Friday, September 05, 2008

Sesatnya Ajaran Ahmadiyah..


Ibnu Hasyim:
Catatan Santai


SEBAGAI lanjutan dari Catatan Perjalanan saya dari Medan, pada Jun22, 2008 ‘Kisah Debat Ajaran Ahmadiyah’, maka saya perlengkapkan, atas permintaan beberapa pelayar weblog dengan catatan berikut..

AHMADIYAH adalah suatu aliran yang meyakini ada nabi setelah Nabi Muhammad saw, mereka meyakini Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi mereka. Selain itu mereka mempunyai kitab suci yang dikenal dengan nama Tadzkirah sebagaimana umat Islam mempunyai Al-Qur`an. Semoga artikel ini dapat sebagai peringatan akan bahaya aliran sesat ini. Artikel ini dikutip dari Buletin LPPI.

1.. Aliran Ahmadiyah-Qadiyani itu berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi dan Rasul, kemudian barangsiapa yang tidak mempercayainya adalah kafir murtad

2.. Ahmadiyah-Qadiyani memang mempunyai Nabi dan Rasul sendiri yaitu Mirza Ghulam Ahmad dari India

3.. Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci Tadzkirah.

4.. Kitab suci”Tadzkirah” tersebut adalah kumpulan wahyu yang diturunkan “tuhan” kepada Mirza Ghulam Ahmad yang kesuciannya sama dengan kitab suci Al-Qur’an, karena sama-sama wahyu dari Tuhan, tebalnya lebih tebal dari Al-Qur’an, dan kitab suci Ahmadiyah tersebut ada di kantor LPPI

5.. Kalangan Ahmadiyah mempunyai tempat suci tersendiri untuk melakukan ibadah haji yaitu Rabwah dan Qadiyan di India. Mereka mengatakan: “Alangkah celakanya orang yang telah melarang dirinya bersenang-senang dalam haji akbar ke Qadiyan. Haji ke Makkah tanpa haji ke Qadiyan adalah haji yang kering lagi kasar”. Dan selama hidupnya “nabi” Mirza tidak pernah haji ke Makkah

6.. Kalau dalam keyakinan umat Islam para nabi dan rasul yang wajib dipercayai hanya 25 orang, dalam ajaran Ahmadiyah Nabi dan Rasul yang wajib dipercayai harus 26 orang, dan Nabi dan Rasul yang ke-26 tersebut adalah “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”

7.. Dalam ajaran Islam, kitab samawi yang dipercayai ada 4 buah yaitu: Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Tetapi bagi ajaran Ahmadiyah Qadiyan bahwa kitab suci yang wajib dipercayai harus 5 buah dan kitab suci yang ke-5 adalah kitab suci “Tadzkirah” yang diturunkan kepada “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”

8.. Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun sendiri. Nama bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4. Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10. Ikha’ 11. Nubuwah 12. Fatah. Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasa mereka singkat dengan H.S. Dan tahun Ahmadiyah saat ini adalah tahun 1373 H.S (1994 M atau 1414 H). Kewajiban menggunakan tanggal, bulan dan tahun Ahmadiyah tersendiri tersebut di atas perintah khalifah Ahmadiyah yang kedua yaitu Basyiruddin Mahmud Ahmad.

9.. Berdasarkan firman “tuhan” yang diterima oleh “nabi” dan “rasul” Ahmadiyah yang terdapat dalam kitab suci “Tadzkirah” yang artinya: “Dialah tuhan yang mengutus rasulnya “Mirza Ghulam Ahmad” dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya atas segala agama-agama semuanya.(“kitab suci Tadzkirah” hal. 621).
Berdasarkan keterangan yang ada dalam kitab suci Ahmadiyah di atas BAHWA AHMADIYAH BUKAN SUATU ALIRAN DALAM ISLAM, TETAPI MERUPAKAN SUATU AGAMA YANG HARUS DIMENANGKAN TERHADAP SEMUA AGAMA-AGAMA LAINNYA TERMASUK AGAMA ISLAM.

10.. Ahmadiyah mempunyai nabi dan rasul sendiri, kitab suci sendiri, tanggal, bulan dan tahun sendiri, tempat untuk haji sendiri serta khalifah sendiri yang sekarang khalifah yang ke-4 yang bermarkas di Inggris bernama: Thahir Ahmad. Semua anggota Ahmafiyah di seluruh dunia wajib tunduk dan taat tanpa reserve pada perintah dia. Orang di luar Ahmadiyah adalah kafir dan wanita Ahmadiyah haram kawin dengan laki-laki di luar Ahmadiyah. Jika tidak mau menerima Ahmadiyah tentu mengalami kehancuran.

11.. Berdasarkan “ayat” kitab suci Ahmadiyah “Tadzkirah” bahwa tugas dan fungsi Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul yang dijelaskan oleh kitab suci umat Islam Al-Qur’an, dibatalkan dan diganti oleh “nabi” orang Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad.

(i).. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab suci’Tadzkirah” ini dekat dengan Qadiyan-India. Dan dengan kebenaran Kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun.” (“kitab suci” Tadzkirah hal.637)

(ii).. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: Artinya: ”Katakanlah-wahai Mirza Ghulam Ahmad-jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 630)

(iii).. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau-wahai Mirza Ghulam Ahmad-kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam”. (kitab suci “Tadzkirah” hal. 634)

(iv).. Firman “tuhan” dalam kitab suci “Tadzkirah”: Artinya: “Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad-sesungguhnya aku ini manusia biasa seperi kamu, hanya diberi wahyu kepadaku”.(“kitab suci Tadzkirah hal. 633)

(v).. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu - wahai Mirza Ghulam Ahmad - kebaikan yang banyak” (“kitab suci” Tadzkirah hal.652)

(vi).. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan engkau - wahai Mirza Ghulam Ahmad - imam bagi seluruh manusia” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 630)

(vii).. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” “Tadzkirah”: Artinya: “Oh, pemimpin sempurna, engkau - wahai Mirza Ghulam Ahmad - seorang dari rasul, yang menempuh jalan betul, diutus oleh Yang Maha Kuasa, Yang Rahim” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 658-659)

(viii).. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatul qadr” (kitab suci Tadzkirah hal. 519)

(ix).. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: Artinya: “Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar tetapi Allah-lah yang melempar. (Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Qur’an” (“kitab suci” Tadzkirah hal.620)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat kitab suci Al-Qur’an yang dibajaknya. Ayat-ayat “kitab suci” Ahmadiyah Tadzkirah yang dikutip di atas, adalah penodaan dan bajakan-bajakan dari kitab suci Umat Islam Al-Qur’an. Dan Mirza Ghulam Ahmad mengaku pada umatnya -orang Ahmadiyah-bahwa ayat-ayat tersebut adalah wahyu yang dia terima dari “tuhannya” di India.

12.. PENODAAN AGAMA DAN HUKUMNYA

(i).. Pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi sbb: PASAL 56 a: Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pokoknya bersifat permusuhan. Penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama di Indonesia.

(ii).. Surat edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor D/BA.01/3099/84 tanggal 20 September 1984, a.l.: 2. Pengkajian terhadap aliran Ahmadiyah menghasilkan bahwa Ahmadiyah-Qadiyan dianggap menyimpang dari Islam karena mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, sehingga mereka percaya bahwa Nabi Muhammad saw bukan nabi terakhir.

13.. LARANGAN

(i).. Malaysia telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Malaysia sejak tanggal 18 Juni 1975.

(ii).. Brunei Darussalam juga telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Brunei Darussalam.

(iii).. Rabithah `Alam Islami yang berkedudukan di Makkah telah mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan KELUAR DARI ISLAM.

(iv).. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan TIDAK BOLEH pergi haji ke Makkah.

(v).. Pemerintah Pakistan telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah golongan MINORITAS NON MUSLIM.

14.. KESIMPULAN

(i).. Ahmadiyah sebagai perkumpulan atau jemaat didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di Qadiyan - INDIA (sekarang Pakistan) tahun 1889, yang kerana perbedaan pandangan tentang penerus kepemimpinan dalam Ahmadiyah dan ketokohan pendirinya berkembang dua aliran, yaitu Anjuman Ahmadiyah (Ahmadiyah Qadiyan) dan Anjuman Ishaat Islam Lahore (Ahmadiyah Lahore).Kedua aliran tersebut mengakui kepemimpinan dan mengikuti ajaran serta paham yang bersumber pada ajaran Mirza Ghulam Ahmad.

(ii).. Jemaat Ahmadiyah masuk dan berkembang di Indonesia sejak tahun 1920-an dengan menamakan diri Anjuman Ahmadiyah Qadiyan Departemen Indonesia dan kemudian dinamakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang dikenal dengan Ahmadiyah Qadiyan, dan Gerakan Ahmadiyah Lahore Indonesia (GIA) yang dikenal dengan Ahmadiyah Lahore.

(iii).. Mirza Ghulam Ahmad mengaku telah menerima wahyu, dan dengan wahyu itu dia diangkat sebagai nabi, rasul, al-Masih Mau`ud dan Imam Mahdi. Ajaran dan faham yang dikembangkan oleh pengikut Jemaat Ahmadiyah Indonesia khususnya terdapat penyimpangan dari ajaran Islam berdasarkan Al-Qur`an dan Al-Hadits yang menjadi keyakinan umat Islam umumnya, antara lain tentang kenabian dan kerasulan Mirza Ghulam Ahmad sesudah Rasulullah saw.(BALITBANG DEPAG RI, Jakarta, 1995 hal. 19, 20,21)

PENUTUP

Sebagai penutup brosur ini, kami kutip sebuah ayat Al-Qur`an yang mengancam orang yang mengaku menerima wahyu serta menulis kitab dengan tangannya sendiri, kemudian dikatakannya dari Allah swt dengan dusta yang amat keji seperti yang dilakukan oleh nabi Mirza di atas. Allah swt berfirman: Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri lalu dikataknnya: Ini dari Allah, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaanlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat dari apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah 79)

Catatan: Apabila PB Ahmadiyah berkeberatan dengan isi brosur ini, alangkah baiknya diselesaikan melalui debat terbuka yang disaksikan oleh umat.

Sumber:

(i).. Buletin LPPI. Masjid Al-Ihsan Lt.III Proyek Pasar Rumput Jakarta 12970 Telp/Fax. (021)8281606.
(ii).. www.perpustakaan-islam.com
(iii).. Qur'an Digital dotcom ‘Judul asli:Membongkar Kesesatan dan Kedustaan Ahmadiyah’ Oleh: Muslim.
(iv).. ABB Center. www.abbcenter.org. Jl. Cempaka no. 2A, Semenromo, Cemani, Grogol Sukoharjo / Surakarta Jawa Tengah Indonesia.

Sekian, wallahu ‘aklam.

Catatan santai: ibnuhasyim.com
(e-mail:
ibnuhasyim@gmail.com)
September5, 08. KL.

17 comments:

Anonymous said...

Di Malaysia golongan ini yang suatu ketika dulu agak aktif di sekitar Selayang dan Kg Nakhoda.
Boleh tuan jelaskan golongan ini berbanding dengan golongan Bahai yang bermula di Iran dan kini menggunakan Israel sebagai pusat penyebarannya.

Ibnu Hasyim said...

Saya belum ada banyak maklumat. Insya Allah saya akan cuba dapatkan, dan akan mengulas lanjut.

T.kasih.

JARIULLAH said...

Marilah muzakarah terbuka bagi membincangkan kesesatan Ahmadiyah?

http://www.youtube.com/watch?v=3ZS_d-nRXp8 Sumbangan Kpd Dunia Islam?
http://www.youtube.com/watch?v=s_Ayh63l6zQ Mengancam Keselamatan Negara?
http://www.youtube.com/watch?v=uQ1Jh_14bXY Muzakarah Terbuka?

Anonymous said...

kaji dan selidiklah sesuatu perkara sebelum mengeluarkan kenyataan...lihat, dengar dan saksikan secara langsung samada ahmadiyah itu sesat atau bagaimana...dtglah ke tempat ahmadiyah bkn ke tempat org yg mengkafirkan ahmadiyah...ingatlah Tuhan...Nabi SAW tdk mengajarkan umatnya,terutamanya para ulamanya untuk membuat fitnah...

Anonymous said...

kalo emg orang ahmadiyah gx terima dengan prnyataan itu, alangkah baikny kl mereka brani tux mengadakan debat terbuka umum, biar semuany jelas, la wong nyata2 ayat al-Qur'an di jiplak trz di ubah gtu kx msih ja mw gx trima...

Anonymous said...

yg bikin fitnah itu bukan orng2 islam, tp orang2 ahmadiyah, udah nyata jelas ddlam Al-Qur'an dtuliz jelaz kl Nabiyullah Muhammad SAW adlah nabi akhiruzzaman, kx pake acara ngaxu2 nabi utusan Allah SWT.

Anonymous said...

Memang debat agama dilihat perlu utk memperbetulkan kesesatan begini, tapi sehingga hal itu berlaku, diharap pengikut ahmadiah bukalah hati dan rujuk pada sumber mujtahid, bukan sekadar ayat-ayat dalam al mubin, tadzkirah dan sebagainya.

Anonymous said...

pitnah!

Anonymous said...

ahmadiyah tidak pernah berani debat terbuka.karena memang mereka tidak punya pegangan.

aroel soebechi said...

ngantuk...

G-ais Shah said...

itu semua tidak betul. fitnah semata mata.jemaat ahmadiyyah tidak pernah mngatakan nabi ade 26 orang.

Mustafa Syed Ali said...

Jelas-jelas juga dalam Quran tiada ayat yang mengkafirkan orang sesama Islam. Amat jelas orang yang menulis ni tidak meminta penjelasan dari golongan Ahmadiyah, tapi pergi membeli buku d tepi jalan ataupun masuk ke laman org yg memusuhi Ahmadiyah. Inilah contoh kera-kera dan babi-babi sebagaimana disabdakan baginda SAW yang suka meniru dan suka kepada najis(kekotoran). Khatam tidak membawa maksud terakhir, inilah orang yang langsung tidak mengetahui bahasa Arab. Sedarlah gelaran tu apa kalau hanya tahu Copy/paste sahaja. Malulah dengan Allah atas apa yang telah anda lakukan. Allah menjadi saksi atas apa yang anda lakukan...ayuh bermuzakarah

Mustafa Syed Ali said...

salam,
jika ingin tahu tentang Ahmadiyah, datang ke tempat Ahmadiyah. Jangan bertanya dengan orang yg memusuhi Ahmadiyah. Jangan risau, Ahmadiyah tidak pernah menghalang kedatangan orang lain ke tempat mereka, malah di alu-alukan lagi. Di sana, anda akan tahu siapa itu Ahmadiyah, siapa yang membuat fitnah dan siapa itu musuh-musuh Allah yang sebenar. Lagi satu, perhatikanlah tulisan Ahmadiyah dgn blog ini..kajilah sesuatu kebenaran dengan bertanya pada kedua2x pihak...

Anonymous said...

http://barahinahmadi.blogspot.com/?m=1

anda akan tahu siapa itu Ahmadiyah, maklumat terperinci dari laman2x fitnah ke? Masuklah ke laman Ahmadiyah, saya cabar!

Anonymous said...

Ahmadiyah sesat (ayat2 yg menyestkn aqidah dgn fhaman ini dr sebuah jurnal):-

Kata Mirza dan dg Kitabnya: 1882 pertama kali Hz.Mirza Ghulam Ahmad memperoleh perintah dari Allah Ta'ala bahwasanya beliau dijadikan Ma'mur Minallah(Utusan Allah). menyatakan diri sebagai Mujaddid. Katakanlah, aku telah diutus/diperintahkan, dan akulah yang pertama beriman]". (Lihat: Tazkirah, Bhs.Urdu, Al-Syirkatul Islamiyah, Rabwah, 1969,h.44; Rohani Khazainjld.1,h.265). Allah Ta'ala pada bulan Februari atau Maret 1888, menyebarkan selebaran undangan untuk bai'at, yang beliau tujukan kepada para pencahari kebenaran. pertama berlangsung di Ludhiana pada tanggal 23 Maret 1889, dinyatakan sebagai peletakan fondasi pertama dari Jemaat Ahmadiyah (Life of Ahmad, A.R.Dard, Tabshir Publication, 1948,vol.1,h.139-140, 151-159). Pada akhir tahun 1890 Mirza Ghulam Ahmad menerima wahyu yang menyatakan bahwa Nabi Isa as. telah wafat dan Almasih yang dijanjikan kedatangannya di akhir zaman itu beliau lah orangnya. Dan pada awal tahun 1891 beliau menda'wakan diri beliau sebagai Almasih yang dijanjikan atau Masih Mau'ud, dan juga sebagai Imam Mahdi. Pada tahun 1901 Hz.Mirza Ghulam Ahmad memperjelas penda'waan beliau sebagai nabi zilli (bayangan). Kami menolak dan menyangkal sikap yang menyatakan bahwa tidak ada agama selain agamanya sendiri yang mengandung suatu kebenaran atau nilai keindahan. menjunjung tinggi kebebasan suara hati lebih dari segala kemerdekaan. adalah Almasih yang ditunggu-tunggu oleh umat Kristen; Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam; dan Krishna yang dinanti-nantikan oleh umat Hindu. (Dikutip dari: Akidah Dan Tujuan Jemaat Ahmadiyah; Suvenir Peringatan Seabad Gerhana Bulan & Gerhana Matahari 1894-1994, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1994, h.46-47).

Anonymous said...

lagi info yg memesongkn AQIDAH

1885 M dengan pengakuan bahwa dirinya adalah seorang Mujaddid (pembaru). Lalu pada tahun 1891 M dia mengaku bahwa dirinya adalah Mahdi Pada tahun yang sama juga, dia mengaku bahwa dirinya Al-Masih Al-Mau’ud (yang dijanjikan), tahun 1901 M dia menyatakan bahwa dirinya adalah Nabi yang berdiri sendiri, yakni memiliki syariat tersendiri, bahkan lebih utama dari seluruh para Nabi dan Rasul.

Anonymous said...

iisshhh...kan sesat tu, ade pulak boleh mengatakan dia (Mirza Ghulam Ahmad) juga adalah Nabi??....

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails