Monday, June 04, 2012

Pelacur Tuntut Hak? Perlunya Kerajaan Kebajikan.

PELACUR dan anggota Kesatuan Pekerja Seks (Strass) berarak di dataran Pigalle, Paris kelmarin.


Pelacur tuntut hak dilayan baik.
PARIS, Perancis - Sejumlah pelacur dan anggota Kesatuan Pekerja Seks (Strass) mengadakan satu demonstrasi di sini kelmarin. Mereka berhimpun di dataran Pigalle di pusat bandar raya ini dengan membawa kain rentang dan sepanduk dengan menuntut layanan lebih baik dan bermaruah diberikan kepada pelacur dan pekerja seks. Mereka juga meminta supaya aktiviti pelacuran diterima sebagai satu bidang pekerjaan. - AFP

Komen Weblo Ibnu Hasyim:  Apakah ini perjuangan hak asasi manusia? Sebab itulah perlunya sebuah Kerajaan Kebajikan berteraskan kerajaan bermoral, supaya penyakit-penyakit begini boleh diselesaikan segera.

Di M'sia, Hospital Pun Perlu Tanda Halal..

Kompleks hospital Global City di Chennai, India

NEW DELHI Jun 2012: Tidak hanya restoran atau produk makanan dan minuman yang perlu mendapat sertifikasi halal. Hospital pun, di India, perlu mendapatkan sertifikasi halal. Global City, Chennai, menjadi hospital pertama dapat izin setifikasi itu.

Hospital itu mendapat sertifikasi halal mulai dari lembaga halal independen yang diakui pemerintah India (TCN)  dan Aliansi Integriti Halal Internasional (IHIA) di Malaysia, dan Kamar Dagang dan Industri Islam di Arab Saudi. Keberadaan sertifikat itu, membuat  para pasien yang sebahagian besar dari Timur Tengah, Afrika Utara dan Asia Timur tidak lagi ragu untuk berubat ke hospital ini.

"Dengan dua milion Muslim di seluruh dunia, kami melihat sertifikasi halal merupakan bahagian dari usaha untuk meraih kepercayaan dari pasien Muslim," ungkap Direktur Rumah Sakit Global City, Ravindranath, seperti dikutip twocircle.net, Jumaat 1 Jun.

Adapun bentuk penilaian sertifikasi yang dilakukan meliputi bahan makanan untuk para pasien, ubat-ubatan dan perawatan. "Apa yang kami nilai adalah bagaimana makanan, ubat-ubatan, dan perawatan yang dilakukan. Termasuk pula,  ruangan untuk shalat, salinan Alquran dan sebagainya,"ungkap manajer operasi Lembaga Halal India (TCN), Muhammad Noman.

Ia mengatakan sertifikasi halal terhadap hospital penting diberikan, mengingat tidak semua pasien mengetahui apakah ubat yang mereka konsumsi tergolong halal atau tidak. Tentu bagi yang mengetahui, hal itu akan menjadi masalah. "Ketika sertifikasi ini dibuat, tentu para pasien Muslim tidak lagi perlu khawatir dan dapat menjalankan pengubatan dengan aman dan tenang," kata dia.

"Kami juga memeriksa secara utuh dari kualiti daging yang disajikan. Apakah sudah memenuhi ketentuan syariah atau belum. Lantas bagaimana dengan nutrisi yang diberikan kepada haiwan sebelum disembelih," papar dia.

Mohamed Jinna, CEO TCN mengungkap apa yang diusahakan pihaknya merupakan kelanjutan dari layanan yang dilakukan sebelumnya, yakni perhotelan dan restoran. Kini, pihaknya berkonsentrasi untuk melakukan sertifikasi kepada hospital. "Tentu yang kami perhatikan dalam masalah ini adalah pemahaman adat dan budaya sehingga pasien benar-benar merasa aman," paparnya. (IH/Republika)


Komen weblog Ibnu Hasyim: Perlukah sertifikasi halal di Malaysia? Apa lagi bila hospital atau kinik itu dimiliki atau ditadbir oleh yang bukan Islam, supaya bebas dari najis menurut syariat Islam.

Sunday, June 03, 2012

Sebentuk Cincin Indo, Tersemat Di Jari Wanita Gaza


 Amanah sebentuk cincin emas berlian, dari seorang ibu muda di Jakarta, "Sematkan ini ke jari seorang isteri Mujahid di Gaza."  Gambar ini diambil dekat jendela pesawat masa memulai perjalanan. Bismillaah... foto: Sahabat Al-Aqsha

JALUR GAZA::Suatu siang di awal tahun lalu, di sebuah bangunan tinggi di Jakarta Pusat. Seorang ibu muda mendatangi relawan Sahabat Al-Aqsha dan membuka dompetnya, mengeluarkan sebuah sampul kecil, lalu mengambil dari dalamnya sebentuk cincin emas berlian.

"Ini berlian Eropah. Kecil, tapi berlian Eropah," kata ibu muda berjilbab cokelat muda itu, seakan hendak meyakinkan relawan SA bahawa benda yang ada di tangannya itu adalah barang mahal. Kami tidak tanya berapa harganya, kerana amanah ibu muda bersuara lembut itu kemudian jauh lebih mengejutkan. "Tolong berikan kepada isteri seorang Mujahid di Gaza."


"Emmm..., maksud Ibu, kami harus hantar sendiri? Lalu, Ibu perlu foto cincin ini di tangan isteri mujahid itu?"  tanya relawan SA.


"Kalau bisa, ya," jawab ibu muda itu mantap. 


Bismillah, tawakkalnaa 'ala Allah. Laa quwwata illa billah. Amanah yang berat. Selama berbulan-bulan cincin berlian cantik itu tersimpan aman. Alhamdulillah. Kami berikhtiar mencari kesempatan berangkat ke Gaza melalui Mesir untuk menyampaikan amanah ibu muda di Jakarta tadi.


Beberapa kali team relawan Sahabat Al-Aqsha (SA2Gaza) harus menunda perjalanan kerana berbagai amanah lain, namun akhirnya, dengan izin Allah, kami meninggalkan Jakarta pada suatu malam di awal April lalu. Hampir setahun sejak amanah berupa cincin itu disampaikan kepada kami.


Di sepanjang penerbangan dari Jakarta menuju bandara di sebuah negeri tempat kami transit, cincin itu duduk manis di dompet salah satu relawan kita. Ketika pagi hari tiba dan paramugari membagikan sarapan, cincin itu ada di dekat jendela, memandang awan gemawan bergulung-gulung.


Ketika pesawat hampir touch-down, si cincin itu sempat melihat betapa kelamnya langit Timur Tengah, badai pasir rupanya sedang melingkupi wilayah itu. Penerbangan bersambung ke Kairo tertunda kerana badai pasir itu. Si Cincin duduk sabar menanti di dekat sejumlah penumpang yang gelisah, disebabkan badai pasir mengurangi jarak pandang dalam penerbangan.


Dengan izin Allah, penerbangan akhirnya dilanjutkan namun dari balik jendela pesawat  yang membawanya, si cincin bisa melihat langit berubah warna sehingga menyerupai belanga api raksasa kerana badai debu dan pasir itu. 


"Subhanallah... Seperti apakah api neraka nanti? Naudzubillah min dzaalik," ucap seorang relawan kita dekat si Cincin. 


Alhamdulillah, pesawat landed safely di Kairo di suatu siang yang sejuk dan berangin kencang. Si Cincin bertengger manis di jari salah satu relawan sambil memandang ke arah sign besar, Cairo International Airport. Sesudah naik van sewaan, ditemani para relawan Sahabat Al-Aqsha di Kairo, tibalah Cincin cantik kita di penginapan sederhana di kawasan Naser City.


Banyak mahasiswa Indonesia dan Malaysia di sini, warung nasi dan masakan Indonesia pun mudah ditemui. Dari balik jendela penginapan, si Cincin, memandang jalan yang sibuk dan penuh debu seraya menunggu malam hari tiba. Sampailah waktunya team SA2Gaza meninggalkan Kairo menuju Gaza.


Si Cincin naik ke atas van yang disetir seorang pria Mesir yang sangat ramah, sementara relawan memasukkan barang-barang bawaan ke bagasi. Mulai dari peralatan kerja audio-visual, sampai satu tas khusus berisi jilbab dan bros-bros cantik dari clay yang dititipkan kaum ibu di Indonesia untuk para ustadzah di TK Bintang Al-Quran di Jabaliya dan kaum ibu lainnya. 


Bismillahirrahmanirrahim. Ketua team SA2Gaza mengingatkan kami semua untuk membersihkan hati dan meluruskan niat bagi melakukan perjalanan ke Gaza itu hanya kerana Allah Subhanahu wa Ta'ala.


“Hanya dengan hati yang bersih dan niat yang luruslah kita layak mengharapkan ihdal husnayain - satu dari dua kebaikan: hidup mulia atau mati syahid di jalan Allah,” kata Ketua Team kita, “Perbanyak istighfar, perbanyak dzikir.”


Si Cincin duduk di dekat jendela, menyaksikan padang pasir, bangunan dan rumah yang seakan berlari berlawanan arah. Melewati sebuah hospital yang khabarnya tempat dirawatnya mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak.


Melewati jembatan panjang seperti jembatan San Fransisco saat berada di atas Terusan Suez, yang dilalui banyak kapal-kapal raksasa antarbenua. Menyaksikan kehadiran pasukan militer yang semakin terasa ketika mendekati Port Said. Ada sepuluh military checkpoints  yang harus dilewati siapa saja yang safar dari Kairo menuju Arish, lalu Rafah, diawali dengan Port Said.


Banyak cerita orang tentang betapa sulitnya melewati checkpoints ini - tidak sedikit rombongan relawan dari berbagai negara --termasuk Indonesia-- yang akhirnya harus pulang kampung tanpa pernah sempat menginjakkan kaki di Gaza meski sudah menunggu hingga berminggu-minggu.


Di Port Said, para tentera bersenjata melambaikan tangannya menyuruh kendaraan kami lalu terus - padahal di depan kami ada sejumlah kendaraan, termasuk bas besar, yang harus menurunkan para penumpangnya untuk diperiksa satu per satu.


Pak Supir kami yang ramah balas melambaikan tangan. "Tidak jarang, orang harus menunggu berjam-jam di sini," ceritanya. 


Alhamdulillah. Sungguh sebuah kemudahan dari Allah. Hanya di checkpoint ke tiga ada sedikit pemeriksaan yang lebih lama; paspor dan dokumen lain para relawan Team SA2Gaza diperiksa. Itu pun tidak terlalu lama. Sesudahnya perjalanan menuju Al-Arish, lalu ke Rafah, went like a breeze. Di semua checkpoints sisanya, kami bahkan sudah tidak ditengok lagi oleh para penjaganya.


 Waktu Zhuhur sudah tiba saat si Cincin dan para relawan yang membawanya tiba di Al-‘Arish, sebuah kota parawisata tepi pantai yang indah dihiasi villa-villa bergaya Eropah. Namun kendaraan-kendaraan lapis baja dan para tentera bersenjata lengkap hadir di sejumlah titik strategis.


"Ayo kita solat dulu. Allah sudah berbaik hati memberi kalian semua kemudahan, sudah sepantasnya kalian bersyukur dan mendahulukan solat," ujar Pak Supir.


Pak Supir kita ini dalam setiap pembicaraannya banyak mengutip ayat Al-Quran dan hadits. Hati kami jadi semakin tenang. Si Cincin duduk manis di jendela van menunggu para relawan kita selesai solat. Sampailah si Cincin dan Team SA2Gaza di perbatasan Rafah yang terkenal itu.


Terkenal sulit ditembus oleh orang-orang Gaza yang ingin keluar demi berubat atau mencari nafkah, dan oleh orang-orang dari luar Gaza yang ingin masuk demi membantu saudara-saudara Palestin yang dikepung secara militer dan ekonomi selama bertahun-tahun itu. Tidak ada jaminan bahawa Team SA2Gaza pun akan bisa masuk - meski sudah berbekal surat-surat lengkap termasuk izin dari pihak State Security (intelijen) Mesir.


Semua tanah di muka bumi ini, termasuk Mesir dan Gaza, adalah milik Allah. Semua pintu di muka bumi ini, termasuk pintu Rafah, adalah milik Allah. Kalau Allah Subhanahu wa Ta'ala hendak menutup pintu Rafah, tak ada manusia yang bisa membuka. Kalau Allah hendak menutup, miliaran manusia lengkap dengan senjatanya tidak akan bisa membukanya. 


Alhamdulillah, Allah mengizinkan si Cincin masuk ke Tanah Syam, Tanah Palestin, Tanah Gaza Al-Muqaddas. Para relawan bersujud syukur di pasir Gaza dan memeluk hangat para penjemput selepas pintu imigrasi Gaza. 


 Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! 


Mencari Pemilik Baru


Mulailah tahap baru dalam perjalanan si Cincin cantik bikinan Eropah -mencari pemilik baru. Salah satu relawan Team SA2Gaza (tentu saja yang perempuan) akan menyematkannya ke jari seorang perempuan Gaza yang berani, isteri seorang mujahid yang juga berjihad dalam kehidupannya di bawah pengepungan Zionis.


Si Cincin bersama para pembawanya ketika bertanya ke Fulan dan Fulanah, berkenalan dengan si Dia dan Itu, mendengar cerita tentang Ummu itu dan Ummu lainnya. Si cincin juga ada di situ di tengah semua pembicaraan relawan yang bertanya kepada berbagai pihak, siapa kiranya perempuan Gaza yang layak mendapatkan hadiah indah tanda cinta dari seorang perempuan Indonesia itu?


Si Cincin ikutserta dengan relawan ke tengah-tengah petani di perbatasan, ke laut untuk mendengarkan desahan nelayan, ke sudut-sudut berdebu kampung di Jabaliya, Rafah, Netsarim dan berbagai daerah Gaza lainnya. Si Cincin itu juga ikut berjumpa dengan tokoh ini dan itu, termasuk Perdana Menteri Ismail Haniyah.


Sampai akhirnya relawan team SA2Gaza berjumpa dengan seorang perempuan hebat, direktur sebuah instansi pemerintah Palestin yang khusus mengurusi kesejahteraan wanita Palestin. Beliau menyarankan, "Isteri Dirar Seesi berhak mendapatkan cincin ini."


Maka pada suatu malam yang sangat gelap, kerana pemadaman letrik di kota Gaza, sahabat-sahabat kita di kota ini mengantarkan Team Relawan SA2Gaza ke sebuah apartemen mungil yang ditata-rapi. Begitu memasuki ruang tamunya, sebuah laptop menayangkan foto-foto seorang pria gagah --yang dimulai dari ketika dia tampak gagah dan sehat, sampai ketika tampak kurus dan lebih sayu saat duduk di sebuah kursi di bawah kawalan seorang tentara Zionis.


Dirar Musa Abu Seesi adalah pria Palestin yang berprofesi sebagai jurutera letrik yang sedang berjuang keras membantu mengatasi krisis energi di Jalur Gaza. Konon, Dirar berhasil membangun kembali satu-satunya pembangkit letrik di Jalur Gaza yang dihancurkan oleh pasukan Zionis pada Perang Al-Furqan tahun 2009.


 Dirar Seesi menikahi seorang wanita Muslimah Ukraine bernama Veronika, memboyongnya ke Gaza, dan berumahtangga sampai memiliki enam orang anak. Dalam sebuah perjalanan dengan kereta api di Poltava, Ukraine, pada 19 Februari 2011, Dirar diculik oleh segerombolan intelijen Zionis. 


Dirar Seesi lalu dibawa ke tanah Palestin yang dijajah Zionis, diinterogasi di pos militer di Petah Tikvah lalu dipenjarakan di sel sempit berukuran 1,2 x 2,5 meter di Eichel - demikian menurut Maan News.

 Diraar Seesi, sebelum diculik (kanan) dan sesudah di penjara Zionis (kiri), beratnya turun 32kg dalam enam bulan. foto: dokumentasi keluarga Dirar Seesi


Selama interogasi dan pemenjaraan atas tuduhan membantu mujahidin kemerdekaan Hamas, Dirar Seesi disiksa dengan dipukul, dipaksa melek terus menerus, serta diancam dengan berbagai ancaman - termasuk akan dibunuh anak-anak isterinya. 


Dia juga disiksa dengan cara dibiarkan saja ketika sakit sehingga berbagai gangguan kesehatan, termasuk jantung, terus menggerogoti tubuhnya. "Berat badan Dirar turun lebih dari 32 kilogram dalam waktu 6 bulan di penjara," tutur Veronika kepada Team SA2Gaza. 


Hingga hari ini, sudah dua tahun lebih Dirar berada di penjara Zionis tanpa kejelasan apa sebenarnya tuduhannya. Sementara itu, Veronika dan ke enam anaknya bertahan di Gaza. Sebuah keputusan berani yang diambil oleh seorang isteri dan ibu, meskipun sebenarnya mereka bisa saja meninggalkan Gaza dan kembali ke Ukraine atau bergabung dengan kerabat Dirar lainnya di Jordan.
Veronika, Muslimah Ukraine isteri Dirar Seesi, jurutera letrik Gaza yang diculik intelijen Zionis Yahudi dalam sebuah perjalanan kereta di Poltava, Ukraine. Veronika teguh bertahan bersama keenam anaknya di Gaza. foto: Sahabat Al-Aqsha

Kenapa Veronika tak keluar dari Gaza?


"Kerana Gaza adalah tanah yang diberkahi Allah," jawab Veronika.


Matanya berkaca-kata, suaranya bergetar, satu tanganya menutup kedua bibirnya ketika seorang Ukhti, relawan SA2Gaza menyematkan cincin itu ke jari manis tangan kanannya.


Relawan kita itu juga menyelempangkan sehelai selendang cantik khas Indonesia berwarna merah jambu keemasan, yang juga titipan seorang ibu di Depok, Jawa Barat.  Kepada Veronika juga diserahkan sejumlah wang tanda sayang dari para Sahabat Al-Aqsha di Indonesia.


"Hadiah ini, bahkan cincin ini, bukanlah hadiah yang sangat besar, Ini hanyalah tanda kasih sayang seorang ibu di Jakarta dan para ibu lainnya di Indonesia, bagi Anda, seorang Muslimah pemberani," demikian kata relawan SA2Gaza. "Insya-Allah hadiah yang jauh lebih baik lagi, di dunia dan Akhirat, akan Anda dapatkan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semoga termasuk dari hadiah Allah itu adalah segera dibebaskannya suami Anda."


Dengan bahasa Arab ‘ammiyah yang sangat lancar, Veronika menuturkan, sejak suaminya diculik Zionis, ada seekor burung merpati yang setiap hari hinggap di jendela apartemennya.



"Rasanya, seakan-akan burung itu pun berdoa bagi kami. Sampaikan salam dan terima kasih saya kepada kaum ibu di Indonesia. Hadiah-hadiah ini sungguh menghibur hati saya. Jangan berhenti mendoakan suami saya dan kami sekeluarga." 


Ketika Team SA2Gaza berpamitan, Veronika mengantar sampai ke pintu dan melambaikan tangan kanannya. Si cincin berlian cantik, duduk tenang di jari manis pemiliknya yang baru.


Alhamdulillah, satu amanah lagi telah selesai dilaksanakan.
Sumber : Sahabat Al-Aqsha
(Sahabatalaqsha.Com)

Video Himpunan Hijau -Ceramah Artis Aishah

SELINGAN

Suasana Himpunan Hijau ke Putrajaya di Stadium Darulaman Kedah (1 Jun 2012)

Suasana Himpunan Hijau ke Putrajaya di Stadium Darulaman Kedah (1 Jun 2012). Maaf di atas kualiti video yang kurang memuaskan. Almaklumlah.. Video ...

Lihat Sebelum ini...
E-Buku IH-49: Selingan..
E-Buku IH-49: Selingan..

3 Misi Cipta Perubahan -Ameerah DMP

Program Kongress 60 tahun PAS dan Pelancaran Ameerah..

ALOR SETAR, 2 Jun: Ameerah Dewan Muslimat PAS Pusat bertekad menjadi pelengkap kepada perjuangan politik anak muda Malaysia. Pengerusinya, Fareedah Samad berkata, bagi merealisasikan tekad itu, Ameerah membawa tiga misi yang menjadi gagasan penting untuk mencipta perubahan di Malaysia.

Tiga misi yang mensasarkan golongan wanita itu adalah..
  • memperbaiki persepsi politik di kalangan wanita muda Malaysia, 
  • meningkatkan penyertaan wanita muda dalam masyarakat 
  • dan memupuk semangat semangat cintakan negara.
Beliau berkata, melihat kepada situasi politik yang semakin kotor termasuk budaya politik lucah di negara ini, wanita muda tidak harus lagi berdiam diri dan bersikap tidak peduli.

Katanya, politik kotor ini akhirnya merugikan negara sendiri apabila semakin ramai anak muda yang tidak berminat untuk melibatkan diri dalam politik.

"Selama lebih 50 tahun anak muda di negara ini telah dijamukan dengan budaya politik rasuah, budaya politik samseng, budaya politik fitnah dan budaya politik lucah! Siapa yang bertanggungjawab atas semua ini? Siapa yang menaja kumpulan senaman punggung di hadapan rumah rakan kita ambiga? Siapa yang mengusung ustazah Ummi Hafilda ke sana sini dengan ceramah beliau yang tidak bermaruah? Siapa yang membaling batu dan telur dalam ceramah Pakatan Rakyat di Melaka dan Pantai Dalam?

"Justeru kita tidak hairan mengapa ramai di kalangan rakan-rakan kita terutama sahabat saya yang perempuan mengambil sikap tidak ambil peduli dengan apa yang berlaku dalam suasana politik tanah air.

Natijahnya apa saudara? Lebih 2 juta anak muda di negara kita tidak mahu mendaftar sebagai pengundi. Natijah apa lagi? Seramai lebih 60% anak muda yang telah mendaftar tidak turun mengundi pada PRU yang ke 12 yang lepas yang menyebabkan kita kalah di beberapa kerusi di Terengganu.

"Jumlah undi PAS menurun di beberapa DUN di Johor, Pahang Negeri Sembilan. Adakah kita mahu perkara yang sama berulang dalam PRU ke-13 akan datang?" katanya dalam pidato anak muda di Ekpresi Anak Muda Menuju Putrajaya sempena Himpunan Hijau Menuju Putrajaya di Stadium Darul Aman, dekat sini, petang semalam.

Fareedah juga berkata, Ameerah perlu memastikan wanita muda terliba secara langsung dalam sistem politik Malaysia.

"Barisan muslimat muda perlu kita gerakkan seoptimum mungkin bagi memastikan wanita muda di luar sana sentiasa mempunyai kesedaran untuk sama-sama terlibat dalam usaha kita membangunkan masyarakat seterusnya mencipta perubahan yang signifikan kepada tanah air kerana kita yakin tangan yang menghayun buaian pasti mampu menggoncang dunia," katanya di hadapan lebih 50,000 anak muda yang hadir.

Selain itu beliau berkata, Ameerah harus membawa anak muda mencintai negara dalam masa yang sama tidak meninggalkan Islam sebagai cara hidup. Tugas Ameerah katanya sangat penting untuk memastikan anak muda tidka terus dilalaikan dengan hiburan melampau sehinga melupakan jati diri dan nilai-nilai ketimuran.

"Lebih 50 tahun penjajah meninggalkan negara kita. Namun minda anak muda pada hari ini terus dijajah oleh tradisi memperbodohkan rakyat. Himpunan Jutaan Belia di Putrajaya yang diadakan pada 23 hingga 27 Mei yang lepas merupakan klimaks kepada pendedahan strategi kerajaan Malasyia yang mahu melumpuhkan gerakan anak muda di negara ini.

Para belia dilarutkan dalam budaya hiburan terlampau yang langsung tidak membantu membangunkan jiwa anak-anak ini apatah lagi mengisi rohani mereka seperti mana diwar-warkan," katanya.

Tambahnya, kerajaan  menyatakan bahawa para belia terbabit merupakan generasi yang akan mewarisi kepimpinan negara, tetapi bakal pemimpin tersebut diwariskan dengan budaya K-pop, J-Pop, budaya drag races yang mirip perlumbaan haram, dan tarian artis wanita yang mengghairahkan.(Hrkh)

Pelakon Mustapha Kamal Duduk Dekat N/Aziz, Mengapa?


HALAMAN HIBURAN

KUALA LUMPUR: Gambar ini , mengapa Pelakon Mustapaha Kamal duduk dekat Tok Guru Nik Aziz? Pelakon Mustapha Kamal Mohd Daud atau lebih dikenali sebagai Mustapha Kamal turut memberi sumbangan kepada pembinaan lebuhraya rakyat Kuala Krai-Kota Bharu yang sedang diusahakan kerajaan negeri.


Sumbang secara terus itu diberikan kepada Menteri Besar Kelantan, Tuan Guru Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat sewaktu program dialog anak Kelantan di perantauan anjuran urusetia Penerangan Kerajaan Negeri Kelantan di sebuah hotel di ibu kota semalam.

Ketika ditanya tentang sumbangan tersebut beliau memberitahu sebagai anak jati Kelantan adalah menjadi tanggungjawab beliau untuk membantu dalam usaha melancarkan pembinaan lebuhraya tersebut bagi kemudahan seluruh rakyat negara ini terutama rakyat Negeri Kelantan.

Sementara itu, ketika memberi ucapan Tuan Guru Nik Aziz menjelaskan konsep yang dibawakan dalam pembinaan lebuhraya ini adalah melalui konsep menderma untuk kebaikan.

"Apa yang kita ingin lakukan adalah melalui konsep menderma dan derma ini adalah untuk kebaikan.
"Setiap apa yang kita lakukan mestilah memilih syurga dipenghujungnya, hanya orang yang tidak berakal menolak syurga dalam setiap apa yang mereka lakukan," jelasnya.

Dalam pada itu, Pengerusi Jawatankuasa perancang Ekonomi, Kewangan dan Kebajikan, Datuk Husam Musa memberitahu, memang peringkat awal beliau ada kebimbangan berhubung soal kewangan untuk menjayakan projek lebuhraya itu.

"Pada mulanya saya ingat duit yang menjadi masalah utama tetapi apabila kita telah laksanakannya segalanya menjadi mudah dan duit bukannya masalah utama.

"Kuasa kerajaan negeri yang lebih kuat dalam pembinaan lebuhraya iaitu dalam urusan pemgambilan tanah dan sebagainya, kerajaan negeri membenarkan kita mengambil segala hasil bumi ini seperti pasir mahu pun batu bagi kegunaan pembinaan lebuhraya tersebut jadi segala urusan itu dapat kita laksanakan,' jelasnya.

Tambah beliau lagi, sumbangan derma yang diperolehi akan diumumkan jumlah kutipannya setiap hari bagi menunjukkan ketelusan kerajaan negeri dalam memastikan ia tidak menjadi isu kepada pihak lain.

"Kita akan umumkan jumlah sumbangan yang kita perolahi dan untuk makluman sumbangan ini akan digunakan untuk kerja-kerja pembinaan lebuhraya sahaja dan ia tidak termasuk untuk urusan-urusan operasi syarikat," katanya.

Menurut beliau lagi, sebuah syarikat dari Iran telah bersetuju untuk membekalkan minyak tar dengan harga yang lebih murah jika dibandingkan harga di dalam negara ini. 

Syabas, Mustapha Kamal dari Blog Ibnu Hasyim.. "Mu kenal aku lagi tak, waktu sama-sama kerap jumpa di pejabat Sabah Filem Jalan Pahang dulu?" (IH/ Sumber Hrkh)

Diserbu, P/Pelacuran Ini Masih Degil, Mengapa?

 
KUALA LUMPUR — Polis menahan 12 wanita rakyat Indonesia dan dua wanita tempatan dalam serbuan di sebuah rumah kedai yang dijadikan pusat pelacuran di Jalan Thambypillai, Brickfields, malam tadi.

Pegawai Turus Cawangan Perjudian, Kongsi Gelap dan Maksiat (D7) Ibu Pejabat Polis Kontinjen Kuala Lumpur (IPKKL), Deputi Superintenden Azman Mohd. Isa berkata, wanita berusia lingkungan 22 dan 46 tahun itu ditahan kerana menyalahgunakan pas lawatan sosial dengan melakukan aktiviti tidak bermoral. Beliau berkata, turut ditahan dua penjaga premis bersama empat pelanggan berusia 20 hingga 30 tahun.

"Pusat pelacuran ini sudah beberapa kali kita serbu, kali terakhir pada 25 Mei lepas. Tetapi mereka tetap berdegil dan terus menawarkan khidmat seks dengan harga serendah RM30,” katanya kepada pemberita di lokasi serbuan.

Operasi sejam yang berakhir 9.30 malam itu disertai empat pegawai dan 16 anggota IPKKL. Azman berkata, polis turut merampas beberapa bungkusan kondom dan semua yang ditahan dibawa ke IPKKL untuk siasatan lanjut. — BERNAMA

Komen Weblog Ibnu Hasyim:  Pusat pelacuran ini sudah beberapa kali diserbu, kali terakhir pada 25 Mei lepas. Tetapi mereka tetap berdegil dan terus menawarkan khidmat seks. Cuba siasat mengapa jadi begitu, apakah ada kaitan dengan rasuah?

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails