Friday, November 07, 2008

Penemuan Baru AS: Berubat Diabetes Dengan Madu?


Ibnu Hasyim
CATATAN SANTAI

PADA tahun 2002, Catherina Hulbert, seorang warga Amerika telah mengalami kemalangan di jalanraya. Kakinya luka parah... Waktu itu dia sedang menderita penyakit kencing manis atau diabetes. Lukanya tidak mahu sembuh, walaupun berbagai ubat dan antibiotic telah dicuba. Dialaminya terus sehingga 8 bulan.

Melihat keadaan demikian maka Dr Jennifer Eddy dari Fakulti Perubatan Universiti Wisconsin telah mencadangkan supaya gunakan madu lebah sebagai ubat yang disapu pada tempat luka itu. Setelah beberapa bulan cubaan, luka kaki Catherina Hulbert pun sembuh total. Kes tersebut rupanya menyebabkan Dr Jennifer Eddy terus mendapat sokongan dari Akedemi Amerika Bagi Doktor Keluarga di wilayah Wisconsin, untuk meneruskan kajiannya, khusus mengenai pengubatan melalui madu lebah.

Menurut Dr Jennifer juga, sebelum ini beliau juga pernah mengubati salah seorang pasakit diabetes yang sedang menghadapi fonis amputasi setelah berbagai usaha pengubatan cara lain dibuat tetapi mengalami kegagalan. Maka terbuktilah sudah di kalangan ahli medik bahawa mengubati luka akibat diabetes dengan madu lebah memiliki banyak manfaat, khususnya bagi pengidap diabetes di dunia kini yang jumlahnya mencapai sekitar 200 juta orang.

Di mana 15 % dari mereka mengalami sampai ke tingkat ‘tukak’ atau membusuk akibat dari hilangnya deria rasa di kaki mereka. Sedangkan persentase operasi amputasi bagi penderita diabetes secara internasional menurut Dr Jennifer lagi, dianggarkan terjadi setiap setengah minit sekali. Belanja operasinya di Amerika sahaja mencapai USD 11 juta pertahun. ...dan kes Catherina Hulbert ini merupakan contoh jelas, di mana pesakit diabetes dapat diselamatkan dari kehilangan anggota tubuh mereka dengan hanya biaya yang kecil.

Demikian berita yang saya dapat, bersumberkan ‘Majalah Al-I’jaz Al-Ilmi’ No 30 Jumadil Akhir 1429. Sebelum ini saya telah menulis,Darah Tinggi & Diabetes: Bagaimana Jadi Doktor Sendiri Berubat Tanpa Kos? ’ dalam blog saya pada Januari29, 2008. Reaksinya, seseorang yang menyebut dirinya sebagai ‘Man Doktor Sendiri Kulim Kedah’ memberi komen…

Sudah setahun (sebenarnya ½ tahun seperti yang dibetulkan semula kemudianya) saya amalkan seperti yang tertulis di artikal ini, nampaknya diabetes yang saya alami semakin baik, boleh di amal dan menjimatkan. Al-hamdulillah panduan ini satu sadakah jariah dari tuan Ibnu Hasyim.. Ramai jiran-jiran saya pun datang mengambil ubat tersebut dari saya, sehingga depa panggil saya Man Doktor Sendiri. Dah jadi macam doktor pula. T.kasih tuan..’

Kali ini saya ingin menyambungkan keterangan mengenai diabetes dan madu lebah… Seperti yang ramai sudah tahu, penderita diabetes mengalami penurunan kelancaran darah dalam pembuluh darah mereka dan lemahnya tingkat imuniti terhadap berbagai penyakit. Ditambah lagi antibiotic yang diberi untuk mengubati luka itu tidak bermanfaat disebabkan bakteri Staphylococcus Aurous akan membentuk perlawanannya sendiri. Sedangkan madu lebah pula mampu menciptakan perlawanan terhadap bacteria dengan berbagai cara.

Sebab itu ianya dianggap sebagai pengubatan paling efektif bagi menyembuh luka diabetes. Dalam madu lebah juga terdapat zat asam yang mudah berinteraksi dan tingkat kelembapan yang rendah. Hal ini menyebabkan madu lebah tersebut mudah membunuh bacteria. Di tambah lagi adanya enzim yang mengeluarkan acid hydrogen berfungsi membersihkan luka, sehingga mudah membunuh semua bacteria yang ada.

Mengenai perbedaan madu, antara lain Dr Agus Rahmadi dari Konsultasi Klinik Sehat ‘Eramuslim.com’ berkata...

Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran, madu adalah ‘obat bagi manusia’… Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Konferensi tersebut membahas pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu. Madu juga merupakan food supplement karena kandungan gizi yang tinggi dan komplit.

Setiap 100 gram madu mengandung 280-330 kalori; lebih dari 765 gula (fruktosa, glukosa dan sukrosa); mineral terdiri dari 5 mg kalsium, 15-17 mg posfar, 0,4-1,0 mg zat besi, mangan, kalium, belerang, aluminium, dan silikat; vitamin meliputi 1-6 mg vitamin C, vit B1, B2, B6, asam panthotenat, asam nikotinat; enzim-enzim invertase, katalase, inulase, peroksidase; asam organik, termasuk berbagai asam amino esensial, zat warna karoten; zat aromatis seperti terpen, aldehida, ester, manitol, dulcitol, dan sebagainya.

Selain itu juga mengandung biogenetik stimulants, yaitu zat yang dapat merangsang aktivitas pertumbuhan sel tubuh manusia. Madu dapat dikonsumsi dari mulai anak balita sampai orang tua renta. Hanya saja pada anak kurang dari satu tahun sebaiknya diberikan madu murni dan kualitas bagus. Dikhawatirkan jika kualitas madu kurang bagus, akan ada efek ke anak. Dan untuk membedakan apakah madu tersebut bagus atau tidak, dapat diketahui dari :

1…Sumber madu : Madu yang berasal dari daerah yang banyak polusi dan cemaran pestisida kurang bagus dibandingkan dari daerah yang bebas polusi.

2…Melakukan tes dengan meneteskan madu ke dalam air jernih. Jika madu langsung larut dan warna air langsung berubah, maka dapat dipastikan kualitas kurang bagus. Tetapi jika madu mengendap dan baru larut jika diaduk maka kualitas bagus.

3…Jika banyak terdapat buih di dalam botol dan saat dibuka terdengar letupan maka madu tersebut kualitasnya kurang bagus, karena sudah terjadi fermentasi.

4…Belilah madu dari sumber yang terpercaya, yang sudah mempunyai sertifikat SNI, depkes dan LP-POM MUI (bagi negara Indonesia).

Dosis (dos) madu yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 200 – 300 mg / hari dan untuk anak atau balita 30 mg/hari.”

Dr Agus menasihatkan supaya mengawasi madu campuran, “…karena begitu banyak madu yang telah dicampur dengan larutan gula sebagai penambah manis dan untuk menambah banyak secara kwantitas. Madu juga salah satu obat yang dianjurkan Nabi, selain sifat alaminya yang pasti tanpa campur tangan manusia. Dan juga madu dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti panas badan yang tinggi, gangguan lambung, infeksi lambung dan usus, sembelit dan sebagai pengganti gula pada penderita kencing manis.”

Kini, di Saudi Arabia sudah diwujudkan ‘Commission on Scientific Signs of Qur’an & Sunnah’. Iaitu lembaga pengkajian aspek Sains & teknologi dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Didirikan pada tahun 1987 di bawah Rabithah Alam Islami di Makkah Al-Mukarromah. Pengasasnya adalah seorang ulama asal Yaman, Syekh Abdul Majid Zendani. Beliau adalah seorang ahli farmasi yang sangat menguasasi sains moden, tafsir dan hadits. Sekarang dipimpin oleh Syekh Dr. Abdullah Al-Mushlih, seorang ulama Saudi Arabia.

Maka benar sungguhllah firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat An-Nahl atau Surah Lebah , ayat 68 – 69 :

Dan Tuhan Penciptamu
mewahyukan kepada lebah…
‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit,
di pohon-pohon kayu,
dan di tempat-tempat buatan manusia'.

Kemudian makanlah
dari tiap-tiap (macam) buah-buahan
dan tempuhlah jalan Tuhanmu
yang telah dimudahkan (bagimu).
Dari perut lebah itu keluar minuman (madu)
yang bermacam-macam warnanya,
di dalamnya terdapat ubat
yang menyembuhkan manusia.
Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan)
bagi orang-orang yang memikirkan.”

Begitu pentingnya makhluk bernama ‘lebah’ sehingga menjadi nama surah dalam Al-Quran. Ya. Selamat mencoba dan kajilah Al-Quran…

Catatan santai: ibnuhasyim.com
(e-mail: ibnuhasyim @gmail.com

Wednesday, November 05, 2008

Kalau Lim Guan Eng Baca Ayat Ini…




Ibnu Hasyim
CATATAN SANTAI:

SEORANG bloger menghantar e-mail kepada saya, melampirkan tulisan berjudul ‘Bapa meninggal, saya masuk Islam – Lim Guan Eng’ dari blog http://suaramerdeka.wordpress.com (April29, 2008). Dia meminta komen saya mengenai kenyataan Ketua Menteri Pulalu Pinang, Lim Guan Eng yang menggemparkan hadirin dengan ucapan beliau ketika turun berceramah, bahawa beliau ingin mengikut jejak langkah Umar Abdul Aziz, Khalifah Islam pada zaman pemerintahan Bani Umaiyah.

Kebetulan pada masa ini saya sedang membaca Al-Qur’an Surah Thaha, Surah ke 20 yang diturunkan di Makkah terdapat 135 ayat dalam juzuk ke 16. Surah yang telah memanggil seorang penting dan berjasa besar kepada Islam dan kemanusiaan, kerana tertarik atau terpesona hanya dengan membaca beberapa ayat di permulaan surah. Beliau adalah Khalifah Islam Ke 2 Umar Al-Khattab, bukan Khalifah Umar Abdul Aziz seperti yang disebutkan idola Guan Eng. Waktu itu Umar Al-Khattab masih belum Islam lagi dan amat memusuhi Nabi.

Menurut riwayat Ibnu Ishaq…

‘Sesungguhnya keluarlah Umar dari rumahnya dengan pedang tersentak. Tujuannya ialah hendak mencari Rasulullah dan terus membunuhnya. Di tengah jalan beliau bertemu Na’im bin Abdullah, “Nak ke mana kau, Umar?” Tanya Na’im.

“Aku nak cari Muhammad, orang yang telah belot dari agama nenek-moyang itu. Dia yang memecah-belah Quraisy. Dia yang mencaci berhala, hina agama, memaki tuhan-tuhan mereka, aku cari untuk membunuhnya!” Jawab Umar.

Kata Na’im pula, “Sebenarnya, engkau telah ditipu oleh dirimu sendiri, Umar. Engkau ingat keturunan Abdi Manaf akan biarkan engkau berjalan-jalan rileks di atas muka bumi ini setelah engkau bunuh Muhammad? Lebih baik engkau pulang kepada keluargamu sendiri, urus mereka yang telah lakukan apa yang engkau tidak senangi itu!”

“Keluarga yang mana?” Tanya Umar.

“Suami adik perempuanmu, anak pamanmu sendiri, iaitu Sa’id bin Zaid, dan saudara perempuanmu Fatimah binti Al-Khattab. Keduanya telah masuk Islam, keduanya telah jadi pengikut Muhammad. Pergi urus mereka berdua itu!”

Mendengar itu, Umar kembali ke rumah ipar dan adiknya itu. Sesampai di sana, dijumpai pula seorang lain, iaitu Khabbab bin Al-Aratti. Di tangannya terdapat sehelai kertas catatan surah Thaha yang sedang dibaca kepada kedua suami isteri itu. Selesai mereka mendengar, Umar melihat Khabbab lari bersembunyi ke sebuah bilik atau bahagian lain di rumah itu. Fatimah mengambil kertas catatan itu dan menghimpit di bawah pahanya (cuba sembunyikan). Pada hal sewaktu nak masuk ke perkarangan tadi sudah didengarnya suara Khabbab membaca kepada mereka berdua.

Umar terus masuk, bertanya, “Bacaan apa yang perlahan-lahan aku dengar dari luar tadi?”

“Takde apa-apa.” Jawab dua suami isteri itu.

Umar membantah, “Tentu ada yang kamu baca tadi. Demi Allah, aku dah tahu, kamu berdua telah ikut agama Muhammad.” Dipukul iparnya itu hingga rubuh. Fatimah bangun nak tahan tangan Umar dari pukulan berterusan, tetapi dia pula dipukul hingga tersungkur jatuh.

Melihat sikap Umar itu, akhirnya serentak keduanya berkata, “Memang, kami telah Islam. Kami telah beriman kepada Allah dan Rasulnya. Kau buatlah apa yang kau mahu!”

Melihat darah telah mengalir pada wajah saudara perempuannya, timbullah sesal. Dipegangnya muka adik perempuannya dan berkata, “Berilah padaku kertas catatan yang aku dengar kamu baca tadi. Aku nak tahu apa yang dibawa dan diajarkan Muhammad?” Memang Umar seorang yang pandai menulis membaca.

“Kami bimbang engkau apa-apakan catatan itu!” Jawab saudara perempuannya itu.

“Jangan kau bimbang!” Lalu Umar bersumpah demi dewa-dewa dan berhala seperti yang dia percaya, di mana catatan itu akan diberi balik segera sesudah dibaca. Jawapan yang menimbulkan harapan Fatimah, bahawa abang kandungnya akan masuk Islam.

“Oh saudara kandungku, kau ni masih najis kerana masih musyrik. Sedangkan catatan ini tidak boleh disentuh, kecuali oleh orang-orang yang bersih.” Kata Fatimah.

Umar terus pergi mandi, lepas itu barulah catatan itu diserahkan adiknya. Dibacanya, Thaha! Setelah beberapa ayat, terloncatlah ucapan dari mulutnya, “Alangkah bagusnya perkataan ini dan alangkah mulianya!”

Khabbab yang sedang bersembunyi, bila dengar kata-kata itu terus keluar dan berkata kepada Umar, “Ya Umar. Demi Allah, sesungguhnya besar harapanku Allah telah khaskan engkau akan masuk Islam dengan seruan NabiNya. Semalam ku dengar sendiri Rasulullah berkata. ‘Ya Allah, kukuhkan Islam ini dengan Abi’l Hakam bin Hisyam (gelaran Abu Jahl) atau dengan Umar bin Al-Khattab. Allah. Allah, ya Umar!”

“Khabbab. Tunjuklah kepadaku mana rumah Muhammad sekarang, aku nak temuinya dan menyatakan memeluk Islam.”

Selanjutnya Umar menemui Nabi dan mengucap kalimah syahadah di hadapan beliau.’

Berbalik kepada Guan Eng dalam kenyataannya itu tadi berkata, ketika beliau dipenjarakan dulu, Dato’ Fadhil Noor (Al Marhum Presiden PAS) adalah antara orang yang kerap mengunjungi beliau. Bahkan Dato’ Fadhil Noor kerap membekalkan buku-buku berkaitan dengan Islam, termasuklah buku mengenai kisah Umar Abdul Aziz. Dari buku-buku tersebutlah Guan Eng mengenali tokoh Islam itu.

Pernah pula Tuan Guru Nik Abdul Aziz Mursyidul Am PAS dengan ikhlas berdoa supaya orang Cina jadi pemimpin penting PAS (Jun3, 2007). Antaranya…

Mudah-mudahan suatu hari nanti orang Cina menjadi pemimpin penting PAS. Orang Cina masuk Islam kerana mereka belajar. Sebaliknya pula orang Melayu masuk Islam kerana tok nenek mereka Islam. Masuk otomatik hanyut begitu sahaja menyebabkan banyak masalah-masalah yang timbul hasil daripada mereka Islam dengan tidak belajar. Orang Cina sekarang semakin ramai. Yang belajar Islam, mereka lebih baik daripada orang Melayu tradisi.

Boleh jadi satu hikmat Allah Taala letak pejabat PAS di tengah-tengah masyarakat yang tidak banyak orang Islam. Dalam sejarah Islam, semua kitab-kitab hadith (Sunan Sitar) ada enam buah hadith semuanya dikarang oleh bukan Arab. Begitulah juga pimpinan

Islam di seluruh dunia yang jarang sangat orang Arab memimpin. Yang memimpin adalah orang Parsi, Sepanyol. Turki, India dan lain-lain. Oleh yang demikian apa peliknya kalau pejabat PAS, gerakan Islam ada ditengah-tengah masyarakat yang tidak banyak orang Melayu.”

Begitu juga dengan kenyataan beberapa pemuda Islam Cina seperti Kamal Koh dan rakan-rakannya yang menyertai PAS suatu ketika dulu, mereka memohon pandangan beberapa bekas-bekas tokoh lama DAP mengenai kemasukan mereka… Kata tokoh itu, kalau beliau muda sebaya mereka, beliau juga akan memeluk Islam, kerana untuk menjadi pemimpin tertinggi yang diterima rakyat negara ini mestilah orang Islam, walaupun bukan Melayu.

Mengenai ayat-ayat yang menjadi penyebab Umar Al-Khattab pilih Islam, menurut suatu riwayat Al-Allamah Ali bin Burhanuddin Al-Halabi dalam Siratul Halabiyah, kandungan isinya ialah...

Pertama:

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang’, bila membaca nama Allah ini, timbul gementar Umar, lalu dilepaskan kertas kulit itu dari tangannya. Kemudian diambil lagi dan dibacanya. ‘Segala apa yang ada di langit dan bumi semuanya membaca tasbih mensucikan Allah, Ialah Maha Gagah Lagi Maha Bijaksana.

Menurut kata Umar sendiri, setiap ia bertemu dengan nama Allah, timbul gentar dalam dirinya, dan ia lemparkan lembaran itu. Kemudian ia insaf kembali dan membaca lambaran itu seterusnya. Kemudian ia baca lagi lagi dan bertemu dengan ayat-ayat yang mengatakan, ‘Percayalah kamu dengan Allah dan RasulNya...’ seterusnya sampai kepada ayat, ‘Jika adalah kamu orang yang percaya adanya...’ ketika itu Umar pun mengatakan...

“Saya mengaku tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad Rasul Allah.” Melihat keadaan demikian takbirlah orang-orang berada dalam rumah itu, membesarkan Allah atas nikmatnya yang amat besar, dan menjadi pukulan besar kepada kaum musyrikin.

Kedua:

Ada riwayat lain mengatakan, lembaran yang dibaca Umar dan menginsafkannya itu adalah awal surah Thaha . Dimulai dengan Bismillah, dari ayat 1 hingga ayat 16.

Maka marilah kita sama-sama membaca dan menyelidiki, merenung dan berfikir mengenainya. Bagaimana kalau Lim Guan Eng membaca ayat ini? Beliau pun boleh rujuk tafsir Al-Qur’an. Saya harap dia baca tulisan ini…

Begitulah catatan santai berupa ingatan dan panduan dalam dalam hidup kita, bukan menyindir mana-mana pihak. Wabilahi taufik wal hidayah. Amin!

Catatan santai: ibnuhasyim.com
(e-mail: ibnuhasyim @gmail.com

Antara tulisan yang ada kaitan dengan Lim Guan Eng ialah:

1...Thursday, May 15, 2008 Guan Eng: PP Hilang Pelabur RM1 Billion Kerana BN...
2... Sunday, August 24, 2008 DAP Perlukan Orang Melayu, Kita kena Sokong?
3… August07, 2008 Guan Eng Tuduh Pembangkang UMNO Kafir?
4… Wednesday, August 13, 2008 Mengapa Guan Eng Pilih Umar, Tidak Muawiyah?
5… Sunday, August 10, 2008 Siapa Guan Eng, Berbanding Umar Abdul Aziz?

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails