Monday, September 21, 2009

Holocaust: Dongeng Untuk Wujudkan Israel -Ahmadinejad



Iran: Barat Dongengkan Holocaust Untuk Ciptakan Israel

TEHERAN (SuaraMedia News) – Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, pada hari Jumat (18/9) mengatakan bahwa Holocaust adalah sebuah mitos yang sengaja diciptakan oleh Barat untuk mendukung berdirinya negara Israel.

“Dalih (Holocaust) untuk menciptakan rezim Zionis adalah sebuah kepalsuan. Hal itu adalah sebuah kebohongan yang didasarkan pada klaim-klaim berbau mitos dan tidak dapat dibuktikan,” kata Ahmadinejad.

“Mereka (Barat) adalah pihak-pihak yang menjadi dalang penciptaan cerita Holocaust,” kata Ahmadinejad ketika berbicara di hadapan kerumunan massa di Universitas Teheran pada akhir peringatan tahunan hari Quds (Yerusalem).

Ucapan Ahmadinejad tersebut sudah barang tentu membuat sejumlah pihak menjadi gerah. AS mengecam keras komentar presiden Iran tersebut mengenai Holocaust.

Juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs, juga mengecam komentar tersebut. Gibbs mengatakan bahwa komentar Ahmadinejad tersebut “tidak berdasar, tidak punya perasaan, dan penuh kebencian.” Dia mengatakan bahwa dengan ucapan tersebut, maka Iran hanya akan menjadi semakin terisolir.

“Jika Holocaust, sebagaimana yang mereka klaim, memang benar-benar ada, lalu mengapa tidak pernah diperkenankan adanya penyelidikan atas isu tersebut?” tanya Ahmadinejad pada hari Jumat. Ia menyebut rezim Zionis sebagai sebuah simbol kebohongan dan penipuan yang didasarkan pada sikap-sikap kolonial.

Presiden Ahmadinejad menambahkan bahwa gerakan Zionisme berusaha membangun kekaisaran global untuk mendominasi seluruh dunia sehingga setiap negara di dunia memiliki kepentingan nasional untuk berhadapan dengan rezim palsu tersebut.

“Menghadapi rezim Zionis adalah sebuah tugas kenegaraan sekaligus tugas keagamaan.”

Presiden garis keras tersebut memperingatkan para pemimpin negara-negara Arab dan Muslim agar tidak berurusan dengan Israel.

“Rezim ini (Israel) tidak akan bertahan lama. Jangan berurusan dengannya. Rezim ini tidak memiliki masa depan. Masa kejayaannya akan segera berakhir,” kata Ahmadinejad dalam sebuah pidato yang disiarkan secara langsung oleh radio milik pemerintah.

Jerman mengatakan bahwa Ahmadinejad adalah sebuah aib bagi negaranya sendiri. “Sikap anti Semit seperti ini mengharuskan kami untuk memberikan kecaman. Kami akan terus memerangi (sikap Ahmadinejad) di masa mendatang,” kata Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier.

Ahmadinejad mendapatkan dukungan dari Sayyed Hassan Nasrallah, pemimpin gerakan Hizbullah yang bertempur selama 34 hari dengan Israel pada tahun 2006. “Menurut keyakinan dan Iman kami, Israel tetap merupakan sebuah entitas ilegal, sebuah tumor ganas, yang harus dilenyapkan,” kata Nasrallah dalam sebuah tayangan televisi.

Minggu depan, Ahmadinejad akan tampil di Majelis Umum PBB, tanggal 1 Oktober mendatang, Teheran juga siap menggelar pembicaraan dengan negara-negara kuat dunia yang mengkhawatirkan strategi nuklir Iran.

Negara-negara Barat mengkhawatirkan mengenai sebuah hal yang – oleh Barat – disebut pembangkangan dan penolakan untuk menghentikan pengayaan uranium, sebagaimana yang dituntut dalam resolusi Dewan Keamanan PBB sejak tahun 2006.

Bukannya secara langsung menjawab tuntutan internasional, Iran menyerahkan sebuah proposal kepada negara-negara kuat dunia. Secara umum, proposal tersebut membahas mengenai isu-isu politik, keamanan, internasional dan ekonomi, namun tidak membahas mengenai program nuklir.

Seorang diplomat yang telah melihat proposal Iran tersebu mengatakan bahwa proposal tersebut tidak jelas dan tampaknya tidak “lolos kualifikasi”.

Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, mengatakan bahwa sudah waktunya bagi Iran untuk menunjukkan bahwa pihaknya serius dalam menjawab kekhawatiran internasional. “Akan ada harga lebih yang harus ditanggung Iran jika terus membangkang: lebih banyak isolasi dan tekanan ekonomi,” kata Clinton.

Pada hari Kamis lalu, Ahmadinejad kembali mengulangi bahwa Iran tidak akan menghentikan program nuklirnya untuk meredakan kritikan.

Dalam sebuah wawancara dengan NBC-TV, Ahmadinejad juga tidak menawarkan tanggapan langsung ketika ditanya apakah Iran akan mengembangkan senjata nuklir.

“Kami sama sekali tidak membutuhkan senjata nuklir,” kata Ahmadinejad, yang berbicara dengan bantuan penerjemah. “Kami tidak melihat perlunya senjata semacam itu.”

Negara-negara kuat dunia mencurigai program pengayaan uranium Iran adalah kedok untuk mengembangkan senjata nuklir. Iran berulangkali mengatakan bahwa pihaknya memperkaya uranium hanya untuk menghasilkan listrik, bukan bom.

Negara-negara kuat dunia, yang termasuk para anggota permanen Dewan Keamanan PBB: Inggris, China, Perancis, Rusia dan AS, ditambah dengan Jerman, menawarkan insentif perdagangan pada tahun 2006 silam. Insentif tersebut dimaksudkan sebagai alat tukar dengan penghentian pengayaan uranium. (dn/pv/xn/re) Dikutip oleh www.suaramedia.com

No comments:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails