Monday, May 07, 2012

Demontrasi Ganja & Negara Penyalurnya.


GAMBAR menunjukkan seorang lelaki memegang pokok ganja dalam perarakan yang diadakan di bandar Prague kelmarin. 
Perarakan desak ganja dibenarkan
PRAGUE, Republik Czech - Sejumlah besar penunjuk perasaan menyertai Perarakan Ganja Global yang diadakan di ratusan buah bandar di dunia termasuk di sini kelmarin. Perarakan itu diadakan bagi meminta supaya penggunaan ganja dibenarkan oleh pihak berkuasa di negara masing-masing.

Sebahagian penunjuk perasaan itu turut menghisap rokok ganja semasa mereka berarak di bandar Valparaiso, Chile termasuk di bandar raya Mexico, Mexico. Perarakan yang sama turut diadakan di bandar raya Medellin, Colombia selain di Buenos Aires, Argentina. - Agensi

Komen Weblog Ibnu Hasyim:  Baik ganja dibenarkan, kalau ianya dijadikan sebagai industri perubatan, tetapi bukan sebagai 'peyalah gunaan najis dadah'. Seperti juga anggur baik untuk dimakan tetapi bukan dijadikan 'najis arak' yang mengundang penagih-penagih.

  Negara-negara Penyalur Ganja Terbanyak

Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol)yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana.

Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai 2 meter. Berdaun menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda (berumah dua). Bunganya kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting. Ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut.

Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap hashish melalui pipa chilam/chillum, dan dengan meminum bhang.

Dalam penelitian ilmiah dengan metode systematic review yang membandingkan efektifitas ganja sebagai obat antiemetic didapatkan hasil ganja memang efektif sebagai obat antiemetic dibanding prochlorperazine, metoclopramide, chlorpromazine, thiethylperazine, haloperidol, domperidone, atau alizapride, tetapi pengunaannya sangat dibatasi dosisnya, karena sejumlah pasien mengalami gejala efek psikotropika dari ganja yang sangat berbahaya seperti pusing, depresi, halusinasi, paranoia, dan juga arterial hypotension.

Manfaat Ganja

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan. Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali. Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan. Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.

Budidaya Ganja

Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.

Di Indonesia, ganja dibudidayakan secara ilegal di Provinsi Aceh. Biasanya ganja ditanam pada awal musim penghujan, menjelang kemarau sudah bisa dipanen hasilnya.
Hasil panen ganja berupa daun beriut ranting dan bunga serta buahnya berupa biji-biji kecil. Campuran daun, ranting, bunga, dan buah yang telah dikeringkan inilah yang biasa dilinting menjadi rokok mariyuana. Kalau bunga betinanya diekstrak, akan dihasilkan damar pekat yang disebut hasyis.

7 negara pengedar ganja terbesar di dunia

1. Columbia



Pihak berwenang Kolombia telah menemukan sebuah kapal selam pengangkut narkotika. Kapal tersebut sanggup mengirim narkoba dari Kolombia menuju Meksiko.Pihak berwenang Kolombia menemukan kapal selam itu di wilayah pedalaman di sebuah sungai Timbiqui di negara bagian Cauca sekitar 440 kilometer sebelah barat daya ibu kota Kolombia, Bogota.



Menurut komandan pasukan gabungan pasifik Kolombia, Jenderal Jairo Antonio Erazo, kapasitas kapal selam tersebut mencapai delapan ton kokain. Ia menambahkan kapal selam itu mampu menyelam hingga kedalaman sembilan meter, sehingga menyulitkan pihak berwenang untuk melacaknya.

Kapal selam pengangkut narkoba itu berukuran panjang 31 meter dan lebar tiga meter. Pihak berwenang tidak berhasil menangkap tersangka penyelundup. Mereka hanya menyita narkoba di dalam kapal selam itu. Senjata api juga ditemukan di dalam kapal.

Merupakan negara produsen sekaligus pengedar kokain didunia, 80% produk kokain yang dihasilkan Colombia diedarkan diberbagai negara. Peredaran barang haram ini mempunyai jaringan khusus diberbagai negara yang bisa menyusup ke berbagai aspek kehidupan, bahkan di Colombia sendiri terdapat organisasi yang tertata rapi yang menyusup ke berbagai bidang seperti politik, militer dan hukum. Oknum pemerintah Colombia diduga juga ikut terlibat dalam mengamankan bisnis obat bius tersebut. Itulah sebabnya para mafia dinegara ini mampu lolos dari sergapan pasukan khusus sekalipun. Tetapi pada awal tahun 2011 ini kepolisian Columbia berhasil menyita 1,5 ton kokain dalam sebuah operasi. Narkoba berbahaya ini ditemukan dalam petikemas berisi makanan anjing yang akan dikirim ke Amerika.
2. China

Sejak abad ke-19 China sudah merupakan jalur peredaran narkoba yang dibawa oleh bangsa eropa. China yang menjadi korban perdagangan narkoba justru menjadi tempat perdagangan narkoba melalui jaringan mafia China. Jenis barang haram yang diedarkan China adalah jenis shabu-shabu dan extasi bahkan peredarannya sudah mencapai Indonesia, ini dibuktikan oleh banyaknya kasus narkoba yang melibatkan warganegara China. Menurut data yang dikeluarkan Polda Metro Jaya ditahun 2010 yang lalu, China menempati peringkat ke-3 dalam peredaran narkoba di Indonesia.

3. Brazil



salahsatu negara pengedar narkoba terbesar didunia. Bahkan pada bulan November 2010 yang lalu kepolisian Brazil harus adu tembak dengan ratusan geng narkoba bersenjata. Peredaran narkoba dari Brazil ini sudah tersebar hampir keseluruh Eropa dan Amerika Selatan.

4. Iran



saat ini peredaran Narkoba didominasi jaringan narkoba dari Iran. Banyaknya warganegara Iran yang tertangkap ini membuat Iran menjadi negara pengekspor narkoba terbanyak ke Jakarta. Di Iran harga shabu-shabu sangat murah, 1 kg hanya Rp.100.000.000,- sedangkan di Indonesia harga 1 kg shabu-shabu dapat mencapai Rp.1 milyar. Dari data yang didapat warganegara Iran menduduki peringkat pertama sebagai pengedar narkoba di Jakarta.

5. Mexico



Kini telah menjadi salahsatu negara pengedar narkoba terbesar didunia. Perdagangan narkoba dinegara Amerika Latin ini telah merasuk dan merusak tatanan sosial, politik, budaya dan ekonomi. Aktifitas ilegal ini juga selalu diwarnai tindak kriminal yang melampaui batas kemanusiaan seperti pembunuhan atau pembantaian massal, pemerkosaan, penculikan dan perampokan. Amerika Serikat sendiri telah berjanji mengalokasikan dana 1,4 milyar USD selama 3 tahun untuk memerangi perdagangan narkoba di Amerika Selatan. Sebagian besar dana itu dialokasikan untuk Mexico, negara yang paling rawan dalam hal kekerasan akibat perang dalam perebutan jalur perdagangan narkoba.


6. Indonesia



Indonesia dikenal sebagai produsen extasi nomor 1 didunia, tetapi sebagai pengedar, Indonesia dikenal sebagai pengedar ganja terbesar didunia. Hal tersebut memungkinkan karena ganja dari Indonesia merupakan mariyuana dengan kwalitas no.1 didunia.

7. Italia

Perdagangan narkoba di Italia hampir dikuasai oleh para mafia, bahkan baru-baru ini pemerintah Spanyol berhasil menangkap gembong narkoba asal Italia setelah 21 tahun buron karena melarikan diri dari penjara di Perancis dan seorang Jenderal Italia juga divonis 14 tahun penjara karena terbukti terlibat dalam impor dan perdagangan narkoba di Italia. Penyeludupan narkoba di Italia sendiri dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya tahun 2010 lalu penyelundupan Kokain seberat 200 gram dilakukan dengan ular phyton 
(IH)

Lihat sebelum ini..

Pluralisme Agama: Perjelas Posisi Hamka

 Oleh Dr. Adian Husaini
Gmbar atas: Rumah kelahiran Hamka

"Memperjelas Posisi Hamka soal Pluralisme Agama”

BELUM lama, pada 20 Mac 2012, salah satu peneliti INSISTS, Akmal Syafril, ST., M.Pd.I., menerbitkan bukunya yang berjudul Buya Hamka: Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Pluralisme.   

Buku ini sebenarnya merupakan Tesis Master Pendidikan Islam di Universitas Ibn Khaldun Bogor. Penerbitan buku ini sangat penting untuk menjernihkan dan mempertegas pemikiran Buya Hamka tentang Pluralisme Agama.

Menurut penulisnya, pada awalnya penulisan buku ini bersumber dari sebuah makalah yang dibuatnya saat sedang mengikuti studi di Program Pascasarjana Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun (UIKA), Bogor. Isinya mengulas sebuah artikel karya Ahmad Syafii Maarif yang dimuat di Rubrik Resonansi, surat kabar Republika, edisi 21 November 2006, yang diberi judul “Hamka Tentang Ayat 62 Al-Baqarah dan Ayat 69 Al-Maidah”. 
 
Sebagian besar isinya adalah kutipan-kutipan dari Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka. Di bagian awalnya, Syafii Maarif menjelaskan alasan di balik penelitiannya terhadap kedua ayat ini:


“Pada suatu hari bulan November 2006 datanglah sebuah pesan singkat dari seorang jenderal polisi yang sedang bertugas di Poso menanyakan tentang maksud ayat 62 surat al-Baqarah.  Kata jenderal ini pengertian ayat ini penting baginya untuk menghadapi beberapa tersangka kerusuhan yang ditangkap di sana.”

Di antara berbagai kutipan Tafsir Al Azhar dari artikel tersebut, inilah salah satunya yang nampaknya paling penting: 


“Inilah janjian yang adil dari Tuhan kepada seluruh manusia, tidak pandang dalam agama yang mana mereka hidup, atau merk apa yang diletakkan kepada diri mereka, namun mereka masing-masing akan mendapat ganjaran atau pahala di sisi Tuhan, sepadan dengan iman dan amal shalih yang telah mereka kerjakan itu.”

Setelah menjelaskan bahwa Hamka menolak pendapat yang menyatakan bahwa ayat ke-62 dalam Surah al-Baqarah telah di¬-nasakh oleh ayat ke-85 dalam Surah Ali ‘Imran, Syafii Maarif pun memungkas artikelnya dengan opini berikut: 


“Sikap Hamka yang menolak bahwa ayat 62 al-Baqarah dan ayat 69 al-Maidah telah dimansukhkan oleh ayat 85 surat Ali ‘Imran adalah sebuah keberanian seorang mufassir yang rindu melihat dunia ini aman untuk didiami oleh siapa saja, mengaku beragama atau tidak, asal saling menghormati dan saling menjaga pendirian masing-masing.  Sepengetahuan saya tidak ada Kitab Suci di muka bumi ini yang memiliki ayat toleransi seperti yang diajarkan Al-Quran.  Pemaksaan dalam agama adalah sikap yang anti Al-Quran (lih. al-Baqarah 256; Yunus 99).”

Memang, setelah keluarnya tulisan Syafii Maarif tersebut, terjadi perdebatan yang cukup seru di Rubrik Opini Harian Republika. Saya pun segera menulis artikel yang menjawab artikel Syafii Maarif tersebut. Intinya, saya menegaskan, bahwa Buya Hamka sama sekali bukan seorang Pluralis Agama. Perlu dicatat, bahwa Pluralisme Agama, dalam CAP ini adalah paham yang  menyatakan bahwa semua agama merupakan jalan yang sah menuju inti realitas keagamaan. 


Dalam Pluralisme agama, tidak ada satu agama yang merasa superior dibanding yang lain. Tapi, setiap agama dipandang sebagai jalan yang sama-sama sah menuju kebenaran dan Tuhan (In pluralism, no one religion is superior to any other; each and every religion is equally valid way to truth and God). (Alister E. Mcgrath, Christian Theology: an Introduction, (Oxford: Blackwell Publisher, 1994).

Menurut Akmal, dalam makalahnya, ia mengaku menemukan beberapa kesalahan fatal yang telah dilakukan oleh Syafii Maarif dalam pengutipan Tafsir Al Azhar tersebut, terlepas dari ada-tidaknya unsur kesengajaan.

Kesalahan pertama,  adalah perihal penggunaan kedua ayat tersebut yang jauh dari konteks aslinya. Syafii Maarif – dan sang Jenderal Polisi yang berkonsultasi dengannya – menganggap bahwa kedua ayat ini dapat digunakan untuk menanggulangi konflik horizontal di Poso. 


Dari paragraf kesimpulan yang ditulis oleh Syafii Maarif sebelumnya, kita dapat memahami bahwa konflik horizontal yang dimaksud adalah konflik antar umat beragama. Karena digali dari al-Qur’an, maka dapat dipahami pula bahwa penelaahan ini digunakan untuk meredam keinginan sementara pihak di kalangan umat Muslim untuk melakukan kekerasan pada umat lain.

Padahal, tegas Akmal, jika Tafsir Al Azhar dibaca secara runut, akan ditemukan asbabun nuzul dari ayat ke-62 dalam Surah al-Baqarah itu, yakni untuk menjawab pertanyaan Salman al-Farisi r.a. seputar orang-orang sholeh yang dijumpainya di masa lampau, sedangkan orang-orang tersebut beragama Nasrani, Yahudi dan lain-lain. Kesalahan kontekstual ini akan terlihat jelas kemudian.


Kesalahan kedua disebabkan oleh kelengahan Syafii Maarif untuk melacak penjelasan nama-nama agama “Yahudi”, “Nasrani” dan “Shabi’in” dalam Tafsir Al Azhar. Padahal, Buya Hamka sudah menjelaskan masalah ini. Menurut Hamka, “Yahudi” (berasal dari nama Yehuda, salah satu anak Nabi Ya’qub as) pada hakikatnya adalah agama-keluarga, “Nasrani” (berasal dari nama Nashirah, yaitu daerah kelahiran Nabi ‘Isa as) pada hakikatnya adalah agama-bangsa, dan “Shabi’in” adalah nama yang diberikan bagi orang yang keluar dari agama nenek moyangnya, sehingga Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wassalam pun pernah disebut sebagai shabi’.


Dengan definisi tersebut, maka orang yang terlanjur dikenal sebagai Yahudi, Nasrani dan Shabi’in di masa lampau (yaitu sebelum masa kenabian Rasulullah saw) bisa beriman dan tak beriman. Contoh yang dapat diambil adalah Pendeta Bahira. Sejarah mengenalnya sebagai tokoh yang pertama kali membenarkan kenabian Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wassalam berdasarkan tanda-tanda yang diketahuinya dari Injil, dan oleh karena itu, ia dikategorikan sebagai orang yang beriman.


Meski demikian, Bahira tetaplah dikenal sebagai penganut agama Nasrani, karena memang ia tidak sempat mengikuti ajaran Nabi Muhammad. Tentu saja, Bahira dapat dianggap sebagai Nasrani yang beriman hanya karena ia hidup pada masa pra-kenabian Rasulullah saw. Jika ia sempat bertemu dengan dakwah Rasulullah, tentu ia harus mengucap syahadatain, dan hanya dengan cara itulah ia bisa dianggap sebagai orang yang beriman. Hal ini akan semakin jelas pada poin berikutnya.


Kesalahan ketiga
– mungkin yang paling fatal – adalah tidak dicantumkannya sebuah paragraf penting yang dapat ditemukan di akhir penjelasan ayat ke-62 dalam Surah al-Baqarah dalam Tafsir Al Azhar yang justru menyimpulkan pendapat Buya Hamka yang sebenarnya secara utuh. Penjelasannya adalah sebagai berikut: “Yahudi dan Nasrani sudah sepatutnya terlebih dahulu percaya kepada kerasulan Muhammad apabila keterangan tentang diri beliau telah mereka terima. Dan dengan demikian mereka namanya telah benar-benar menyerah (Muslim) kepada Tuhan. Tetapi kalau keterangan telah sampai, namun mereka menolak juga, niscaya nerakalah tempat mereka kelak.”


Umumnya, kesimpulan dari sebuah uraian ilmiah, termasuk penafsiran al-Qur’an, dapat dijumpai di bagian akhirnya. “Dengan menyimak betapa pentingnya penjelasan di atas, kita pun bertanya-tanya mengapa Syafii Maarif justru memilih untuk meninggalkan penjelasan ini, yang – jika dicantumkan – akan segera menghapus kesan pluralis dari sosok Buya Hamka dalam artikel tersebut?” tulis Akmal, yang sebelumnya sudah dikenal sebagai penulis buku “Islam Liberal 101”. .


Opini dan kesan bahwa ‘Buya Hamka seorang pluralis’, bagaimana pun, telah terlanjur bergulir. Hanya berselang enam hari dari dimuatnya artikel Syafii Maarif tentang Tafsir Al Azhar di surat kabar Republika, Ayang Utriza NWAY menyampaikan makalahnya dalam acara diskusi publik bertajuk Islam dan Kemajemukan di Indonesia. Diskusi publik tersebut diadakan sebagai rangkaian kegiatan dalam Nurcholish Madjid Memorial Lecture di sebuah Perguruan Tinggi di Banten. 


Makalah yang dibawakannya berjudul “Islam dan Pluralisme di Indonesia: Pandangan Sejarah”. Dalam makalahnya, Ayang bahkan telah melangkah lebih jauh lagi daripada Syafii Maarif. Setelah mengutip beberapa poin dalam Tafsir Al Azhar – lagi-lagi untuk QS. al-Baqarah [2]: 62 – Ayang menyimpulkan:

“Ini berarti bahwa walaupun seseorang mengaku beragama Islam, yang hanya bermodalkan dua kalimat syahadat, tetapi tidak pernah menjalankan rukun Islam, maka ia tidak akan pernah mendapat ganjaran dari Allah, yaitu surga.  Sebaliknya jika ada non-Muslim yang taat dan patuh menjalankan ajaran agamanya, walaupun tidak mengucapkan dua kalimat syahadat, maka dia akan mendapatkan ganjaran dari Allah: surga.”


Menurut Akmal, tidaklah sulit menunjukkan kesalahan (untuk tidak menyebutnya ketidakjujuran) fatal yang dilakukan oleh Ayang Utriza NWAY.  Saya pribadi (Adian Husaini) juga menemukan tulisan Ayang Utriza yang menfitnah Buya Hamka dalam buku Bayang-bayang Fanatisisme: Esei-esei untuk Mengenang Nurcholish Madjid, (Jakarta: Universitas Paramadina, 2007). Kutipan makalah Peneliti di Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Universitas Paramadina itu dimuat di halaman 307.


Saya sudah menulis jawaban terhadap tulisan Ayang tersebut untuk buku 100 Tahun Buya Hamka. Bahkan, saat bertemu keluarga Hamka, saya sampaikan keprihatinan saya tentang tulisan-tulisan yang menfitnah Buya Hamka.  Akan tetapi, meskipun artikel dan makalah sudah kita tulis di berbagai media massa, tetap saja pendapat yang mengutip tulisan Buya Hamka secara tidak proporsional juga terus berkeliaran. Bahkan, hingga kini, tak ada koreksi terhadap kekeliruan yang sudah dilakukan.


Dalam kaitan itulah, hadirnya buku Akmal ini menjadi penting. Fungsinya, untuk memperjelas posisi Hamka dalam soal Pluralisme Agama dan membentengi upaya orang-orang yang mengutip tulisan Hamka secara tidak proporsional atau bahkan memuarbalikkan makna tulisan Hamka yang sebenarnya. Menurut Akmal, itulah yang mendasarinya mengembangkan makalahnya menjadi sebuah Tesis dengan judul Studi Komparatif Antara Pluralisme Agama dengan Konsep Hubungan Antar Umat Beragama dalam Pemikiran Hamka. 


Sesuai dengan judulnya, tesis ini tidak hanya membahas kontroversi dari artikel Syafii Maarif dan makalah Ayang Utriza NWAY belaka, melainkan mengupas tuntas jawaban dari sebuah pertanyaan besar: apakah Buya Hamka memang seorang pluralis? Buku Buya Hamka: Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Pluralisme merupakan hasil adaptasi dari tesis tersebut.

Persoalan paling fundamental yang pasti muncul ketika membahas pluralisme, sebagaimana dijelaskan oleh Anis Malik Thoha dalam bukunya Tren Pluralisme Agama, adalah mendefinisikan makna Pluralisme itu sendiri. Masing-masing pihak yang mengusung pluralisme memiliki konsepnya sendiri-sendiri, bahkan tidak jarang orang menulis sebuah makalah atau buku tentang pluralisme tanpa pernah memberikan definisi pluralisme itu. 

Oleh karena itu, buku ini pun menguraikan secara mendalam persoalan definisi pluralisme, sejarah pluralisme dan tren-tren pluralisme yang ada. Hal-hal ini dijabarkan di dalam bab ketiga. Setelah menjelaskan tren-tren tersebut, bab keempat dalam buku ini menguraikan argumen-argumen yang digunakan oleh kaum pluralis dari kalangan Muslim, terutama dengan bersandar pada sejumlah ayat al-Qur’an. 

Pembahasan ini cukup penting, selain karena posisi sentral al-Qur’an dalam ajaran Islam, juga karena tokoh yang pemikirannya sedang dibahas – yaitu Buya Hamka – adalah seorang mufassir. Dengan memperbandingkan penafsiran Hamka dengan penjelasan ayat-ayat tersebut oleh kaum pluralis Muslim, kita bisa mendapatkan gambaran yang jelas mengenai persamaan dan/atau perbedaan cara berpikir keduanya.

Karena pada masa hidup Buya Hamka dahulu istilah “pluralisme” belum dikenal, maka penulis buku ini merasa perlu menguraikan konsep hubungan antar umat beragama menurut Hamka ke dalam beberapa poin penting. Poin-poin ini merupakan hal-hal yang sangat fundamental dalam gagasan pluralisme, misalnya konsep agama, posisi Islam di antara agama-agama lainnya, pandangan seputar aliran-aliran yang menyimpang, pengejawantahan toleransi beragama, dan sebagainya.


Sebagai contoh, seorang pluralis pasti menganggap Islam sejajar dan tidak lebih unggul daripada agama lainnya. Siapa pun yang berpikiran seperi itu, maka ia memang seorang pluralis. Tetapi Hamka tidak berpikiran seperti itu. Referensi yang telah ditinggalkan oleh Hamka begitu berlimpah, sehingga usaha pencarian jawaban atas pertanyaan-pertanyaan semacam ini tidaklah sulit untuk dilakukan.


Walhasil,
di tengah carut-marutnya pemikiran di Indonesia dewasa ini, buku Buya Hamka: Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Pluralisme karya Saudara Akmal ini cukup memberikan penjelasan tuntas seputar kesemrawutan konsep pluralisme. Karya ini diharapkan mampu merangsang kembali minat para pemuda Muslim untuk menggali kembali warisan intelektual dari Buya Hamka, dan juga dari para cendekiawan Muslim terdahulu lainnya.


“Adapun seputar ‘klaim pluralisme’ terhadap pribadi Hamka, insya Allah mereka yang sudah tuntas membaca buku ini tidak akan memiliki keraguan lagi,” tulis Akmal yang menyelesaikan sarjana S-1 nya di bidang civil engineering di Institut Teknologi Bandung.


Semoga bermanfaat, dan kita menunggu terus karya-karya ilmiah yang bermutu dari para pejuang Islam lainnya.*/Jakarta, 20 April 2012

Penulis Ketua Program Studi Pendidikan Islam—Program Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor). Catatan Akhir Pekan (CAP) bekerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan hidayatullah.com (IH)

Jom Cium Tangan Rosmah -P/UMNO. Hukumnya?



Jom cium tangan Rsmah Mansur. Mungkin itu yang diserukan Pemuda UMNO melalui gambar ini. Budaya cium tangan di dalam United Malays National Organisation (Umno) sudah menjadi kebiasaan. Mungkinlah niatnya sebagai tanda menghormati.. mungkin.

Kebiasaanya kita lihat lelaki cium tangan pemimpin lelaki. Gambar di atas kita lihat Pemuda Umno yang gagah perkasam cium tangan Rosmah Mansor. Yang peliknya, kenapa beria-ria cium tangan Rosmah Mansor? Tak tau halal haram ke?

Inilah didikan yang United Malays National Organisation (Umno) terapkan kepada kalangan ahli dan pengikut-pengikutnya. Parti jijik dan keji sebeginikah yang kita harapkan untuk menegakkan Islam di bumi tercinta ini.. Muak, nak muntah!

Hukum mencium tangan oleh Dr. Ali al-Jum'ah: Mufti Mesir sekarang


Soalan:
Kami melihat ramai di kalangan penuntut ilmu mencium tangan guru-guru dan shiekh2 mereka. sejauhmanakah keharusan perkara tersebut?

Jawapan:
Bentuk-bentuk penghormatan manusia kepada orang-orang tertentu adalah berbeza mengikut kebiasaan sesebuah masyarakat dan adat-adat mereka. Contohnya kita melihat di negeri al-jazirah, orang arab mencium hidung bapa mereka sebagai menghormatinya, dan mereka mencium kepala orang alim. Hukum asal bagi perkara ini ialah HARUS selagi mana tidak terdapat tegahan secara khusus tentangnya.

Manakala mencium tangan orang Alim, maka hukumnya adalah HARUS mencium tangan orang alim yang warak dan pemerintah yang adil, ibubapa, guru-guru, dan setiap orang yang berhak dimuliakan dan dihormati. Ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunannya: 

Daripada Ibn Umar, bahawa dia ketika berada dalam salah satu kumpulan tentera kecil bersama Rasulullah SAW, dia menceritakan satu cerita, katanya: “Kami mendekati Rasulullah SAW dan kami mencium tangan baginda.” (Riwayat Abu Daud)

Dari segi pandangan ulama fiqh pula, mereka bersepakat menyatakan bahawa TIDAK HARAM mencium tangan orang alim yang soleh, bahkan mereka berpendapat hukumnya adalah harus dan digalakkan.
Imam al-Nawawi berkata: Disunatkan mencium tangan lelaki yang soleh, zuhud dan alim dan seumpamanya dari kalangan ahli Akhirat; manakala mencium tangan seseorang kerana kekayaannya, keduniaannya, kekuatannya, kemegahannya di kalangan ahli dunia dengan dunianya, dan seumpamanya adalah tersangat makruh. al-Mutawali berkata: tidak harus (haram). Mencium kepala dan kaki juga samalah dengan mencium tangan.

(Sumber: Buku البيان لما يشغل الأذهان, 100 fatwa Dr. Ali al-Jum’ah: Mufti Republik Mesir)
(IH)

Lihat sebelim ini.
E-Buku IH-29: Rosmah Mansur Bakal PM Wanita M'sia?
E-Buku IH-29: Rosmah Mansur Bakal PM Wanita M'sia?

Nak Guling Kerajaan Pusat? -N/Aziz Jawab Najib

Nik Aziz Nik Mat
Nik Abdul Aziz Nik Mat
SHAH ALAM – Menteri Besar Kelantan, Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat membidas Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak yang minggu lalu menegaskan perhimpunan Bersih 3.0 satu cubaan untuk menggulingkan Kerajaan Pusat pimpinan Barisan Nasional (BN).

Nik Aziz yang juga Mursyidul Am Pas berkata demikian ketika berucap pada Majlis Makan Malam Bersama Pemimpin Pakatan Rakyat di bandar I-City di sini malam, semalam.

“Bila timbul persoalan Bersih yang disebut oleh ketua kerajaan yang pergi Kelantan itu, bahawa Bersih ini nak guling kerajaan yang sah, sah sungguh Kerajaan (Pusat) ini?” soal beliau ketika menyampaikan ucapan dalam majlis itu.

Nik Aziz menjelaskan tindakan mengadakan perhimpunan 28 April lalu bukan untuk menggulingkan kerajaan, sebaliknya menuntut sistem pilihan raya yang telus dan adil.

Beliau yang sebelum ini menggalakkan penyertaan dalam perhimpunan Bersih 3.0 dan turut mengakui membiaya beberapa peserta menggunakan wang sendiri berkata, kerajaan pusat pimpinan Umno-BN tidak sepatutnya takut terhadap tuntutan himpunan tersebut sekiranya mereka selama ini menang dengan cara yang telus dalam 12 pilihan raya umum lalu.

Ketika berucap di Gua Musang Jumaat lalu, Najib berkata, perhimpunan Bersih 3.0 adalah satu percubaan untuk menggulingkan kerajaan yang dipilih oleh rakyat menerusi sistem demokrasi. Perdana Menteri berkata, tindakan itu menunjukkan pihak yang terlibat tidak menghormati kerajaan yang dipilih oleh rakyat menerusi proses yang sah.

"Mereka ada niat untuk tawan Dataran Merdeka, bukan berhimpun untuk dua tiga jam tetapi dua tiga hari atau lebih daripada itu, nak gambarkan kerajaan tidak boleh mengawal keadaan.  Mereka nak jadikan Dataran Merdeka sebagaimana Dataran Tahrir di Mesir," katanya.

Sehubungan itu, Nik Aziz juga menyentuh soal pengundi hantu dan daftar pemilih, yang turut dipertikaikan oleh pembangkang.

“Datuk Presiden Pas (Datuk Seri Abdul Hadi Awang) sebut berkali-kali kekalahan kerajaan Pas Terengganu pada pilihan raya dulu (2004) kerana dibawa masuk pengundi luar…

“Bila pengundi luar dimasuk dalam  pilihan raya masa itu, adakah itu sah? Di dunia sah tapi di akhirat masuk neraka,” katanya.

Pada majlis sama turut diadakan lelongan barangan peribadi milik Nik Aziz selain persembahan dikir barat Kumpulan Dikir Barat Warisan Darul Naim.

Hadir sama dalam majlis itu adalah Presiden PKR, Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail; Timbalan Pengerusi DAP Kebangsaan, Dr Tan Seng Giaw; Ketua Dewan Pemuda Pas Kelantan, Abdul Latif Abdul Rahman dan Ahli Parlimen Shah Alam, Khalid Samad.

Majlis anjuran Dewan Pemuda Pas Negeri Kelantan adalah untuk mengutip dana bagi negeri itu sebagai persiapan menghadapi pilihan raya umum akan datang.(SH)

Perkasakan Islam Menurut P'bagaan -Abd Hadi


Datuk Seri Abdul Hadi Awang.
Datuk Seri Abdul Hadi Awang

KUALA TERENGGANU -Pas mahu memperkasakan Islam sebagaimana termaktub dalam Perlembagaan Malaysia. Presiden Pas, Datuk Seri Abdul Hadi Awang menegaskan, beliau tidak pernah menyebut akan meminda perlembagaan berkaitan agama Islam sekiranya Pakatan Rakyat (PR) menang Pilihan Raya Umum ke-13 (PRU13).

Pimpinan Pas itu mengakui tidak pernah menyebut untuk meminda perkara tersebut sebagaimana dilaporkan beberapa media tempatan, yang menimbulkan kontroversi pelbagai pihak. Penafian itu sekali gus menjawab isu sebenar dan membuktikan laporan beliau mengenai perkara itu sebelum ini telah disalahtafsirkan.

“Saya tak sebut (pinda Perlembagaan), Perlembagaan yang itu juga. Tak betul, tak betul,” katanya kepada media ketika ditanya berhubung dakwaan beliau sebagaimana yang disiarkan media tempatan sebelum ini.
Beliau berkata demikian selepas menyampaikan ceramah umum di Kampung Bukit Tok Beng,  di sini, semalam.

Media melaporkan parti itu berhasrat mahu mengubah Perlembagaan Persekutuan dengan meletakkan Islam sebagai agama rasmi kepada Islam sebagai addin iaitu sebagai cara hidup yang meliputi seluruh kehidupan manusia jika berjaya mentadbir negara pada pilihan raya umum akan datang.

Memetik laporan tersebut, Abdul Hadi dilaporkan berkata, Perlembagaan Persekutuan yang diguna pakai di negara ini tidak menggunakan Islam sebagai Addin atau cara hidup, malah ia dirangka oleh orang bukan Islam yang mempunyai ideologi dan teori manusia yang tidak adil kepada umat Islam.

Terdahulu dalam ucapannya, beliau menjelaskan tiada sebab untuk meminda perkara itu kerana ia telah diterima rakyat negara ini termasuk bukan Islam. Menjelaskan maksud sebenar mengenai perkara itu, beliau berkata, Pas mahu memperkasakan Islam sebagaimana termaktub dalam Perlembagaan kerana ia didakwa tidak mampu dilakukan kerajaan ketika ini. (IH/SH)
 

Apa Rahsia Kopi Najis Musang Terbaik Di Dunia?

JOM KREATIF

 musang luwak blognya erwin miradi
PENIKMAT kopi yang tersebar di seluruh dunia pasti tahu membedakan di mana letaknya nikmat kopi di antara beberapa cawan kopi yang disediakan. Pasti mereka akan terkejut dengan kopi yang terkenal dengan nama 'Kopi Luwk'. Atau kopi 'najis musang'.

Biji kopi yang dihasilkan dari haiwan musang inilah yang membuat cita rasanya berkualiti. Kopi yang keluar dari lubang kotoran musang ini mendapat pengakuan dunia sebagai kopi ternikmat.  

Kopi Luwak yang lawak.

Mari kita lihat sejarah Kopi Luwak yang lawak ini..Asal mula kopi luwak itu sangat erat hubungannya dengan sejarah tanaman kopi di Indonesia. Diawali oleh Belanda yang membuka perkebunan tanaman komersial di Hindia Belanda, terutama pada pulau Jawa dan Sumatera. 

Salah satu bibit atau benih kopi yang digunakan adalah bibit kopi arabika dari Yaman pada abad ke18 ( Kopi Arabika  identik dengan hasil biji kopi yang besar dan harum) Nah, pada era tersebut, metode kerja Cultuurstelse atau ‘Tanam Paksa’ sangat dikenal sejak tahun 1830–1870. 

Belanda sangat melarang pekerja perkebunan atau pribumi memetik buah kopi atau mencicipi hasil dari apapun yang telah nenek moyang mereka tanam dulu. Tanaman kopi itu tidak untuk kegunaan pribadi selain Belanda. Seiring berjalannya waktu, penjaga perkebunan yang teringin sangat merasa kopi hasil kerjanya.. kemudian mendapati sejenis musang gemar memakan buah kopi itu

Tetapi hanya daging buahnya yang tercerna, sedangkan kulit ari dan biji kopinya masih utuh dan tidak tercerna sama sekali. Penjaga perkebunan kemudian memungut biji kopi dalam kotoran luwak ini kemudian dicuci, disangrai, ditumbuk dan diseduh dengan air panas. Inilah awal ditemukan kopi dengan cita rasa tinggi yang disebut ‘kopi luwak’. 

Belanda mulai mencium khabar kenikmatan kopi aromatik itu, maka kemudian kopi ini menjadi kegemaran orang kaya Belanda. Kerana kopi ini langka serta prosesnya sangat tidak lazim, maka kopi luwakpun sudah menjadi kopi dengan harga yang sangat mahal sejak zaman kolonial lagi  Itulah lawaknya sejarah kopi luwak.

Mengapa sedap sangat?

Mengapa sedap sangat? 

Faktanya, haiwan luwak atau musang ini  senang dan pandai sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak. Buah kopi itu juga manis rasanya maka kopi adalah makanannya. Luwak memiliki indera penciuman yang peka dan hanya akan memilih buah kopi benar-benar matang optimal, untuk menjadi makanannya. Jadi, semua sudah tahu, biji kopi yang diambil haiwan luwak adalah biji kopi yang terbaik.

Ada yang tanya lagi, mengapa biji kopi yang keluar dari anus luwak masih utuh tanpa tercerna?

Ini kerana musang luwak memiliki sistem pencernaan yang sederhana, sehingga makanan yang keras seperti biji kopi tidak akan tercerna. Hebatnya lagi, biji kopi yang masih berada di dalam perut haiwan luwak sebelum keluar bersama kotorannya telah difermentasikan secara alami di dalam sistem pencernaan luwak. 

Aroma dan rasa kopi luwak memang terasa spesial dan sempurna di kalangan para penggemar dan penikmat kopi di seluruh dunia. Antara tempat-tempat di Indonesia yang menghasilkan kopi luwak, adalah seperti Gayo (Aceh), Sidikalang, Desa Janji Maria kecamatan Barumun Tengah, dan kabupaten Padang. Begitu juga di kota Pagaralam, kota Bumi Lampung, Jawa Barat dan lain-lain.

(IH/Sumber: Wikipedia dll)

Lihat juga..

Lihat sebelum ini...
E-Buku IH-10: 'Siri Jom Kreatif, Pelik-pelik..' (1)
E-Buku IH-10: 'Siri Jom Kreatif, Pelik-pelik..' (1)
E-Buku IH-53: 'Siri Jom Kreatif, Pelik-pelik..' (2)
E-Buku IH-53: 'Siri Jom Kreatif, Pelik-pelik..' (2)

Sunday, May 06, 2012

Anak Palestin, Hiburan Mereka Adalah Al-Quran

 Mereka sebenarnya bukan bangga menjdi 'anak yatim' tetapi bangga ayah mereka mati sebagai pejuang agama atau mujahidin, ertinya mati syahid.

KOSMO hari ini melaporkan, di mana-mana termasuk di negara ini, kematian ayah atau ibu pasti akan ditangisi oleh setiap kanak-kanak, tetapi situasi itu sangat berbeza di wilayah Gaza.

Menurut Kosmo, bagi kebanyakan anak-anak Gaza, mereka berbangga menjadi anak yatim. “Saya berbangga ayah saya seorang pejuang. Mungkin saya kehilangan ayah, tapi saya sedar kehilangan itu adalah untuk membantu tanah air Palestin yang disayangi. Bagi saya itu mencukupi,” kata seorang anak Gaza, Muhammad Abdullah.

Muhammad bersama dua orang adik perempuannya, Iman, 10, dan Hamas, 5, adalah antara puluhan ribu anak-anak yatim di bumi Palestin. Muhammad dan adik-beradiknya adalah antara 500 orang anak yatim yang ditaja oleh rakyat Malaysia melalui projek anak yatim Aman Palestin (AP).

Adik-beradik itu dilahirkan dalam keluarga pejuang-pejuang Palestin. Nama adiknya ‘Hamas’ diberikan oleh ayahnya sempena pergerakan parti Hamas. Ayah mereka merupakan pejuang Al-Qassam, sayap pejuang Hamas yang gugur syahid pada tahun 2007. Ketika itu Hamas hanya berusia setahun.

Komen Weblog Ibnu HasyimMereka sebenarnya bukan bangga menjdi 'anak yatim' tetapi bangga ayah mereka mati sebagai pejuang agama atau mujahidin, ertinya mati syahid. Lihat nama 'Hamas' dan 'Al-Qassam', adalah pertubuhan atau gerakan Islam secara total, yang ada kaitan dengan anak-anak Palestin tersebut. 


Bukan seperti pertubuhan asabiah kebangsaan Palestin pimpinan Mahmud Abbas, yang perjuangannya berteraskan 'kebangsaan' macam UMNO di Malaysia.

Kosmo: Quran jadi mainan

Menurut penulis Kosmo lagi, "Pertemuan dengan 500 anak yatim di Gaza banyak mengajar penulis tentang erti sebenar kehidupan dan pengorbanan. Di sebalik tekanan berterusan dan penindasan tidak berpenghujung, kanak-kanak Palestin yang masih suci daripada dosa itu tidak sedikitpun berasa sedih dengan kematian.

"Dalam pertemuan beberapa jam itu, hampir semua anak-akak itu mempunyai jalan cerita yang sama seperti Muhammad dan adik-adiknya. Apa yang berbeza ialah jumlah ahli keluarga mereka yang terkorban dalam membebaskan diri daripada dikepung Israel.
.
"Tidak ada PlayStation 3, Nintendo Wii atau rancangan kartun di Gaza. Hiburan mereka hanyalah al-Quran"  tulis penulis Kosmo.

Komen Weblog Ibnu Hasyim: Tidak sesuai disebut 'Quran jadi mainan' seperti di tajuk yang disebutkan. Lebih baik disebut Quran jadi hiburan. Bahkan 'Hiburan mereka hanyalah al-Quran' pun mungkin tidak sesuai. Kerana mungkin ada hiburan lain yang tidak mungkar di sana. Contohnya, nasyid anak-anak Palestin dan lain-lain.

Prof. Dr. Abdul Rahman Jamal
SALEH JADALLAH bergambar dengan Briged Al-Qassam, sayap tentera Hamas yang digeruni Israel
Ahli Parlimen Gaza Tengah, Prof. Dr. Abdul Rahman Jamal berkata, ramai pasti terkejut dengan ketekunan remaja Palestin menghafal al-Quran dan hadis. Beliau yang memimpin Darul Quran wal Sunnah menambah, kebanyakan remaja menghafal al-Quran secara sambilan selama dua hingga tiga jam sehari.

“Mereka juga dilatih supaya menghafal 500 hadis. Institusi ini terus mendapat perhatian remaja dan kini ia telah berkembang sehingga mempunyai 720 pusat pengajian di seluruh Gaza dengan bilangan pelajar seramai 22,000 orang,” kata Prof Dr Abdul Rahman yang menguasai 10 jenis qiraat.

Antara pelajar di sini ialah Sarah Ibrahim yang baru berusia 12 tahun. Kata Abdul Rahman, sebutan dan pemahaman tajwid Sarah kemas manakala taranumnya memukau. Sarah telah menyempurnakan hafazan 30 juzuk al-Quran sebelum menyambut tarikh kelahirannya yang ke-12. Sarah ke sekolah rendah pada sebelah pagi dan kemudian mempelajari tahfiz al-Quran pada sesi petang.

Seorang jurugambar sambilan agensi antarabangsa, Saleh Jadallah berkata, rata-rata rakyat Palestin ceria dan sering berjenaka untuk menghiburkan hati masing-masing.

“Kami sudah biasa melihat kesakitan dan keperitan,tiap-tiap hari kami melaluinya. Untuk menguatkan semangat untuk terus hidup di dunia ini yang amat singkat terutama bagi kami, sudah pasti ia perlukan corak dan warna,” katanya ketika ditemui rombongan kali kelapan AP ke bumi Gaza baru-baru ini.

Saleh tidak putus-putus senyum ketika bertemu kami. Raut wajahnya kekal ceria dan gembira walaupun hidup dalam keadaan yang serba susah.

“Saya kehilangan dua abang, kedua-duanya syahid. Seorang ditembak mati oleh tentera Israel manakala seorang lagi ditembak mati ketika bertugas sebagai jurukamera untuk sebuah media antarabangsa, tapi hidup mesti diteruskan,” katanya sambil menyeka mata.


Kuat semangat Islam 

RUMAH berlubang akibat bedilan peluru menjamu setiap mata yang melepasi lintasan Rafah, Gaza

Ketika protes sempena Hari Banduan Palestin pada April 17 lalu, kelihatan pelajar-pelajar beruniform sekolah rendah dan menengah berjalan sejauh 5 kilometer sambil melaung-laungkan desakan untuk membebaskan tahanan yang ditangkap dan dipenjarakan tanpa sebab oleh tentera Israel.

Pekikan ‘by width by length, we will save Palestin’ menggegarkan seluruh bandar raya Gaza. Kelihatan agak pelik melihat kanak-kanak memegang sepanduk dan kain rentang dan melaungkan kata-kata semangat.
Mengikut statistik Kementerian Hal-ehwal Penjara Palestin, lebih 4,700 warga Palestin masih dipenjara sehingga kini tanpa sebarang dakwaan oleh pihak berkuasa Israel. (Sama seperti ISA kalau di Malaysia.)

Sambutan itu juga merupakan hari memperingati pembebasan warga pertama Palestin Mahmoud Hizaji oleh tentera Israel pada 17 April 1971 ketika pertukaran tahanan penjara antara Israel dan Palestin.

(IH/Bersumberkan tulisan  RAZLAN RASHID Kosmo).

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails