Monday, June 05, 2017

Asal-usul Bunian Sambas. Air Tenang Sangka Tiada Buaya?



CATATAN PERJALANAN IBNU HASYIM 

Mari Bersama Bangsa Bunian.. 

BEGINI ceritanya..

Asal Usul Bangsa Bunian

Memang dikatakan kemunculan Bangsa Bunian sedikit banyak memberi perasaan takut dalam diri manusia. Meski mereka sebenarnya tidak mengganggu. Kemunculannya kerap membuat bulu tengkuk merinding. Maklum, perbedaan alam mereka telah membuat semacam jurang pemisah. Padahal, bila ditelusuri, asal usul kaum Bunian ini adalah manusia juga. 

Kata orang, keberadaan mereka sangat erat hubungannya dengan kerabat Keraton Sambas. Siapakah sebenarnya kaum Bunian ini? 

Tahun 1757 M, Kerajaan Islam Sambas berada di puncak kejayaan. Raden Djamak yang bergelar Sultan Oemar Aqqamaddin (II), naik tahta. Ia mengantikan ayahanda Sulta Abubakar Kamaluddin, keturunan Sultan Hasan Ibnu Syaiful Rizal. Keraton Sambas kerap pula disebut istana Alwaat Zik Hubbillah. 
Keraton ini terletak di muara Ulakan yang menghadap persimpangan tiga cabang anak sungai, yakni Sungai Sambas, Sungai Teberau dan Sungai Subah. Diujung utara berlatar belakang Gunung Senuju yang melengkung hijau, sementara di sebelah timur berderet bukit barisan yang dinamakan Pegunungan Sebedang. 

Di muara Sungai Sambas selatan diapit dua gunung, iaitu Gunung Gajah dan Gunung Kalangbau. Kerana kondisi geografis itulah, negeri Sambas menjadi terkenal. Negeri itu aman dan makmur dengan julukan “negeri laksana kembang setaman”. 

Keraton Sambas didirikan oleh Raden Sulaiman yang bergelar Sultan Muhammad Tsafiuddin I di Tanjung Muara Ulakan Lubuk Madung, tahun 1687 Miladiyah. Atau bertepatan dengan tahun 1680 Hijriah. Raden Sulaeman adalah putra dari Giri Mustika, Raja Tengah, yang menikah dengan puteri Surya Kencana, adik raja Panembahan yang memerintah Kerajaan Tanjungpura. 

Perkawinan itu terjadi kerana kapal yang ditumpangi Raja Tengah dihantam badai di sekitar Pulau Tanjung Datuk. Kejadiannya saat ia pulang dari Keraton Johor menuju Sarawak. Tanjung Datuk sendiri terkenal angker. Menurut cerita, Tanjuk Datuk atau Paloh itu adalah pusat pemerintahan orang-orang Bunian. Kerajaan Sambas Tua terletak di Kota Lama dan berada di wilayah Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas. 

Kerajaan itu dikenal dengan nama Kerajaan Ratu Sepudak, yang merupakan pendiri kerajaan kecil itu pada jaman sebelum masuknya pengaruh Islam ke Sambas. Menurut beberapa sumber, kerajaan kecil di Paloh pada mulanya dipimpin oleh Pangeran Prabu Kencana yang bergelar Ratu Anom Kesuma Yoeda. Lengsernya atau tercicirnya beliau dari tahta pemerintahan kerana pemberontakan yang dilakukan oleh anak angkatnya yang berasal dari negeri Bunian bernama Tan Nunggal. 

Menurut cerita dari mulut ke mulut di kalangan kerabat istana yang kini memerintah di Kerajaan Bunian adalah keturunan raja sambas bernama Raden Sandi. Raden Sandi dinyatakan menghilang dari kerajaan, kerana diambil kaum Bunian.
Hasil carian imej untuk sejarah sultan sambas
Sambas-Borneo - Catatan sejarah adalah cermin dan gambaran bahawa negeri negeri Melayu di Pulau Borneo mempunyai hubungan dan Silsilah ...

Imej yang berkaitan
Hasan

Menurut Hasan (65), kuncen Keraton Sambas, yang juga masih keturunan Pangeran Bendahara, putra Sultan Moehammad Tsafiuddin II, menolak jika ghaibnya sang pangeran kerana diambil untuk dijadikan raja di Kerajaan Bunian. 

“Itu tidak benar. Tidak ada orang Bunian yang mengambil Raden Sandi. Beliau ghaib kerana kehendak Allah semata,” tuturnya. 



Raden Sandi Braja, kata Hasan, adalah salah satu putera raja Sambas Sultan Moehammad Tsafioeddin II. Ia termasuk sosok yang genius dan mampu menyelesaikan sekolah sekolah sebelum waktunya. Tanggal 8 Desember 1890, ia melanjutkan sekolah ke tanah Jawa diantar Menteri Pangeran Tjakranegara Pandji Anom. Keberangkatannya bersamaan dengan diasingkannya sang ayahanda ke tempat pembuagnan oleh Penjajah Belanda.



Raden Sandi dan saudaranya Raden Mohammad diserahkan kepada Tuan Bestantjesdijk, direktur Opleideing School di Bandung. Dan, lima tahun kemudian keduanya kembali setelah berhasil menyeelsaikan pelajarannya dengan baik. Seusai itu ia langsung diangkat menjadi putera mahkota, namun belum sempat menduduki tahta, beliau meninggal dunia.



Ada beberapa versi soal kematian Raden Sandi Braja. Konon, sang pangeran muda jatuh cinta pada seorang gadis dalam lingkungan istana. Sayangnya, hubungan itu tidak direstui Datu Sultan. Maklum, sang gadis ternyata masih saudara sendiri. Ini sangat dipantangkan di keraton.



Sebenarnya, sang pangeran muda itu telah dijodohkan dengan gadis yagn berasal dari Negeri Titis Sepancuran, Brunai Darussalam. Kerana memang begitulah pesan leluhur memerintahkan. Tapi ia tetap saja menolak, sampai akhirnya mengambil jalan tengah. Dengan lapang dada ia menerima saran dari ibundanya. Sarannay, jika tetap menolak untuk dijodohkan dengna puteri dari Brunai, maka ia dibolehkan mencari puteri dari negeri lain, asalkan bukan dengan saudara sepupu sendiri. 

Maka berangkatlah Raden Sandi ke negeri Johor. Tapi, baru beberapa bulan di sana, ia mendapat khabar bahawa kekasihnya telah dinikahkan dengan seorang lelaki asal negeri Siak. Mendengar khabar tidak sedap itu, Raden Sandi langsung membatalkan perantauannya. Ia pulang ke Sambas untuk membuktikan kebenaran khabar itu. Dan, kenyataannya telah membuatnya sakit hati. 


Ia tak menyangka ayahandanya sampai hati memutuskan hubungan mereka. Maka tanpa pikir panjang lagi, Raden Sandi melampiaskan amarahnya. Ia mengamuk dan tak seorang pun mampu menahan kehebatannya. Usai melampiaskan kemarahannya, ia bersumpah tak akan menduduki tahta kerajaan dan akan meninggalkan Sambas selama-lamanya. Agaknya, takdir berkehendak lain. 


Belum sempat Raden Sandi meninggalkan istana Sambas, ia terserang penyakit yang tak ada obatnya. Penyakit itu akhirnya merenggut jiwanya. Namun sebuah keajaiban terjadi. Sesaat setelah mengembuskan nafas, tubuh Raden Sandi hilang entah ke mana. Yang tinggal hanyalah batang pisang. Raden Sandi hilang secara misterius. Menurut sebagian kawula istana, jenazah putera mahkota itu lenyap misterius dan diganti batang pisang. 


Tapi banyak pula yagn mengatakan bila ia mati diambil oleh orang Bunian di Paloh. Konon, itu sebagai tebusan atas nyawa burung peliharaan Puteri Kibanaran (Orang Bunian) yang tewas saat Raden Sandi berburu di hutan Paloh. Orang pintar dari keraton menyatakan bahawa Raden Sandi Braja telah menjadi raja di Negeri Kibanaran.



Belakangan, ada beberapa sumber yang menyebut bahawa dulu pernah ada pengusaha dari Singapura yang pergi ke Bandar Paloh dan berjumpa dengan Raden Sandi. Dengan mata kepala sendiri ia menyaksikan betapa suasana di Bandar Paloh sangat ramai dan sibuk, laksana pelabuhan laut sebuah negara besar. Transaksi dagang dengan Raden Sandi pun berlangsung. Tapi apa yang terjadi. 



Saat sang pengusaha yang bernama Taib bin Djasman membuka map transaksi di depan rekannya dari Jakarta, kertas berharga itu hanyalah selembar daun sirih yang sudah layu. Dengan penasaran sang pengusaha itu kembali ke Bandar Paloh. Tapi, yang didapat di sana berbeda. Yang dia lihat sekarang hanyalah sebuah desa dan pasar kecil di pinggir sungai kecil. Sebagian kawasan masih ditumbuhi hutan lebat. 

Kesultanan Sambas
220px
Lokasi ibu kota terakhir Kesultanan Sambas, Kalimantan Barat
Berdiri1675-1944
Didahului olehKerajaan Sambas
Digantikan olehKabupaten Sambas
Ibu negeriSambas
BahasaSambas
AgamaIslam Sunah Waljamaah mazhab Syafii (rasmi)
Pemerintahan
-Sultan pertama
-Sultan terakhir
Sultan -
Sejarah
-Didirikan
-Zaman kejayaan
-Krisis pengganti

-

-

-hendrixh

Hasil carian imej untuk sejarah sultan sambas

Keraton Sambas Dari Sudut Lain..

Masa keemasan Kerajaan Sambas telah berakhir. Namun sisa-sisa kebesarannya masih bisa disaksikan hingga kini. Salah satunya adalah keberadaan Keraton Sambas yang masih berdiri kokoh di sisi muara dari tiga cabang anak sungai di Sambas. Rasa hormat masyarakat pun masih tinggi terhadap keluarga keraton. Uniknya, banyak kisah-kisah kisah seputar keraton yang sulit diterima logika. 


Sulit rasanya mencari keterangan lengkap asal mula nama Sambas. Namun, cerita rakyat, menyebut bahawa nama Sambas berasal dari dua orang sahabat yakni Samsudin dan Abas. Samsudin berasal dari Suku Dayak dan Abas suku Melayu. Di antara mereka ada seorang tokoh keturunan Tionghoa. Dalam bahasa Cina, persahabatan mereka disebut 'Sam' yang ertinya tiga. Maka orang-orang Tionghoa di sana menyebut mereka Sambas. 


Menurut satu versi, asal mula Sambas berasal dari Paloh, pusat kerajaan urang Kibanaran atau kaum Bunian. Dan orang yang kali pertama kahwin dengan kaum Bunian adalah Samsudin. Sejak perkawinannya dengan kaum Bunian di Paloh, Samsudin tidak pernah memperlihatkan dirinya lagi. 


Dikhabarkan bila Samsudin telah menjelma menjadi bangsa Kibanaran atau kaum Bunian. Wujudnya menghilang dan tak nampak lagi oleh pandangan mata. Namun meski berbeda alam, Samsudin masih mengikuti kedua sahabatnya. Ke manapun mereka pergi, Sam selalu ikut. Begitu pula sebaliknya. Persahabatan mereka kekal dan dikenal sejarah hingga kini. 

Sampai suatu ketika, ketiga sahabat ini meneguhkan perjanjian untuk tidak saling menyakiti sampai akhir hayat. Sejak itu seakan tercetus ikrar antara suku Dayak yang disebut orang darat dan suku Melayu yang disebut orang Laut. Sebagai tanda ikrar, diambillah sebongkah batu bekas reruntuhan Gunung Sibatu. 

Terucaplah ikrar keramat mereka, "jika batu itu timbul, maka akan perang orang darat melawan orang laut." Diserta merta dengan ikrar, dibuanglah batu di persimpangan Sungai Tibarrau dan Sungai Subah. 

Tiba-tiba air tempat jatuhnya batu itu berputar, seperti hendak memberikan peringatan bahawa janji yang dibuat tak boleh dilanggar. Sampai saat ini, masih bisa disaksikan air di sekitar tempat itu masih berputar. Orang-orang Sambas menyebutnya Muara Ulakkan, kerana air mengulak atau berputar. Akhirnya tercetuslah nama Sambas yang berasal dari Samsudin dan Abas. 

Daerah itupun dikenal banyak buayanya. Salah satunya terdapat seekor buaya kuning. Oleh penduduk di sana, raja air itu dinamakan Nek Goro atau Nek Agou. Bila cuaca hujan rintik yang dibarengi sinar matahari (hujan panas), buaya ini akan menampakkan diri. Ia berenang hilir mudik dengan tenangnya, tanpa berkocak permukaan airnya. 

Ingat kata pepatah Melayu, mungkin pepatah Bunian juga.. "Air tenang jangan disangka tiada buaya!"



Bersambung, insya Allah.


Lihat lagi kisah jin.. 
E-Buku IH-51: Catatan Perjalanan
E-Buku IH-51: Catatan Perjalanan
Perjalanan Ke Kalimantan


Catatan Perjalanan Ibnu Hasyim, 
ibnuhasyim@gmail.com 
Sambas, Negara Bunian,
Kalimantan Barat.
4 Jun 2017.

Sunday, June 04, 2017

'Harapan Baru' Ireland, Bakal Miliki PM Gay..

 Varadkar (kiri) semasa diumumkan kemenangan di Mansion House, Dublin, Ireland kelmarin.- AFP

DUBLIN – Ireland bakal muncul sebagai negara pertama memiliki Perdana Menteri daripada golongan gay selepas parti pemerintah, Fine Gael memilih Leo Varadkar untuk mengetuai kerajaan baharu.

Anak lelaki kepada seorang doktor India berusia 38 tahun itu akan menggantikan Enda Kenny sekali gus sebagai Perdana Menteri termuda Ireland.
Pencalonan Varadkar sebagai Perdana Menteri akan disahkan oleh Parlimen Ireland yang akan bersidang pada 12 Jun ini.
Kemenangan beliau menandakan titik perubahan untuk Ireland, negara Katolik dan sosial konservatif dengan agensi berita Irish Times menyifatkannya sebagai 'harapan baru'.
Dalam ucapannya, Varadkar berkata, beliau 'gembira dan berasa rendah diri' di atas kemenangannya serta berterima kasih dengan sokongan kuat daripada Ahli-ahli Parlimen semasa berdepan dengan pencabar, Simon Coveney.
"Saya tahu ketika bapa saya mengembara sejauh 8,000 kilo­meter untuk menetap di Ireland, saya pasti dia tidak pernah bermimpi bahawa anaknya suatu hari membesar menjadi pe­mimpin negara itu.
"Walaupun terdapat perbezaan, anaknya diberi layanan sama dan dihakimi berdasarkan tindakan dan wataknya dan bukan asal usul atau identitinya," katanya sambil disambut dengan tepukan dan sorakan di Mansion House, Dublin.
Beliau mendedahkan mengenai pendirian seksnya beberapa bulan sebelum referendum pada tahun 2015 yang menjadikan Ireland negara pertama di dunia membenarkan perkahwinan sejenis.
"Saya seorang lelaki gay. Itu bukan rahsia, tetapi bukan juga sesuatu yang semua orang perlu tahu," katanya semasa ditemu bual stesen penyiaran tempatan, RTE.
Varadkar yang merupakan ahli parti Fine Gael sejak remaja memenangi pemilihan pemimpin itu dengan 60 peratus undi berbanding satu-satunya pencabarnya, Coveney yang merupakan Menteri Perumahan dengan 40 peratus undi.
Beliau meraih sokongan 51 daripada 73 Ahli Parlimen partinya berbanding 22 menyokong Coveney. – AFP
Peluang Kerja Kutip Buah Di Australia, Gaji RM40-48 Per Jam.. Bagaimana?

Konsert Terbesar Jerman Dibatalkan.. Tidak Aman

 PENGUNJUNG kelihatan meninggalkan tapak acara festival muzik Rock am Ring di bandar Nuerburg, Jerman kelmarin.

HALAMAN HIBURAN 


KOBLENZ, Jerman – Salah satu festival muzik terbesar di Jerman terpaksa dibatalkan selepas pihak berkuasa mendakwa menerima satu ancaman pengganas kelmarin.
Festival muzik Rock am Ring dibatalkan pada malam pembukaannya menyebabkan beribu-ribu pengunjung diminta meninggalkan lokasi festival itu di bandar Nurburg.
Kira-kira 92,500 tiket dijual untuk festival yang berlangsung selama tiga hari bermula kelmarin sehingga hari ini.
Agensi berita dpa melaporkan festival itu dikosongkan pada malam pembukaan selepas polis Koblenz berkata, mereka menerima maklumat berkaitan satu ancaman.
"Susulan ancaman pengganas, polis menasihatkan kami agar menghentikan festival itu.
"Kami meminta semua pengunjung meninggalkan tapak festival dalam keadaan tenang dan terkawal menuju ke pintu keluar dan kawasan perkhemahan. Kami perlu menyokong siasatan polis," kata seorang jurucakap penganjur.
Pembatalan festival itu juga diumumkan menerusi laman Facebook Rock am Ring. – DPA/AGENSI

Pusat Maksiat sudah tidak aman?
Peluang Kerja Kutip Buah Di Australia, Gaji RM40-48 Per Jam.. Bagaimana?

Filem 'Wonder Woman' Patut Diharam Di Negara Umat Islam..


HALAMAN HIBURAN


LUBNAN secara rasminya mengharamkan penyiaran filem blockbuster Hollywood Wonder Woman kerana pelakon utamanya Gal Gadot pernah berkhidmat sebagai tentera rejim Zionis.

Sebahagian besar penduduk Lubnan memuji langkah tersebut kerana ia menunjukkan pendirian negara itu dalam kempen memulau dan memencilkan Israel.
Susulan arahan pengharaman itu, kesemua poster promosi filem Wonder Woman di Beirut terpaksa diturunkan serta-merta.
Pengharaman filem itu dilakukan dua jam sebelum 15 pawagam utama di Lubnan bakal menyiarkan filem tersebut, kelmarin.
Setakat ini, Lubnan satu-satunya negara Arab mengharamkan filem edaran Warner Bros. Pictures itu yang akan ditayangkan di Mesir, Algeria serta Tunisia awal bulan ini.
Gadot menjalani khidmat ketenteraan wajib Israel pada tahun 2006 di mana tentera Zionis bangsat itu telah menyerang Lubnan dengan serangan peluru berpandu berbulan lamanya.
Dalam konflik perang tersebut, lebih 1,000 penduduk Lubnan maut manakala lebih sejuta diusir keluar dari rumah masing-masing.
Gadot yang seperti kebanyakan golongan muda Israel diwajibkan menyertai program kerahan tenaga dan pernah menyuarakan sokongan terhadap tindakan Israel menyerang Hamas di Semenanjung Gaza. 
Sebab itu semua negara umat Islam yang bermaruah patut mengharamkan filem ini. Malaysia bagaimana? (IH)

Ibnu Hasyim Menulis Dari Negara Bunian, Kalimantan..


Ibu Hasyim, menuju ke Keraton Raja Sambas, Kalimantan..
CATATAN PERJALANAN IBNU HASYIM 

Mari Bersama Bangsa Bunian..  
BEGINI ceritanya..




KINI saya berada di keraton Sambas, Kalimantan Barat Indonesia. Mengimbas kembali, tentang kehidupan bangsa lelembut atan disebut juga 'orang bunian' ini bukan isapan jempol. Masyarakat Kalimantan Barat amat yakin kaum Bunian adalah realitas. Seringkali makhluk halus itu membaur dengan manusia, meski tak disedari kehadirannya. 

Pada saat-saat tertentu, kerap orang melihat kaum Bunian berada di tengah keramaian. Sang lelembut tampak layaknya manusia biasa. Hanya saja, sebuah ciri fizik tak bisa menutupi mereka. Di wajah mereka tak ada garis antara hidung dengan bibir atas. Alisnya juga menyatu. Parasnya memang aneh dan berkesan menyeramkan.

Ada satu hal yang tidak boleh dilakukan manusia bila berada dekat dengan kaum Bunian. Dikatakan, jangan sekali-kali mengikuti ajakannya. Bila itu dilakukan, maka ia akan masuk ke alam gaib mereka dan tidak akan kembali lagi ke alam biasa. Pusat komunitas kaum Bunian terletak di sekitar Pantai Selimpai, Kecamatan Paloh. Juga terdapat di seputar Tanjung Batu, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. 

Tatanan kehidupan kaum Bunian amat teratur. Itu kerana mereka di kelola oleh sistem kerajaan yang tertib. Mereka pun bukan tipe makhluk pengganggu yang suka meneror manusia. Bahkan sebaliknya, sekali waktu mereka terlihat membaur dengan manusia untuk memberi bantuan. 

Kes perang etnik di Sambas beberapa waktu lalu, konon juga melibatkan kaum Bunian ini. Raja mereka sengaja mengerahkan pasukan Bunian untuk menghalau etnik tertentu yang dianggap mengganggu ketenteraman hidup etnik pribumi. Namun tetap saja perbedaan alam dengan mereka menyebabkan manusia takut. 

Pendeknya, kehidupan kaum Bunian bukan sekadar cerita. Tapi benar-benar nyata, anggapan sesetengah manusia. Bila ingin menemui kaum Bunian, datanglah ke pusat komunitas mereka di sekitar Pantai Selimpai atau Tanjung Batu. Tentu, tidak begitu saja seseorang bisa berhubungan langsung dengan bangsa lelembut ini. Melainkan harus dengan bantuan orang yang menjadi perantara.

















Di kedua pantai tersebut, selalu ada orang yang bisa menjadi perantara dengan orang-orang dari bangsa Bunian. Menurut Hendra Sukmana, aktivis LSM yang kini menjabat Ketua Panwaslu Kota Singkawang, tanpa perantara, tak mungkin orang biasa bisa bertemu langsung dengan kaum Bunian. 


Hanya orang yang punya kemampuan khususlah yang bisa berinteraksi langsung dengan mereka. Tanpa memiliki kemampuan semacam itu, maka orang-orang hanya bisa melihat pantai ini sebagai objek wisata yang indah saja. Tidak lebih dari itu. Akan tetapi, dalam kondisi tertentu, bisa saja orang biasa berjumpa dengna kaum Bunian. 

“Sewaktu-waktu orang biasa pun sering berjumpa dengan kaum Bunian yang tengah berada di sekitar mereka. Seperti di pasar-pasar rakyat, di dalam mobil angkutan umum, di pinggir sungai, bahkan di supermarket,” tuturnya kepada yang bertanyakan maklumat. 

Nah, ketika itu, terang Hendra, jangan sekali-kali berbuat ceroboh. Misalnya, sok akrab dengan sengaja menyapa mereka. Sebab bila tidak memiliki bekal batin yang kuat, kita bisa terpengaruh oleh ajakan mereka. Apalagi bila kaum Bunian yang menampakkan diri itu adalah kaum hawa. 

“Jika tidak kuat iman, kita bisa terpikat. Kalau itu terjadi, maka kita tidak akan bisa kembali ke dunia manusia lagi,” ujar Hendra.

Bagaimana jika “Diculik” Kaum Bunian?

Bila orang kedatangan kaum Bunian, dipastikan bakal dicekam rasa takut. Kemunculannya memang kerap membuat bulu kuduk merinding. Wajar saja, siapa yang tidak takut bila di datangi mahluk halus. Apalagi selama ini berkembang anggapan bila kaum Bunian selalu membawa manusia ke dunianya. Cerita-cerita bangsa manusia sering dibawa ke alam kaum Bunian ini sudah sering terdengar. 



Misalnya satu kejadian pada paruh akhir tahun 1995 di daerah Sejangkung, Sambas. Ketika itu ada anak kecil kelas 2 Sekolah Dasar atau sekolah rendah yang tidak kembali ke rumah setelah pulang sekolah. Sementara teman-teman lainnya sudah sampai di rumah. Maka keluarga si anak ini pun cemas. Mereka mencari-cari si anak ke rumah neneknya, namun tidak bertemu. Begitu juga ditanyakan kepada teman-temannya, mereka tidak tahu.



Hingga akhimya, orang tua si anak menghubungi orang pintar di daerah itu. Setelah melalui deteksi batin, orang pintar ini mengatakan si anak dalam keadaan selamat. Cuma, saat ini ia tengah berada di tengah lingkungan kaum Bunian. Keterangan itu sedikit banyaknya bisa diterima keluarga. Sebab ketika ditanyakan kepada salah seorang temannya, ia mengatakan bila pulang sekolah, anak ini diajak pergi beberapa anak kecil yang tidak dikenal. Orang pintar ini pun lantas menyimpulkan bila yang mengajak si anak hilang ini adalah anak-anak kaum Bunian.



Mendapat keterangan demikian, orang tua si anak amat cemas. Mereka dihinggapi pikiran negatif jika si anak tak akan bisa kembali lagi ke dunia manusia. Orang pintar yang dimintai bantuan ini malah tersenyum. Ia lalu pamit untuk melakukan sesuatu. Nah, ketika hari mulai senja, tiba-tiba tiupan angin kencang menghantam rupa orang tua si anak hilang. 



Peristiwa itu dirasakan betul oleh seluruh penghuni rutnah. Mereka pun dicekam ketakutan luar biasa. Sebab kejadian itu sangat tidak lazim. Di tengah-tengah suasana mencekam itu, tiba-tiba pintu rumah diketuk seseorang. Saat dibuka, ternyata si anak hilang itu sudah berdiri di depan pintu. Orang tua keluarga itu pun merasa senang kerana anaknya telah kembali.



Ketika ditanya kemana saja dia pergi, dengan polos anak ini mengatakan bila ia pergi bersama teman-teman barunya naik perahu besar. Lalu dia di bawa berlayar entah ke mana. Meski semuanya orang-orang asing, tapi si anak ini merasa senang. Sebab selain bersama teman-teman baru, dia juga bisa bermain bersama. Menurut si anak, setelah puas bermain, perahu besar itu kembali merapat. Dia kemudian diantar teman-temannya pulang ke runah. Belakangan, teman-temannya itu tiada lain adalah kaum Bunian. 



Dibawa ke Alam Gaib



Meski ada yang kembali ke dunia manusia setelah berhubungan dengan kaum Bunian, ternyata banyak pula yang tidak kembali alias terbawa ke alam gaib. Hal itu, bisa terjadi kerana beberapa sebab. 
  1. Suka sama suka. Memang sudah dikehendaki manusianya sendiri untuk bergabung dengan dunia Bunian. Ini terjadi bila, umpamanya, seorang pria jatuh hati dengan wanita dari bangsa lelembut itu. Selanjutnya orang ini ingin berhubungan terus hingga kepelaminan. Tentu saja, orang ini tidak akan kembali ke alam nyata.
  2. Seseorang tergiur oleh ajakan kaum Bunian. Inilah yang selalu diwanti wanti setiap orang agar berhati-hati dan jangan mudah tergiur ajakan mereka. Jangan tergila-gilakan mereka, nanti sanggup berpisah dengan keluarga sendiri.
Ada satu peristiwa di tahun 1990an. Dulu, pernah ada seorang pemuda bernama Mahyan. Ia dinyatakan hilang. Semula, orang-orang desa mengira dia pergi ke Pulau Tambelan untuk bekerja di bagan, tempat mencari ikan. Namun, pakaiannya di lemari masih utuh. Itu menandakan bila Mahyan tidak pergi kemana-mana, atau pergi tanpa pamit.



Menurut cerita teman-temannya, tadi malam Mahyan berkenalan dengan seorang wanita. Kebetulan sejak beberapa hari lalu, ada pekan hiburan rakyat di depan kantor kecamatan. Nah, sejak berkenalan itu teman-temannya tidak melihat lagi batang hidung Mahyan. Sampai keesokan harinya, Mahyan tidak kembali. Bahkan hingga berhari-hari, minggu, bulan dan tahun. 

Seterusnya, Mahyan tak diketahui lagi dimana rimbanya. Orang-orang di kampung berkeyakinan bila Mahyan hilang kerana di bawah ke alam kaum kaum Bunian.



Ciri Kaum Bunian

Fenomena kaum Bunian sudah mendarah daging dalam masyarakat Sambas. Meski kerap muncul rasa takut bila didekati kaum Bunian, namun masyarakat di sana sudah terbiasa. Malah boleh dikata, mereka tak merasakan lagi adanya persoalan. Meski begitu, membicarakan soal Bunian bagi mereka, adalah tabu. 

Mereka lebih memilih diam dari pada bercerita kaum Bunian. Atau kalaupun menceritakannya, tapi secara bisik bisik. Seolah-olah takut nada bicaranya didengar orang lain, terutama kaum Bunian. Bila tiba-tiba mereka merasakan kedatangan kaum Bunian, orang-orang Sambas lazim mengatakan, "Oh, insanak datang!" 

Setelah itu secara tak diam-diam dia akan menjauhi orang Bunian itu. Bisakah kaum Bunian ini dibedakan dengan manusia biasa? Tentu saja bisa. Bahkan perbedaannya amat menyolok. Rudi Fitrianto (38), warga Kota Singkawang, mengatakan bila perbedaan itu tampak pada penampilan fizik. 


Orang Bunian begini hanya tinggal legenda?

Misalnya pada bagian wajah. Kaum Bunian dikenal tidak memiliki garis atau tepatnya lekukan yang memanjang antara hidung dengan bibir atas. "Itu adalah ciri kodrati kaum Bunian,” tutumya. 

Inilah ciri fizik yang sangat jelas membedakan kaum Bunian dengan manusia. “Kalau kita melihat seseorang yang tidak memiliki garis bibir itu, maka dipastikan orang itu adalah kaum Bunian,” tuturnya lagi.

Ciri lainnya, kaum Bunian memiliki bentuk alis yang khas. Alisnya lebat dan tampak seperti menyatu. Ciri seperti ini, boleh jadi terdapat pada sebagian kecil manusia. Selebihnya, bentuk fizik kaum Bunian dengan manusia nyaris sama. Misalnya soal tinggi badan. Kerana itu, bila berpapasan secara sepintas, nyaris seseorang tak dapat membedakan dia adalah Kaum Bunian atau manusia. 

Selebihnya, terang Rudi, wujud kaum Bunian memang halus. Sehingga banyak orang menyebutnya makhluk halus atau lelembut. Meski mereka mahluk halus yang terkadang menampakkan diri, ada orang-orang tertentu yang bisa melihat kaum Bunian dalam keadaan secara kasat mata. Mereka adalah orang-orang tua dan anak-anak kecil, meski tidak semuanya. 

Beberapa tahun lalu, ketika pecah perang etnik di Sambas, banyak anak-anak kecil yang sering duduk dipinggir sungai Sambas. Ketika ditanya mengapa duduk-duduk di situ, mereka menjawab sedang melihat kapal besar yang mengangkut banyak orang. Kapal itu terlihat menuju Keraton Sambas. Kebenaran cerita anak-anak itu diperkuat kenyataan bila di halaman Keraton Sambas, secara tiba-tiba berkibar bendera wama kuning. 

Itulah bendera khas Kerajaan Sambas tempo dulu, yang sejak lama tidak pernah dikibarkan. Keadaan itu memberikan sinyal bila bangsa Bunian tengah berkumpul di sekitar Keraton Sambas. Hanya saja wujud mereka tidak terlihat. Dan pada malam harinya, warga Sambas melihat kotanya sangat ramai sekali. Namun mereka sama sekali tidak mengenal orang-orang itu datang dari mana.

Begitu, cerita-cerita rakyat mereka.

 Lihat lagi kisah jin.. 
E-Buku IH-51: Catatan Perjalanan
E-Buku IH-51: Catatan Perjalanan
Perjalanan Ke Kalimantan

video: Seri Bunian (P. Ramlee)

Bersambung, insya Allah.

Catatan Perjalanan Ibnu Hasyim, 
ibnuhasyim@gmail.com 
Sambas, Negara Bunian,
Kalimantan Barat.
3 Jun 2017

Selamat Menyambut Ibadah Puasa. Kuliah Jumaat Abd Hadi 27 MEI 2016

Hasil carian imej untuk selat Menyambut Puasa
-16. Selamat Menyambut Ibadah Puasa. Kuliah Jumaat Abd Hadi 27 MEI 2016

KULIAH JUMAAT 20 SYAABAN 1437 / 27 MEI 2016 - BAB PUASA

Lihat sebelum ini..
E-Buku IH-112: Kuliah Jumaat Abd Hadi Presiden PAS.
Ikutilah kuliah selanjutnya..

Saturday, June 03, 2017

Kasino Diserang 36 Maut. Tempat Maksiat Bukan Tempat Aman..


 AP - ASAP tebal dari kompleks Resort World Manila yang terbakar dalam kejadian serangan lelaki bersenjata di Pasay, Manila semalam.
MANILA – Sebanyak 36 mayat ditemui di dalam sebuah kasino di ibu negara Filipina semalam selepas seorang lelaki bertopeng memecah masuk, melepaskan tembakan dan membakar bangunan tersebut.
Kejadian itu sekali gus mencetuskan kebimbangan serangan pengganas, kata polis yang kemudian menafikan kaitan dengan militan di selatan Filipina. 
“Sebanyak 54 orang cedera apabila mereka saling merempuh untuk keluar dari Resort World Manila yang terletak bertentangan lapangan terbang antarabangsa Filipina, selepas seorang lelaki bersenjata senapang M4 masuk ke bilik perjudian pada waktu tengah malam,” kata Ketua Polis, Ronald Dela Rosa.
Katanya, mayat lelaki bersenjata itu kemudian ditemui di dalam sebuah bilik hotel bersebelahan kompleks kasino tersebut kira-kira lima jam selepas kejadian.
Tambahnya, lelaki itu hanya melepaskan tembakan ke arah skrin televisyen dan tidak menyasarkan kepada sesiapa. Polis percaya 36 mayat yang ditemui di dalam kasino itu mati akibat terhidu asap tebal.
“Kesemua 36 mangsa terkorban disebabkan lemas,” kata Ketua Polis Manila, Oscar Albayalde kepada CNN Filipina.
Menurut Dela Rosa, lelaki bersenjata itu pada mulanya hilang di tengah-tengah asap tebal dan keluar bersama pengunjung yang melarikan diri.
“Dia terbaring di atas katil dalam keadaan berselimut tebal dan dipercayai mencurahkan minyak sebelum membakar dirinya,” kata Dela Rosa.
Beliau menegaskan, insiden itu seperti satu kesilapan rompakan dengan mengatakan lelaki itu tidak menembak sesiapa dan hanya mencuri cip perjudian.
“Buat masa sekarang, kami boleh katakan ini bukan tindakan pengganas. Tiada sebarang elemen keganasan, ancaman atau ugutan yang membawa kepada serangan pengganas,” katanya.
Lelaki itu melarikan cip perjudian bernilai 113 juta peso (RM9.7 juta).
“Ia merupakan satu rompakan dan dilakukan oleh seorang individu yang gila,” katanya kepada pemberita di luar kasino. – AFP
Komen Weblog Ibnu Hasyim: Semakin jelas, tempat maksiat seperti kasino, kelab malam, bukan lagi tempat hiburan dan mencari ketenangan.. Tetapi adalah tempat yang merbahaya dan menjadi punca pembawa kerosakan kepada masyarakat 
Peluang Kerja Kutip Buah Di Australia, Gaji RM40-48 Per Jam.. Bagaimana?

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails