, selama satu jam sampai waktu Isya' kami belajar membaca Al-Qur'an. Kalau Papa pergi tugas, istri Mr. Ahmad yang membantu. Islam perlahan-lahan mulai menjadi tiang penyangga hidup kami.

***

Namun, tidak semuanya berjalan mulus. Terutama bagi Mama. Beliau mulai memakai kerudung. Dan pakaiannya, benar-benar mencerminkan Muslimah. Tapi, teman-teman di kampusnya mulai menjauhinya. Hanya beberapa yang, benar-benar demokratis mau berteman dengannya. Untunglah, teman-teman Muslimah bertambah banyak. Sehingga Mama tidak merasa sendiri.

Tapi ada satu hal yang terberat. Saat Mama menceritakan keIslamannya kepada orangtuanya, Grandma terutama, marah besar. Saat mama berbicara di telepon, air matanya tumpah. Lalu tiba-tiba ia diam, kemudian memanggil-manggil, "Mama, oh Mama, mama."

Teleponnya diputuskan. Mama hanya bisa bersandar di dada Papa sambil menangis. Papa terus berkata, "Actually God is with whom is patient, Ma Cherie. He is. He is.”

Di sekolah, teman-temanku tetap bersikap baik. Bahkan mereka suka bertanya yang aneh-aneh. Seperti, "Dalam Islam, ada Santa Klausnya, nggak?" atau "Wah, asik dong. Kamu ngak usah ke gereja lagi tiap minggu." Dan banyak komentar lagi komentar lain. Sekolahku memang multi etnik, dan sangat liberal. Selama tidak mengganggu mereka, semua akan seperti biasa saja.

Walaupun ada juga orangtua atau guru yang sinis, hal itu tidak kupedulikan. Mereka saja yang berpikir terlalu sempit.

***

Setahun berlalu, tiba-tiba di negara bagian ini muncul desas-desus mengerikan. Kabarnya orang-orang kulit hitam banyak yang tiba-tiba menghilang. Banyak yang mengatakan bahwa mereka menjadi korban penculikan sekte-sekte fanatik ras kulit putih. Polisi, FBI, sudah diturunkan ke berbagai kota, tapi hasilnya secara konkret belum juga muncul. Papa sangat khawatir. "Isabell, aku akan cuti. Atasanku memaklumi. Lagipula aku belum mengambil cutiku yang sebulan. Dan kini, tugasku untuk menjaga kalian. Setidak-tidaknya sampai keadaan mereda. Oke? J'etaime I don't want to lose you."

Situasi benar-benar gawat. Sudah beberapa mayat yang hilang yang ditemukan, dengan kondisi memilukan. Para maniak itu bahkan selalu meninggalkan pesan mengerikan, bahwa tidak jarang jorok, 'Die you Negros!, atau 'Pig's skin ever better than your!" dan banyak lagi. Perlindungan bagi kaum kulit hitam dari Harlem. Kemarin, mayat seorang pastur kulit hitam ditemukan. Aku khawatir dengan Papa.

" Don't worry ma pouppete. Allah with us. Kita harus berani, dan selalu waspada. Okay?"

Sampai hari itu. Hari dimana semua kebahagiaanku direnggut. Papa sedang berkendara dari kota. Kami sedang dalam pejalanan pulang. Karena ada pemblokiran jalan, kami terpaksa lewat jalan kecil. Malam itu sepi sekali. Tiba-tiba di tengah jalan, terdengar bunyi tembakan. Papa cepat-cepat mengerem. Ternyata ban kami pecah. Lalu, muncul orang-orang bertudung putih, berjalan mendekat sambil membawa obor dan senjata. Pakaian mereka putih, dengan lambang salib terbalik. Aku ketakutan, Mama juga, tapi Papa memegang tangan kami sambil terus berkata, "Ingat, apapun yang terjadi, Allah selalu bersama kita, Macherie."

Mereka menyuruh kami turun dari mobil. Kalau tidak, mereka mengancam kepala kami akan ditembak. Papa menurut. Lalu kami digiring ke dalam hutan, perjalanannya cukup jauh, aku ingin menangis, tapi aku percaya, aku harus kuat. Kami tiba di sebuah lapangan luas. Di sana ada lebih banyak lagi orang-orang bertudung putih. Mereka beteriak kasar, bersorak-sorai, sambil
membakar kayu-kayu.
Pandanganku lalu tertuju ke sebuah penjara kayu. Panjang, dan di dalamnya, banyak orang kulit hitam! Kami didorong ke sana. Tiba-tiba Mamaku ditarik lengannya.

"Lepaskan istriku!" Papa coba berontak. Mama berusaha untuk lepas, tapi sia-sia.

Orang tiba-tiba berkata. "Wanita ini seorang kulit putih. Tapi lihat! Keluarganya Negro, cih, menjijikan! Tubuhnya sudah ternoda oleh si hitam itu! Negro hina! Dan,apa ini?" Ujarnya sambil menarik kerudung Mama, "Ini benda yang dipakai wanita-wanita Islam itu. Cih! Ini lebih hina lagi. Tidak ada pantas-pantasnya, bahkan untuk di muka bumi ini! Mau apakan dia?" Ujarnya sambil berteriak keras.

"Bakar! Bakar! Bakar!" orang-orang itu mulai menjadi liar. Lalu orang tadi berkata lagi, "Semua ingin kau bakar. Tapi demi ras kulit putih kita, kuberi kau kesempatan. Tinggalkan keluargamu, juga Islammu. Kau akan kami bebaskan, setuju?"

Papa tiba-tiba berteriak. "Isabell! Lakukan! Lebih baik seorang dari kita selamat! Lakukan! Lakukan!"

Tepat setelah itu. Kulihat mata biru mama dengan penuh keyakinan menatap tajam kepada orang itu, lalu berkata. "Aku tidak akan melepaskan agamaku walaupun kulitku lepas dari dagingnya.

Dan aku tidak akan meninggalkan keluargaku, walau nyawa taruhannya!" Orang itu gemetar, lalu memerintahkan orang-orangnya untuk mengurung mamaku juga. Kami dilempar ke dalam, bersama orang-orang kulit hitam lainnya. Tubuh mereka kurus sekali, badannya penuh luka. Banyak juga wanita dan anak-anak seusiaku. Beberapa tampak berasal dari keluarga miskin, tapi ada juga yang berada sepertiku.

Seorang laki-laki tiba-tiba berbicara kepadaku. "Hari ini mereka akan membunuh lima orang dari kita."

Lalu anak lain menyahut. "Lalu, mayatnya dibawa entah kemana... seperti ayahku," gadis kecil itu menerangkan, lalu menangis.

Mamaku lalu memeluknya dan bertanya. "Tidak adakah yang bisa kita lakukan?"

Tiba-tiba seorang berbisik kepada Papa. Papa mengangguk, sebentar wajahnya tenang, lalu pucat sekejap dan tenang kembali. Ada apa, Papa? Papa mendekat kepadaku dan Mama, lalu berkata pelan. "Mereka telah mematahkan salah satu dari kayunya. Akan cukup bagi anak-anak dan wanita untuk keluar. Anna, kamu seorang pandu di sekolah, bawa mereka ke tempat pemblokiran polisi tadi, Isabell, kau jaga para wanita dan anak-anak ini. Okay?"

Belum sempat aku membantah, Mama cepat-cepat memotong sambil memegang kedua tangan Papa. "Charles, bagaimana denganmu? Bagaimana kau keluar? A..aku tidak mau pergi sendiri!" Air mata mama mulai tumpah, Papa memandangku dengan sangat dalam. Lalu Mama jatuh ke pelukan Papa, menangis sambil mengucap nama Allah. Aku menyelinap masuk di antara mereka, dan ikut menangis.

***

"Ayo saatnya sudah tiba. Anna, bawa anak-anak keluar, juga para wanita. Depechez vous! Cepatlah! Mumpung mereka sedang tertidur, Papa dan lainnya akan menahan mereka dari sini! Cepat lari!"

Setelah semuanya keluar, aku kembali ke Papa. Tidak, tidak mungkin aku meninggalkan Papa. Tepat saat semuanya berjalan sempurna, tepat saat kami menemukan kehidupan di jalan yang lurus. Aku tidak rela, Papaku yang kucinta. Sang Pilot yang kukagumi. Ma Papa. "Ayolah Anna. Yang lain membutuhkanmu."

"Tapi Papa, kenapa harus begini? Tidak Papa! Tidak!"

"Chest-la-vie. Kamu harus tabah, ma pouppet. Kalau Papa memang harus pergi bukankah Papa akan pegi ke tempat yang lebih baik? Ke sisi Allah. Prier to Dieau. Kita akan bertemu lagi, Okay?" Papa lalu mencium keningku, lama, sampai kurasakan air matanya mengalir di keningku.

"Come on, Anna dear," Mama memanggilku. Dia Lalu mematap lekat kepadaku Papa." A toute a I'huere. I'll be missing you," Lama sekali keduanya bertatapan, lalu dengan lembut Papa mencium kening Mama.

Dan berkata berkali-kali. "J'etaime macherie. J'etaime. J'etaime Isabell, J'etaime Anna. J'etaime..." Lalu perlahan dilepaskannya pegangannya," Allez vous-en! Lari sejauh mungkin. Ingat pesan Papa, jaga Mamamu!"

"Soyez tranguille I will Papa, I will." Perlahan aku keluar, Mama memegangiku. Tiba-tiba salah seorang dari mereka melihat kami. Kami bergegas. "Noubliez pas, Anna, 'Asyhaduanla ilaha....."

"IllAllah, wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah..." Aku dan Mama membalas, lalu kami pergi. Para penjahat itu mulai berkumpul.

"Ingat cita-cita Papa, pouppete, F-16 burung besi kecintaan Papa. Wujudkan cita-cita Papa, Noubliez pas! J'etaime, J'etaime Isabell, J'etaime Anna!"

"J'etaime Papa! J'etaime"

"J'etaime Charles! J'etaime Mama” dan aku lalu pergi berlari. Aku memimpin mengikuti arah bintang, semak-semak belukar yang melukai kakiku, tidak kuingat lagi. Pardoner Papa!

Aku tidak ingat lagi ketika tiba di tempat pemblokiran polisi bagaimana kami menjelaskan kejadiannya, lalu masuk ke hutan dengan polisi. Aku tidak ingat bagaimana para biadab itu terkepung. Aku bermimpi, di suatu tempat, putih, dan halus. Papa!

"Wonderful ma pouppete. Kau berhasil. Sekarang jaga mamamu. Papa akan ke tempat yang akan berkumpul bersama lagi. N'oubliez pas! God is with whom is patient! Wujudkan cita-cita Papa. Goodbye ma pouppete!” Lalu sosok Papa menghilang, pandanganku berputar, lalu aku terbangun. Wajah yang saat itu aku lihat, Mama!

"Oh, Anna. Anna, be patient. Papa is gone. He's with Lord Now." Mama lalu memelukku erat.

"Kami berterima kasih," tiba-tiba seorang berkulit hitam berbicara. Wajahnya sedih sekali, "Papamu telah menyelamatkan hidupku. Dia melindungiku dari tembakan biadab-biadab itu. Papamu tidak menderita, dia pergi dengan senyum di wajahnya. Dia teus mengucap 'Allah... Allah', dan dia sempat meninggalkan pesan untukmu, Anna, ma pouppete, jaga mamamu.

Ingat cita-cita Papa. Preir to Dioer, J'etaime..."

Aku menangis, Mama juga. Papa kini telah pergi, tapi ke tempat yang lebih baik. Sampai aku juga kesana. Wait for me, Papa. I'll make your dreams come true. J'etamine..

***

Papa mendapat gelar kehormatan dari pemerintah AS. Hidup Mama dan aku mendapat tunjangan, dan aku mendapat beasiswa. Aku melanjutkan ke sekolah militer. Mama, dengan tabah, membangun kembali dirinya. Beliau mengajar sastra Perancis di universitas-universitas

Portland dan Seattle. Mama juga aktif mendakwahkan Islam di berbagai tempat. Perlahan kami membangun kembali keluarga kami, grandma bahkan memaafkan mama dan memutuskan untuk pindah ke Amerika untuk membantu Mama. Namun dengan hakus Mama menolak. Katanya, "I can raise my own child, trust me momm."

***

Mesin pesawat berbunyi halus. Sayap F-16 yang kokoh ini membawaku terbang ke angkasa. Hari ini, Anna Marie Fatimah Jacquet, penerbang Muslimat pertama, mewujudkan cita-cita Papa. Terus membumbung tinggi ke langit yang dicintai Papa. A'toute a I'houre Papa. Sampai kita bertemu kembali....( Nur)

Keterangan:

N'oubliez pas: jangan lupa
Soyez tranguille: jangan khawatir
Allez vouz-en: larilah
A'toute I'heure: selamat tinggal
J'etaime aku mencintaimu
Chest la vie: inilah hidup
Aller puor tranguille: pergilah ke kamar
Harlem: tempat perkampungan orang-orang negro

Penulis :Ulfah Mardhiah Siregar Annida No.21/XI

Demikianlah catatan santai kali ini, dan inilah hadiah saya kepada pelayar-pelayar weblog ini.. Semoga Allah menunjukkan jalan yang benar dan mendapat hidayah kepada manusia seluruhnya. Wallahu 'aklam. Insya Allah bertemu lagi akan datang…

Catatan santai: ibnuhasyim.com
(e-mail: ibnuhasyim@gmail.com)
Oktober 26, 08. KL.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails